Wednesday, 27 February 2013

KETIKA MARWAH BELAJAR BAHASA INGGRIS




Bahasa inggris merupakan bahasa yang cukup penting di jaman sekarang ini deh menurut aku. Walaupun masih kecil namun pengenalan bahasa inggris menurut saya penting sih,karena skr hampir semua sekolah ada pellajaran bahasa inggris deh, cek aja di TK juga udah mulai ada,maka dari itu saya pengen menerapkan pengenalan dasar untuk anakku niih,,,tapi sangat menakjubkan sekali,anakku Marwah usia 4 Y 8 M dia sudah mulai terbiasa mendengar dan bahkan bicara dengan bahasa inggris,padahal di rumah kami tidak pernah memberikan pelajaran bahasa inggris padanya,dan aku berfikir mungkin ini fase selfstudy Marwah melalui DVD princess yang aku berikan padanya.

Saya membaca beberapa artikel tentang bagaimana cara tepat memberikan pengajaran dan pemahaman pada anak dan membuat anak enjoy dan menikmati,karena kalau dia senang dan enjoy otomatis kita kasi dia materi pasti akan cepat diserapnya :) 
Cobain deh tips and triknya,,cek it out mommy ,, lets learn fun with our kids:


1. Listening ( Mendengar)
Selain mendengar kita berbicara anak juga bisa belajar mendengar dengan cara dibacakan buku cerita dalam bahasa Inggris (silahkan lihat daftar perpustakaan digital yang ada disisi sebelah kanan blog ini), mendengar nyanyian sederhana seperti Nursery Rhyme ataupun dengan menonton TV dan VCD berbahasa Inggris. Tapi untuk awal pilih yang kata-katanya sedikit dan sederhana.

2. Speaking ( Berbicara )
Setelah anak sering mendengar dalam bahasa Inggris, anak bisa di didorong untuk berbicara dalam kalimat-kalimat sederhana. Saya awalnya punya kesulitan untuk mengajak anak mau berbicara dalam bahasa inggris. Sampai akhirnya saya menemukan Genki English website belajar bahasa Inggris as Second Language untuk anak-anak. Situs ini berisi berbagai percakapan sederhana yang diubah dengan menjadi lagu dengan ilustrasi yang lucu dan menarik. Sehingga anak menjadi familiar dan mau mencoba berbicara.

Sekarang saya menerapkan waktu 30 menit sehari sebagai waktu keluarga untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Layaknya anak usia tahun baru memulai bicara, Marwahjuga memulai berbicara dalam bahasa inggris hanya dengan satu kata misalkan Doll (Boneka) ketika ingin mainan bonekanya, Sekarang dia sudah bisa berbicara dalam kalimat pendek seperti i want doll.

3. Reading ( Membaca)
Ada 2 metode umum mengajarkan anak belajar membaca dalam bahasa Inggris yaitu Whole Language Approach dan Phonic.

Whole Language Approach adalah suatu metode belajar membaca dengan menjadikan bahasa sebagai satu kesatuan tidak terpisah-pisah. Belajar membacanya juga sesuai dengan konteksnya. Metode ini lebih menekankan pada arti suatu kata. Contohnya ketika melihat kata cat (kucing) anak langsung diberitahu bahwa itu bacanya "ket" dan itu artinya kucing. Biasanya anak belajar membaca dengan sistem mengingat (memorize) kata yang sudah pernah disebutkan. Kelebihan metode ini adalah anak lebih cepat bisa membaca tapi akan kesulitan ketika harus menuliskan kata yang dimaksud terutama kata-kata yang cukup panjang.

Phonic adalah suatu metode belajar membaca melalui bunyi huruf dengan cara mengejanya satu persatu misalkan saja cat (kucing) berarti dibaca Keh-e-teh menjadi "ket". Setiap kata diurai menjadi huruf-huruf. Karena belajar melalui mengeja maka anak memerlukan waktu lebih lama untuk bisa membaca. Tapi kelebihannya anak lebih mudah ketika harus menuliskan kata yang dia dengar. Apabila anda ingin mengajarkan membaca dengan metode Phonic anda bisa berkunjung ke sini.

