Wednesday, 24 September 2014

Pola asuh anak cerdas dan berperilaku baik

Setelah kita bisa melihat karakter anak dari golongan darah yang telah saya tulis sebelumnya disini. Berarti dengan mengetahui karakter lewat golongan darah, kita sebagai orang tua bisa mulai merubah pola asuh dan menentukan karakter anak ini mau dibawa kemana dan mau dibentuk seperti apa. Karena kecerdasan serta perilaku anak yang baik itu bukanlah sesuatu yang bisa dibentuk secara instan. 

Sebagai orang tua normal, tentunya ingin sekali memiliki anak yang cerdas serta memiliki karakter yang baik bukan? Jika sama, maka mari teruskan baca postingan ini, jika anda tidak ingin memiliki anak seperti ini maka silakan close dan pikirkan lagi apa yang sebenarnya anda inginkan dari proses pembelajaran anak.

Kalau makan biasanya langsung duduk manis sampai makanan habis 
Oke, mulai yah. Menurut ketua divisi tumbuh kembang anak dan remaja di RSU dr. Soetomo SUrabaya mengatakan bahwa " perilaku anak cerdas, terlihat dari kemampuan anak menyelesaikan masalah dengan cepat, benar serta tuntas" . 


Anak yang cerdas dalam berperilaku biasanya memiliki tujuan dengan perilakunya. Ditunjukkan dengan kemampuan anak beradaptasi serta menyesuaikan diri terhadap keadaan dan situasi. Untuk contohnya biasanya Marwah kalau dirumah itu aktifnya bukan main, sama sekali tidak bisa diam, lari kesana kemari dan selalu begitu hingga loncat - loncat. Namun pada saat saya membawa Marwah bertamu atau pada acara khusus, ia bisa menjaga perilakunya sehingga tidak begitu seaktif ketika dirumah tanpa saya suruh. 

Pola Asuh Orang Tua 

Ada dua faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, yaitu faktor nature yang merupakan pemberian Alloh Swt dan faktor nurture atau pola asuh/pengasuhan, seperti memberikan stimulasi, nutrisi dan lainnya. 

Stimulasi dengan nutrisi itu sama sekali tidak dapat dipisahkan. Nutrisi sesuai dengan kebutuhan anak akan membantu tubuh anak untuk siap menerima stimulasi kecerdasan yang tentunya sesuai dengan usia anak. Pengasuhan adalah proses interaksi yang dilakukan orang tua dengan anak dengan tujuan tertentu. Tujuan yang sangat penting adalah untuk merawat, mengajarkan sosialisasi dan juga menyampaikan nilai kasih sayang, moral, minat serta perilaku sang anak. Untuk itu pola asuh atau gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua harus bersifat konsisten dari waktu ke waktu. Contohnya, saya menerapkan pada Marwah kalau jam tidur haruslah jam 8 dan itu harus konsisten. Atau semisalnya jika bertemu dengan orang yang lebih tua harus bersikap santun, konsisten juga saya harus sambil memberikan contoh nyata pada Marwah. Jadi selain konsisten secara kedisiplinan dan waktu, memberikan pola asuh juga harus memberikan contoh bukan ucapan semata, karena anak adalah si peniru ulung. 

jadi mari kita optimalkan antara pola asuh, stimulasi dan nutrisi yang diberikan pada anak agar anak cerdas berperilaku baik. 






2 comments:

  1. prilaku anak akan mencontoh prilaku orang tuanya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar sekali mbak santi :), jadi contoh yang baik adalah perilaku orang tua yang baik pula

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)