Monday, 7 November 2016

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang Sempurna

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang SempurnaSemenjak hamil, saya bertekad untuk menjadi seorang ibu yang sempurna untuk anak saya. Apalagi ketika saya melahirkan dan melihat sang bayi, begitu kuat sekali keinginan saya untuk menjadi seorang ibu yang sempurna. 

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang Sempurna

Manusiawi kali yah, kalau saya menginginkan menjadi seorang ibu yang berusaha sempurna. Dan masalahnya adalah tak kan pernah ada manusia yang sempurna di muka bumi ini karena semua kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, iya kan? Apalah saya yang melahirkan diusia muda, 21 tahun. Tentu saja banyak kesalahan dalam mendidik dan membesarkan Marwah. 


Dan akhirnya saya memutuskan untuk BERHENTI BERUSAHA MENJADI IBU YANG SEMPURNA. Saya hanya ingin menjadi seorang ibu yang lebih baik. DAn kenapa saya berhenti menginginkan menjadi ibu yang sempurna, inilah alasannya : 

Karena anak akan berusaha (juga) mencapai kesempurnaan. 

Saya akui, ketika saya berusaha untuk melakukan sesuatu yang sempurna dan kemudian saya pun terobsesi untuk menjadi sempurna, maka otomatis anak saya Marwah akan meniru dan dia pun akan berusaha untuk sebuah kesempurnaan. Dan apa yang terjadi? saya takut jika saya tetap ingin sempurna dan merasa ingin menjadi ibu sempurna, saya takut jika Marwah malah takut melakukan kesalahan dan saya takut anak saya nantinya tidak memiliki harga diri, karena mengejar kesempurnaan. Betapa egoisnya saya jika tetap bersikeras ingin menjadi seorang yang sempurna. 

Jika melakukan suatu kesalahan, bisakah memaafkan diri sendiri? Saya pun sadar, jika saya selalu menginginkan kesempurnaan, maka yang saya pikirkan adalah rasa takut, takut gagal. Bukankah kesalahan bisa dijadikan pelajaran berharga? 

Sekarang, saya hanya ingin menjadi ibu yang bisa membantu Marwah bertumbuh dan berkembang dengan baik. 

Melakukan yang terbaik 

Semenjak saya berhenti berharap dan memiliki keinginan menjadi ibu sempurna, maka saya pun mengatakannya pada Marwah bahwa saya tidak menuntut hal yang sempurna dari dirinya, saya hanya ingin dia melakukan hal yang baik. Tentu saja saya sebagai orang tua yang harus memberinya contoh nyata bukan sekedar kata - kata. Alhamdulillah, Marwah memahami bahwa bukanlah mengejar kesempurnaan namun menjadi yang baik adalah prioritas. 

Tidak ada ibu yang sempurna

Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Saya sadar banget, ketika dulu saya menginginkan menjadi seorang ibu yang sempurna, sesungguhnya saya seperti menginginkan hal yang tidak mungkin. Mungkin saja saya bisa menjadi seorang ibu hebat, tapi tetap saja bukan ibu yang sempurna, setelah saya sadar, saya lebih menikmati setiap kesalahan - kesalahan menjadi seorang ibu. DELAPAN TAHUN lebih saya sudah menjadi seorang ibu dan semua kesalahan - kesalahan yang pernah saya lakukan dijadikan pembelajaran bagi diri saya, alhamdulillah semuanya malah bisa menjadi berkah. 


Berjuang untuk menjadi seorang ibu yang sempurna, membuat saya stress. Bukan hanya saya yang stress namun keluarga saya pun mengalami hal serupa. Karena ketika saya merasa gagal mencapai kesempurnaan itu, saya pasti sedih dan merasa bersalah. Yang ada saya malah sakit, dan keluarga jadi tidak terurus. 


