Wednesday, 16 March 2016

Tipe Komunikasi Pada Anak

Hallo,

Akhir - akhir ini Marwah sering mengeluh. Teman - temannya di sekolah kadang ada yang gak mau main, kadang teman - teman di sekolahnya suka saling berbisik, "jangan main sama Marwah". Tapi ketika besoknya saya antar Marwah sekolah, lah Marwah malah sedang asyik bermain dengan temannya itu, duh anak kecil ada - ada saja.

http://www.parentian.com


Kadang Marwah juga suka cerita, kalau ada temannya yang suka bisik - bisik itu sering memandang Marwah dan mendelik. Terus kadang saya tanya, " Adek nya gimana kalau digituin temen?", Marwah hanya menjawab " biarin aja, nanti juga dia mau main lagi sama aku." 


Saya emang selalu mengajarkan Marwah untuk terbuka pada saya, menceritakan apa yang dia rasakan dan dia alami, maklum karena saya emang gak bisa terus mendampingi Marwah, karena saya bekerja. Jadi dengan cara begini saya masih bisa memantau Marwah, juga emosinya. 

Perkembangan anak bukan hanya dari fisiknya, bukan juga hanya mengandalkan perkembangan emosinya saja. Perkembangan komunikasi anak pun harus menjadi perhatian khusus. Ada macam tipe komunikasi : 


  • Pasif, anak dengan tipe ini tidak mengatakan apa sih yang sebenarnya mereka pikirkan itu. Mereka juga tidak mampu mengatakan apa yang mereka rasakan, mereka takut kalau mereka bercerita itu tidak dipercaya atau mereka berpikir bahwa ada yang lebih penting dari diri anak itu sendiri. Anak dengan tipe ini biasanya takut jika mereka mengatakan TIDAK. 
  • Agresif. Tipe anak ini akan selalu bercerita apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan, anak tipe ini pun kadang tidak peduli bagaimana perasaan orang lain, yang penting dirinya sudah mengemukakan keinginannya, ya sudah selesai. 
  • Asertif. Anak dengan tipe ini bisa berkomunikasi dengan baik, mengutarakan keinginannya pun secara sopan dan jelas. Bahasa tubuh dan kontak mata biasanya menjadi andalan anak dengan tipe ini. Anak dengan tipe ini lebih care dengan orang lain. 
Mengajarkan komunikasi pada anak bisa dimulai saat sedang belajar berbicara. Sebagai orang tua, saya lah yang harus mengajarkan Marwah bagaimana ia seharus berkomunikasi dan menyampaikan pendapat serta keinginannya. 

Semoga saya lebih baik lagi dalam mengasuh dan memberikan pendidikan agama kepada Marwah, aamiin. 


With love,








2 comments:

  1. Klo anakny terbuka, orang tua bs lbh tenang ya

    ReplyDelete
  2. mudah-mudahan anak-anak kita bisa asertif ya..paling tidak mau berkomunikasi dengan baik..

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)