Friday, 19 August 2016

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Kalau anak turun berat badannya, sebagai seorang ibu saya suka sedih dan gimana gitu. Gangguan kesehatan pada anak yang erat kaitannya dengan sistem pencernaannya bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami penurunan berat badan. Bukan hanya itu, jika anak mengalami gangguan pencernaan, maka kebutuhan nutrisi anakpun menjadi terhambat dan akibatnya anak terganggu tumbuh kembangnya. 

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Oleh karena itu sangat penting sekali untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, karena apa? ya karena kan hampir 80% pembentukan sistem daya tahan tubuh anak itu dibentuk dalam saluran cerna. Nah, jika anak mengalami gangguan pencernaan, ya otomatis penyerapan nutrisipun akan terhambat dan ada resiko lainnya yakni gangguan fungsi pencernaan. 
Mengingat pentingnya kesehatan sistem pencernaan pada anak apalagi memiliki peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya, maka yuk kita kenali dulu hal - hal yang berhubungan dengan sistem pencernaan pada anak, khususnya yang sering dialami oleh para balita. Ya seperti Marwah dulu sewaktu ia masih balita, ada 5 hal kondisi yang dialami. 

1. Gumoh, apa sih gumoh itu? gumoh adalah keadaan dimana lambung sudah terisi penuh, biasanya susu akan mengalir lagi ke atas dan keluar melalui sudut bibir anak, atau bisa juga disebut dengan muntah dikit, hehe. Lantas apakah penyebab terjadinya gumoh? Yang menyebabkan terjadinya gumoh antara lain disebabkan oleh volume lambung balita yang masih kecil jadi kalau air susu yang tertelan si kecil melebihi batas lambungnya maka akan terjadi gumoh. Atau gumoh juga bisa disebabkan karena balita yang senang menggeliat ketika minum susu, gerakan ini malah akan membuat tekanan dalam perut menjadi tinggi yang akhirnya mengakibatkan gumoh, gumoh masih bisa dikatakan normal sih jika cairan yang keluar dan yang masuk masih seimbang. Oke, sudah tau kan penyebabnya, sekarang gimana sih cara mengatasi gumoh itu? Untuk mengurangi gumoh bisa dilakukan dengan memberikan susu secara bertahap, gak langsung memberikan susu dengan jumlah yang banyak. Memberikan susu secara tenang dan tidak terburu - buru sehingga balita minumnya dengan tenang, dengan begitu air susu akan masuk lebih mudah melewati klep saluran lambung balita yang masih kecil itu. 

2. Muntah, jika si kecil muntahnya hanya sekali sih gak masalah, ibu masih bisa tenang dan santai namun bagaimana jika anak muntahnya keterusan? Mana bisa ibu santai, iya kan? Kenali dulu jenis muntah pada anak, pahami gejalanya juga dan pahami penyebabnya, muntah disebabkan oleh infeksi mikroorganisme yang terjadi pada sistem pencernaan, biasanya disebut juga dengan stomach flu yang ditandai dengan diare, demam dan sakit perut. Anak mungkin secara tidak sengaja telah menelan subtansi yang beracun misalnya obat atau bahan kimia bahkan makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Alergi makanan, bukan hanya muntah namun akan muncul kulit merah dan gatal dan juga bengkak pada bagian wajah, sekitar mata, bibir, lidah bahkan mulut. Apendisitis atau radang usus yang menyebabkan sakitnya perut yang tidak tertahankan dan akhirnya membuat anak muntah. Penanganannya adalah dengan memberikan anak asupan air yang banyak supaya anak tidak dehidrasi. Jika muntah terus - menerus sebaiknya langsung saja bawa ke dokter untuk mendapatikan penanganan khusus. 

3. Perut kembung, Marwah termasuk yang sering kembung perutnya. Perut kembung membuat Marwah kecil dulu menjadi rewel dan sering banget menangis. Katanya sih jika anak kembung pada usia 3 - 4 bulanan wajar, karena kan emang saluran pencernaannya belum berfungsi dengan sempurna. Namun dengan bertambahnya usia, Marwah sering kembung ketika mulai mencoba makanan yang beda untuk pertama kali. Pada bagian perutnya terdapat gas atau udara, nah kalau gas atau udaranya berlebih ini jadi masalah, anak kan tidak bisa mengeluarkan gas dari dalam perutnya, akhirnya kembung deh. Dulu, jika Marwah tiba - tiba rewel ga jelas maka saya suka periksa bagian perutnya, jika perutnya agak keras dan ada beberapa kali buang angin, hmm ini mah Marwah kembung. Langsung deh saya gendong Marwah dengan posisi terlentang, kemudian kedua kakinya saya angkat dan saya gerakkan kayak orang lagi naik sepeda, dengan begitu gas dari perut Marwah akan keluar. Perut kembung pada anak juga terjadi jika ada masalah pencernaan yang serius, jadi kalau anak rewel dan sulit buang air besar atau sampai demam segera hubungi dokter yah. 