Untuk memudahkan anak belajar membaca sebaiknya pilih buku-buku yang sesuai dengan tingkatannya. Misalkan anak yang baru mulai membaca pilih buku-buku yang hanya terdiri dari satu kata misalkan halaman pertama ada gambar buah apel dan dibawahnya ada tulisan This is Apple. Setelah itu bisa dicoba dengan kata yang lain misalkan I like banana. Anda bisa membuat sendiri buku-buku seperti itu atau mendapatkannya melalui Reading A to Z.

3. Writing ( Membaca )
Ini adalah tahapan yang paling sulit dalam belajar bahasa Inggris karena ada banyak aturan yang harus dipatuhi. Biasanya orang Indonesia pasti akan kesulitan untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Sebenarnya bukan karena tidak bisa melainkan karena takut salah. Padahal kalaupun kita salah mengucapkan susunan beberapa kalimat ataupun salah tata bahasanya lawan bicara kita pasti akan mengerti. Tapi lain halnya dengan menulis, ketika kita melakukan banyak sekali kesalahan tata bahasa dan cara pengejaan bisa jadi orang yang membaca tulisan kita tidak mengerti apa yang kita tuliskan.

Karena ini relatif sulit, maka menurut hemat saya menulis menjadi tahapan terakhir. Jangan terburu-buru mengajarkan grammar atau menulis jika anak belum menguasai 3 tahap sebelumnya. Untuk mengajarkan Grammar sebaiknya dilakukan secara implisit melalui buku yang berisi kalimat-kalimat yang berpola sama. Misalkan saja apabila halaman pertama berisi kalimat past tense maka halaman-halaman berikutnya juga berpola past tense. Sehingga setelah beberapa kali pengulangan anak bisa mendapatkan gambaran kapan kalimat bentuk past tense itu digunakan.

Jika anak diajarkan grammar secara eksplisit yaitu melalui dengan penjelasan panjang lebar mengenai past tense lengkap dengan rumus yang harus dihapal maka anak akan kebingungan dan akhirnya malah merasa takut untuk menulis. Seperti juga ketika berbicara anak sebaiknya memulai dengan menulis satu kata, kemudian satu kalimat pendek, lalu satu kalimat panjang, terus satu paragraph dan seterusnya. Mungkin nanti tanpa anda sadari tiba-tiba anak sudah bisa menulis satu buku dalam bahasa Inggris.

Nah silahkan mencoba mommy,,pasti saya yakin semua mommy dimanapun menginginkan anak yang hebat kan, nah salah satu kehebatan anak termasuk pandai berbahasa inggris,,aku bangga sekali sama Marwah deh dia bisa bahasa inggris yaah walau cuman sepatah dua patah kata tapi membuat aku bangga,,love you my lil princess


#anakkuadalahhartapalingberharga#
Share:
Read More

Monday, 25 February 2013

JANGAN PUKUL ANAK


Sebagian orang tua masih rajin menerapkan hukuman fisik bila anaknya melakukan kesalahan. Orang tua berdalih, dengan memberikan hukuman fisik, seperti menampar-memukul, adalah sesuatu yang wajar agar si anak menjadi penurut, tidak bandel, dan tentunya ingin si anak kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Dibenarkankah mendidik anak dengan kekerasan fisik?

Menurut sosiolog Prof. Murray Straus, makin tinggi persentase orang tua member hukuman fisik kepada anaknya, maka semakin rendah IQ si anak. Bahkan semakin sering orang tua memukul si anak akan membuat perkembangan mental si anak akan menjadi lambat. Si anak yang sering mendapat perlakuan kasar maupun keras oleh orang tuanya akan membuat si anak minder, tidak mau bergaul dengan teman sebayanya, maunya mengurung diri atau bermain sendiri di kamar.

Psikolog Dr. Rahli Briggs dari New York mengatakan, berdisiplin merupakan kesempatan baik untuk mengajarkan sesuatu kepada anak. Tetapi bila orang tua memukul, maka dia akan mengajari anak bahwa dengan cara kekerasan itu akan menyelesaikan masalah atau untuk menangani suatu situasi. Jangan sampai budaya kekerasan diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.

