Monday, 26 January 2015

Dilarang Malahan Kayak Disuruh

Dilarang malahan kayak disuruh. 

Hmmm banyak banget ibu - ibu yang berkomentar itu, termasuk saya. Hihi kadang kalau ngelarang anak itu kok kayak nyuruh mereka sih. 

"Neng, jangan dipegang setrikanya"
Beberapa saat kemudian terdengar tangisan dan jeritan dari Marwah yang kala itu berusia 3 tahun, pas dilihat tangannya kena setrika. Tepok jidat deh ibu, baru aja dilarang eh malah dilakukan. 

"Neng jangan lari dong, jalan aja ya nak" 
Beberapa menit kemudian, jedug dan ada tangisan. hmmmm 

Ternyata memang kata JANGAN ini sebaiknya tidak dikatakan pada anak ketika kita melarang mereka. Larangan halus seharusnya, bukan dengan larangan yang terang - terangan, karena memang anak pada usia tertentu itu rasa ingin tahunya meledak - ledak. 

Apalagi kalau anak dilarang pas didepan teman - temannya atau didepan orang lain, bisa jadi dia gengsi atau malu. Jadi aja larangan dari kita sebagai orang tua malah dijadikan suatu perintah, gawat deh kalau gitu. Disuruh membereskan mainan malah diacak - acak. :D disuruh ini malah itu. 


Jadi gimana dong? 

Karena anak punya rasa malu juga, punya gengsi juga samalah dengan orang dewasa, so cermati dulu keadaan psikisnya sebelum kita memberikan nasihat pada mereka. Ada beberapa trik yang sering saya terapkan pada Marwah, adalah : 

  1. Berikan tindakan Positif. Misalnya ketika ibu meminta Marwah untuk menyimpan mainannya ke tempat semula adalah dengan memberikan contoh nyata. Ibu menyimpan dan merapikan kembali apapun yang telah dipakai pada tempat semua, dengan begitu anak pasti akan mengikuti. 
  2. Tawarkan pada anak. Berikan tawaran menarik pada anak, duh siapa nih yang mau ikut bantuin ibu bereskan mainan ya? Pasti anak akan merasa senang dan langsung membantu membereskannya.
  3. Menyenangkan. Ungkapkan kalau melakukan sesuatu itu menyenangkan. Misalnya beres - beres itu menyenangkan, belajar itu asyik dan lain sebagainya.
Setiap anak punya kematangan emosional yang berbeda, jadi cara penyampainnya pasti berbeda juga. Jangan pernah menasihati anak melulu tanpa tindakan nyata.


Semoga bermanfaat artikelnya.


Love your kids with heart :)
Bandung, mendung 26 januari 2015




9 comments:

  1. kalau saya biasanya diiringi dengan penjelasan, sih kalau mau kasih kata jangan ke mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Chi, saya juga suka jelasin detail kalau lg inget :D hihihi

      Delete
  2. itu sih saya banget mak... anak2 dilarang, malah seperti disuruh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang anak - anak kayak gitu mak, dikerasin malah makin keras, dilarang kayak disuruh, amazing :p

      Delete
  3. kadang kalau udah diajakin beres2 gak mau juga walaupun dengan cara menyenangkan, saya iseng2 pakai kata kebalikannya, hahaha

    kaya: yaudah gak usah diberesin yaa, magic dia langsung bilang "bereeees" dan langsung bergerak beresin dengan senang hati, ahhaha.. tapi gak sering2 juga sih xp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka pakai gaya gitu :D :-d dan emang berhasil ya

      Delete
  4. anak saya juga suka gitu mak dilarang malah kyk disuruh :-#

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak - anak emang suka kayak gitu ya mak :-)

      Delete
  5. aku juga berusaha jelasin./..walau dia g ngerti kadang apa *masih bayek soale --"
    tapi belajar sambil bermain emang menyenangkan anak2 ^^

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)