Wednesday, 30 October 2013

Hilangkan kebiasaan memukul anak

SUMBER GAMBAR
Wanita itu terpengkur duduk diatas kursi , air mata nya meleleh seperti tak tertahankan lagi . menangis dan menangis yang bisa ia lakukan sambil memegangi foto anaknya yang masih 4 tahun. Anak lelaki lucu yang berada di foto itu tiada lain adalah anak balitanya .Aku dekati wanita yang sedang risau itu , karena penasaran dari tadi melihatnya hanya menangis saja.

" Bu , " Sapaku sembari takut mengganggu kesendiriannya.
Lalu ia membalikkan badan dan tersenyum kecil. " Eh iya..ada apa?" seraya mengusap buliran air mata yang meleleh diwajahnya. 
" Maaf apakah saya mengganggu? saya dari tadi perhatikan ibu disini, ibu ada masalahkah?". Sebenernya saya gugup sekali mau nanya, takut salah atau takut nyinggung gitu.
" ini anak sayaa mba,," Dan tangisannya semakin membuncah memecah keheningan saat itu. 
Saya hanya terpaku menatapnya dan memegang bahunya. " anaknya lucu Bu.". Dan ternyata ucapan saya membuat ibu itu semakin menjadi - jadi. 
" Saya telah membunuh anak saya sendiriii,,,saya ibu yang jahat mba" Ibu itu semakin erat memegang foto anaknya , dan tangisannya pun semakin menjadi - jadi. 
"Maksudnya apa Bu?" Saya semakin penasaran. Lalu ibu itu menatap saya dalam - dalam . " Mba punya anak?" Dia balik bertanya padaku. " Ya bu, saya punya anak." Dan dia seraya menyimpan foto pada sakunya.
" Tolong jangan pukul anakmu mba, jika anakmu salah maka nasihatilah dengan perlahan dan seksama,jangan pukul dia." Dia pun kembali menangis. Saya hanya terdiam dan mengangguk pertanda mengerti. 
" Seminggu lalu , anakku bersikap tidak biasanya dirumah, anakku memang terbilang anak yang tak mau diam , dia selalu nakal dimataku, aku sering memukul dia , mencubit dan melemparkan barang nyaris mengenai badannya." Dia menatap foto anaknya lagi dan berhenti berkata menahan tangisannya. " waktu itu aku memukul dia tanpa kontrol, karena aku sedang berantem dengan suami juga, jadi emosi dan amarah aku curahkan juga pada anakku secara tidak langsung, aku memukulnya tiada henti , aku tak hiraukan dia menjerit memohon ampun padaku karena kesakitan,namun aku tetap memukulnya seperti orang gila."
"Anakku terus meronta dan meminta ampun, namun aku tak mampu menghentikan pukulannku" Ibu itu terisak penuh dengna penyesalan dan kekecewaan . " Lalu bagaimana anak ibu?" . Tanya ku penasaran.
" Dua jam setelah peristiwa itu , anakku terdiam dipojok kamarnya, walaupun dia masih 4 tahun , namun dia sangat pintar dan cerdas sekali.". " Aku menghampirinya untuk meminta maaf ketika aku menyentuhnya, badan anakku lunglai tak berdaya, dia pingsan dan aku langsung lemas , suamiku datang dan langsung membawa anakku ke rumah sakit terdekat,". " Dalam perjalanan aku menangis memegangi tubuh mungil anakku, dan terus merasa berdosa hingga kini.". Dia semakin menjadi - jadi dengan tangisannya,.
"ya ampun, terus sekarang anaknya gimana bu? sehat?"
Dia tidak langsung menjawab pertanyaanku malah menatapku dalam " Dia sudah pergi mba, anakku meninggal akibat pukulanku mengenai hatinya, wajahnya mebiru, dan yang lebih menyakitkan lagi , disaaat - saat terakhir dia tidak mau aku temui, dia menjerit ketika melihat aku, aku jahat katanya mba." Tangisannya semakin membuncah saat itu. " Mba, tolong jangan pukul anaknya ya mba, jangan sampai seperti saya , kemarahan dan emosi membutakan mata hati saya , sampai saya bunuh anakku sendiri mba." Air mataku tak terasa meleleh juga. " Anakku tidak mau melihatku disaat terakhirnya mba, dia histeris ketika aku dekati, padahal aku ibunya." Dia menatap dalam foto anaknya. " Lalu sekarang penyesalan saya tidak ada artinya mba, saya hanya ingin mengingatkan pada orang tua, jangan pukul anak anda. KArena emosi dan amarah hanya membutakan mata hati."