Memilih metoda lain dalam menerapkan kedisiplinan, maka orang tua mengajarkan si anak ketrampilan kognitif, pengendalian diri, sebab-akibat, dan logika berpikir. Dalam hasil studi menunjukkan bahwa stres mengubah arsitektur otak anak dan merusak saraf tertentu. Jadi, kalau orang tua tahunya hanya memukul, maka itu sama saja dia tidak mengajarkan apa-apa tentang kebaikan. Dari sekarang, bila hendak mengajarkan anak, jadikan dia sebagai teman kita. Jauhkan segala sesuatu yang bersifat kekerasan. Dengan penuh kasih sayang dalam mengajar anak-anak, maka kita telah menciptakan budaya senyum tanpa kekerasan dalam rumah tangga.
Share:
Read More

AKHIRNYA NENG MARWAH BISA MANDI AIR DINGIN

Usia Marwah sekarang 4tahun 8bulan,dan per hari kemarin Minggu 24 Februari 2013,dia bisa mandi dengan air dingin. SImple memang sih,tapi buat aku besar sekali artinya. Buat aku hebat deh anakku udah full mandi air dingin nih meski di awali dengan susah payah merayu dia untuk mandi dengan air dingin. 
Banyak sekali cara yang aku tempuh demi mengenalkan air dingin ketika mandi pada Marwah, susah banget deh awalnya mengenalkan dia mandi dengan air dingin,dan selalu Marwah bilang "Bu aku kan masih kecil",itulah alibi dia yang selalu membuat saya menyerah dan akhirnya membiarkan dia mandi dengan air hangat kembali,,,


Sebenarnya berawal pada sabtu sore. Sore itu sepulang kantor saya langsung jemput Maarwah yang biasa dititipkan di rumah tante,Sore itu memang sudah sore namun sepertinya matahari masih betah aja tuh sehinggan saya fikir cocok banget kalau marwah disuruh mandi sore.Akhirnya Marwah mau mandi deh sama kaka Nasywa dan hebatnya lagi mereka (khususnya Marwah) pake air dingin, wah hebat banget fikirku,walau emang Marwah pengen mandi sendiri tanpa mau aku bantu mandinya,tapi cukup seneng deh karena dia mau mandi pake air dingin. 

Kehebatannya ini aku ceritakan sama suami dan seperti yang aku duga,suami juga senang mendengarnya,karena bagi kami ini adalah sesuatu yang sangat hebat diperkembangan anakku,karena semua perkembangan anakku adalah yang terhebat buat kami,maka dari itu setiap ada perkembangan sedikitpun saya selalu berbagi dengan suami akan kebahagiaan ini :)

Daaan yang bikin aku tambah kagum terjadi kembali di senin pagi tadi,ajaib sekali Marwah mandi pagi dengan air dingin,,,wuuush rasanya jantung ini meloncat saking bahagianya melihat ketakjuban yang ada didepan mataku "MARWAH MANDI AIR DINGIN"...


Alhamdulillah fase tumbuh kembang marwah selalu berkembang dengan baik,,,senang banget deh dan kayaknya harus kasi hadiah deh buat ade marwah atas keberhasilannya mandi dengan air dingin,,,
Share:
Read More

