Wednesday, 16 August 2017

Sayang Pada Anak Bukan Berarti Memanjakan Anak

Assalamualaikum,

Sebagai orang tua saya ingin banget neng Marwah menjadi anak yang tumbuh kembangnya baik, berkembang dengan baik, karakternya baik, cerdas, jadi kebanggaan orang tuanya plus menjadi anak yang mandiri. Kayaknya hampir semua orang tua harapannya sama ya dengan saya, betul?




Saking sayangnya sama anak, alasannya simple yakni demi kebahagiaan anak, apapun yang anak mau dikasih, apapun yang anak inginkan diwujudkan, semua alasannya demi kebahagiaan anak. Sebenarnya jika menuruti semua keinginan anak sayang apa justru terlalu memanjakan sih? Oke, kita bahas ya pada postingan ini.

Neng Marwah anak semata wayang saya, tapi apa yang neng inginkan engga semudah itu mendapatkannya loh, misalnya seperti neng pengen gadget aja perlu beberapa pertimbangan yang saya dan suami pikirkan hingga akhirnya neng diperbolehkan memiliki gadget sendiri. Jadi saya dan suami enggak langsung mengabulkan apa yang neng inginkan. Ternyata, mengikuti semua keinginan anak itu ga baik juga sih untuk membentuk karakter anak, meskipun itu anak satu – satu nya seperti neng Marwah. Anak yang terbiasa dimanjakan biasanay kurang bisa menghadapi kesulitan kelak, meski kita berdoanya anak – anak selalu diberkahi dalam kebahagiaan dan dilimpahkan rezekinya ya, aamiin. Tapi kan ga ada salahnya sejak dini membentuk kemandirian anak supaya anak terbiasa mandiri dan enggak manja, setuju gak?
Seperti tulisan mak Rahmah Chemist ini : Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini , udah pada baca belum tulisannya? Kalau belum silakan dibaca dulu, tapi nanti balik lagi ke blog saya ini ya, hehe.
Menanggapi tulisan mak Rahmah yang ditulisnya di Web KEB itu saya merasa setuju sekali jika anak harus dididik mandiri sejak dini, demi masa depan anak juga sih. Dan dalam postingan ini saya akan share beberapa tips ala saya dalam mendidik anak supaya anak bisa mandiri dan tidak menjadi anak yang manja, supaya anak bisa berkembang dengan mandiri sejak dini.

Jangan turuti semua keinginan anak, orang tua mana sih yang engga sayang sama anaknya, ayo tunjuk tangan yang engga sayang sama anak. Pasti deh semua orang tua itu sayang banget sama anaknya namun meskipun sayang bukan berarti apa saja keinginan anak diwujudkan dengan gampang kan? Iya kan? Iya in aja lah, hoho.

Jika anak udah terbiasa diwujudkan keinginannya dengan mudah, anak akan menjadi anak yang senang mengandalkan orang lain dan engga mau berusaha sendiri karena kan terbiasa mendapatkan keinginannya dengan mudah. Jadi orang tua pun harus tega loh memberikan tugas pada anak jika anak ingin sesuatu, misalnya nih ketika neng pengen beli mainan maka saya akan menyuruh dia untuk menabung dulu, meski sebenernya saya mampu lah beli mainan, karena neng mah ga pernah minta beli mainan mahal paling banter juga minta fun doh, tapi saya minta dia menabung dulu agar ia terlatih untuk bertanggung jawab, mandiri dan juga bersabar ketika menginginkan sesuatu, karena apapun juga ga ada yang instant, semua butuh proses kecuali masak mie instant juga harus digodok dulu kan mie nya.


Larangan untuk anak. Anak itu bertumbuh, rasa ingin tahu nya sangat tinggi dan mereka senang sekali belajar kesana kemari, mempelajari hal baru itu menyenangkan buat mereka. Kadang saya suka khawatir, misalnya ketika neng belajar naik sepeda, jujur saya takut ia jatuh jadi kadang saya larang untuk neng naik sepeda, tapi kalau saya larang terus kapan dia bisa naik sepeda ya?
Ternyata larangan orang tua untuk anak itu malah bikin anak nambah penasaran loh, dulu saya masih ingat banget pas neng mau megang setrikaan, saya teriak jangan eh dia malah nambah deketin setrikaan dan kecium setrikaan deh, itu artinya ketika saya teriak jangan alias melarang, neng malah penasaran kan? Akhirnya setrika panas ia pegang deh.

Larangan orang tua juga bisa bikin anak berbohong, jadi sejak dini ajarkan anak untuk berkomunikasi secara dua arah dengan orang tua. Jika anak akan melakukan hal yang membahayakan jelaskan apa alasannya ia dilarang melakukannya, jelaskan juga resikonya dan ingatkan pada anak untuk selalu berhati – hati dalam melakukan apapun.