Sekarang, saya hanya ingin melakukan yang terbaik, menjadi ibu yang baik untuk Marwah. Menjadi ibu yang selalu bahagia dan terus mendampingi anak - anak sampai ia bisa menjadi manusia berguna dan cerdas akalnya serta berahlaq mulia. AAMIIN. 




Bandung, 07 Nopember 2016 






27 comments:

  1. Iya bener banget mak, saya kadang masih mikir pingin jadi ibu yg sempurna, tapi malah jadi stres, hahaha. Jadi akhirnya pilih jadi ibu yang terbaik buat dia aja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yang ada saya juga stress sendiri hiks. Hehe aamiin semoga kita bisa menjadi ibu terbaik untuk anak - anak kita ya, aamiin

      Delete
  2. Ih Tian keren. Aku sering banget masih terobsesi sempurna. Fyuh... susah banget naklukin ego. Tapi pelan-pelan, sekarang akhirnya nyerah. Berusaha yang terbaik aja, ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena saya suka stress sendiri dan emosi sendiri teh, jadi ya sudahlah sekarang saya gak ngotot lagi menjadi ibu yang sempurna

      Delete
  3. Untuk menjadi ibu yang bahagia tidak perlu sempurna ya mak, tapi kalau bahagia pasti hidup rasanya sempurna

    ReplyDelete
  4. Iya mak... kesalahan sedikit jadi bikin stress. Kayak kalau ujian sekolah pengin banget dapet 100, eh saking terobsesinya cuma dapet 90 malah nyesel jadi lupa bersyukur. Terima kasih sudah mengingatkan

    ReplyDelete
  5. aku masih pengen sempurna hahaha. cuma sudah berani kalah tidak jadi pemenang :")

    ReplyDelete
  6. Wah usia 21 itu hebat jadi ibu. Sya yg usia 26 aja pas melaahirkan berasa bgt ga sempurna.capek kalo mengejar kesempurnaan. Memang sih ada kalanya ngerasa sedih,kecewa,nggak pede dg diri sendiri. Tapi kalau kita lebih kepada menjalankan peran ibu dg suka cita akan terasa lbh bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting bahagia, semua akan terasa nikmat ya kalau bahagia

      Delete
  7. Dulu begitu,betapa inginnya Jd sempurna tapi setelah menjalaninya ternyata memang sulit untuk sempurna,akhirnya menerima apa adanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, menerima apa adanya memang terasa lega, tapi tetap harus berusaha ya teh

      Delete
  8. Aku nggak mau perfeksionis lagi jadi ibu. Malah stres mbak..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener banget yang ada malah sakit kepala ya

      Delete
  9. Apa cuma gue yang disini terharu? hikhiks semangat mba, pendidikan awal bagi anak itu terletak pada kedua orang tuanya. semoga bisa jadi mom yang sempurna

    ReplyDelete
  10. Aku pernah ngerasa gitu, tapi bukan menuntut lagi ke diri sendiri jadi sempurna yang penting memberikan yang terbaik untuk anak kita. :)

    ReplyDelete
  11. Aku pernah di fase gitu dan malah jadi keras sama diri sendiri dan pengen anak juga sempurna. Ternyata sederhana, cukup bahagia aja da bener ga aada yang sempurna. Semoga bisa jadi yang terbaik juga buat iio

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti semua ibu pernah mengalami fase ini

      Delete
  12. Sama te, yang terpenting bisa menjadi Ibu yang baik buat anak. Dan mendampingin mereka di masa tumbuh kembangnya

    ReplyDelete
  13. Tulisan yang bagus, mba. Menurutku kita boleh idealis tapi harus realistis, sesuaikan aja dengan keadaan hihi. Semangat kita jadi ibu yang baik dengan versi masing-masing :) Salam kenal mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener harus disesuaikan dengan keadaan, salam kenal kembali mbak

      Delete
  14. pasti sudah jadi ibu yang sempurna kok tante
    cuman kadang merasa belom sempurna

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)