Wednesday, 20 April 2016

Ibuprofen vs paracetamol


Sabtu sore 16 April 2016 kemarin, Marwah tiba - tiba demam. Suhu badannya tinggi, sampai 38 derajat, mana bisa coba saya enggak panik ketika suhu badan Marwah sampai 38 derajat. Saya pun langsung memberikan obat penurun panas. Saya selalu memberikan obat penurun panas yang mengandung paracetamol, meski sebenarnya jika saya memberikan yang mengandung ibuprofen bisa saja panasnya cepat turun. 


Ketika Marwah terkena demam, saya panik dan parno. karena november lalu Marwah juga pernah dirawat karena thypus yang diawali dengan demam tinggi yang tak kunjung turun. Begitu Marwah panas tinggi saya pun langsung memberikannya obat penurun panas sebagai pertolongan pertama. 

Obat demam atau penurun panas yang dijual di pasaran banyak kan, ada yang mengandung ibuprofen dan juga paracetamol, keduanya memiliki fungsi sama yakni menurunkan panas, tapi yang harus diketahui adalah cara penggunaannya yang tidak sama. 

Antara ibuprofen dan paracetamol tentu diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya dong, namun untuk mengatakan mana sih yang lebih baik digunakan, itu saya tidak bisa sama ratakan juga, kalau Marwah cocok dengan paracetamol, karena jika Marwah diberikan ibuprofen ia akan mual dan muntah. Awalnya saya tidak paham bahwa ibuprofen bisa membuat Marwah mual dan muntah sebelum saya konsultasi dengan dokter spesialis anak yang menangani Marwah. 

Alhamdulillah hasil cek darahnya baik, Marwah sehat terus ya nak. 
Beliau juga menjelaskan bahwa paracetamol itu adalah obat penurun panas yang paling aman karena efek sampingnya minim. Paracetamol bisa digunakan mulai dari anak bayi, dalam artian penggunaannya tidak ada batasan usia. Paracetamol aman jika digunakan pada dosis yang tepat. Dosisnya 10 - 15mg/kg berat badan anak/kali pemberian obat, batas maksimal pemberian paracetamol perhari adalah 4 kali. Dan kalau dosis diberikan berlebihan, efeknya akan menyebabkan kerusakan hati. Dokter juga menjelaskan, kita sebagai ibu harus jeli membaca dengan cermat komposisi obat karena kebanyakan obat flu juga mengandung paracetamol, jadi kalau anak demam dan flu kemudian diberikan obat flu yang mengandung paracetamol, jangan diberikan paracetamol lagi takutnya dosis malah menjadi berlebihan. 

Dokternya juga menjelaskan untuk demam berdarah, paracetamol adalah obat penurun panas yang paling tepat, memang reaksinya lebih lama dibandingkan dengan obat penurun panas yang mengandung ibuprofen, tapi paracetamol tidak mengandung asam yang nantinya bisa membuat lambung iritasi juga bisa menurunkan trombosit. 

Kemudian dokter menjelaskan tentang ibuprofen. Ibuprofen ini menurunkan panasnya lebih cepat loh dibandingkan paracetamol, tapi ibuprofen ini bisa digunakan hanya pada anak 6 bulan keatas, efek sampingnya pun cukup keras loh, seperti mual, muntah, nyeri lambung dan bisa sampai pendarahan lambung, hmmm Marwah sampai mual dan muntah terus kalau diberikan ibuprofen. Dosis yang digunakan adalah 10 mg/kg berat badan anak/kali pemberian dan maksimal diberikan sebanyak 3 kali dalam sehari. 


Katanya banyak ibu yang meminta resep ibuprofen karena lebih cepat turun panasnya. Harus diingat nih pemberian obat panas harus diberikan ketika anak panasnya berada pada suhu 38.5 derajat atau lebih, kalau suhu tubuhnya masih dibawah itu ya kompres dengan air hangat saja kecuali kalau anak memiliki riwayat kejang, ya cepat saja hubungi dokter. 

Karena melihat saya yang panik, maka dokter pun memberikan tips agar nanti kalau Marwah panas lagi saya jangan panik, langsung gunakan termometer untuk memastikan suhu tubuh anak, biasanya kalau megang dahi doang kurang akurat. Melakukan skin to skin juga bisa menurunkan panas, ini suka saya lakukan juga pas usia Marwah dibawah 7 tahun dulu. Dan kalau memang harus memberikan obat penurun panas, baca dengan teliti aturan pemakaiannya. 

Sehat terus ya sayang, selalu sehat, sehat dan sehat. 


Sampai jumpa dipostingan selanjutnya, 




4 comments:

  1. saya baru tahu bedanya... tapi kalo anak saya panas, saya biasanya kompres aja terus menerus, dan ayahnya biasanya meluk tubuh anak sambil telanjang dada. Makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, biasanya ayahnya juga skin to skin mbak, tapi sekarang MArwah sudah tidak mau skin to skin heheh

      Delete
  2. wah pengetahuan yang bagus kak, thanks for sharing. Aku dulu bahkan gatau kalau ada jenisnya seperti ini, pokoknya kalau panas ya beli panadol. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama - sama semoga artikelnya bermanfaat

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)