Tuesday, 9 September 2014

Jangan biarkan anak menjadi korban perceraian

Semua orang menginginkan pernikahan hanya satu kali, tanpa ada kata perceraian. Indahnya pernikahan ternyata tidak dimiliki oleh setiap insan yang menikah. Bahtera rumah tangga yang seharusnya indah, mendadak hancur dan seakan mimpi buruk. Apalagi jika sudah memiliki anak, mereka akan menjadi korban seutuhnya. Korban keegoisan orang tua, itu kata mereka. Namun ini pilihan, orang tua mana yang inginkan perceraian yang akan merenggut anaknya menjadi korban? Semuanya inginkan yang terbaik untuk anaknya, namun jika takdir berkata lain, bagaimana? 


Namun jika keputusan bercerai menjadi sebuah keputusan yang harus ditempuh karena dianggap keputusan yang terbaik, maka yuk minimalisasikan luka yang nantinya akan ada pada hati anak. 

sumber: GOOGLE 

Memberikan penjelasan 

Berikan penjelasan pada anak, jangan ada yang ditutupi, beberkan masalah dengan ringkas dan dengan bahasa yang bisa dipahami anak. Sehingga anak tidak lagi menebak - nebak. Jelaskan dan tegaskan pada anak bahwa perceraian tidak akan pernah membuat anak kehilangan cinta dan perhatian orang tua. Usahakan bicara dari hati ke hati, dan jangan sekali - kali memberikan janji - janji syurga. Umbarlah janji yang masuk akal dan memang bisa anda penuhi sehingga anak tidak kecewa dikemudian hari.  


Tutupi perasaan sebisa mungkin

Masalah yang terjadi adalah murni antara anda dan pasangan, bukan anak. Anak tidak terlibat sama sekali. Jadi tutupi perasaan kecewa, sedih dan marah anda didepan anak. Lakukan demi anak. Jangan sampai anak mengalami stress dan merasa bingung dalam permasalahan orang tuanya. 



Berikan pengertian secara perlahan pada anak, bahwa ini adalah keputusan yang terbaik dan suatu saat ketika anak dewasa nanti akan memahami tentang keadaan ini. Tidak usah melibatkan anak pada masalah orang tua. Jika istri membenci suaminya dan sebaliknya maka jangan pernah libatkan anak untuk membenci diantara kalian. 


Jika memang sudah tidak ada jalan lain untuk memperbaiki hubungan rumah tangga, dan jika memang perceraian adalah yang terbaik, tetaplah cintai anak, berikan semua yang anda berikan seperti biasanya... 



Love your kids with heart


3 comments:

  1. Replies
    1. iya mak Ges, kasian anak2 yang orang tuanya bercerai ya

      Delete
  2. Hai, kenalkan saya Thella. Aku dan teman-temanku membangun sebuah komunitas "Rumah Kedua" yang menjadi wadah bagi anak-anak berlatar belakang broken home untuk saling berbagi cerita, kasih sayang, dan semangat. Selengkapnya bisa kalian cek di http://mrrsforlife.blogspot.com/ . Mohon kabarkan kelahiran komunitas ini ya, aku percaya tak sekedar niat baik yang mendorong kami berbuat tapi juga kesadaran bahwa "Rumah Kedua" ini dibutuhkan. Terima kasih :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)