Jika anak membuat kesalahan, kadang suka kesel kan? Wajar aja sih marah jika anak melakukan kesalahan tapi jangan sampai menghukum anak dengan kekerasan fisik ya, usahakan jangan. Karena dengan memukul anak atau menghukum dengan kekerasan fisik ga bakalan menyelesaikan masalah, yang ada anak malah celaka, nah loh. Anak – anak itu cerdas, mereka bakalan ngerti kok kalau diberi tahu, dijelaskan dengan baik dan dengan bahasa yang mereka mengerti. Ajarkan anak untuk disiplin tapi engga dengan kekerasan.
Anak akan merasa nyaman dan aman ketika orang tua memberikan kasih sayang yang tulus, memberikan kasih sayang pada anak dengan keikhlasan dan ketulusan tidak akan membuat anak manja kok. Jadi orang tua itu adalah mulia, tanggung jawabnya pun besar. Jadi sejak dini anak harus diberikan asupan nutrisi dan stimulasi yang baik juga ya.
Semoga anak – anak kita menjadi anak yang mandiri dan hebat J. Aamiin .

Sayang sama anak bukan berarti memanjakan anak, iya kan?

Blogpost Sayang Pada Anak Bukan Berarti Memanjakan Anak ini adalah #CollaBloggingKEB untuk Kelompok Sri Mulyani






Wassalam,
Ibu

Thursday, 10 August 2017

Membentuk Anak Generasi Multitalenta Di Era Milenial Bersama Morinaga

Assalamualaikum, 

Sabtu, 05 Agustus 2017 lalu saya menghadiri sebuah acara Konferensi Ayah Bunda Platinum persembahan Morinaga. Sebuah seminar parenting yang kaya akan nutrisi untuk para orang tua yang kemudian akan diserap dan diterapkan dalam keseharian, dalam pola asuh anak demi mencetak anak yang multitalenta. Wah siapa yang mampu menolak acara sekeren ini? Saya saja sampai mengajukan cuti loh dari kantor, eh kan hari sabtu? iya karena hari sabtu masih hari kerja di kantor saya, hiks. Oalah kok saya jadi malah curhat. 

Sebagai working mom, setiap ada seminar parenting kece gini saya selalu menyempatkan diri untuk ikut serta, menyerap ilmunya dan mencoba menerapkannya pada pola asuh neng Marwah. Apalagi pada Konferensi Ayah bunda Platinum persembahan Morinaga ini narasumbernya adalah orang - orang yang kompeten dibidangnya. Ada DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) adalah seorang dokter spesialis tumbuh kembang anak. Dan ternyata dokter spesialis tumbuh kembang anak dan dokter yang menangani anak sakit biasa itu beda yah, menurut dokter Wawan ( nama sapaan DR,Dr Ahmad Suryawan) hanya ada sekitar 51 orang saja dokter yang menangani spesialis tumbuh kembang anak. Ada juga Bunda Romi sapaan akrab dari Dr. Rose Mini A Prianto, Mpsi seorang psikolog. Acara berlangsung di Harris Hotel Festival City Link Bandung .


Saya seorang working mom, saya juga sama seperti ibu lainnya yang menginginkan anaknya menjadi anak multitalenta. Supaya anak bisa menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapinya, dan tentu masih dengan pengawasan orang tua.


Kalau Neng Marwah minum susu Chil School Rasa Vanilla 


Supaya Neng Marwah menjadi anak yang multitalenta apa yang harus saya kuasai dan harus saya lakukan dalam pola asuhnya? Mari kita belajar bersama dan menjadi orang tua platinum untuk anak multitalenta kita. 


Acara dimoderasi oleh seorang aktor kenamaan, Teuku Zacky yang pada saat itu hadir bersama keluarga tercintanya. 

Mengungkap 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta 

Sesi pertama diisi oleh DR. Dr Ahmad Suryawan SpA(K) atau biasa dipanggil dokter Wawan menjelaskan bahwa dalam masa 1000 hari pertama itu bakalan menjadi sebuah jendela kesempatan atau window of opportunity, karena apa? Karena sebanyak 80 persen kemampuan manusia dibentuk nya ya dalam periode itu. Yang mana dimulai dari pembentukan organ penting seperti jantung, otak dan panca indera. Selama dalam masa kandungan 9 bulan 10 hari. Organ – organ itu akan berfungsi secara sendirinya atau mandiri melalui masa transisi di 6 bulan pertamanya sejak ia lahir. 


Jadi itulah betapa pentingnya 1000 hari pertama perkembangan anak. Dan ada yang disebut dengan 4 Perisai Penting yang dijadikan tameng untuk melindungi tumbuh kembang anak. Selain 4 perisai penting yang akan saya jelaskan berikutnya, dokter Wawan juga menjelaskan bahwa ada kebutuhan mendasar yang harus diberikan pada anak yakni asupan nutrisi harus seimbang dan juga asupan stimulasi melalui pola asuh pun harus seimbang. 


