Wednesday, 13 April 2016

Optimalkan Belajar Anak Dengan Cara Ini

Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang tahap perkembangan perilaku belajar pada anak kelas 1SD yang mana sedang berlangsung pada anak saya, Marwah. Memperhatikan setiap perkembangan anak itu emang menyenangkan, dan percayalah bahwa setiap anak itu memiliki kecenderungan belajar sendiri. Beda anak ya beda pintar, jangankan dengan anak yang lain ayah ibu toh dengan saudara kandung saja berbeda kok, jadi stop ya buat yang suka membandingkan anak. 


Saya suka baper banget deh kalau ada yang membanding – bandingkan anak, hihih. Eits tapi postingan saya kali ini bukan tentang itu, saya ingin sharing tentang kecenderungan belajar anak SD. Eh tau ga sih kalau anak SD itu memiliki tahapan perkembangan berpikir sendiri, dan ada beberapa cirinya juga loh.

KONKRIT
Adalah sebuah proses belajar anak yang berawal dari apa yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan yang lebih ditekankan pada pemanfaatan sekitarnya sebagai sumber belajarnya. Misalnya Marwah belajar merasakan bahwa angin itu berhembus dan ia hanya dapat merasakan tanpa mampu melihatnya. 

INTEGRATIF
Disini, anak belajar bahwa dengan memandang, melihat sesuatu itu bisa dipelajari sebagai satu kesatuan yang utuh, anak belum bisa memahami konsepnya, namun ia sudah mengerti apa yang dipelajarinya. 

HIEARARKIS
Cara anak belajar dari hal yang sederhana sampai kepada hal yang lebih kompleks. 

Dari beberapa karakteristik itu yang harus diperhatikan adalah mengetahui keadaan anak. Sebagai orang tua tentu kita harus bisa menerapkan metode ngajarin anak tuh gimana sih yang sesuai dengan keadaan anak, karena kalau keadaan anak sedang tidak bahagia maka sekeren apapun metode yang dipraktekkan, saya rasa hasilnya bakalan NIHIL. 

Misalnya :

Anak senang bermain, seperti Marwah ketika awal masuk SD. Dia sebelumnya terbiasa bermain sambil belajar, jadi ya guru SD kelas 1 harus memahaminya dan perlahan membiasakan anak untuk belajar lebih serius lagi. Metode pengajaran pada anak dengan karakter ini tidak melulu tentang teori namun harus ada unsur permainan, dengan begitu anak akan nyaman belajar. Marwah juga senang bermain sambil belajar, misalnya ketika dulu ia sedang belajar membaca, saya downloadkan permainan edukatif di hp samsung saya, tujuannya agar Marwah bisa belajar juga, bisa bermain juga. Jadinya Marwah fun, tapi tetap pemakaian smartphone saya batasi kok. 


Anak senang bergerak, anak kecil itu emang memiliki energy yang super duper banyak, buktinya anak bisa berlarian seharian loh tanpa lelah, coba kalau kita? Udah gempor deh. Anak dengan karakter ini jangan disuruh untuk duduk manis, kalau ia dipaksakan untuk duduk manis dijamin bakalan stress dan akhirnya malas belajar. 

Anak senang dengan kelompok, anak dengan karakter ini memiliki sosialisasi yang bagus, anak sudah bisa memahami aturan kelompok dan belajar setia kawan. Anak akan senang menerima tanggung jawab, anak dengan karakter ini biasanya senang bersaing secara sehat dengan temannya.


Anak – anak itu luar biasa, potensi kecerdasan yang mereka miiliki tak seharusnya diabaikan, seharusnya diasah dan diarahkan dengan baik oleh kita sebagai orang tuanya, tidak melulu guru kan yang wajib mengasah kecerdasan anak? 

Sebagai orang tua, kitalah yang mendeteksi, menemukan dan juga mengoptimalkan kecerdasan sang anak. Semoga kita semua dianugerahkan kelembutan hati dan kecerdasan untuk selalu membimbing anak - anak kita semua ya, aamiin. 

Sampai jumpa lagi dipostingan yang lain :). 


With love,

Tian Lustiana 











0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)