Monday, 1 June 2015

Persiapan Jelang Kelahiran Normal

Bulan juni ini adalah bulan yang special pake banget untuk saya. 7 tahun lalu, ketika memasuki bulan juni, hati saya deg - deg an antara senang dan takut, karena pada saat itu usia kandungan saya hampir menginjak 9 bulan, dan artinya sebentar lagi saya akan melihat mahluk lucu yang ada dalam kandungan ini, senang sekali tapi takut juga. 

Alhamdulillah sewaktu mengandung, 7 tahun lalu saya tidak merasakan keluhan yang gak biasa, yah paling keluhan mual dan berat aja. Hihih berat badan saya naik drastis sekali, hampir 25 kg dong, waw banget kan. 

Memasuki usia kandungan trimester akhir sepertinya memang mendebarkan, semua harus dipersiapkan. Melahirkan itu adalah suatu proses yang alami yang harus dilakukan dengan persiapan yang cukup, baik secara fisik maupun mental. 



Berdasarkan pengalaman saya, melahirkan normal itu memang mendebarkan, ah pokoknya merasakan mulesnya itu sesuatu banget, tapi nikmat. Dan ada beberapa hal yang mesti dilakukan jelang persalinan secara normal, diantaranya adalah : 

  • Jangan dengarkan pengalaman buruk, maksud saya jangan pernah mau mendengarkan proses melahirkan secara normal yang buruk, misalnya ada temen yang cerita bahwa melahirkan normal itu gini, melahirkan normal itu gitu dan itu hanya akan menambahkan kecemasan saja.  Jadi usahakan untuk mendengarkan cerita asyik seputar melahirkan normal saja, itu akan membuat jiwa semakin sehat dan semakin siap melahirkan normal. 
  • Peranan suami dan keluarga. Dukungan besar dari suami memiliki pengaruh besar. Persalinan normal membutuhkan kesiapan secara fisik dan psikologi, jadi pasti akan merasakan kecemasan, ketakutan atau bahkan saja akan ada kekhawatiran berlebihan, eh tunggu dulu ini akan hilang kok kalau ada dukungan dari suamin tercinta. Suami siaga akan membuat hati nyaman dan tenang menghadapi persalinan, beneran ini saya alami. Selain peranan suami, peranan keluarga juga potensinya besar untuk membantu mendukung, disaat merasakan mules yang bertubi - tubi maka dukungan dan doa dari keluarga bisa meringankan. 
  • Siapkan diri. Selain dukungan dari luar, dukungan dari diri sendiri tidak kalah penting, niatkan dalam hati bahwa akan bisa melewati fase ini dan akan segera melihat bayi mungil yang 9 bulan dinantikan ini, gak usah banyak mikir apa - apa, fokus aja pada kelahiran. 


Rileks aja menghadapi kelahiran normal, semakin kita merasakan stress maka semakin dahsyat rasa mulesnya. Atur nafas dengan baik, kalau bisa sih makan yang banyak karena pas proses bersalin nanti akan dibutuhkan tenaga yang besar sekali. Haha jadi ingat ketika proses mules itu saya sama sekali tidak mau makan, ketika melahirkan sih alhamdulillah tenaga kuat untuk mendorong Marwah keluar, tapi ketika dijahit saya mendadak kelaparan dan minta makan pada bidan saat dalam keadaan dijahit, wkwkwk kalau ingat saya jadi malu. 

Dan sekarang usia Marwah mau 7 tahun tapi masih aja terasa saat - saat mendebarkan itu. 



Bandung, 01 Juni 2015


Tian Lustiana







2 comments:

  1. marwah pengen adik :p
    tapi bener jangan dengerin orang cerita berasa deg2an sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahhaha jangan dulu ah, nanti aja #eeh.

      iya kadang orang suka nyerem - nyeremin aja

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)