4. Buang Air besar tidak lancar dan sering buang gas. Selama dalam masa pertumbuhan, ada fase dimana bayi atau anak mengalami susah makan atau makan terus, kalau begini sudah pasti sistem pencernaannya harus diwaspadai, karena bisa saja anak atau bayi mengalami susah buang air besar. Jika anak atau bayi mengalami kontipasi atau susah buang air besar aitu disebabkan oleh peralihandari ASI menuju susu formula, maka bijaklah memilih susu formula untuk bayi / anak, analisis dengan teliti kandungannya dan perhatikan juga respons tubuh anak. Berikan anak susu formula yang cocok. 

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya
Saluran pencernaan anak yang masih berkembang dan masih peka ini menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan pencernaan. dalam kondisi yang normal, sistem pencernaan anak bisa menyerap semua nutrisi makanan yang dikonsumsinya, tapi pada awal tahun kehidupan anak, ada enzim yang berfungsi membantu mencerna protein dan laktosa belum bisa bekerja dengan baik dan sempurna. Karena inilah protein susu dan laktosa yang dibutuhkan tidak terserap dengan baik malah akhirnya masuk ke dalam usus besar, dan usu besar ini akan menjadi rumah untuk bakteri hidup. Nah bertemunya sisa nutrisi dan bakteri ini akan menyebabkan pembusukan yang akhirnya bakalan menyebabkan hal yang sudah saya jelaskan diatas tadi seperti perut kembung, Bab tidak lancar dan anak rewel ga jelas. Ngomong - ngomong anak yang seringrewel tidak jelas, mungkin saja anak itu kolik. 

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Kolik? apa itu? 

Kolik pada bayi adalah situasi dimana bayi yang sehat sering menangis secara berlebihan, alias rewel. Kondisi seperti ini jarang dimengerti sebagai gangguan kesehatan yang tidak terdiagnosis. Pada umumnya kolik terjadi pada awal bayi lahir dan biasanya berhenti sekitar usia bayi sudah menginjak 4 bulan. Kolik terjadi karena perut nyeri yang biasanya disebabkan karena bayi banyak menelan udara saat ia sedang minum susu, kolik akan membuat lambung meregang dan juga mengganggu sistem pencernaan. 

Bagaimana cara mengatasi kolik??

Cara mengatasi kolik pada bayi, dengan melakukan pijat lembut pada bayi, gendong selama ia menangis, mandikan dengan air hangat, jangan mengguncang bayi terlalu keras, letakkan bayi pada bouncer, berikan susu untuk menenangkan dan buat bayi menjadi tenang. 

Gejala yang sudah saya ceritakan diatas tadi bisa terjadi juga saat anak sedang tidur. Jika pada saat tidur anak mengalami ini, maka otomatis tidurnya akan terganggu, padahal kan pada saat tidur adalah saat paling baik untuk anak tumbuh dan berkembang dengan optimal juga untuk perkembangan otaknya. 

Tentu saja, sangat dibutukan susu yang dilengkapi dengan formula yang mudah dicerna yang mengandung protein halus serta cocok untuk perut anak yang masih peka. Makanya percayakan pada Enfagrow A+ gentle care, susu pertumbuhan untuk anak 1 - 3 tahun yang didukung dengan teknologi PHP yang produksinya dilakukan di Belanda. Nutrisi penting seperti omega 3 dab 5, kalsium, zat besi, asam folat, vitamin B1, B6 dan B12 sudah lengkap didalamnya. 

Bagaimana??? Sekarang sudah tahu kan apa yang harus dilakukan jika anak kolik, perutnya kembung atau anak susah buang air besar??

Jika Ibu ingin tahu lebih lanjut tentang info mengenai gangguan pencernaan ini bisa langsung ke Digestion Center yah. Atau bisa cek artikel tentang wikipoop untuk mengetahui kondisi pencernaan si kecil. 



Semoga anak - anak kita sehat selalu yah :)



3 comments:

  1. ternyata gangguan pencernaan itu berpengaruh ke tumbuh kembang anak ya mba...

    ReplyDelete
  2. Emang pencernaan anak ini harus diperhatikan betu ya mbak. Kadang anakku sih masalahnya sembelit kalau pas dia lg susah makan sayur. TFS :)

    ReplyDelete
  3. Pernah ngalamin semua pas Vito bayi, nah untuk mengatasi kolik dulu aku juga sama seperti yang dijelasin teh Tian di atas. Makasih sharingnya ya teh.

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)