Post Top Ad

Friday, 13 December 2013

Friday, December 13, 2013

jangan membandingkan anak!!!!

ALHAMDULILLAH JUARA
"Duh Marwah badannya gede yaaa, kalau anakku mah kecil padahal seumuran yaaa". celoteh seorang ibu yang sebenarnya mengganggu perasaan anaknya lho bu. 
"Duh anak saya malas banget niih , tuh liat anak itu mah rajin banget lesnya." Gak sengaja denger ibu - ibu yang antar anaknya les.  
Wah padahal dalam hati saya pun suka kadang terbesit kayak gitu, kok Marwah males yah les nya, padahal anak lain oke - oke aja, namun siiih yaa aku kadang suka langsung sadar aja, Marwah adalah Marwah bukan orang lain.
 
Karena aktifitas Marwah akan semakin banyak deh nanti pas dia mulai masuk SD tahun depan. Sekarang saja baru TK sudah lumayan sibuk, sekolah jam 7.30 pulang jam 11.00.. hari senin dan kamis dilanjut les calistung. Duh kasian ya anakku, namun itu semua demi masa depan mu juga sayang, ga usah males - males yaa cantik. semangaaat yaaa sayang...

neng marwah bersama kaka nasywa



Marwah bersama sarah
Marwah itu anaknya moody, ketika dia memiliki mood baik utk belajar , maka akan segera dia belajar dengan tekun,namun bila mood malasnya datang, langsung saja STOPPPP belajarnya dengan seribu macam alasan, dan ibu hanya bisa menghela nafas ,, Huuuuuh. karena marwah tidak bisa ibu rayu lagi atau ibu bujuk lagi deh kalau sudah badmood atau bosen. Ibu selalu mengikuti apa yang marwah mau bukan berarti manjain yah,namun ibu cuman mencoba memahami dulu,sebelum ibu bertindak dan mengantisipasi marwah yang moody ini. 

Memang pada dasarnya sifat manusia ini terkesan unik, berlaku untuk anak juga. Mereka memiliki sikap dan karakter yang unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi tiap anak itu memiliki ciri khas tersendiri, ga bisa lah kita bandingkan anak kita dengan anak orang lain, yang jelas - jelas berbeda. 

Ibu pun tidak pernah membandingkan perkembangan Marwah dengan perkembangan anak lain, karena ibu tahu setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri,semua ibu menganggap anaknya lah yang terhebat dan ibu pun begitu, buat ibu Marwah lah yang terbaik, jadi tidak bisa kan kita membandingkan anak kita dengan anak lain?? karena dimata semua orang tua anaknya lah yang paling baik dan menganggap yang terbaik. Membanggakan anak kita didepan orang tua lain adalah dengan tidak langsung kita membandingkan anak kita dengan anak mereka .

Membandingkan anak juga akan berakibat buruk pada anak, anak akan tidak memiliki pendirian dan terkesan ragu - ragu. Dengan membandingkan anak itu berarti orang tua tidak melihat sosok anak secara utuh. Seharusnya itu orang tua menggali potensi anak dan selalu memberikan suport semaksimal mungkin supaya anak merasa nyaman. Jika anda mau membandingkan maka bandingkanlah dengan kemampuan diri anak sendiri. Kita saja orang dewasa ga suka kan kalau dibandingkan dengan orang lain. iya kan???

Menjaga perasaan buah hati kita adalah cara yang paling mudah daripada kita harus mengobati hati dan perasaan mereka yang terluka.*cieeeh bahasanya*,, tapi bener lho, anak dibandingkan itu secara tidak langsung mau bilang kalau anak tidak sebaik anak orang lain. atau sebaliknya....

Hilangkan yuk membandingkan anak,, mulai sekarang kita gali potensi anak semaksimal mungkin.... 


Ibu sayang sekali sama Marwah,,,

peluk cium dari ibu....

