Monday, 18 January 2016

LINDUNGI ANAK DARI BAHAYA KECANDUAN GAMES

Duh, anak zaman sekarang tuh udah best friend banget dengan yang namanya gadget dan teknologi, no more gaptek buat anak - anak zaman sekarang. Gadgetnya bisa berupa komputer, smartphone dan lainnya yang mereka gunakan untuk berselancar di dunia maya. Yang paling mereka gemari adalah bermain GAMES, ya bukan hanya anak - anak, tak sedikit para orang tua yang juga gemar bermain games dengan gadgetnya. 

LINDUNGI ANAK DARI BAHAYA KECANDUAN GAMES


Masalah ini serius. Masalah yang harus segera ditangani oleh saya dan semua orang tua yang peduli dan sayang pada anak - anak, sang generasi penerus bangsa. Karena jika saya melarang anak untuk menggunakan gadget dan teknologi itu memang semacam hal yang tidak mudah, karena sekarang itu adalah zamannya semua berbasis teknologi, bukankah Rasulullah tercinta pun berkata : "Didiklah anakmu sesuai zamannya".
Nah, sekarang kan zamannya teknologi, jadi kitalah sebagai orang tua yang mesti paham dan terus mengawasi anak jangan sampai kecanduan, apalagi kecanduan games. 

Kamis, 14 Januari 2016 lalu saya menghadiri seminar parenting tentang BAHAYA DIBALIK KECANDUAN GAMES. Merinding sekali dengan banyaknya kasus yang diungkapkan bunda Elly Risman, selaku narasumber pada saat itu. Banyak sekali korban akibat kecanduan games. Bukan hanya merobohkan semangat belajar anak namun juga ada beberapa hal negatif yang akan menyerang anak seperti aksi pornography dan aksi kekerasan, naudzubillah. 


Sebelumnya Mumu, founder kakatu menjabarkan bahwa dirinya adalah korban dari kecanduan games, yang membuat Mumu kecil yang jago ngaji berubah menjadi Mumu yang tidak mau kuliah dan malah mengabdikan dirinya pada games, namun waktu pun bergulir dan penyesalan tiba, setelah menyaksikan beberapa keperihan dalam hidup, Mumu pun bertekad berubah dan lepas dari durjana kecanduan games, sampai akhirnya Mumu dan kawan - kawan nya yang membuat aplikasi parental control agar bisa mengawasi dan membatasi anak dalam penggunaan gadget, thanks yaaa KAKATU. Tentang KAKATU nanti akan saya tuliskan secara terpisah yaa. 

Bunda Elly Risman mengatakan untuk mengatasi anak kecanduan games salah satunya adalah rencanakan kembali tujuan pengasuhan anak, apa sih tujuan mengasuh anak, mau dijadiin apa emang anak ini?. Banyak orang tua yang tidak memetakan tujuan dari pengasuhan anak itu apa. Para orang tua lupa bahwa tujuan pengasuhan anak bukan hanya anak dijadikan seorang imuwan, seorang sarjana. Namun harus : 
  • Menjadi hamba Tuhan yang baik.
  • Persiapkan anak untuk menjadi calon isteri atau calon suami yang baik.
  • Persiapkan diri untuk menjadi calon ayah dan ibu. 
  • Berikan anak bekal pendidikan yang layak untuk menjadi seorang sarjana dan lainnya sesuai apa yang dicita - citakan, untuk kehidupan anak agar lebih baik lagi. 
  • Persiapkan anak laki - laki sebagai pendidik anak dan isteri yang baik.
  • Persiapkan anak laki - laki menjadi seorang penanggung jawab keluarga.
  • Dan persiapkan anak agar bisa memberikan manfaat bagi alam semesta dan isinya. 
Oke, sekarang sudah jelas tujuan pengasuhan. Jika ini sudah dijadikan patokan, anak pun akan menjadi anak yang soleh/ solehah dan jauh dari bahaya kecanduan games, insya allah. 

Point selanjutnya adalah kekeliruan dalam komunikasi. Saya pribadi kerap melakukan kekeliruan ini, menyampaikan informasi pada Marwah dengan cara penyampaiannya yang keliru. Inilah yang menurut bunda Elly Risman sebabnya kenapa pesan yang kita sampaikan pada anak tidak sampai sempurna, dan ya saya selama ini melakukan itu, hahah. 