Wednesday, 20 February 2013

CIRI-CIRI ANAK PRASEKOLAH


 Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial, dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma- norma kehidupan bermasyarakat.
Anak Prasekolah atau TK
Dalam proses perkembanganya ada ciri-ciri yang melekat dan menyertai periode anaktersebut. Menurut Snowman (1993 dalam Patmonodewo, 2003) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah (3-6 tahun) yang biasanya ada TK. Ciri-ciri anak TK dan prasekolah yang dikemukakan meliputi aspek fisiksosialemosi dan kognitif.
1) Ciri Fisik Anak Prasekolah Atau TK. Penampilan maupun gerak gerik prasekolah mudah dibedakan dengan anak yang berada dalam tahapan sebelumnya.
  • Anak prasekolah umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri.
  • Setelah anak melakukan berbagai kegiatan, anak membutuhkan istirahat yang cukup, seringkali anak tidak menyadari bahwa mereka harus beristirahat cukup. Jadwal aktivitas yang tenang diperlukan anak.
  • Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum bisa melakukan kegiatan yang rumit seperti misalnya, mengikat tali sepatu.
  • Anak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna.
  • Walaupun tubuh anak lentur, tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). Hendaknya berhati-hati bila anak berkelahi dengan teman-temannya, sebaiknya dilerai, sebaiknya dijelaskan kepada anak-anak mengenai bahannya.
  • walaupun anak lelaki lebih besar, anak perempuan lebih terampil dalam tugas yang bersifat praktis, khususnya dalam tugas motorik halus, tetapi sebaiknya jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil, jauhkan dari sikap membandingkan anak lelaki-perempuan, juga dalam kompetisi ketrampilan seperti apa yang disebut diatas.
2) Ciri Sosial Anak Prasekolah atau TK
  • Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti, mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang sahabat dari jenis kelamin yang berbeda.
  • Kelompok bermain cenderung kecil dan tidak terorganisasi secara baik, oleh karena kelompok tersebut cepat berganti-ganti.
  • Anak lebih mudah seringkali bermain bersebelahan dengan anak yang lebih besar. Parten (1932) dalam social participation among praschool children melalui pengamatannya terhadap anak yang bermain bebas di sekolah, dapat membedakan beberapa tingkah laku sosial: a) Tingkah laku unoccupied anak tidak bermain dengan sesungguhnya. Ia mungkin berdiri di sekitar anak lain dan memandang temannya tanpa melakukan kegiatan apapun. b) Bermain soliter anak bermain sendiri dengan menggunakan alat permainan, berbeda dari apa yang dimainkan oleh teman yang berada di dekatnya, mereka berusaha untuk tidak saling berbicara. c) Tingkah laku onlooker anak menghasilkan tingkah laku dengan mengamati. Kadang memberi komentar tentang apa yang dimainkan anak lain, tetapi tidak berusaha untuk bermain bersama. d) Bermain pararel anak-anak bermain dengan saling berdekatan, tetapi tidak sepenuhnya bermain bersama dengan anak lain, mereka menggunakan alat mainan yang sama, berdekatan tetapi dengan cara tidak saling bergantung. e) Bermain asosiatif anak bermain dengan anak lain tanpa organisasi. Tidak ada peran tertentu, masing-masing anak bermain dengan caranya sendiri-sendiri. f) Bermain Kooperatif anak bermain dalam kelompok di mana ada organisasi. Ada pemimpinannya, masing-masing anak melakukan kegiatan bermain dalam kegiatan, misalnya main toko-tokoan, atau perang-perangan.
3) Ciri Emosional Anak Prasekolah atau TK
  • Anak TK cenderung mngekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut.
  • Iri hati pada anak prasekolah sering terjadi, mereka seringkali memperebutkan perhatian guru.
4) Ciri Kognitif Anak Prasekolah atau TK
  • Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berbicara, sebagian dari mereka dilatih untuk menjadi pendengar yang baik.
  • Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi dan kasih sayang. Ainsworth dan Wittig (1972) serta Shite dan Wittig (1973) menjelaskan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. b) Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak. c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal.
  • Berikan kesempatan dan dorongan maka untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. a) Doronglah anak agar mau mencoba mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku. b) Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. c) Kagumilah apa yang dilakukan anak. d) Sebaiknya apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati.
Share:
Read More

PERLUKAH ANAK BERMAIN?


Tuntutan anak untuk terus berprestasi dan menguasai berbagai keterampilan sudah merupakan trend di kota – kota besar di Indonesia. Di luar jam sekolah, anak dipadati dengan berbagai macam kursus, seperti : Kursus pelajaran (matematika, fisika, ekonomi), Kursus olah raga (renang, tenis, voli), Kursus alat musik dan seni (piano, biola, gitar, menggambar), Kursus bahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang).
Anak Bermain
Memang persaingan di sekolah semakin lama semakin meningkat. Jadi, dapat dipahami dari sudut pandang orang tua bahwa mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, adakah waktu luang anak untuk bermain?

