Thursday, 20 October 2011

mendeteksi tumbuh kembang


Mendeteksi Tumbuh Kembang Anak


Mendeteksi Tumbuh Kembang Anak
      Tidak banyak orangtua yang menyadari, bahwa periode paling penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pada masa ini, semua pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak Anda ke depannya. Selain itu, pada masa ini juga sang anak akan mengalami perkembangan dalam hal kesadaran sosial, kemampuan berbahasa, emosional, kecerdasan serta kreativitas, yang juga akan menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya.
      Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan dimulai sejak pembuahan di dalam rahim hingga dewasa. Bukan hanya fisik yang bertumbuh, kepandaian sang anak pun akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Pertumbuhan tersebut ditandai oleh bertambahnya ukuran fisik dan struktur fisik seorang anak. Sedangkan perkembangan terkait dengan perkembangan fungsi yang meliputi kemampuan motorik, kognisi, bahasa dan sosial.
      Jika dibagi-bagi, kebutuhan dasar seorang anak dapat dibagi menjadi 3 yaitu "Asuh, Asih dan Asah". Kebutuhan Asuh yaitu segala sesuatu kebutuhan yang menyangkut biomedis seperti asupan gizi selama dalam kandungan, pakaian, perawatan kesehatan berupa imunisasi serta pencegahan terhadap timbulnya gejala penyakit dan kebutuhan akan tempat tinggal.
      Sementara kebutuhan Asih merupakan segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan emosional sang anak seperti kasih sayang, penghargaan, pujian, tanggung jawab serta perhatian. Kebutuhan asih juga salah satunya memberikan rasa aman pada sang anak dengan adanya kontak fisik dan psikis dengan sang ibu sedini mungkin. Untuk itu, dalam memberikan hukuman sebaiknya tidak memarahi sang anak tetapi berikanlah contoh-contoh yang penuh dengan kasih sayang.
      Sedangkan kebutuhan Asah merupakan kebutuhan tentang stimulasi mental dini. Disini merupakan awal mula terjadinya proses pembelajaran, pendidikan dan pelatihan yang diberikan sejak dini, disesuaikan dengan tingkat perkembangan sang anak. Jika dididik sejak dini, pada saat umur anak menginjak 4-5 tahun akan terbentuk kepribadian dan etika yang baik, cerdas, terampil serta mandiri.
      Selain kebutuhan-kebutuhan di atas, yang tak kalah penting dalam tumbuh kembang anak adalah nutrisi yang didapatkannya. Nutrisi sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak berada di dalam kandungan sampai lahir hingga masa pubertas. Sejak sang anak lahir sampai berumur 24 bulan, orangtua wajib memperhatikan asupan gizi yang lengkap serta pemberian stimulasi atau rangsangan, karena nutrisi dan stimulasi tersebut sudah merupakan satu kesatuan yang harus dipenuhi. Sang anak membutuhkan nutrisi untuk menunjang kemampuan otak serta daya tahan tubuhnya, sementara stimulasi selain berfungsi sebagai pengalaman dini sang anak juga sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.
      Nutrisi sangat penting untuk meningkatkan dan memelihara kecerdasan otak, maka dari itu nutrisi bagi anak Anda harus dicukupi dari makanan yang Anda berikan pada sang anak sehari-hari. Bagi yang masih bayi, kebutuhan nutrisinya cukup terpenuhi dengan diberikan ASI. Tetapi bila sang bayi telah memperoleh makanan tambahan, maka makanan yang diberikan harus mengandung karbohidrat, mineral, lemak, protein dan vitamin yang cukup.
Berikut tingkat perkembangan anak berdasarkan umurnya :
  • 4-6 minggu
  • Mulai tersenyum secara spontan, diikuti dengan mengeluarkan suara 1-2 minggu kemudian.
  • 12-16 minggu
  • Dapat menegakkan kepala, tengkurap sendiri, menoleh ke arah datangnya suara, serta menggenggam benda yang diletakkan di tangannya.
  • 20 minggu
  • Mampu meraih benda-benda yang didekatkan padanya.
  • 26 minggu
  • Dapat duduk dibantu oleh kedua tangannya, memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain dan bisa makan biskuit sendiri.
  • 9-10 bulan
  • Mampu memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk, merangkak, bersuara, serta menunjuk dengan jarinya.
  • 13-15 bulan
  • Dapat mengucapkan kata-kata tunggal, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, bermain dengan orang lain, berjalan tanpa dibantu serta mencorat-coret.
GIZI memiliki peranan yang tidak diragukan lagi pada tumbuh kembang anak terutama dalam kaitannya dengan lingkungan anak sejak dalam kandungan hingga remaja. Pola makan dan kualitas makanan anak di negara-negara tropik merupakan tantangan yang sangat perlu dikaji lebih mendalam untuk menjawab masalah gizi pada tumbuh kembang anak di Indonesia.
Sejak lama telah diketahui bahwa gizi sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sejak konsepsi dalam rahim dan berakhir pada masa pubertas. Dalam tumbuh kembang anak terdapat tahapan yang perlu diperhatikan pada periode kritis :
  • Tahap Prenatal (dalam rahim)
  • Merupakan bagian dari suatu proses perkembangan genetik yang dimodifikasi oleh variabel ibu (maternal), apabila ibu hamil mendapatkan makanan yang cukup, maka bayi yang dikandungnya akan lahir normal. Pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.
  • Tahap Postnatal (pasca lahir)
  • Dimana bayi dalam proses tumbuh kembang hingga dewasa dipengaruhi oleh lingkungan hidup keluarganya, sosial, ekonomi dan faktor lingkungan lainnya.
Gizi yang tepat merupakan promosi utama untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada tahap-tahap waktu anak di atas. Oleh karena itu anak membutuhkan :
  • Makro Nutrien (protein, lemak, karbohidrat dan cairan)
  • Mikro Nutrien (vitamin dan mineral)
Dalam era globalisasi ini perkembangan teknologi pangan dan gizi tampak sangat menonjol sehingga produk yang ditawarkan pada masyarakat semakin banyak dan bervariasi. Kebutuhan gizi pada usia balita perlu diperhatikan tentang kualitas ASI dan kemampuan memberikan ASI ekslusif pada ibu bekerja di Indonesia hingga 6 bulan.
Perubahan pemberian makanan dan kesukarannya menjelang 2 tahun merupakan akhir kritis yang sangat menentukan. Untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi bagi balita diperlukan makanan pendamping ASI yang bergizi yang kaya akan kandungan protein, vitamin dan mineral.
Untuk menghindari masalah yang serius karena kekurangan gizi makan pada tahap-tahap diatas, yaitu diperlukan tahap :
  • Tahap Prenatal
  • Perlu tambahan nutrisi dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi para ibu hamil dengan cara menerapkan pola makan yang baik, mengkonsumsi makanan dan buah-buahan yang bergizi serta meminum susu khusus ibu hamil yang memiliki kandungan gizi yang baik.
  • Tahap Postnatal
  • Perlu makanan pendamping ASI (MPASI) yang bermutu dan bergizi tinggi setelah bayi diberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan.

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)