Monday, 20 June 2016

Nilai Akademis Bukanlah Segalanya

Bangga rasanya saat dihadiahi nilai bagus oleh Marwah, nilai yang membuat saya bahagia dan senang atas prestasi Marwah selama satu tahun di Sekolah Dasar ini. Banyak perubahan positif dalam diri Marwah setelah ia sekolah. Alhamdulillah bukan semata akademis saja yang berubah dalam diri anak saya namun juga ahlak nya pun semakin mengalami perubahan yang positif disetiap harinya.

Namun nilai akademis bukanlah ukuran buat saya, saya inginkan Marwah memiliki ahlak yang solehah dan pemahaman yang baik.


Orang tua mana sih yang enggak mau anaknya memiliki nilai akademis yang bagus dan banyak prestasi? Semua orang tua menginginkan hal itu, termasuk saya makanya sampai rela merogoh banyak uang untuk menyekolahkan anak ke sekolah yang dianggap berkualitas dan bisa membuat anak semakin baik dan hebat, betulkan?

Namun dalam pandangan saya, sekolah berkualitas bukanlah sekolah yang mahal, namun sekolah yang mampu mendidik ahlak muridnya, sekolah yang bisa merubah ahlak muridnya menjadi lebih baik lagi setiap harinya, itu yang menjadi tolak ukur sekolah berkualitas bagi saya, entah ya kalau tolak ukur orang tua lainnya.
Pendidikan karakter, sulit sekali didapatkan di sekolah yang katanya berkualitas sekalipun, karena kebanyakan orang tua itu berpikirnya anak harus pintar nilai akademisnya dan memang tidak saya pungkiri juga sih kalau faktor nilai akademis ini akan menjadi nilai plus dan faktor kelulusan dijenjang pendidikan anak berikutnya. 

Karena apa? Karena dari dulu sampai sekarang masyarakat itu cenderung banget memusatkan konsentrasinya pada nilai akademis, mereka memberikan penilaian bahwa yang nilainya jelek otomatis dia bodoh, oh no sebenarnya bukan seperti itu. Itu hanyalah pemikiran masa lampau. Tolak ukur bukan hanya dari angka yang berderet yang memiliki nilai fantastis dan prestasi yang segudang untuk mencap anak itu hebat atau tidak namun perkembangan karakter loh yang seharusnya dipikirkan para orang tua, perkembangan karakter itulah yang sebenarnya menjadi tolak ukur untuk masa depan anak apakah ia mampu bersaing dengan sehat, apakah mampu anak mengendalikan diri, apakah mampu anak bersikap santun dan sopan,apakah anak memiliki jiwa sosial??? Inilah yang menjadi pertimbangan saya karena menurut saya pendidikan karakter adalah fondasi paling utama untuk anak.


semoga anak kita menjadi anak solehah, dan berahlak mulia serta memiliki pemahaman yang baik. Aamiin. 



Bandung, Juni 2016 






1 comment:

  1. Kalau banyak orang berpikir begini, mungkin indah banget karena karakter yang terbentuk akan baik. Dan lagi, kasihan dengan yang kepandaiannya di bidang lain tapi nggak terasah dan dianggap bodoh karena tuntutan akademik.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)