4 Faktor yang dijadikan perisai untuk membentuk anak generasi multitalenta itu adalah : 

Perkembangan Otak 

Tameng yang menjadi andalan dalam membentuk anak generasi multitalenta adalah perkembangan otak. Asupan nutrisi dan stimulasi lah yang menjadi bahan pokok membentuk otak anak. Nutrisi itu memiliki peran membentuk dan juga mematangkan sel otak, sedangkan stimulasi itu bekerja membentuk serta memperkaya jaringan koneksinya. 
Dokter Wawan menjelaskan, asupan nutrisi terbaik untuk anak anak 0 – 6 bulan hanya ASI, itu terbaik sekali. Kemudian setelah anak 6 bulan keatas, damping dengan MPASI atau makanan pendamping asi, ASI masih tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Perkembangan otak anak pada tahapan 0 – 2 tahun sebanyak 80 persen, dan 20 persen pada usia 2 tahun keatas. 

Stimulasi mampu memperkaya koneksi sel otak anak, dilakukan dengankegiatan interaktif anak dan orang tua. Mengajak anak berbicara atau berinteraksi lebih sering sudah termasuk menstimulasi anak loh. Apalagi ketika menyusui, ada bonding antara ibu dan anak dan ini juga adalah saat yang tepat memberikan nutrisi serta memberikan stimulasi pada anak. Jadi saat feeding baby harus khusuk ya jangan sampai jalan – jalan. 

Stimulasi ala saya pada neng Marwah adalah dengan melakukan banyak interaksi atau interaktif. Sering berinteraksi dengan anak juga bagus untuk menstimulasi, loh. 

Sistem Ketahanan Tubuh 

Sistem ketahanan tubuh anak sebenarnya sudah ia dapatkan sejak ia dalam kandungan, yakni lewat plasenta sang ibu yang menyalurkan antibody pada anak. Nah setelah anak lahir, anak masih memiliki ketahanan tubuh yang lengkap namun belum mampu bekerja secara mandiri karena masih tergantung pada antibody sang ibu. Supaya sistem ketahanan tubuh anak mandiri adalah dengan vaksinasi atau meng imunisasi anak, kenapa harus imunisasi? Bertujuan agar sistem kekebalan anak terlatih dan bisa mengenali, mengingat dan juga memusnahkan penyakit yang menyerang tubuhnya. Nanti tanggal 14 agustus mendatang Neng Marwah juga bakalan imunisasi rubella di sekolahnya. Karena mengingat imunisasi penting kan jadi harus ikut imunisasi.


Tumbuh Kembang Optimal 

Saya dulu mengartikan tumbuh kembang itu dipisahkan loh, eh ternyata dokter Wawan bilang bahwa istilah tumbuh kembang itu enggak bisa dipisahkan yang mana artinya untuk tumbuh mengacu atau mengarah pada fisik sedangkan kembang itu mengarah pada kemampuan. Jadi, jika fisiknya itu bertumbuh ya otak anak juga harus turut berkembang. Perkembangan otak manusia itu hampir 95 persen dibentuk pada 6 tahun pertama kehidupannya. 


Apa yang harus saya lakukan sebagai seorang ibu agar tumbuh kembang anak saya optimal? 

Pantau perkembangan anak, jika perlu dokumentasikan. Dan saya melakukannya, tumbuh kembang neng Marwah saya catat di blog ini, mulai dari hamil sampai sekarang neng Marwah berusia 9 tahun. Menurut dokter Wawan juga nih memantau perkembangan anak ini penting untuk melihat kualitas pertumbuhan anak, jika terjadi hal yang buruk maka langsung terdeteksi sejak dini, namun kan sebagai orang tua kita berharap anak sehat selalu ya, aamiin. 
 
Foto taken from Teh Efi

Kesehatan Saluran Cerna 

Kesehatan saluran cerna adalah yang paling penting alias yang paling mendasar diantara faktor yang sudah saya jelaskan tadi. Kesehatan saluran cerna diperankan oleh komposisi mikrobiota yang mana pada usia dini itu membentuk sistem imunitas ( faktor ke – 2) dan sangat erat kaitannya dengan pola pertumbuhan fisik ( faktor ke – 3), besar juga pengaruhnya terhadap pembentukan koneksi sirkuit otak anak. Wah jadi ke empat faktor yang menjadi tameng membentuk anak generasi multitalenta ini saling berkaitan satu sama lainnya, hmm amazing banget yah. 


Sebelum dokter Wawan mengakhiri sesi nya ini, beliau mengundang DR. Dr Eddy yang praktek di klinik tumbuh kembang anak RSIA Hermina dan Limijati. Dokter Eddy menambahkan gimana sih caranya agar lingkungan anak itu kaya rangsang? Salah satunya adalah dengan mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak. 


Kekuatan Bermain Untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta Di Era Milenial 


Sesi kedua adalah dari bunda Romi yang mana akan menjelaskan sepenting apakah bermain untuk anak. 

