Monday, 25 January 2016

Tentang Parenting Dan Pola Asuh Anak

Apa sih parenting?
Penting emang yah?

Dulu, sebelum hamil dan punya anak saya nyaris tidak pernah mendengar kata - kata parenting. Mungkin karena dirasa belum penting kali yah jadi ga begitu memperhatikan. Namun ketika saya mulai hamil dan berlangganan majalah ayahbunda, disana saya mulai sering mendengar kata parenting dan pengasuhan anak. 

Tentang Parenting Dan Pola Asuh Anak
Parenting atau pola asuh anak itu semacam proses membesarkan anak, mendukung perkembangan fisik anak, mental, emosional, sosial, intelektual dan spiritual anak dari usia dalam kandungan hingga dewasa. 
Dan tujuan dari parenting ini adalah untuk membentuk atau menghasilkan generasi muda atau anak yang cerdas dan juga sehat. Bukan hanya cerdas secara intelektual namun juga cerdas secara emosional dan spiritualnya. Maka sejak hamil saya mulai rajin membaca dan memahami artikel tentang parenting dan gaya pengasuhan anak. 


karena saya rasa sih gaya pengasuhan anak ini cukup memiliki andil besar dalam tumbuh kembang anak kelak. Dalam pengasuhan anak, orang tua kandung adalah yang memiliki peranan paling penting dalam hal pengasuhan, meski jujur ya kalau pengasuhan Marwah juga dibantu oleh mamah dan bapak saya. Bahkan kedua adik saya pun suka terlibat dalam pengasuhan Marwah. Jadi, pengasuhan Marwah pun tidak dengan satu pola asuh saja, namun gaya pengasuhannya berbeda - beda. 


Jadi, sebenarnya metode parenting apa sih yang biasa diterapkan oleh kebanyakan orang dalam mengasuh anak - anaknya???

Gaya pengasuhan Otoriter, gaya pengasuhan jenis ini lumayan kaku karena aturannya yang ketat dan aturannya ini mengharuskan anak untuk mematuhi, sikap orang tuanya otoriter. Orang tua dengan sifat ini adalah mereka yang selalu memberikan banyak sekali tuntutan kepada anaknya dan mau tidak mau anak harus mengiyakan dan melaksanakannya, dan biasanya orang tua dengan metode pengasuhan seperti ini berharap anaknya menjadi anak yang tegas dan tidak lembek namun mereka ga pernah tau bahwa bukan dengan cara seperti ini untuk menciptakan anak yang sekuat baja, karena semasa anak - anak kasih sayang, perhatian dan manja - manjaan sama orang tua itu perlu agar anak percaya dirinya keluar dan agar anak selalu bahagia. 

Gaya pengasuhan permisif, ini kebalikan dari otoriter. Gaya pengasuhan anak ini lebih banyak memanjakan anak. Lah kok memanjakan ga boleh, keras juga ga boleh? pusing deh. 
Gaya pengasuhan ini membebaskan anak untuk menentukan dan memilih keinginannya dan memperbolehkan anak untuk mengemukakan pendapatnya, kebalikan dari gaya otoriter gaya pengasuhan permisif ini lebih ringan dan tidak ada pengawasan ketat dari orang tua. Hampir apa yang anak inginkan dikabulkan dengan mudahnya yang penting anak senang. Memang, kebahagiaan anak nomor satu namun orang tua dengan gaya ini lupa bahwa anak nantinya akan memiliki ketergantungan pada orang tua dan kurang mandiri. 

Gaya otoritatif, dari dua gaya pengasuhan anak, banyak yang bilang gaya ini adalah yang sangat tepat untuk diterapkan dalam pengasuhan anak. Orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan ini cenderung lebih berpikir dengan logika serta pikiran yang positif dan jarang sekali menghukum anak. Orang tua dengan gaya pengasuhan ini lebih pandai membaca perasaan anak dan kemampuan anak, ini baik sekali mendukung perkembangan anak dari berbagai segi. Orang tua dengan gaya pengasuhan jenis ini adalah mereka yang menjalin komunikasi sangat baik dengan anak, dan komunikasi baik ini digunakan untuk mengontrol anak juga, anak menjadi lebih terbuka dan mau bercerita tentang banyak hal kepada orang tuanya. Dengan begitu kedekatan anak semakin terjalin dengan orang tua, karena keterkaitan hati dan emosi antara anak dan orang tua. 


Teman - teman pola asuhnya termasuk yang mana? Sharing yuk :) 


With love,





9 comments:

  1. baru aja kemarin ke sekolah anak ada acara soskur, belajar ini juga tentang gaya pengasuhan anak jadi pengen ditulis juga

    ReplyDelete
  2. terimakasih sharingnya mak, kayanya aku menuju yg otoritatif :-)

    ReplyDelete
  3. Pengennya sih otoritatif, tp msh suka ga konsisten huhu

    ReplyDelete
  4. aku kayaknya gabungan semua deh tian.. yang musti dijaga memang konsistensi yaaa :)

    ReplyDelete
  5. Dulu mama saya blm tahu teknik pengasuhan seperti ini, kalau dipikir2 masuk otoritatif walau banyak otoriternya, xixixixi #malah curcol.. Tapi godaan pengasuhan dulu sama skrg emang beda banget ya mak, semoga dimudahkan utk mendapat ilmu baru ya kita..

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)