Thursday, 10 August 2017

Membentuk Anak Generasi Multitalenta Di Era Milenial Bersama Morinaga

Assalamualaikum, 

Sabtu, 05 Agustus 2017 lalu saya menghadiri sebuah acara Konferensi Ayah Bunda Platinum persembahan Morinaga. Sebuah seminar parenting yang kaya akan nutrisi untuk para orang tua yang kemudian akan diserap dan diterapkan dalam keseharian, dalam pola asuh anak demi mencetak anak yang multitalenta. Wah siapa yang mampu menolak acara sekeren ini? Saya saja sampai mengajukan cuti loh dari kantor, eh kan hari sabtu? iya karena hari sabtu masih hari kerja di kantor saya, hiks. Oalah kok saya jadi malah curhat. 

Sebagai working mom, setiap ada seminar parenting kece gini saya selalu menyempatkan diri untuk ikut serta, menyerap ilmunya dan mencoba menerapkannya pada pola asuh neng Marwah. Apalagi pada Konferensi Ayah bunda Platinum persembahan Morinaga ini narasumbernya adalah orang - orang yang kompeten dibidangnya. Ada DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) adalah seorang dokter spesialis tumbuh kembang anak. Dan ternyata dokter spesialis tumbuh kembang anak dan dokter yang menangani anak sakit biasa itu beda yah, menurut dokter Wawan ( nama sapaan DR,Dr Ahmad Suryawan) hanya ada sekitar 51 orang saja dokter yang menangani spesialis tumbuh kembang anak. Ada juga Bunda Romi sapaan akrab dari Dr. Rose Mini A Prianto, Mpsi seorang psikolog. Acara berlangsung di Harris Hotel Festival City Link Bandung .


Saya seorang working mom, saya juga sama seperti ibu lainnya yang menginginkan anaknya menjadi anak multitalenta. Supaya anak bisa menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapinya, dan tentu masih dengan pengawasan orang tua.


Kalau Neng Marwah minum susu Chil School Rasa Vanilla 


Supaya Neng Marwah menjadi anak yang multitalenta apa yang harus saya kuasai dan harus saya lakukan dalam pola asuhnya? Mari kita belajar bersama dan menjadi orang tua platinum untuk anak multitalenta kita. 


Acara dimoderasi oleh seorang aktor kenamaan, Teuku Zacky yang pada saat itu hadir bersama keluarga tercintanya. 

Mengungkap 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta 

Sesi pertama diisi oleh DR. Dr Ahmad Suryawan SpA(K) atau biasa dipanggil dokter Wawan menjelaskan bahwa dalam masa 1000 hari pertama itu bakalan menjadi sebuah jendela kesempatan atau window of opportunity, karena apa? Karena sebanyak 80 persen kemampuan manusia dibentuk nya ya dalam periode itu. Yang mana dimulai dari pembentukan organ penting seperti jantung, otak dan panca indera. Selama dalam masa kandungan 9 bulan 10 hari. Organ – organ itu akan berfungsi secara sendirinya atau mandiri melalui masa transisi di 6 bulan pertamanya sejak ia lahir. 


Jadi itulah betapa pentingnya 1000 hari pertama perkembangan anak. Dan ada yang disebut dengan 4 Perisai Penting yang dijadikan tameng untuk melindungi tumbuh kembang anak. Selain 4 perisai penting yang akan saya jelaskan berikutnya, dokter Wawan juga menjelaskan bahwa ada kebutuhan mendasar yang harus diberikan pada anak yakni asupan nutrisi harus seimbang dan juga asupan stimulasi melalui pola asuh pun harus seimbang. 


4 Faktor yang dijadikan perisai untuk membentuk anak generasi multitalenta itu adalah : 

Perkembangan Otak 

Tameng yang menjadi andalan dalam membentuk anak generasi multitalenta adalah perkembangan otak. Asupan nutrisi dan stimulasi lah yang menjadi bahan pokok membentuk otak anak. Nutrisi itu memiliki peran membentuk dan juga mematangkan sel otak, sedangkan stimulasi itu bekerja membentuk serta memperkaya jaringan koneksinya. 
Dokter Wawan menjelaskan, asupan nutrisi terbaik untuk anak anak 0 – 6 bulan hanya ASI, itu terbaik sekali. Kemudian setelah anak 6 bulan keatas, damping dengan MPASI atau makanan pendamping asi, ASI masih tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun. Perkembangan otak anak pada tahapan 0 – 2 tahun sebanyak 80 persen, dan 20 persen pada usia 2 tahun keatas. 

