Thursday, 18 October 2012

Hadapi Balita Aktif dan Tak Mau Diam

Menghadapi balita aktif dan tak mau diam waaaah dilema sekali ya Bu,,sama seperti anak saya Marwah Khumaira yang sangat aktif dan ga mau diam,,namun alhamdulillah saya dapet nih artikel hebat yang mengulas semua keluh kesah kita Bu....cekidot


Menurut Dr. Marilyn Heins, MD, dokter anak dan penulis buku “Parent Tips” dari Amerika Serikat, perilaku aktif anak-anak 2-3 tahun yang tak mau diam ini, normal. Rentang perhatian anak usia ini pendek. Namun bila ia menjadi terlalu aktif, bisa jadi karena pola asuh orangtua yang berlebihan memberikan perhatian dan stimulasi.

Di lain pihak, ibu dan ayah jarang membiarkan balita mengerjakan sesuatu dan memecahkan masalah sendiri. Menurut Heins, orangtua jenis ini termasuk tipe overparenting. Apa yang perlu orangtua lakukan?
Lakukan kegiatan yang seru setiap hari bersamanya dan pikirkan kegiatan kreatif. Jangan-jangan balita tidak mau diam karena ia bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Ajak anak berlari di halaman, menari, mengikuti tingkah tokoh Tiger di televisi yang senang melompat-lompat.
Izinkan balita membantu pekerjaan rumah tangga. Tidak apa-apa bila ia merebut sapu si Mbak, menyapu lantai atau sibuk mengelap meja bisa membuatnya tenang.
Perhatikan mainan yang dapat membuat anak duduk tenang dan fokus. Apakah ia senang memakaikan baju boneka, menyisir rambut boneka dan sebagainya.
Melihat balita tampak sangat aktif, Anda bisa mengatakan, “Sayang…, coba diam sebentar Nak.”
Jika anak memang tak mau diam, biarkan saja. Yang penting awasi dia agar tidak menyentuh barang-barang berbahaya, misal barang pecah belah, stop kontak dan lain lain.
Waktu Main, Waktu Istirahat. Kenalkan balita kegiatan menyalurkan energi dan waktu untuk beristirahat. Jenuh bermain di dalam rumah, lakukan kegiatan outdoor: bersepeda, main ayunan, perosotan dan sepak bola. Saat bermain tetap memperhatikan aturan keamanan.
Temukan kegiatan yang anak sukai dan bisa membuatnya lelah.
Balita suka memanjat kursi, biarkan ia naik-turun kursi dengan pengawasan Anda dan pastikan kursinya kuat dinaiki anak.
Ajak anak berenang, ke playground atau main bola sekali seminggu.
Menyediakan sarana bermain outdoor seperti kolam renang plastik, kotak berisi pasir, mainan yang bisa ditumpuk seperti balok-balok bola dan sebagainya.
Jika anak suka anak anjing, beri dia anjing yang energik seperti Golden.

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)