Manfaat Bermain
Bermain merupakan salah satu kebutuhan anak. Tidak seperti tanggapan sebagian orang bahwa bermain itu hanya buang-buang waktu, sebenarnya banyak keuntungan yang didapat seorang anak dengan bermain. Manfaat itu antara lain:
  • Berkembangnya kemampuan kinestesik dan motorik anak.
  • Berkembangnya otak kanan anak yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional, kreativitas, dan spasial.
  • Berkembangnya kemampuan anak untuk bersosialisasi
  • Berkembangnya pengetahuan anak tentang norma dan nilai- nilai .
  • Berkembangnya kemampuan anak dalam memecahkan masalah,
  • Berkembangnya rasa percayaan diri anak.
Dengan berbagai hal positif yang dapat diambil dari bermain, alangkah baiknya bila disela-sela kesibukan belajar dan kursus, anak masih memiliki waktu untuk bermain dan mengeksplorasi dunia sekitarnya. Jadi, permainan apakah yang menunjang perkembangan anak?
Berbagai permainan anak yang berdampak positif
Dengan kemajuan teknologi, banyak sekali jenis permainan dan online games yang dirancang untuk mengembangkan kecerdasan anak. Namun, kekurangan dari jenis permainan ini adalah anak tidak berinteraksi dengan anak sebayanya atau lingkungan sekitarnya. Ada baiknya bila kita menengok kembali permainan – permainan tradisional yang dulu dimainkan oleh orang tua bahkan kakek nenek kita.
Beberapa jenis permainan tradisional untuk anak
Engklek, congklak, lompat tali, bekel, dan tebak – tebakan. Permainan ini selain membantu mengembangkan logika anak seperti berhitung, juga membantu mengembangkan kemampuan anak untuk bersosialisasi.
Permainan petak umpet, petak jongkok, gobak sodor, dan benteng. Selain melatih anak bersosialisasi, permainan – permainan ini juga melatih kecerdasan spasial anak. Terlebih lagi, permainan ini juga bisa dijadikan salah satu bentuk olah raga.
Ajang-ajangan/dagangan, mobil-mobilan dari kulit jeruk, egrang, bola sodok, sepak takrawdan calung. Jenis permainan ini akan membantu berkembangnya kecerdasan natural anak karena anak diajak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka diajak untuk membuat mainannya sendiri dari bahan-bahan natural seperti: tumbuhan, tanah, tanah liat, pasir, genting, batu, dan buah-buahan.
Terkadang, jauh lebih mudah bagi orang tua untuk membelikan sofware permainan, komputer, atau televisi untuk menghibur anak-anaknya. Pandangan masyarakat dengan bermain di luar biasanya dikaitkan dengan penyakit dan image kotor. Namun, justru permainan tradisional atau “outdoor games”-lah yang akan membantu pertumbuhan anak menjadi lebih seimbang. Jadi, biarkanlah anak bermain dan berinteraksi dengan dunia sekitarnya.
Share:
Read More

Monday, 18 February 2013

MARWAHKU YANG RAMAH...



Marwah adalah tipe anak yang ramah dan ceria,kemanapun kita pergi selalu saja ada yang menyapa anakku dan dia selalu memberikan sapaan yang manis juga. Marwah memiliki kemampuan sosialisasi yang sangat tinggi,tak jarang dia menjadi seorang trendsetter di sekolahnya atau bahkan Marwah sering kali menjadi penebar pesona di manapun berada. Heheh aneh juga sih koq anakku memiliki sifat seperti ini,padahal ibunya judes,heheeh,,tapi alhamdulillah deh yah Marwah ga ngikutin ibunya yang kaku dalam bergaul dan bersosialisasi. 

Jadi inget kejadian kemarin deh pas hari sabtu tanggal 16 februari 2013 sore, Sore itu saya,mama dan marwah ( Mama sebutan neneknya Marwah ),kita bertiga membeli bakso yang lumayan jauh dari lingkungan rumah. Sementara saya dan Mama asik membumbui bakso sesuai dengan selera kita,tiba-tiba saya kaget dengan Marwah yang sedang asyik ngobrol dengan seorang ibu dan anak kecil yang kira2 3 tahun diatas Marwah usianya. Saya hampiri Marwah dan amazing banget mendengar perkataan ibu-ibu itu " Aduh bu anaknya cerdas dan baik sekali yah,tadi saya dan anak saya disapa sama neng cantik ini,dan neng cantik ini mengulurkan tangan dan berkata "assalamualaikum boleh kenalan ga?""..Masya Alloh saya bangga sekali dengan puteri cantik yang KAU titipkan selama 9 bulan di rahim hamba yaa Rabb. Hamba sangat bersyukur memiliki anak yang bukan hanya KAu percantik paras wajahnya namun KAU juga percantik hati dan tingkah lakunya. Terimakasih Yaa ALLOH kau telah anugerahkan kepadaku anak yang sangat hebat...



Tumbuhlah jadi anak hebat,sehat dan selalu mengingat ALLOH SWT dimanapun kamu berada ya nak,,,,


Yaa Alloh lindungilah setiap langkah anak hamba,jadikanlah anak hamba,manusia yang berguna untuk agamaMu ya Rabb

Share:
Read More