Stimulasi mampu memperkaya koneksi sel otak anak, dilakukan dengankegiatan interaktif anak dan orang tua. Mengajak anak berbicara atau berinteraksi lebih sering sudah termasuk menstimulasi anak loh. Apalagi ketika menyusui, ada bonding antara ibu dan anak dan ini juga adalah saat yang tepat memberikan nutrisi serta memberikan stimulasi pada anak. Jadi saat feeding baby harus khusuk ya jangan sampai jalan – jalan. 

Stimulasi ala saya pada neng Marwah adalah dengan melakukan banyak interaksi atau interaktif. Sering berinteraksi dengan anak juga bagus untuk menstimulasi, loh. 

Sistem Ketahanan Tubuh 

Sistem ketahanan tubuh anak sebenarnya sudah ia dapatkan sejak ia dalam kandungan, yakni lewat plasenta sang ibu yang menyalurkan antibody pada anak. Nah setelah anak lahir, anak masih memiliki ketahanan tubuh yang lengkap namun belum mampu bekerja secara mandiri karena masih tergantung pada antibody sang ibu. Supaya sistem ketahanan tubuh anak mandiri adalah dengan vaksinasi atau meng imunisasi anak, kenapa harus imunisasi? Bertujuan agar sistem kekebalan anak terlatih dan bisa mengenali, mengingat dan juga memusnahkan penyakit yang menyerang tubuhnya. Nanti tanggal 14 agustus mendatang Neng Marwah juga bakalan imunisasi rubella di sekolahnya. Karena mengingat imunisasi penting kan jadi harus ikut imunisasi.


Tumbuh Kembang Optimal 

Saya dulu mengartikan tumbuh kembang itu dipisahkan loh, eh ternyata dokter Wawan bilang bahwa istilah tumbuh kembang itu enggak bisa dipisahkan yang mana artinya untuk tumbuh mengacu atau mengarah pada fisik sedangkan kembang itu mengarah pada kemampuan. Jadi, jika fisiknya itu bertumbuh ya otak anak juga harus turut berkembang. Perkembangan otak manusia itu hampir 95 persen dibentuk pada 6 tahun pertama kehidupannya. 


Apa yang harus saya lakukan sebagai seorang ibu agar tumbuh kembang anak saya optimal? 

Pantau perkembangan anak, jika perlu dokumentasikan. Dan saya melakukannya, tumbuh kembang neng Marwah saya catat di blog ini, mulai dari hamil sampai sekarang neng Marwah berusia 9 tahun. Menurut dokter Wawan juga nih memantau perkembangan anak ini penting untuk melihat kualitas pertumbuhan anak, jika terjadi hal yang buruk maka langsung terdeteksi sejak dini, namun kan sebagai orang tua kita berharap anak sehat selalu ya, aamiin. 
 
Foto taken from Teh Efi

Kesehatan Saluran Cerna 

Kesehatan saluran cerna adalah yang paling penting alias yang paling mendasar diantara faktor yang sudah saya jelaskan tadi. Kesehatan saluran cerna diperankan oleh komposisi mikrobiota yang mana pada usia dini itu membentuk sistem imunitas ( faktor ke – 2) dan sangat erat kaitannya dengan pola pertumbuhan fisik ( faktor ke – 3), besar juga pengaruhnya terhadap pembentukan koneksi sirkuit otak anak. Wah jadi ke empat faktor yang menjadi tameng membentuk anak generasi multitalenta ini saling berkaitan satu sama lainnya, hmm amazing banget yah. 


Sebelum dokter Wawan mengakhiri sesi nya ini, beliau mengundang DR. Dr Eddy yang praktek di klinik tumbuh kembang anak RSIA Hermina dan Limijati. Dokter Eddy menambahkan gimana sih caranya agar lingkungan anak itu kaya rangsang? Salah satunya adalah dengan mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang anak. 


Kekuatan Bermain Untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta Di Era Milenial 


Sesi kedua adalah dari bunda Romi yang mana akan menjelaskan sepenting apakah bermain untuk anak. 

Menurut bunda Romi, untuk memberikan stimulasi anak atau melatih daya ingat anak dengan bermain itu enggak perlu mainan atau perkakas mahal, gunakan saja deh yang ada di rumah. Jangan sampai kecerdasan anak yang ada itu kurang stimulasi hanya karena alasan “ga punya alat stimulasi”, sedangkan stimulasi kan sudah dijelaskan ya ga perlu alat atau perkakas mahal. 