Menurut bunda Romi, untuk memberikan stimulasi anak atau melatih daya ingat anak dengan bermain itu enggak perlu mainan atau perkakas mahal, gunakan saja deh yang ada di rumah. Jangan sampai kecerdasan anak yang ada itu kurang stimulasi hanya karena alasan “ga punya alat stimulasi”, sedangkan stimulasi kan sudah dijelaskan ya ga perlu alat atau perkakas mahal. 

Kecerdasan majemuk itu ada delapan, diantaranya: kecerdasan linguistic, matematik, kinestetik, musical, visual spasial, interpersonal, intrapersonal dan natural. Itu saja?

Untuk jelasnya bisa baca artikel : Bekal Masa Depan ChilGO!. Saya pernah menuliskan tentang kecerdasan majemuk disana. 

Tidak loh masih ada kecerdasan moral yang memang kadang sering terlupakan untuk distimulasi. Ada tujuh hal penting yang wajib diperhatikan dalam kecerdasan moral yakni :

1.  Empati , kemampuan untuk memahami perasaan serta pikiran orang lain. contoh anak  mauberbagi mainan atau makanan dengan temannya.
2.   Hati nurani, kemampuan untuk memahami akan kebenaran serta mampu bertindak sesuai dengan kebenaran, contohnya anak jujur dan tidak berbohong meskipun dia yang bersalah.
3.  Kontrol diri,  kemampuan untuk mengendalikan pikiran anak serta tindakan. Contoh perilakuanak yang tidak tantrum atau marah saat keinginan tidak terpenuhi.
4.  Menghargai, adalah kemampuan untuk belajar memperlakukan orang lain dengan baik, contohnya anak yang berterimakasih saat menerima sesuatu, anak yang tidak lupa bilang tolong saat meminta bantuan dan anak yang tak segan meminta maaf saat berbuat salah.
5.   Kebaikan, kemauan dan kemampuan anak untuk memperhatikan kesejahteraan orang lain, contohnya adalah anank yang langsung membantu temannya yang jatuh.
6.   Tenggang rasa, kemampuan anak untuk menerima dan juga menghargai adanya perbedaan, contoh adalah anak tidak akan mengejek kekurangan temannya.
7.  Keadilan, kemampuan anak untuk bersikap terbuka dan adil pada semua. Contohnya anak mau bermain bergantian serta mau mengikuti aturan permainan.



Bunda Romi menuturkan bahwa kebanyakan orang tua itu konsennya pada stimulasi matematik saja, dan saya termasuk kedalam kebanyakan orang tua itu. Padahal anak yang berhasil dan sukses itu adalah mereka yang kecerdasan interpersonalnya terasah dan terstimulasi dengan baik. Kecerdasan visual spasial juga masih dibengkalaikan orang tua padahal kecerdasan visual spasial ini penting supaya anak bisa berpikir kreatif. 


Kecerdasan linguistik juga kadang stimulasinya kurang, karena orang tua suka enggak kasi kesempatan anak buat mengutarakan pendapatnya. Padahal anak juga harus mengutarakan keinginannya dong. Dan saya kok jadi serasa tertampar, karena saya sering banget memaksakan keinginan saya pada Marwah dengan nada yang tinggi, hiks. 

Setiap anak itu memiliki kecerdasan masing – masing yang berbeda, semuanya cerdas tinggal distimulasi aja supaya kecerdasannya berkembang dengan optimal. Stimulasi yang paling gampang dan terbaik adalah dengan menstimulasi anak lewat bermain. 

Bermain itu kaya manfaat jika memang kita sebagai orang tua bisa memilah dan memilih permainan sesuai dengan tahapan perkembangan dan kematangan kognitif anak. 

Jujur, saya termasuk yang menyepelekan aktivitas bermain anak loh, sebelum akhirnya saya tahu bahwa aktivitas bermain ini justru mampu membentuk prestasi anak di masa mendatang. Kemampuan anak dalam bermain ini merupakan indikasi penting untuk pertumbuhan anak agar anak bisa menjadi manusia yang produktif serta mampu beradaptasi pada lingkungannya. Bukan hanya itu dengan bermain anak bisa meningkatkan hubungan emosionalnya juga. 

Sebenernya nih, sejak kapan sih saya harus menerapkan proses bermain ini agar tumbuh kembang anak optimal? 

Sejak 1000 hari pertama anak. 

Karena pada masa keemasan itu momen fisik, intelektual, social dan emosional anak berkembang sangat pesat, maka pada saat ini lah waktu yang tepat untuk mengasah kecerdasan multitalenta anak melalui kegiatan bermain. Bunda Romi menjelaskan nih bagaimana menstimulasi kecerdasan anak dengan maksimal dengan memberikan permainan yang sesuai dengan usianya. 
 
