Friday, 23 June 2017

Ajarkan Ini Pada Anak Agar Terhindar Dari Bullying

Bullying. Bully ini sudah ada sejak dulu, apalagi sekarang semakin majunya zaman maka pelaku bullying pun semakin banyak. Jangan sampai anak - anak kita menjadi korban ataupun pelaku bullying, aamiin.


Beberapa waktu lalu, saya sempat kepikiran mau masukin neng Marwah kelas karate atau taekwondo supaya neng Marwah bisa bela diri. Itu memang bagus, dan suami pun setuju. Namun jika tujuannya menghindari dan melawan bullying, apa iya? Sekarang bullying tidak hanya pada fisik loh, bullying yang lebih parah ya bullying yang halus itu, langsung ngerusak psikis anak.

Jadi gimana dong ngelindungi anak dari bullying ini? Saya kan gak bisa secara full time menemani anak, apalagi di sekolah. Apakah orang tua harus ajarkan anak untuk menjadi galak supaya tidak dibully? tapi kalau nanti dia malah jadi pelaku bully, gimana? ah dilema sekali. 

Jujur, saya termasuk yang sangat parno dengan kasus bullying ini, saya was - was banget karena takut anak saya menjadi korban bully. Ya namanya juga orang tua, wajar kali ya merasakan seperti ini. 

Terus apa yang harus saya lakukan untuk mencegah terjadinya bullying  pada anak? Ternyata saya harus menumbuh serta melatih keterampilan sosialisasinya. 

  • Memperkenalkan dan menceritakan diri sendiri . Ketika anak mulai masuk pada satu lingkungan baru, sekolah ataupun lingkungan bermain baru. Orang tua harus mengajarkan anak untuk memperkenalkan diri serta menceritakan dirinya sendiri dengan rasa percaya diri. Menceritakan diri tapi enggak berlebihan, dalam porsi yang wajar saja. Neng Marwah dari kecil sudah terbiasa untuk selalu bersikap ramah dan bersalaman kalau memperkenalkan diri pada lingkungan baru, ini tujuannya agar lingkungan baru nya memberikan kesan yang positif. 
  • Senyum dan tatapan mata. Sejak kecil saya membiasakan pada neng Marwah untuk selalu senyum dan menatap mata lawan bicara. Ini mengajarkan anak bahwa orang lain pun perlu dihargai dan diberi perhatian, akan berlaku sebaliknya. 
  • Mendengarkan. Menyenangkan sekali jika kita memiliki teman yang mendengarkan keluh kesah kita dengan baik, iya kan? Nah ajarkan juga pada anak untuk selalu mau mendengarkan temannya, bersabarlah untuk selalu mendengarkan jangan buru - buru ingin bicara. 
  • Tanggapi candaan. Becanda atau humor bisa loh dijadikan alat untuk mencegah sikap bullying. Jadi sebaiknya ajarkan anak becanda juga jangan kaku dan serius mulu, ajari anak juga untuk bersikap cuek dan tenang jika terjadi konfrontasi, ajarkan anak untuk bilang tidak jika temannya meminta atau mengajak hal yang tidak baik. 
  • Empati. Kenalkan anak dengan empati sejak dini, membantu anak untuk terbiasa membantu orang lain, berperilaku baik dan juga menghargai perbedaan antara teman ataupun saudara. Dengan ditanamkan sikap empati sejak kecil akan paham bahwa bullying ini dapat menyakiti orang lain  / pihak lain. 

Mari berdoa agar anak - anak kita tidak menjadi korban ataupun pelaku bullying dan semoga bullying segera sirna dari muka bumi ini, aamiin.





With love,


Tian Lustiana 

2 comments:

  1. Tak mudah untuk menjadi pendengar pada masalah ini, mba :(
    Biasanya sebelum mulaieh kita udah nggak sabar buat komen. Duh, aku harus lebih pintar belajar mendengarkan

    ReplyDelete
  2. Rayna juga sejak SD sampe lulus SMP banyak kena bully. Kadang emosi banget, tapi ya sudahlah, yang penting kasih pengertian aja ke anaknya bahwa bully ga usah dibales bully

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)