Monday, 21 August 2017

Tentang Gaya Pertemanan Di Sekeliling Anak

Assalamualaikum, 

Neng Marwah sekarang udah kelas 3, alhamdulillah yaa time flies so fast. Rasanya baru aja kemarin deh ibu anterin neng kelas 1 eh sekarang udah kelas 3 lagi. Seiring bertumbuhnya neng Awah yang bukan hanya tumbuh tinggi saja namun tumbuh secara emosional juga. Termasuk tumbuh kembang sosialisasi neng dengan kawan - kawannya. 

Nah pada tahun lalu pas neng kelas 2, neng kan suka curhat nih sama ibu tentang teman - temannya yang begini dan begitu, setiap hari berubah  - ubah apa yang dicurhatinnya.  

Ibu sampe pusing loh kadang, tapi ya namanya juga ibu sepusing apapun kalau anaknya curhat pasti bakalan dikasi nasihat dan saran dong untuk mengatasinya, iya kan? 

Setiap anak itu karakternya berbeda tentu saja gaya bertemannya pun berbeda dong, nah untuk mengetahui gaya berteman apa sih anak kita atau bagaimana sih cara menghadapi teman - teman anak, saya punya tips yang insya allah menjadikan anak kita supel dalam bersosialisasi karena anak sudah paham bagaimana cara mengatasi karakter temannya. 

Teman yang suka mengganggu 

Ada loh anak yang kadang iseng suka gangguin temennya. Seperti cerita neng beberapa waktu lalu bahwa ada temannya yang suka mengganggu dia dan teman lainnya. Kadang kalau diobrolin sama orang tuanya yakin deh orang tuanya bilang " ah namanya juga anak - anak, udah biasa saling ganggu" Gitu kali yah. Tapi kok ibu rasanya kurang suka ya sama yang suka bilang " namanya juga anak - anak". Pernyataan itu hanya sekedar pembelaan yang dilakukan orang tua untuk anaknya, maaf sekali bahwa mengatakan "namanya juga anak - anak" bukanlah solusi untuk menghadapi anak yang suka mengganggu. 

Semua anak emang berpotensi untuk mengganggu teman lainnya, termasuk anak saya loh. Marwah juga pasti deh pernah mengganggu temannya. Kalau saya sih menjelaskan pada neng bahwa jika ia diganggu pasti ga akan suka, jadi sama dengan temannya jika teman lain diganggu juga enggak akan suka. Kita semua tidak suka diganggu! intinya seperti itu, dan neng pun mulai ngerti dan paham dengan istilah "jangan mencubit kalau enggak mau dicubit".


Teman yang selalu sok keren 

Anak - anak jaman sekarang mah udah keren dari kecil. Mulai dari sepatu sampai tas juga udah pada ngerti brand terkenal deh kayaknya. Kadang ada loh anak sekolah dasar yang harus menggunakan tas dan keperluan sekolah lainnya merk Smiggle, wew kan merk smiggle kan mahal (buat saya sih mahal). Dan brand ternama lainnya. Neng pernah minta dibelikan kerudung dengan brand tertentu alasannya karena temen yang lain juga memakai kerudung yang sama. Sebenernya sih gampang aja beli kerudung namun kadang masa iya semua keinginannya harus saya kasi hanya karena biar sama kerennya dengan teman lain. Saya sih kasi pengertian sama neng bahwa saya enggak akan membelikan apa yang ia mau hanya karena ingin sama kerennya dengan teman. Saya beri pengertian yang bisa ia mengerti bahwa engga baik menirukan orang lain dengan sangat berlebihan, jadi setiap orang itu punya style nya sendiri jadi ga mesti ikut - ikut an.


Teman yang suka "meninggalkannya" 

Neng pernah cerita kalau dia pernah dijauhi sama temen - temennya, tapi gak berlangsung lama sih beberapa hari kemudian udah baikan. Tapi kok saya suka sebel nih sama anak yang suka kasi komando ke anak lain untuk menjauhi anak lainnya, gemes deh.

Saya hanya bisa menarik nafas dan bilang sama neng untuk tidak melakukan atau membalas dengan hal yang sama, karena ketika ditinggalkan teman atau sahabat itu sakit hati. Saya selalu pantau terus jika neng berteman dengan anank tipe ini, karena saya juga enggak nyuruh neng untuk menjauhi anak dengan tipe bossy gini.

Well, saya sebagai orang tua ya harus lebih ekstra aja ngobrol sama neng, apalagi neng sekarang udah 9 tahun sebentar lagi akan beranjak remaja jadi saya harus ektra pengawasan sama teman - teman neng Marwah.

Kalau menurut teman - teman gimana, perlu ga sih kita mengawasi teman - teman anak?? Sharing yuk ! ☺❤




Cheers,



Ibu 


 



1 comment:

  1. Buat saya penting banget untuk tau pertemanan anak. Biar tau mana teman yang asik dan enggak. Sekalian kasih tau ke anak juga bagaimana berteman yang baik

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)