Foto taken from teh Efi


Tak bosan bunda Romi bilang bahwa BERMAIN itu adalah stimulasi terbaik asalkan sesuai dengan tahapan perkembangan dan juga kematangan kognitif anak. Seperti :

Bermain fungsional untuk anak 0  sampai dengan 2 tahun, anak bisa main sederhana hanya dengan melihat mainan yang bergoyang, misalnya beli kerincingan atau beli mainan yang digantung dan bergoyang (duh apa namanya).

Bermain konstruktif untuk anak 2 sampai 3 tahun, anak bisa diajak bermain lego, menyusun lego sampai selesai atau menyusun puzzle.

Bermain peran untuk anak 3 sampai 7 tahun, biasanya saya bermain dokter – dokteran sama neng Marwah, atau bermain kasir – kasir an, kadang juga neng ingin menjadi chef dan menyajikan makanan pada saya, tentu saya harus berpura – pura menjadi konsumennya.

Bermain dengan aturan, untuk anak 7 tahun ke atas, neng Marwah senang bermain petak umpet, monopoli, ular tangga dan permainan lainnya yang sudah ada aturannya dan neng harus mengikuti aturan permainannya dengan baik.

Bunda Romi juga memberikan kita untuk orang tua agar memfasilitasi anak dalam bermain, diantaranya adalah orang tua harus menyesuaikan permainan dengan karakter anak dan perkembangan anak, harus menciptakan suasana yang menyenangkan, memilih mainan yang mampu mengembangkan potensi anak, gunakan bahan yang ada saja,memberikan anak untuk berimajinasi dan kreatifitas anak harus diasah, serta biasakan berdiskusi setelah bermain, apakah anak senang dengan permainan atau tidak.

Hasil test neng Marwah sebelum bermain di morinagamiplayplan.com
Bunda Romi juga menyampaikan agar tidak kehabisan ide langsung saja berselancar ke http://www.morinagamiplayplan.com/ yang menyajikan banyak sekali ide permainan serta bahan bermain untuk anak sesuai dengan usia dan juga mampu menstimulasi kecerdasan multitalenta anak sejak dini.

Alhamdulillah ilmu yang saya serap di Konferensi Ayah Bunda Platinum ini banyak sekali, makasih ya Morinaga. Semoga saya bisa menerapkan pada Neng Marwah, semoga Neng Marwah menjadi anak yang cerdas ya nak, aamiin. 


Teman – teman ada yang tau program #SiapCerdaskanBangsa? Ituloh program CSR dari Morinaga


Jadi Morinaga Platinum mengajak para orang tua untuk membantu mewujudkan impian anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi, dengan bergabung dalam gerakan #SiapcerdaskanBangsa , ada donasi sebesar 10 ribu untuk setiap pembelian Morinaga Chil Kid Platinum Moricare + Prodiges  800 gr. Nah semua donasi yang sudah terkumpul akan disalurkan melalui lembara ASA ( Act, Serve, Aspire) untuk rehabilitasi sekolah – sekolah di Indonesia.

Wah keren banget yaa programnya, mari cerdaskan bangsa bersama !


 With Love,


Tian Lustiana 


Monday, 7 August 2017

Aturan Bermain Gadget Untuk Anak

Assalamualaikum, 

Akhirnya saya membelikan gadget untuk Neng Marwah. Alasan pertama saya ya untuk mempermudah komunikasi antara saya dan neng Marwah. Sebenernya saya dilema nih beliin neng gadget sendiri, namun setelah banyak pertimbangan dan mempersiapkan aturan pemakaian gadgetnya akhirnya kami sepakat untuk membelikan neng Marwah gadget, jadi neng kalau mau bermain game tidak lagi meminjam gadget saya atau gadget milik ayahnya. 



Berat sebenernya mengambil keputusan ini. Tapi mau bagaimana lagi, teknologi sekarang semakin maju, mau engga mau saya harus mengikutinya, memberikan anak gadget adalah salah satu tuntutan orang tua masa kini. 

Meski sekarang neng sudah memiliki gadget sendiri, namun kami menerapkan aturan yang harus dipatuhi neng Marwah. 

Waktu bermain gadget 

Saya, ayahnya dan neng Marwah berkomitmen bahwa neng hanya boleh memainkan gadgetnya selama 2 jam saja atau maksimal 2 jam saja dalam sehari dan hanya berlaku pada hari jumat sore sepulang sekolah dan hari sabtu, hari minggu gadget sudah dikembalikan pada saya. Kenapa saya membelikan gadget jika hanya diberikan pada hari jumat dan sabtu saja? Karena pada hari senin sampai jumat pagi itu waktu sekolah dan belajar untuk neng jadi kami sudah berkomitmen bahwa neng tidak bermain gadget pada hari itu, dan alhamdulillah neng setuju. 

