Wednesday, 8 July 2015

Jenis Tantrum Pada Anak

Menghadapi anak tantrum sebenarnya harus tetap tenang, jangan sampai ibu juga ikut - ikutan tantrum, hehe. Keep calm dan kenali dulu penyebabnya, saya pernah deh nulis tentang penyebab anak tantrum, disini. Dengan mengenali sebabnya maka akan mudah nantinya mengendalikan anak yang sedang tantrum. Dan ternyata tantrum pada anak ini ada beberapa jenis lho, beda tantrumnnya tentu beda penanganannya. 

Parenting Blog


Oke, yang pertama adalah tantrum potes, ini biasa terjadi karena anak tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, ujungnya ia marah. Biasanya anak akan menangis, menendang - nendang dan bahkan berguling - guling kayak film India, huahah. 
Jika anak mengalami jenis tantrum ini, maka yang bisa dilakukan adalah : 
  • Berikan ia ruang yang aman untuk ia meluapkan emosinya, ibu hanya memerhatikannya saja. 
  • Peluk dengan lembut usaplah anak dengan cinta, biasanya anak langsung tenang kok.
  • Jika anak mulai terlihat berguling - guling, angkat anak dan ajak ngobrol dengan lembut.
  • Jangan sesekali mengabulkan keinginannya hanya agar ia diam dari tantrumnya. 

Yang kedua adalah tantrum sosial, biasanya anak sedang marah dengan temannya dan terlihat dari tindakannya yang agresif dan nampak tidak bersahabat. 

Untuk mengatasinya ini yang harus dilakukan :

  • Ucapkan kata yang mengekspresikan perasaannya.
  • Jangan sesekali melakukan kontak fisik, seperti mencubit dan memukulnya.
  • Ajak anak bicara setelah berhenti mengamuk, lembut namun tegas. 

Dan yang ketiga adalah tantrum tidak kooperatif, ini biasanya anak tidak suka melakukan apa yang diperintahkan padanya, seperti mandi, makan dan lainnya. Dan hal yang tepat dilakukan adalah : 

  • Jangan marahi anak ketika tantrum, saya kalau Marwah tantrum gini, biasanya saya menjauh dan menarik nafas sendiri sampai saya tenang. 
  • Jika memang anak tantrum gara - gara tidak ingin mandi, biasanya saya ajukan pertanyaan sama Marwah mau mandinya dimandiin atau mandi sendiri, atau mau sambil main sabun ga mandinya. Dengan begitu anak juga jadi merasa punya kendali atas dirinya sendiri. 

Anak - anak memang dilahirkan dengan keunikan dan kehebatannya masing - masing, jadi memang unik dan beda juga cara menangani mereka. :) 



10 comments:

  1. TFS Mba, anakku kalau sedang tantrum, biasanya sich keinginan mereka tidak saya penuhi, baisanya akan menangis dan diem, cara jitu aku peluuuuk dulu baru aku alihkan dengan menceritakan hal lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama - sama mbak, :). Sehat selalu ya untuk anak2nya

      Delete
  2. anakku itu seringnya jenis yg k3 mba... ga mau mandi, ga mau tidur, ga mau makan -__-... hrs dibujukin pelan2 emg.. biasanya sih papinya yg bujukin, krn lbh sabar ;p... drpd ntr aku meledak ngadepinnya, jd aku serahin ke papinya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihih lain kali kalau anak lagi manja gitu jangan bawa kompor yah takut meledak hehe

      Delete
  3. thanks tips dan sarannya mak ;)

    ReplyDelete
  4. Alfi masuknya Tantrum tidak kooperatif kayanya mbak, ternyata tidak boleh dimarahin ya, kadang saya suka marahin kalau dia lagi susah makan atau mandi. memang sih tidak memberikan efek pas marahin Alfi, thanks atas infonya mbak

    ReplyDelete
  5. Terima kasih ilmunya mbak....penting banget nih...😃

    ReplyDelete
  6. owalah, jd saat anak 'berontak' itu istilahnya Tantrum ya Mbak *duh,makin berasa diirku ortu yg msh gagap neh*

    ReplyDelete
  7. saya bgt tuh, klo anak tantrum suka ikut tantrum, apalagi klo lg laper :)) makanya sbelum mraktekin tips2 di atas, hrs dipastiin dulu ibunya kenyang hihihi...

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)