Monday, 22 August 2016

Bermain Peran Bersama Anak

Bermain dengan anak memang sangat menyenangkan, kebahagiaan banget deh kalau sedang bermain bersama anak tercinta. Jenis permainan apapun jika dilakukan bersama anak pasti menyenangkan. Biasanya saya dan Marwah suka bermain peran, permainan sederhana tanpa alat bantu mainan. Bermain peran atau role playing ini Marwah bisa menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri dan begitupun saya, ketika bermain saya pun bukan sebagai ibunya. 


Bermain peran ini sudah kami mainkan sejak Marwah berusia 24bulan. Memang ya kalau anak perempuan lebih senang bermain seperti ini. Marwah senang menawarkan sesuatu pada saya, ayahnya atau bahkan pada boneka. Misalnya dia sedang bermain sebagai koki yang menawarkan makanan pada saya dan ayahnya. Atau berpura - pura menjadi pelayan supermarket dan menawarkan produknya kepada saya. Saya pun berpura - pura menanyakan pada Marwah berapa harga kipas angin murah bu? hehe pokoknya sebisa mungkin bermain peran ini dilakukan dengan maksimal.



Bermain peran atau role playing ini membuat Marwah senang, karena dengan bermain peran Marwah seperti diberikan kebebasan berkreasi serta bebas untuk berimajinasi. Marwah juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang ia sukai. Dengan bermain peran itu bisa memberikan sarana untuk relaksasi bersama orang tuanya. Dan memang bermain peran ini penting dan sebaiknya dimainkan dalam kehidupan setiap anak.

Manfaat bermain peran itu memang apa saja sih?
  • Melatih bagaimana cara untuk berinteraksi pada anak, serta melatih komunikasi verbal ana dengan orang lain, yang diimplementasikan dengan percakapan dua arah antara anak dan orang tua. Ini mempengaruhi kecerdasan verbal linguistiknya. 
  • Sebagai orang tua, saya bisa memasukkan nilai atau norma tentang cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, ini juga mempengaruhinya dalam kecerdasan intrapersonal anak.
  • Saya juga bisa mengajarkan anak tentang lingkungan hidup atau merangsang kecerdasan naturalistik anak dan juga masih ada kaitannya bagi kecerdasan interpersonalnya. 


Sebenarnya sih gak ada aturan yang khusus dan juga alat yang diharuskan untuk bermain peran, hanya saja orang tua harus memperhatikan peran yang sesuai dengan usia dan juga gender anak. Bermain peran ini merangsang kemampuan fisik dan kognitif anak yang lumayan kompleks, karena apa? karena melibatkan daya ingat anak, daya tangkap anak serta daya imajinasi anak. 

Bermain peran dengan anak berusia 20 bulanan akan beda jika dibandingkan dengan anak 24 bulan atau anak berusia 3 – 4 tahun. Dulu ketika Marwah berusia 18 – 24 bulan memang ia tidak terlalu antusias bermain peran, berbeda ketika ia berusia 5 tahun sampai sekarang. Selain itu juga harus diperhatikan kemampuan fisik dan kognitif anak, memperhatikan tema nya juga harus diperhatikan dengan baik. Dengan bermain peran anak juga akan lebih senang dan juga terbiasa untuk melakukan hal – hal yang akan berlangsung pada hidupnya kelak. 


Nah, kalau ayah dan ibu lainnya suka bermain peran apa dengan anaknya? 




0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)