Monday, 23 November 2015

Jadi Sahabat Untuk Anak

Sebagai ibu, intinya sebagai orang tua kali yah saya tahu bener bagaimana Marwah. Sama ya seperti orang tua lainnya, saya ingin sekali Marwah dekat dengan saya, bahkan bisa menjadi sahabat. Sebelum itu bisa terrealisasi, hal yang harus direalisasikan dulu adalah membangun kepercayaan diantara saya dan Marwah. Yah, memang begitu seharusnya saya harus membangun kepercayaan dulu kepada Marwah. Marwah senang sekali bercerita tentang apa saja, maka saya harus mempercayainya entah dia bercerita benar atau tidak yang penting saya harus percaya sama Marwah aja dulu. 


Jadi Sahabat Untuk Anak



Dengan saya percaya kepada Marwah, otomatis Marwah akan mempercayai saya juga dong. Nah dengan begitu antara saya dan Marwah kan bakalan tercipta komunikasi yang baik, karena kan komunikasi yang baik itu adalah komunikasi dua arah diantara orang tua dan anak. Saya sih suka bebasiin Marwah untuk menceritakan semua yang ada dalam otak dan pikirannya, mau itu keluhannya, kesenangannya bahkan keinginannya pun saya ijinkan Marwah untuk bercerita. Ini saya lakukan karena saya ingin Marwah terbiasa bercerita kepada saya, merasa nyaman dan aman kalau dia curhat sama saya, itu aja sih. 

Saya ingin Marwah selalu merasa ingin dekat dengan orang tuanya. Buat saya, menjadi sahabat untuk Marwah bisa menghilangkan jarak antara saya sebagai orang tua dan Marwah sebagai anak. Saya gak mau menjadi orang tua yang kaku yang selalu merasa dituakan dan selalu merasa benar, saya tuh pengennya membuat Marwah nyaman untuk curhat apapun kepada saya. 


Ketika ngobrol dengan Marwah, saya selalu memposisikan sebagai anak - anak, sebagai sahabatnya. Bangunan persahabatan saya dan Marwah semoga semakin kokoh selalu. Maksud saya sih hanya ingin Marwah terbuka setiap saat, jadi saya bisa tahu apa saja yang telah ia lakukan dan bisa menyelesaikan masalah bersama - sama. Dan kebetulan Marwah itu tipe anak yang senang bercerita, jadi saya enggak kesulitan buat bertukar pendapat dengan dia. 

Sebagai sahabat, saya harus bisa mendukung apa yang anak lakukan, dengan pertimbangan tentunya. Jika saya melarang takutnya Marwah malah kehilangan kepercayaan dirinya dan malah jadi penakut. Saya percaya apa yang Marwah lakukan, yang Marwah ceritakan dengan begitu Marwah semoga merasa senang bahwa saya bisa memahaminya dan bisa dijadikan tempat ia curhat. Menurut saya, perlu lho membiarkan anak untuk belajar sendiri sesuai dengan tahapan perkembangan usianya, ya sebagai orang tua sih saya cuman wajib mengawasinya. 

Point yang paling penting sih bagaimana membangun kepercayaan dengan anak sehingga antara orang tua dan anak tercipta persahabatan. :) 

Semoga anak - anak menjadi anak solehah dan cerdas serta berguna bagi nusa, bangsa dan agama. 


Aamiin, 

Tian Lustiana 



2 comments:

  1. Hihii tapi aku kalo curhat ma ibu pas masih kecil suka sungkan ni

    ReplyDelete
  2. "Ketimbang menjadi Ibu yang baik, yang jujur saya suka gak bisa dan merasa terlalu jauh mencapai itu, saya memilih untuk menjadi sahabat yang baik buat anak-anak saya.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)