Friday, 12 February 2016

Tentang Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak

Pernah ada mahmud (mamah muda) yang nanya, " Teh Tian, saya kalau liat Marwah ya ga pernah ngamuk kalau pengen sesuatu, itu digimanain sih anaknya biar bisa paham gitu?" 

Hehe saya kadang suka bingung juga kalau ada yang nanya gitu, tapi emang bener sih alhamdulillah Marwah termasuk anak yang tidak pernah ngamuk atau tantrum kalau lagi ingin sesuatu atau saat ia sedang Marah. Palingan nangis biasa aja sih ga sampe tantrum, ga pernah sampai meraung - raung atau meronta - ronta gitu ya palingan nangis aja, itupun cuman sebentar kalau sudah diajak ngobrol nangisnya langsung berhenti. 

Tentang Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak

Kadang, saya pun suka menyaksikan anak yang meronta - ronta ingin dibelikan sesuatu oleh ibunya di mall, anak itu sampai ga mau beranjak dan menjadi tantrum.
Orang tuanya malah menarik tangan si anak, lah mana bisa anak itu berhenti nangis yang ada malah anak semakin menjadi - jadi nangisnya dan bahkan serangan agresif dari anak pun tak tertahankan. Menurut teman saya ini, dia kadang suka malu kalau anaknya seperti itu. Hah? malu? saya sampe kaget dengernya. Lah ini kan yang ngamuk anak kecil, kenapa mesti malu? Hmmm, sebenarnya dalam ilmu psikologi mengatakan bahwa wajar anak berperilaku temper tantrum, biasanya anaknya berusia dua hingga empat tahun, kadang ada juga anak yang berperilaku temper tantrum ini sampai usia enam tahun. 

Sebagai orang tua, sebaiknya kita pelajari dulu deh apa sih yang menyebabkan anak mengalami temper tantrum??? 

Perilaku temper tantrum ini adalah kesulitan yang dialami anak dalam mengungkapkan keinginannya dalam kata / verbal, jadi anak lebih memilih sikap explosive untuk mengeluarkan emosinya. Jika anak sedang dalam fase ini, artinya anak sedang marah. Yang harus dipahami orang tua tentang perasaan anak. Atau mungkin anak sedang lelah, letih, lapar dan sakit. Atau justru pola asuh orang tua sendiri yang terlalu memanjakan anaknya, itu sih silakan ditelaah sendiri hehe. 


Ada beberapa cara yang harus dilakukan orang tua jika anak sedang dalam keadaan temper tantrum, bisa dicoba yah. 

  • Bersikap tenang. Ya, sikap tenang memang harus dikuasai semua orang tua, karena dalam keadaan panik, marah dan malu mana bisa menghandle anak yang sedang temper tantrum, iya kan? jadi tarik nafas, senyum dan tenang. 
  • Cari tahu sebabnya kenapa anak sampai temper tantrum.
  • Coba alihkan perhatian anak pada hal yang disukainya, kalau Marwah dulu sih ketika Marwah marah dan nangis suka saya alihkan dengan dongeng, karena Marwah suka sekali mendengarkan dongeng dan cerita. 
  • Jangan sesekali menertawakan anak yang sedang temper tantrum, ini malah akan membuat anak terus melakukannya karena dianggap lucu. 
  • Berikan anak pemahaman bahwa tidak semua yang dia inginkan bisa didapatkan dengan menangis dan mengamuk, tentunya dengan bahasa yang cocok untuk anak. 

Setelah anak bisa paham dan berhenti, peluklah anak dan berikan pemahaman mengenai bagaimana cara meluapkan keinginan dan meluapkan emosi, dengan begitu anak pasti bakalan paham dan mengerti. 


Untuk saya sih, tidak ada anak nakal, anak - anak hanya butuh diarahkan dan diberikan pengertian yang baik dan benar saja. Jadi suka gemes kalau ada orang tua yang melabeli anak dengan label anak nakal, ish pengen kitikin deh rasanya. 


Sampai bertemu postingan selanjutnya, 


Love your kids with love,





7 comments:

  1. makasih tipsnya mbak tian, simpen ah, kali aja suatu saat si ken tantrum, tp mdh2an aja nggak, amin, takut kelabakan, hehe,

    ReplyDelete
  2. iya teh... klo anak tantrum orang tua hrs tenang, jangan ikut tantrum hihihi...

    ReplyDelete
  3. wow ini diaa.. harus belajar banyak dari teh tian nih :D

    ReplyDelete
  4. Makasih teh tian tulisannya. Bermanfaat banget buat aku yang seringkali diuji oleh trantrumnya io.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)