Kecerdasan majemuk itu ada delapan, diantaranya: kecerdasan linguistic, matematik, kinestetik, musical, visual spasial, interpersonal, intrapersonal dan natural. Itu saja?

Untuk jelasnya bisa baca artikel : Bekal Masa Depan ChilGO!. Saya pernah menuliskan tentang kecerdasan majemuk disana. 

Tidak loh masih ada kecerdasan moral yang memang kadang sering terlupakan untuk distimulasi. Ada tujuh hal penting yang wajib diperhatikan dalam kecerdasan moral yakni :

1.  Empati , kemampuan untuk memahami perasaan serta pikiran orang lain. contoh anak  mauberbagi mainan atau makanan dengan temannya.
2.   Hati nurani, kemampuan untuk memahami akan kebenaran serta mampu bertindak sesuai dengan kebenaran, contohnya anak jujur dan tidak berbohong meskipun dia yang bersalah.
3.  Kontrol diri,  kemampuan untuk mengendalikan pikiran anak serta tindakan. Contoh perilakuanak yang tidak tantrum atau marah saat keinginan tidak terpenuhi.
4.  Menghargai, adalah kemampuan untuk belajar memperlakukan orang lain dengan baik, contohnya anak yang berterimakasih saat menerima sesuatu, anak yang tidak lupa bilang tolong saat meminta bantuan dan anak yang tak segan meminta maaf saat berbuat salah.
5.   Kebaikan, kemauan dan kemampuan anak untuk memperhatikan kesejahteraan orang lain, contohnya adalah anank yang langsung membantu temannya yang jatuh.
6.   Tenggang rasa, kemampuan anak untuk menerima dan juga menghargai adanya perbedaan, contoh adalah anak tidak akan mengejek kekurangan temannya.
7.  Keadilan, kemampuan anak untuk bersikap terbuka dan adil pada semua. Contohnya anak mau bermain bergantian serta mau mengikuti aturan permainan.



Bunda Romi menuturkan bahwa kebanyakan orang tua itu konsennya pada stimulasi matematik saja, dan saya termasuk kedalam kebanyakan orang tua itu. Padahal anak yang berhasil dan sukses itu adalah mereka yang kecerdasan interpersonalnya terasah dan terstimulasi dengan baik. Kecerdasan visual spasial juga masih dibengkalaikan orang tua padahal kecerdasan visual spasial ini penting supaya anak bisa berpikir kreatif. 


Kecerdasan linguistik juga kadang stimulasinya kurang, karena orang tua suka enggak kasi kesempatan anak buat mengutarakan pendapatnya. Padahal anak juga harus mengutarakan keinginannya dong. Dan saya kok jadi serasa tertampar, karena saya sering banget memaksakan keinginan saya pada Marwah dengan nada yang tinggi, hiks. 

Setiap anak itu memiliki kecerdasan masing – masing yang berbeda, semuanya cerdas tinggal distimulasi aja supaya kecerdasannya berkembang dengan optimal. Stimulasi yang paling gampang dan terbaik adalah dengan menstimulasi anak lewat bermain. 

Bermain itu kaya manfaat jika memang kita sebagai orang tua bisa memilah dan memilih permainan sesuai dengan tahapan perkembangan dan kematangan kognitif anak. 

Jujur, saya termasuk yang menyepelekan aktivitas bermain anak loh, sebelum akhirnya saya tahu bahwa aktivitas bermain ini justru mampu membentuk prestasi anak di masa mendatang. Kemampuan anak dalam bermain ini merupakan indikasi penting untuk pertumbuhan anak agar anak bisa menjadi manusia yang produktif serta mampu beradaptasi pada lingkungannya. Bukan hanya itu dengan bermain anak bisa meningkatkan hubungan emosionalnya juga. 

Sebenernya nih, sejak kapan sih saya harus menerapkan proses bermain ini agar tumbuh kembang anak optimal? 

Sejak 1000 hari pertama anak. 

Karena pada masa keemasan itu momen fisik, intelektual, social dan emosional anak berkembang sangat pesat, maka pada saat ini lah waktu yang tepat untuk mengasah kecerdasan multitalenta anak melalui kegiatan bermain. Bunda Romi menjelaskan nih bagaimana menstimulasi kecerdasan anak dengan maksimal dengan memberikan permainan yang sesuai dengan usianya. 
 
