Wednesday, 9 December 2015

Pentingnya Ajarkan Anak Jujur Dan Terbuka Kepada Orang Tua

"Bu tadi makannya engga aku habiskan, ga enak." 
"Bu, temen aku si A suka mukul punggung aku, emang sih aku godain dia tapi aku udah minta maaf,"

Dan banyak curhatan Marwah yang lainnya. Mungkin ada yang menganggap kalau Marwah itu tipe aduan nih ke ibunya, hmmm kalau saya sendiri sih seneng banget kalau Marwah mau jujur seperti itu sama saya. Saya seneeeng sekali, karena maklum yah saya kan gak bisa stay tune terus nungguin Marwah, saya juga ga tahu bagaimana dia di sekolah kalau bukan dia yang cerita sendiri, karena saya gak bisa pantau dia langsung di sekolah. 

ajarkan anak jujur

Kadang jika ada orang tua yang menjudge anak yang suka mengadu ketika anak bercerita pada orang tuanya, tolong deh ubah mainset kayak gitu karena itu semacam pola komunikasi yang salah dari orang tua kepada anaknya. Kalau orang tua masih punya mainset seperti itu kepada anaknya, takutnya akan melahirkan anak yang sulit kelola emosi mereka, karena mereka menganggap kok orang tua tidak mau mendengarkan curhatan mereka, begitu. Dan takutnya anak menjadi bohong karena kalau dia curhat sama orang tua malah diberikan wejangan yang justru menyudutkan anak. 


Karena kemampuan memahami dan kemampuan memecahkan masalah pada anak itu masih berkembang dan akan terus berkembang. Anak bukan hanya tumbuh besar secara lahiriah saja, namun batiniah anak pun demikian. Anak belum mampu mencari akar dari masalah dengan baik dan mereka sangat tergantung dengan orang tua, mengingat emosi anak itu ibarat barang pecah belah yang harus kita pegang dengan sangat hati - hati sekali.

Jika anak tidak jujur dan terbuka pada orang tuanya, saya kok jadi takut kalau anak akan menimpahkan masalahnya pada orang lain, ya semacam mencari kambing pink eh hitam gitu. Kebayang anak mengambil keputusan sendiri tanpa bisa jujur pada orang tuanya, bayangkan anak putus asa dan enggan juga jujur kepada kita sebagai orang tuanya. Makanya pada anak dibawah 6 tahun, akhirnya mereka tantrum sebagai wujud protes mereka pada orang tua yang enggan mendengarkan curhat atau isi hati mereka. Jangan lupa lho bahwa mereka itu manusia dan punya hati juga.
  
Oke, belajar mendengarkan isi hati anak dan diskusi ringan dengan anak bisa membuat anak lebih jujur sama kita. Namun ada beberapa hal yang perlu diingat, ketika anak jujur kepada kita dan ingin berdiskusi dengan kita coba deh berikan semacam pencerahan yang jujur juga, jangan berbohong atau seolah kita menutupi kebenaran dengan membohongi anak, takutnya anak merasa ditipu dan dikhianati, akhirnya? anak jadi tidak percaya lagi untuk curhat pada orang tuanya.
Semakin besar rasa tidak percaya anak pada orang tua akan semakin sulit kita untuk membuatnya kembali terbuka dan jujur pada orang tua lagi. Kepekaan dan rasa empati anak itu memang harus dididik sejak dini, supaya anak tidak memiliki sikap egois :). Selain itu juga agar anak bisa mengendalikan gejolak emosinya, mengendalikan pikiran dan keinginannnya juga.

Mari bersama membenahi hati terlebih dahulu, karena semua berawal dari hati begitupun dengan mendidik anak - anak kita. :) semoga kita semua menjadi orang tua yang bisa memberikan pemahaman dan mendidik anak agar menjadi anak solehah, selamat dunia akhirat, aamiin.

Salam, 

Tian Lustiana

6 comments:

  1. setuju banget mba Tian, saya pun begitu ke anak2, saya selalu bilang untuk menceritakan apa pun kepada saya termasuk masalah2nya, agar mereka terbiasa jujur dan saya pun bisa membantu mereka jika ada masalah..

    btw, salam kenal ya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mba Zata,

      Iya benar sekali, jadi kita bisa tau masalah anak dan bisa membantu memecahkan masalahnya,

      salam kenal kembali :)

      Delete
  2. Setuju banget, Mbak.
    Saya lebih suka anak jujur dan menjadikan saya teman curhat mereka, ketimbang mereka mencari orang lain untuk itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah saya juga sama mbak, gak mau anak saya mencari orang lain untuk curhat :)

      terimakasih

      Delete
  3. Aku juga pengin bgt jadi trmpat curhatan anak2. Aku lbh suka mereka apa apa curhat drpd diem aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga gitu makWie, pengennya anak tuh terbiasa curhat sama ortunya, jadi terbuka yah. makasih mak Wie

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)