Bandung , Desember 2013











Tuesday, 10 December 2013

Tuesday, December 10, 2013

Catatan kecil untuk marwah : Gaya belajar


diambil dari sini gambarnya
Marwah sekarang sudah 5 tahun, 5 bulan , 2 minggu  , 5 hari. Hmmm  udah besar yaa anak ibu. Semenjak masuk TK B , neng marwah lumayan kemandiriannya lebih baik lagi, hmm memang sih, dari umur 3 tahun kan neng sudah terbiasa ditinggal ayah ibu , karena ayah ibu bekerja. Dan Alhamdulillah neng ga pernah rewel dan cengeng ketika ayah dan ibu kerja, makasih ya sayang, itu adalah kado terindah untuk ibu sepanjang masa.
Mungkin karena terbiasa ditinggal ayah dan ibu, jadi neng marwah itu mandiri dan sangat mandiri, terlihat ketika pertama sekolah masuk TK B , neng langsung ceria dan mau ibu tinggal tanpa tangisan sedikitpun, dan itulah yang membuat ibu bahagia dan tenang sekali saat ibu bekerja juga.
Apalagi sekarang, kan bentar lagi mau masuk SD kan? Semakin mandiri aja pastinya anak ibu. Alhamdulillah , ibu tidak pernah berhenti bersyukur deh sama Alloh Swt atas karunia yang Alloh berikan untuk ibu. Karunia terindah yang pernah ayah dan ibu miliki. Terimakasih ya Rabb… ijinkan aku terus menjaga titipan MU ini dan mudahkanlah semua urusan hamba dalam membesarkan titipanMU..aamiin
Oiya ibu mau cerita tentang gaya belajar neng marwah yang hmmm harus segera ibu rubah deh,, peer besar sebenarnya untuk ibu, , dan mungkin ibu lainnya juga memiliki anak yang gaya belajarnya seperi neng, makanya mau ibu share di blog ini, siapa tahu bisa saling melengkapi dan sharing kan? *kedip – kedip*..
Anak saya Marwah itu adalah anak yang kinestetik namun terkadang visual juga, Marwah yang kinestetik ini nyaris tak pernah mau diam saat belajar sekalipun, sesekali tangannya bergerilya dengan cepat ketika dia menulis atau membaca, selalu gerakan badan, tangan , kaki beriringan selalu, tak pernah berhenti. Makanya anak kinestetik ini banyak diartikan nakal, padahal anak kinestetik ini bukanlah anak nakal, mereka hanya butuh banyak gerak untuk meng-eksplor apa yang dia mau dan ingin ia sampaikan, dan saya tekankan sekali lagi yaa anak kinestetik bukanlah anak nakal.
Sebutan anak nakal seringkali ditujukan pada anak – anak yang perilakunya dianggap mengganggu temannya. Padahal pada kondisi tersebut , adalah proses atau bagian dari perkembangan emosi anak, atau bisa jadi memang karakter dan gaya belajarnya yang membutuhkan banyak bergerak. 



Sebenarnya Marwah bukan kinestetik sejati , dia masih bisa bergerak dalam batas wajar dan tahu saat mana dia boleh bergerak lebih dan saat mana dia harus duduk manis, walaupun memang agak susah sekali untuk dilihat sisi diamnya. Namun terkadang marwah disaat belajar tidak pernah mau duduk manis dalam waktu lama , kalau dirumah disuruh belajar pasti saja ia keluar dari kursi atau tempat belajarnya sesekali, bahkan berlari kesana kemari, padahal marwah sedang belajar, untuk beberapa orang mungkin mengartikan nakal. Padahal anakku bukan anak nakal , tetapi memang marwah memiliki kecerdasan kinestetik. Yaitu kecerdasan yang banyak melibatkan aktifitas fisik. Marwah belajar dengan nyaman ketika proses pembelajaran dilakukan dg berjalan,berlari,bertepuk,dan sebagainya. Namun untuk kondisi marwah, saya bisa artikan dia memiliki gaya dan karakter belajar KINESTETIK dan VISUAL .
Marwah belajar dengan banyak bergerak , dan cepat memahami sesuatu dengan melihat. Jadi memang marwah termasuk anak kinestetik dan visual.
Jadi memanglah orang tua yang harus bisa melihat karakter atau gaya belajar anak, agar bisa mengarahkan anak dengan sebaik-baiknya . bukankah begitu???....
Marwah belajar dengan cara melihat
Melirik keatas bila bicara , bebicara cepat .Bagi anak yang memiliki gaya belajar visual ini, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan, dalam hal ini metode yang digunakan seharusnya lebih baik dititik beratkan pada pada peragaan/media. Anak yang memiliki gaya belajar visual ini harus melihat gaya atau air muka gurunya ketika guru mengajarkan pelajaran. Cenderung duduk didepan agar bisa melihat dengan jelas ,
Adapun strategi yang bisa digunakan untuk anak visual adalah:
  • Menggunakan materi visual , seperti diagram,peta dan gambar-  gambar
  • Gunakan warna untuk meng hi lite hal – hal yang penting
  • Saya selalu mengajak marwah membaca buku – buku yang kaya ilustrasi
  • Marwah senang belajar dengan multimedia, seperti computer,tablet.
  • Mengajak marwah mengilustrasikan ide nya dengan gambar . 

