Tuesday, 15 April 2014

mengajarkan anak berbagi

Hello, apa kabar nih pengunjung blog untuk Marwah? *ceilah gaya bener bu?*, hehe gapapa sekali - kali ibu lebay yaa. Lebay itu masih gratis kan? belum bayar kan? makanya mumpung belum bayar, ibu mau lebay hehe.. 

Ih ibu kayaknya udah lama nih ga sharing di blog ini, hmm akhir - akhir ini memang ibu agak sibuk sih, sibuk kerja, nyusun skripsi, ngurus neng Marwah, ngurus rumah dan ngurus diri sendiri, sibuk kan? 

Ibu pengen cerita tentang mengajarkan anak untuk berbagi sedari dini, kalau neng sih alhamdulillah udah ibu ajarin sedari neng kecil, jadi sekarang neng sudah terbiasa berbagi. 



Mengajarkan anak untuk berbagi memanglah tidak semudah ibu membalikkan telapak tangan *lebay lagi deh bahasanya*, namun sebagai orang tua harus bisa menanamkan sikap berbagi terhadap anak, karena penting lho untuk sosialisasi sang anak ketika ia beranjak dewasa nantinya. Dikarenakan belum banyak yang mengerti dan paham akan konsep yang benar menanamkan rasa berbagi pada anak, maka tidak jarang para orang tua yang keliru menanamkan konsepnya, lantas akibatnya apa? coba tanya diri sendiri deh yah. 

Jika cara mengajarkan tidak tepat justru itu akan membuat sang anak merasa terbebani dan kemungkinan besar menjadi penyebab mereka tidak suka berbagi. Pernahkah ibu memaksa anak untuk berbagi? kalau ibu pribadi sih pernah, dan ternyata itu merupakan cara yang keliru. Dan ternyata cara ini menambah rasa tidak aman dan nyaman pada diri neng. Maafkan ibu yah.

Pada dasarnya, anak usia prasekolah akan belajar berbagi setelah mereka memahami konsep kepemilikan. Biasanya sang anak mulai memahami kepemilikan itu pada usia 2,5 tahun dan baru akan belajar berbagi ketika usia mereka sekitar 3 - 4 tahun. 

Menumbuhkan sifat senang berbagi terhadap anak bisa diberikan dengan cara memuji mereka, namun ingat memujinya pun tidak boleh berlebihan karena akan membuat sanga anak justru menjadi pribadi yang egois dan sombong. 

Berbagi akan menjadi lebih mudah bila sudah terbiasa dilingkungan keluarga. Tidak hanya sebatas mainan, ibu suka memberikan contoh berbagi makanan ataupun barang lainnya terhadap teman sang anak atau sanak saudara, maka anak akan menjadi lebih mudah untuk berbagi dengan siapapun juga. 

Dan jangan memaksakan anak, apalagi sampai merebut sesuatu dari tangan anak dan memberikannya pada yang lain, demi mengajarkan anak untuk berbagi. 





4 comments:

  1. ajari ia dg lemah lembut. sering dikatakn begitu. tp ini juga brt bhwa orgtua hrs membawa sabar sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali mas Pri.. terimakasih sudah berkunjung

      Delete
  2. Ihhh anak-anaknya lucu n menggemaskan ya... slam untuk neng geulis Marwah :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)