Duh ,, hati ini terasa sesak mendengar ceritanya, aku pernah memukul anakku juga. Ingin cepat aku pulang dan memeluk anakku dan berjanji tidak akan pernah memukulnya lagi. Ya Alloh maaafkan hamba karena telah melukai titipanMU..


Cerita diatas hanya ilustrasi saja ,, akibat kemarahan dan emosi tanpa kendali dapat menyebabkan hal - hal yang tidak anda inginkan. Disaat emosi atau marah , hanya kebencian yang ada. Semua mata hati dibutakan olehnya. Memukul anak jangan dijadikan sebagai kebiasaan karena itu akan mencetak karakter yang buruk terhadap anak. Secara tidak langsung kita mengajarkan pada anak , kalau sedang emosi cara melampiaskannya dengan memukul.

Yaa Alloh jadikanlah kami orang tua yang berhati lapang dan selalu diberikan kesabaran dalam menghadapi tingkah anak - anak kami... aamiin



10 comments:

  1. mba,,aku kok nangis sih,,jd pngen cepet meluk anakku,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. peluuuk anaknya mba :) .. terimakasih sudah berkunjung

      Delete
    2. Pernah pukul ivo ( tepatnya di pantatnya ),,,, waktu itu ivo agak nakal dan tdk bisa dinasehatin,krn sdh berkali kali di nasehatin jurus terakhir waktu itu bawa ke kamar untuk bicara berdua dgn saling menatap mata,,, tp mgkn krn lelah n emosi yg sdh naik ditambah ivo jg tdk biasa kelakukannya akhirnya tangan melayang ke pantatnya ( ivo kaget trus nangis :'( ) tp untung disaat memukul seperti tersadar ky berasa ada yg melarang & bilang JANGAN JANGAN, saat itu aqu seperti org ketakutan lsg buru2 lari keluar kamar ( sampe ivo aqu tinggalin sendirian di kamar ) gak berapa lama diluar kamar, aqu tarik nafas sambil mikir "aqu kenapa ya" trus aqu lsg ke kamar peluk ivo n pelan2 pegang mukanya hadapin ke muka ku sambil bilang "jgn nakal yg 'vo n maafin mama yah" bersyukur ivo lsg menganggukan kepalanya dan minta di peluk... ( sampe skrg suka terfikir siapa ya yg saat itu melarang aqu?? , apa itu yg disebut naluri ibu atau itu hati kecil dan yg pasti aqu selalu berharap agar aqu bisa selalu sabar dan sabar utk mendidik anak2 qu skrg dan nanti ),,, btw ssttt diem2 aqu menyukai blog nya sis Tyan loh ( bagus uat nambah nambah ilmu nih ^_^ )

      Delete
    3. Ya , aku jg pernah merasakan hal seperti itu mom ivo , tiba2 naluri ibu keluar mungkin ya dan menyesal sekali telah memukul anak , dan skr berjanji ga akan pernah lg memukul anak . Terimakasih mom ivo :) sudah berkunjung

      Delete
  2. Anak belajar bukan dari nasihat atau kata2 orang tua melainkan dari sikap dan kebiasaan. Itu yg selalu kuingat. Semoga kita semua diberi kesabaran ya. Karena anak2 merupakan titipan dan gak ada anak yang nakal karena bagaimana mereka tumbuh ya tergantung orang tua. Sedih baca ceritanya mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali mak... orang tua adalah contoh nyata untuk anak....aamiin .. semoga kita menjadi orang tua yang bijaksana dan mampu mengantarkan anak kita menjadi anak yang solehah dan berperilaku baik

      Delete
  3. stop kekerasan pada anak... anak umur 4 tahun, dasar si emak berani sekali dia, kita perempuan dititipkan anak di rahim kita, kenapa di perempuan karena kita punya rahim kenapa namanya rahim, itu dari rohim karena perempuan atau ibu sifatnya "penyayang"...ampuun deh... semoga kelak kita kaum ibu tidak melakukan itu, semoga kita mampu manjaga amanah aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mak,,, semoga kita dijadikan seorang ibu yang berhati lembut dan penyayang....aamiin

      Delete
  4. Aku nggak pernah mukul anak sama skali, mba. Nggak tegaa. Jangan sampai ya kita melukai anak-anak. Kasiahn :(

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)