Neng saya biarkan berinteraksi dengan teman - temannya secara langsung. Agar neng terus belajar interaksi dengan teman - temannya, berkomunikasi dan juga mengasah emosi nya. Karena saya yakin bahwa neng akan belajar dari pengalamannya. 

Orang tua tidak gaptek 

Menjadi orang tua untuk anak millenial ya ga boleh gaptek. Orang tua harurs mampu menguasai operasi gadget yang dimiliki anak. Termasuk tentang install aplikasi, orang tua juga harus tau aplikasi mana yang boleh diinstall dan tidak boleh. Pilih aplikasi yang cocok untuk anak dan sesuaikan dengan usianya. 

Mengdampingi anak 

Untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak, coba deh dampingi anak ketika bermain gadget. Ceritakan pada anak tentang aplikasi yang sedang ia mainkan, jelaskan tentang plus minusnya jadi anak pun paham. 

Ceritakan juga tentang etika dalam berselancar di dunia maya. Ajarkan cara berinteraksi via sosial media itu seperti apa. Berikan pemahaman pada anak bahwa tidak semua teman di sosial media itu mereka kenal, dan usianya sama. 

Diskusi 

Dalam sosial media kadang ada banyak konten yang tidak diperuntukkan anak. Sebisa mungkin saya dan neng berdiskusi tentang konten yang sering seliweran disosial media. Saya pun menjelaskan konten mana saja yang layak untuk anak dan konten mana saja yang tidak diperbolehkan untuk anak seusia neng. Saya pun sering mengingatkan neng untuk tidak memberikan identitas lengkap pada orang yang ia kenal melalui social media.

Tidak boleh bawa gadget saat bermain

Neng Marwah tidak boleh membawa gadget ketika ia bermain di luar bersama teman – temannya. Selain khawatir gadgetnya jatuh saat berlarian juga supaya anak bisa berinteraksi dengan baik bersama teman – temannya.


Menerapkan zona bebas gadget

Di rumah, saya dan suami menetapkan zona bebas gadget ketika kita bersama. Saat makan atau menjelang tidur. Saat makan atau menjelang tidur kami sering bercerita kadang membacakan cerita di buku kadang juga mendengarkan neng Marwah yang bercerita tentang pelajaran sekolah atau tentang ceritanya bersama teman.

Inilah aturan bermain gadget untuk anak ala saya, kalau teman - teman gimana? 

Jadi memberikan gadget pada anak itu boleh kok selama ada aturan mainnya saja. Anak pun pasti akan memahami aturannya jika memang dilaksanakan dengan konsisten. 


Cheers,

Tian Lustiana 




Friday, 4 August 2017

Pengasuhan Sesuai Dengan Tahap Perkembangan

Assalamualaikum,

Neng Marwah sekarang udah 9 tahun, tentu saja pengasuhan yang ibu terapkan berbeda dengan ketika neng berusia 5 tahun. Ya, karena saya sebagai orang tua harus mampu memahami apa saja hal yang harus diterapkan pada anak sesuai dengan usia anak. Karena proses tumbuh kembang anak dan pola asuh itu berkesinambungan. Demi menghasilkan respon yang tepat maka saya sebagai orang tua harus memberikan stimulasi yang tepat juga, sesuai pada aturan serta porsinya, jadi pas gitu ga berlebih dan juga enggak kurang.

Pengasuhan itu emang harusnya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Ga mungkin banget kan kita menerapkan sistem pola asuh untuk anak TK ke anak kelas 5 SD dan sebaliknya. Jadi emang harus ada prinsip pengasuhan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak.

Mendidik anak itu bukan kayak lari loh, yang harus cepat sampai pada garis finish. Mendidik anak ya harus melewati semua tahapan yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak, anak kan ga mungkin langsung dewasa, iya gak? Dan proses tumbuh kembang setiap anak itu beda, ada yang cepat ada juga yang lambat.


Ada empat tahapan yang dialami anak - anak, yakni fisik, bahasa, kognitif dan sosial emosional nya. Tahapan perkembangan pada anak seusia Marwah ( 9 tahun ) apa aja ya?

Perkembangan Bahasa 


  1. Diusianya yang ke - 9 tahun ini neng udah mulai sadar pada kata - kata yang memiliki dua makna. 
  2. Neng Marwah juga sudah mulai becanda alias ngeguyon atau ngehumot loh, kadang humor yang ga masuk akal juga suka keluar dari mulutnya. Saya dan ayahnya aja kadang sampe ngakak kalau neng Marwah lagi ngeguyon, hihi. 
  3. Neng Marwah sekarang udah paham dan bisa menggunakan bahasanya sebagai alat komunikasi dengan orang lain. Udah mulai bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan. 
  4. Neng Marwah sekarang mulai seneng pake bahasa gaul.
  5. Neng Marwah juga sudah bisa mengemukakan atau berekspresikan perasaan dan emosinya secara verbal. Jadi ibu sekarang ga bingung lagi kalau neng mau apa dan kenapa karena ia sekarang udah bisa mengungkapkan perasaannya secara verbal.
  6. Neng semakin senang bicara dan tertawa, untuk menarik perhatian orang lain. 
  7. Dan masih banyak peningkatan kemampuan bahasanya termasuk sudah bisa diajak curhat. 
Perkembangan fisik 