  • Bicara yang cepat dan tergesa - gesa. Yah, saya tunjuk hidung saya sendiri, karena memang kadang saya ngomel a - z dengan nada yang cepat, akhirnya anak hanya iya - iya saja tapi tidak mencerna apa sih pesan yang saya sampaikan, dan ini harus diperbaiki agar next pesan yang saya sampaikan ke Marwah itu tepat sasaran dan tidak perlu diulang setiap waktu. 
  • Kebutuhan dan kemauan anak itu berbeda.
  • Saya tidak membaca bahasa tubuh anak. Sedangkan penyampaian pesan pada anak harus dalam keadaan anak relax, kebayang jika saya menyampaikan pesan pada Marwah saat Marwah lemes dan capek, jangan harap pesan saya dicerna dengan baik deh oleh Marwah. 
Dan, bunda Elly Risman juga mengungkapkan gaya populer yang tidak efektif dalam pengasuhan anak, silakan disimak dan akui ya pada diri anda sendiri bahwa "iya nih gue banget". 

  1. Memerintah
  2. Menyalahkan
  3. Meremehkan
  4. Membandingkan
  5. Melabel anak 
  6. Mengancam
  7. Menasehati
  8. Membohongi
  9. Menghibur
  10. Mengkritik
  11. Menyindir
  12. Menganalisa. 
Pernah melakukan itu pada anak???? Ya saya pun pernah dan mari kita berubah dalam pola pengasuhan anak ini. 

Sekarang balik lagi ke bahaya games, sebelum lanjut pada penanganannya marilah kenali dulu positif dan negatif game. 

Positifnya games : 

  • Bisa meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa inggris, karena emang kebanyakan games menggunakan bahasa inggris, bener kan? 
  • Anak terlatih memecahkan masalah dengan logikanya. 
  • Anak tidak gaptek, iyalah. 
  • Games edukasi mengajarkan anak belajar membaca juga. 
  • Anak mampu membuat strategi dan menganalisa. 
  • Melatih kemampuan sosial anak.
  • Stimulasi otak anak dan proses berpikir anak.
  • Dan lainnya. 
Negatifnya games:

  • Jika dilakukan dalam durasi lama akan mengakibatkan kejang lengan (Repetitibe starin injury)
  • Mengikis lutein pada retina anak
  • Menyebabkan ayan atau epilepsi
  • Games yang mengandung kekerasan akan menyebabkan tingkat agresifitas anak lebih tinggi.
  • Banyak hal negatif lain yang merusak anak. 

Apa sih kecanduan games itu??? Kecanduan games ini semacam penyakit yang sudah kronis yang diawali dengantanda rusaknya kontrol terhadap perilaku baik itu perilaku psikologis, biologis, sosiologis dan spiritual anak. 

lantas gimana tahunya bahwa anak kecanduan games??

  • Jika anak tidak bisa berhenti main games berjam - jam, waspadalah. Jika jam bermain anak dengan gadget diatas 10 - 15 jam per minggu maka anak telah kecanduan games. 
  • Lebih peduli pada games ketibang sama keluarga atau teman.
  • Tidak memerhatikan kebersihan diri sendiri.
  • Berbohong demi untuk main games.
  • Siklus tidur yang terganggu.
  • Prestasi akademis menurun.
  • Tidak senang bergaul. 

Kecanduan games ini kebanyakan ada pada anak - anak BLAST, yakni anak yang sering Boring, anak yang kesepian karena tidak ada teman, anak yang marah kepada pihak lain dan melampiaskan pada kecanduan games, anak yang tertekan pada sesuatu yang berlebihan dan anak yang lelah karena beban sekolahnya. 

Slide21

Mengkaji diri dan merenungkan siapa sih yang sebenarnya memberikan fasilitas games pada anak?? TUNJUK DIRI dan menyesal. Mumpung belum terlambat, yuk lebih bijaksana lagi memberikan gadget dan teknologi pada anak. Buatkan aturan jelas seputar gadget dan teknologi, berikan jadwal dan batasi waktunya. 
Sampai jumpa dipostingan kedua tentang parental control untuk gadget anak yaaa. 
With love and caring,







9 comments:

  1. yup! segala yang berlebihan memang gak baik. Ada bahayanya :)

    ReplyDelete
  2. games..bikin anak malas..dan gak mau main keluar dan menghambat kreatifitas mereka..

    ReplyDelete
  3. Duuhh jangan sampe deh anak2 kita kecanduan game ya mak.makanya aku kasih waktu 1 jam dan 2 jam di hari sabtu aja utk nge game

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mom...sangat hati2 agar anak tidak kecanduan

      Delete
  4. masa anak2 merupakan masa emas..karena itu harus sangat berhati2 memberikan berbagai hal khususnya game kpd mereka...

    ReplyDelete
  5. duh bisa kejang ya? anakku sudah lama tidak main games, dia lebih memilih bermain sepeda, tapi kemarin dikasih tablet lagi...tapi, malah sering ditinggal.

    ReplyDelete
  6. Aku mau tobat, jangan sampai kecanduan games, apalagi anak-anak.

    ReplyDelete
  7. Semoga bisa memperbaiki pola pengasuhan anak, makasih tulisannya ya :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)