Marwah belajar dengan bergerak,bekerja dan menyentuh

Marwah sering banyak bergerak , ingin menyentuh dan selalu penasaran ingin melakukan sesuatu. Marwah juga sulit untuk duduk manis , karena keinginan eksplorasi yang sangat kuat sehingga mungkin mendorong marwah untuk selalu bergerak. Maka ia belajar dengan gerak dan sentuhan.
Strateginya adalah:
  • Jangan paksa anak utk belajar berjam – jam * wah marwah belajar lebih dari 10 menit saja dia sudah bosan*
  • Ajak anak untuk mengeksplorasi lingkungannya.
  • Sesekali mengijinkan mengunyah permen karet saat belajar
  • Jika dalam keadaan memungkinkan, boleh saja anak belajar sambil mendengar music

Gaya belajar memang dapat menentukan prestasi belajar anak, jika diberikan sesuai dengan gaya belajarnya . setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda – beda tentunya. Kenalilah karakter dan gaya belajar anak anda .

 
pinjam gambar dari sini
Apapun gaya belajar neng marwah , akan selalu ibu gali dan ibu cari tahu semuanya ,,, karena betapa besar cinta dan sayang yang ibu miliki,,, semua itu ibu lakukan dengan ikhlas.

Sampai disini dulu yaa sayang… mudah2an cerita ibu tentang gaya belajar nya neng marwah bisa bermanfaat untuk orang banyak yaaa 











Tuesday, December 10, 2013

cerita kecil untuk Marwah : " Cuti Les CALISTUNG "

Dear Marwah ,,,  


Dari bulan Oktober 2013 , ibu masukin ade les calistung , dengan harapan ade bisa segera belajar tulis dan membaca agar tahun depan bisa masuk SD, aamiin. Usia ade Marwah pas masuk TK B itu 5 Tahun 1 Bulan , jadi masih terhitung masih muda sekali ya, rata2 anak lain berusia 5 Tahun 6 bulan , namun walaupun demikian ibu yakin ade Marwah bisa ngikutin yaa, karena ibu bekerja dan kuliah jadi ibu masukin ade ke les calistung. Mudah2an ade marwah cepat ya bisa menulis dan membacanya. 

Dari bulan oktober - November 2013 , ternyata rentang waktu itu ade udah mulai bosan les , gapapa sih , ibu tidak terlalu push ade buat fokus les , namun ibu tetep ibu bimbing ade selalu yah dan ibu harap ade marwah bisa selalu kerja sama dengan ibu yaa. Ibu yakin ade bisa masuk SD diusia 6 tahun, mudah2an Alloh mendengarkan doa ibu ya sayang. aamiin 

Oiya ,, ibu lupa cerita , kalau tullisan ade marwah itu terlalu besar lho , nanti coba dikecilin lagi ya sayang , gausah gede -gede gitu yaaa, so far tulisan ade udah bagus koq . Terus kalau mengeja juga sudah lumayan bisa sedikit :) ibu bangga sekali . Apalagi kalau berhitung , lumayan sudah bisa menyelesaikan soal tambah dengan cepat. i'm proud of you daughter... * hug and kiss * 



Bulan Desember 2013 ini , les nya ibu cutiin dulu deh, biar ade marwah bisa istirahat , namun tetap harus belajar yaa dirumah , alhamdulillah sekarang ibu sepulang kantor sudah tidak kuliah lagi * sedang nyusun skripsi * jadi ibu bisa membantu ade marwah belajar ya sayang. Ibu yakin ade Marwah akan menjadi anak hebat sesuai dengan keinginan dan harapan ibu yaah... belajar yang rajin ya sayang... 

Nanti bulan januari 2014 mulai lagi lesnya ya sayang... ga usah pake males lagi yaa.. janji sama ibu yah cantik ...

Monday, 9 December 2013

Monday, December 09, 2013

anak dan tontonan Zaman sekarang

Bila diperhatikan , tontonan anak - anak masa kini sangatlah sangat terbatas. Kebanyakan tontonan yang sebenarnya harus ditonton oleh orang dewasa dan bukan anak - anak. Namun kebanyakan anak - anak malah keasyikan ya nonton tontonan dewasa... Hmmm bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi situasi horor seperti ini??? yah saya bilang sih ini situasi yang horor, karena kebayang deh anak balita yang lucu2 itu harus melihat adegan2 yang tidak pantas,lantas pengaruhnya terhadap perkembangan karakter sang anak? Saya sebenarnya sangat khawatir sekali tentang fenomena ini, apalagi anak saya yang berumur 5 tahun ini tidak selalu dibawah perhatian saya, saya seorang ibu yang kerja juga. Jadi ketakutan saya semakin menggebu nih. 

Bayangkan saja , sekarang anak bisa belajar membantah orang tua dari tayangan televisi, anak bisa melakukan tindakan yang tidak pernah diajarkan orang tuanya hanya dari menonton televisi saja. Duh koq rasanya aku sedih sekali yah... Hiks hiks . Banyak kejahatan2 yang pelakunya adalah anak. Yah bukan tidak mungkin mereka belajar dari apa yang mereka lihat kan? kemungkinan kecil mereka melihat perilaku orang sekitarnya namun kemungkinan besar mereka belajar dari apa yang mereka tonton. Orang tua harus selalu memantau anak selama ia menonton acara televisi, lalu bagaimana dengan orang tua yang sibuk, yang bekerja dan hanya bisa menemani anak dalam waktu tertentu saja????