  1. Sudah bisa menulis dan menggambar dengan lebih baik dan lebih rapi.
  2. Tinggi badannya bertambah sekitar 5 - 8 cm setiap tahunnya, dan pasti sebentar lagi tinggi saya aja bakalan kalah deh. 
  3. Neng sudah kehilangan gigi susu nya, gigi permanen sudah mulai tumbuh.
  4. Sudah mulai senang memasak, mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat prakarya, termasuk menjahit baju barbie. 
  5. Ukuran otak anak 9 tahun sudah meningkat hampir sama dengan ukuran otak dewasa.
  6. Kekuatan dan kecepatan tangan, kaki sudah baik.
  7. Sudah senang menikmati olahraga.
  8. Sudah percaya diri ketika lompat atau memanjat dan berenang. 
Perkembangan Kognitif 
  1.  Sudah bisa menganalisis berdasarkan pengalaman dan juga logika.
  2. Marwah sudah paham konsepwaktu, isi, berat dan juga jarak.
  3. Senang berhitung, tapi meski belum benar - benar paham pada operasi yang kompleks.
  4. Sudah paham sebab dan akibat. 
  5. Marwah ga betah duduk lebih dari 30 menit. 
  6. Lebih senang membaca buku yang lebih panjang, biasanya hanya baca cerita bergambar sekarang sukanya baca novel anak. 
  7. Senang nulis - nulis di buku.
  8. Marwah akan lebih paham jika dilakukan langsung daripada hanya mendengarkan penjelasan. 
  9. Senang sekolah, dan selalu ingin pergi sekolah.
Perkembangan Sosial Emosional 

  1. Neng Marwah sekarang mulai senang bermain dengan yang memiliki minat sama.
  2. Sudah mulai senang mengkritik teman - temannya. 
  3. Neng Marwah sudah bisa marah ketika diejek temannya.
  4. Neng Marwah suka cerita kadang punya teman baik, kadang punya musuh terus gitu aja setiap hari.
  5. Percaya dirinya mulai tinggi dan suka merasa benar.
  6. Anak pada usia 9 tahun sudah sering mencari perhatian
  7. Mudah tersinggung
  8. Dan masih banyak perkembangan emosional lainnya yang masih harus dibimbing dan diarahkan dengan baik oleh orang tua. 



Semoga neng Marwah selalu bertumbuh dengan solehah ya nak. Aamiin.




With love,

Wassalam


Tian Lustiana




Wednesday, 12 July 2017

Cara Memilih Deterjen Untuk Pakaian Bayi

Memiliki bayi apalagi yang baru lahir membuat para ibu muda harus ekstra berhati-hati dalam memilih semua perlengkapan bayinya. Bayi kan kulitnya sangat sensitif sehingga bisa saja teriritasi oleh perlengkapan bayi itu sendiri seperti makanan, baju dan pakaian yang digunakan. Iritasi akibat pakaian sendiri bisa jadi dikarenakan bahan kain yang digunakan ataupun pemakaian deterjen yang salah. Sebaiknya kalau punya bayi maka deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaiannya adalah deterjen khusus yang enggak menyebabkan iritasi.

Dan inilah cara untuk  memilih deterjen bayi  yang bisa temen - temen praktekkan dalam mencari deterjen yang paling tepat.

Deterjen adalah bahan pembersih yang memiliki bahan dasar busa sehingga ph yang diberikan adalah basa. Basa yang pekat bisa menyebabkan kulit panas yang biasa dirasakan di tangan ketika tangan digunakan untuk mengucek pakaian tersebut. Basa yang terlalu tinggi juga bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit menjadi merah. Hal tersebut sangat berbahaya bila digunakan untuk mencuci pakaian bayi karena bisa saja  bayi mengalami ruam atau iritasi kulit yang menjadikannya rewel dan gatal-gatal hingga kulit kemerahan dan panas.

Supaya bisa mendapatkan deterjen yang pas untuk kebutuhan bayi nih saya kasi tips yang bisa diterapkan dalam memilih deterjen, yaitu: 

● Pilihlah deterjen yang mengandung softener yang berfungsi untuk melembutkan serat kain.

● Pilihlah deterjen yang sudah dikenal tidak memberikan rasa panas di tangan.

● Pilihlah deterjen yang tidak mengandung bahan yang bisa mengiritasi sehingga aman bagi kulit bayi,

● Pilih deterjen dengan bahan yang tidak mengandung bahan penyebab alergi kulit dan iritasi kulit.

