Friday, 13 November 2015

Perjalanan Sebelum Marwah Dirawat

Senin 09 Nopember 2015 lalu, Marwah harus dirawat di RS Muhamadiyah Bandung. Ini adalah kali kedua Marwah harus berurusan dengan jarum infusan, ya dulu Marwah pernah dirawat juga. Beda penyakit, dulu karena pergantian susu yang mengakibatkan diare. 

Kali ini, Marwah dirawat karena thypus. Jadi ceritanya itu, sabtu sore sepulang saya kerja, Marwah badannya panas padahal sebelumnya enggak apa - apa. Karena panasnya banget, saya pun memberikan sanmol, karena Marwah memang tidak kuat jika diberikan ibuprofen, jadi saya selalu menyediakan obat penurun panas yang mengandung paracetamol saja. Namun suhu badan Marwah tak kunjung turun, hingga malam. 

Minggu pagi, saya langsung membawa Marwah ke klinik, kacau deh pikiran saya gak inget harusnya bawa ke RS besar, ini malah ke klinik medika antapani. Disana Marwah disebutkan terkena infeksi saluran pernapasan, dan Marwah pun diberikan obat penurun panas yang masih berbasis paracetamol, Naprex. Dan beberapa obat untuk radang dan infeksinya. Panasnya tidak kunjung turun, andaipun turun hanya beberapa jam saja dan suhu badan kembali naik. Cemas dan panik yang saya rasakan karena semalaman suhu badan Marwah turun naik, hhiks. 


Sehingga minggu paginya saya langsung berinisiatif untuk membawanya ke RS. Namun karena memakai BPJS maka saya harus meminta rujukan ke faskes 1. Jadi pagi itu saya membawa Marwah ke Klinik Kiara Husada yang mana merupakan faskes yang ditunjuk, disana saya bertemu dokter Sabrina, dokter yang beberapa minggu lalu mengobati Marwah yang katanya Marwah terkena herpes. Dokter Sabrina tidak langsung bersedia memberikan surat rujukan, malah awalnya mau mengganti obat lagi. Namun mamah saya bersikeras untuk tetap membawa Marwah ke RS besar untuk melakukan tes darah dan sebagainya. Karena tekanan dari kita, akhirnya dokter Sabrina mau memberikan surat rujukan dan dia berasumsi bahwa Marwah terkena DBD. 

Jam 12 saya, mamah dan MArwah langsung ke RS Muhamadiyah sesuai dengan rujukan dokter Sabrina. Sampai disana, lumayan rumit. Daftar dan antri ke poli anak memakan waktu 3 jam, sementara Marwah panasnya hampir 39. Setelah lama menanti dokter anak, akhirnya datang juga, dokter bilang Marwah takutnya terkena thypus makanya ia menyarankan untuk segera test darah. Oiya, pernah baca kan riwaayat Marwah yang kena herpes? kata dokter anak di RS Muhamadiyah, Marwah bukan kena herpes, itu hanya bakteri saja, jadi selama ini obat yang Marwah makan? hiks. Semoga sehat selalu nak. 

kami pun langsung menyambangi lab dan Marwah melakukan test darah. Sejam kemudian baru deh hasilnya keluar, dan Marwah positif 5 terkenal samonela makanya harus segera dirawat. 

Bersambung ke cerita Marwah dirawat nanti yaaaa....... 

2 comments:

  1. Kyaaaa kok bisa sih jauh gitu hasil diagnosanya? kena bakteri dibilang herpes? Sehat selalu ya, Marwah.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)