Sebagai ibu yang selalu sibuk dan hanya memiliki waktu tertentu saja bersama anak , ternyata tetap bisa lho mengawasi dan mengendalikan perilaku anak karena tontonan nya itu. 


1. Beri pengertian tentang  media ( televisi , radio , majalah etc )

Anak seharusnya diberikan pengertian fungsi dari media , entah itu media cetak atau media televisi yang biasa dia tonton, media itu adalah untuk menyampaikan suatu informasi, nah katakanlah kalau tidak semua informasi yang keluar dari media itu merupakan informasi yang baik atau positif. Jadi jika informasi yang disampaikan itu baik maka patut ditiru dan sebaliknya jika informasinya kurang baik atau bahkan buruk maka sarankan anak untuk tidak menirunya , dan kita harus rajin mempertanyakan apa yang dia tonton dan dia cerna . Berikan contoh nyata malah lebih baik . 

2.Selalu mengawasi tontonan anak 

Bukan hanya memberikan pengertian serta penjelasan terhadap anak, namun pengawasan orang tua sangat perlu sekali untuk anak . Awasi dan pelajari apa yang anak tonton, dengar dan lihat, serta tanyakan kepada anak apa yang ia cerna setelah ia menonton acara tersebut. Jika anak mulai mencerna yang tidak baik, maka tugas kita adalah mengarahkan dengan sebaik - baik nya dan tentu saja penggunaan bahasa yang harus kita sesuaikan. 

3. Memberikan jadwal menonton

Anak memang butuh hiburan juga, namun sebagai orang tua, haruslah kita yang cermat membuat jadwal yang layak anak tonton, jangan biarkan anak menonton acara orang dewasa sebelum waktunya. jadi pelajarilah jadwalnya dulu sebelum anda mengatur jadwal untuk anak anda. 

Semakin hari , tayangan yang kurang bermutu malah semakin banyak dan semakin menjamur saja . Tidak mungkin kita demo pada stasiun televisi agar tayangan yang negatif dihapuskan kan? Nah sebagai orang tua cerdas, maka berawal dari kita terlebih dahulu untuk memberikan pengertian terhadap anak ..
Monday, December 09, 2013

marwah si body smart



Ada beberapa macam kecerdasan, diantaranya kecerdasan kinestetik, saya ingin bahas masalah kecerdasan kinestetik, karena anak saya Marwah adalah kinestetik. Sebenernya apa sih kecerdasan kinestetik itu?… yiuuuk dibaca yaa … mudah2an bermanfaat yaa…
Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang berhubungan dengan anggota tubuh. Tentunya anak kinestetik lebih senang bergerak dan kerap kali tidak mau diam. Kelebihan dari anak kinestetik adalah cepat menghafal dengan olah tubuh,maka dari itu gaya belajar anak kinestetik sebaiknya selalu dikaitkan dengan olah tubuh / gerak tubuh.

Misalnya ketika ingin mengajarkan Marwah tentang sesuatu, maka saya harus jelaskan sambil menngerakkan anggota tubuh agar dia faham, contohnya: Saya ingin memberikan penjelasan tentang hujan maka saya dengan peraga olah tubuh bisa mengantarkan tujuan kepada Marwah tentang hujan. Jadi apa yang mau kita jelaskan pada anak harus detil dan usahakan dengan gerak tubuh agar dia bisa mengingatnya terus.
Kelemahan anak kinestetik adalah tidak mau diam, bahkan nyaris tidak bisa diam.  Marwah tidak bisa diam dalam jangka waktu lama, inginnya terus bergerak. Namun anak kinestetik juga tenang dan tidak selalu membuat rusuh. Kecerdasan kinestetik ini bukan gangguan, namun kecerdasan jenis ini adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri. jadi kinestetik ini bukanlah kekurangan.
Semua orang memiliki kecerdasan kinestetik dengan level yang berbeda, ada yg lebih dominan,namun ada juga yang kecerdasan fisiknya tidak lebih unggul dibanding kecerdasan lainnya.
Aku selalu memanggil marwah dengan si body smart karena walaupun lincah dan hyperaktif,Marwah tetap bisa kontak langsung dengan lingkungannya, dan selalu memiliki kontribusi dengan lingkungan sekitarnya. Marwah yang selalu tidak mau diam, tetap bergerak aktif saat ia duduk sekalipun.
jadi sebagai orang tua, harus memahami dengan sungguh sungguh si anak kinestetik ini,,, fahami dan arahkan anak sesuai dengan kecerdasannya masing2… setiap anak memiliki kelebihan tersendiri…..

Saturday, 30 November 2013