Sekarang tuh banyak banget merk deterjen yang menawarkan hasil bersih maksimal namun dengan rasa panas ditangan. Namun tidak halnya dengan Attack deterjen. Attack memberikan rasa bersih serta kain yang lembut tanpa membuat kulit tangan  panas sedemikian juga dengan kulit bayi. Deterjen Attack juga tidak mengandung bahan penyebab iritasi dan alergi kulit sehingga bayi bisa memakai pakaiannya dengan nyaman dan senang. Softener pada deterjen juga memberikan rasa kain yang sangat lembut untuk bayi sekalipun. Temen - temen bisa memilih deterjen Attack dengan parfum atau non parfum untuk kebutuhan bayi Anda.

Itulah tips dan cara memilih deterjen bayi bagi  para ibu yang memiliki bayi usia baru lahir. Bayi yang mengalami iritasi kulit akan sering rewel yang berpengaruh pada pola menyusu dan tidurnya sehingga sebisa mungkin dihindari dengan menggunakan deterjen yang sesuai untuk kebutuhan bayi. 


Dimana beli Attack deterjen? 

Temen - temen bisa beli  Attack deterjen di toko-toko terdekat dalam berbagai bentuk baik padat dan cair sesuai kebutuhan Anda. Attack juga memiliki kemasan ekonomis dan kemasan bulanan untuk kebutuhan berbagai rumah tangga.



Happy washing yaaa :)


Tian Lustiana 
















Tuesday, 11 July 2017

Inilah Tips Merawat Bayi dengan Baik dan Benar

Menjadi orang tua itu menyenangkan sekali, apalagi bagi orangtua yang baru saja memiliki bayi pastinya tengah merasakan euphoria karena memiliki momongan yang lucu. Tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan perawatan yang tepat karena bayi merupakan makhluk sensitif yang membutuhkan ekstra perhatikan oleh orangtua. 


Sehingga bagi orangtua yang mempunyai anak pertama biasanya membutuhkan bantuan orang yang lebih berpengalaman untuk merawat bayi tersebut. Dimana ada beberapa tips yang bisa dilakukan dan diperhatikan untuk dapat merawat dan menjaga bayi dengan tepat seperti beberapa tips di bawah ini:

1.    Perhatikan tanda tangisan

Tips pertama untuk dapat merawat dan menjaga bayi ini adalah dengan mengerti tanda tangisannya. Biasanya untuk orangtua yang newbie tentu saja tidak mengerti beberapa perbedaan tangisan bayi tersebut. 
Tetapi apabila sudah beberapa waktu biasanya orangtua akan mengerti arti dari tangisan bayi. Ada beberapa tangisan yang ada dari bayi tersebut yaitu tangisan ketika ia lapar, tangisan ketika ia pipis, tangisan ketika buang air kecil, tangisan ketika bangun dan kehausan, dan berbagai tangisan lainnya yang menjadi tanda bahwa bayi sedang merasa tidak nyaman dan membutuhkan sesuatu. Bagi orangtua sendiri apabila belum bisa membedakan arti tangisan tersebut bisa untuk melakukan pengecekan satu-satu. Seperti ketika bayi menangis orangtua bisa untuk mengecek apakah ia buang air kecil atau besar. Atau tangisan ketika jam makan berarti ia sedang lapar dan harus disusui agar tangisannya berhenti.


2.    Perhatikan cara menggendong bayi

Untuk tips selanjutnya agar dapat menjaga bayi dengan benar adalah dari cara menggendongnya. Cara ini adalah hal dasar yang biasanya harus diajarkan oleh orangtua yang berpengalaman sehingga tidak salah. Untuk menggendong bayi ini membutuhkan beberapa tahap melihat dari umurnya. Misalnya ketika masih lahir hanya boleh untuk menggendong dengan menyangga kuat pada leher dengan bantal. Dan beberapa tips lainnya sesuai dengan umur bayi.

3.    Perhatikan ketika memandikannya

Dan perhatian selanjutnya adalah ketika memandikannya. Orangtua harus sangat hati-hati ketika sedang merawat dan menjaga bayi karena mereka sangat lemah dan mempunyai kulit yang sensitif. Untuk memandikan bayi misalnya harus menggunakan air hangat, menggunakan sabun dan shampo bayi, serta pertimbangkan juga mengenai tempat mandinya sehingga akan nyaman untuk bayi.


4.    Perhatikan memilih makanan bayi

Dan untuk tips merawatbayi yang tepat selanjutnya adalah dengan memilih makanan bayi tersebut. Untuk bayi hingga usia 6 bulan disarankan untuk menerima ASI Eksklusif dari ibunya tetapi bagi yang tidak mau menerima ASI tentunya harus digantikan dengan susu formula yang khusus untuk bayi usia kurang dari 6 bulan. Untuk makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan yaitu makanan yang sehat seperti buah, sayur, dan menghindari micin dan bahan berbahaya.



Nah temen - temen punya tips merawat bayi lainnya? Sharing yuk.