Foto taken from teh Efi


Tak bosan bunda Romi bilang bahwa BERMAIN itu adalah stimulasi terbaik asalkan sesuai dengan tahapan perkembangan dan juga kematangan kognitif anak. Seperti :

Bermain fungsional untuk anak 0  sampai dengan 2 tahun, anak bisa main sederhana hanya dengan melihat mainan yang bergoyang, misalnya beli kerincingan atau beli mainan yang digantung dan bergoyang (duh apa namanya).

Bermain konstruktif untuk anak 2 sampai 3 tahun, anak bisa diajak bermain lego, menyusun lego sampai selesai atau menyusun puzzle.

Bermain peran untuk anak 3 sampai 7 tahun, biasanya saya bermain dokter – dokteran sama neng Marwah, atau bermain kasir – kasir an, kadang juga neng ingin menjadi chef dan menyajikan makanan pada saya, tentu saya harus berpura – pura menjadi konsumennya.

Bermain dengan aturan, untuk anak 7 tahun ke atas, neng Marwah senang bermain petak umpet, monopoli, ular tangga dan permainan lainnya yang sudah ada aturannya dan neng harus mengikuti aturan permainannya dengan baik.

Bunda Romi juga memberikan kita untuk orang tua agar memfasilitasi anak dalam bermain, diantaranya adalah orang tua harus menyesuaikan permainan dengan karakter anak dan perkembangan anak, harus menciptakan suasana yang menyenangkan, memilih mainan yang mampu mengembangkan potensi anak, gunakan bahan yang ada saja,memberikan anak untuk berimajinasi dan kreatifitas anak harus diasah, serta biasakan berdiskusi setelah bermain, apakah anak senang dengan permainan atau tidak.

Hasil test neng Marwah sebelum bermain di morinagamiplayplan.com
Bunda Romi juga menyampaikan agar tidak kehabisan ide langsung saja berselancar ke http://www.morinagamiplayplan.com/ yang menyajikan banyak sekali ide permainan serta bahan bermain untuk anak sesuai dengan usia dan juga mampu menstimulasi kecerdasan multitalenta anak sejak dini.

Alhamdulillah ilmu yang saya serap di Konferensi Ayah Bunda Platinum ini banyak sekali, makasih ya Morinaga. Semoga saya bisa menerapkan pada Neng Marwah, semoga Neng Marwah menjadi anak yang cerdas ya nak, aamiin. 


Teman – teman ada yang tau program #SiapCerdaskanBangsa? Ituloh program CSR dari Morinaga


Jadi Morinaga Platinum mengajak para orang tua untuk membantu mewujudkan impian anak Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi, dengan bergabung dalam gerakan #SiapcerdaskanBangsa , ada donasi sebesar 10 ribu untuk setiap pembelian Morinaga Chil Kid Platinum Moricare + Prodiges  800 gr. Nah semua donasi yang sudah terkumpul akan disalurkan melalui lembara ASA ( Act, Serve, Aspire) untuk rehabilitasi sekolah – sekolah di Indonesia.

Wah keren banget yaa programnya, mari cerdaskan bangsa bersama !


 With Love,


Tian Lustiana 


14 comments:

  1. alhamdulilah bisa hadir di acara keren ini materinya warbiyasah PR banget buat aku teh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, materinya keren ya dan berguna banget untuk kita. Sama aku juga jadi banyak PR dalam mengasuh dan mengembangkan kecerdasan anak

      Delete
  2. ya, anak memang buth nutrisi yang bagus dan asupan dari luar sangat penting ya buat tambahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali, asupan nutrisi anak harus diperhatikan ya plus stimulasi juga.

      Delete
  3. Merasa beruntung banget deh bisa dtg kesini. Ulasannya lengkap teh, bermanfaat buat saya yg agak2 kelewat gara2 ngejerin khalif kmana2, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau bermanfaat, hehe. Iya beruntung banget ya kita bisa menyerap ilmu keren ini.

      Delete
  4. wah keren sekali Marwah foto-fotonya, calon model kayaknya hahahaa saya beruntung banget teh bisa ikutan, ngerasa dibekelin banyak ilmu :)

    http://www.dajourneys.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha itu difoto ibunya memaksa wkwk anaknya sebenernya ga mau difoto, hihi. Iya beruntung banget ya ci Win kita bisa menyerap ilmu parenting keren

      Delete
  5. Wah neng Marwah mah sudah komplit. Cantik, cerdas, solehah 😍😄

    ReplyDelete
  6. Jadi ortu harus terus belajar ya Teh, termasuk dari seminar seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali teh Mita,alhamdulillah yah!

      Delete
  7. keren juga acaranya disana gak hanya anak anak yang belajar dan bermain tetapi orangtua juga dapat belajar sesuatu

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)