Wednesday, 2 October 2013

Marwah anakku yang sholehah

Semakin anak besar , maka semakin besar pula tanggung jawab kita sebagai orang tua , terlebih lagi sebagai seorang ibu yang merupakan sekolah pertama untuk anak. Marwah juga sekarang semakin bertambah besar dan semakin banyak nanya. Semua yang dia lihat dan dia rasa dia tanyakan sebab dan akibatnya,salah jawab akan memberikan penerapan pernyataan yang salah juga terhadap pemikiran anak seusia Marwah,maka dari itu aku selalu cari , baca dan gali semua informasi tentang menghadapi pertanyaan dan memberikan pernyataan yang tepat untuk Marwah. 

Sebagai orang tua , terlebih saya berperan sebagai ibu,sangat berat sekali, karena menurut beberapa artikel yang saya baca tentang penerapan kedisiplinan terhadap anak atau penerapan aturan terhadap anak adalah dengan menjadi contoh untuk anak itu,bukan menjadi motivator saja, figur ibu adalah tokoh yang sangat anak kagumi dan otomatis aakan menjadi contoh untuk anak, so aku harus memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum aku meminta Marwah menjadi apa yang aku inginkan. Ya aku rasa ini adil ... 
Tidak ada satu orang manusia pun yang tidak butuh sosialisasi,termasuk anak, anak sudah menjadi mahluk sosial ketika dia memasuki dunia sekolah. Berbagai macam karakter anak lain akan mempengaruhi perkembangan anak secara tidak langsung.Disekolah anak bertemu denga teman -temannya yang berasal dari kalangan dan keluarga yang berbeda - beda dan otomatis perilaku mereka pun berbeda - beda. Nah disinilah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjelaskan dengan penuh penjelasan yang dapat anak fahami. Berat memang, namun memberikan penjelasan secara dini terhadap anak adalah salah satu jalan untuk membentuk karakter baik terhadap anak, bukan berarti kita membeda2 kan status sosial. Pernah saya memberikan pengertian terhadap Marwah disaat Marwah meminta , " Bu,aku ingin dibelikan mainan seperti temanku, mainannya bagus lho.", Marwah meminta itu karena dia melihat temannya memiliki mainan, mainannya lumayan mahal dan belum saatnya anak seusia marwah memainkan mainan itu dan saya pun memberikan penjelasan , "Jika,Marwah inginkan mainan itu sebaiknya banyak berdoa dan berikhtiar,maksud ibu Marwah harus banyak belajar supaya pintar dan dikasi hadiah sama ayah dan ibu,gimana?". MArwah pun faham dan mulai sekarang dia ga pernah lagi meminta apa yang dia lihat secara ekstrim. Alhamdulillah Marwah typical anak yang mudah diberi saran atau nasihat,dia tidak pernah meminta sesuatu dengan jerit2 atau nangis2 seperti kebanyakan anak lainnya,,

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)