Wednesday, 28 August 2013

Tips Memilih TK untuk anak !!

Bulan antara januari sampai bulan juni, pasti banyak orang tua yang sudah mulai mencari cari sekolah untuk buah hatinya. Anak usia TK termasuk dalam kelompok anak usia dini (2-6 tahun). Anak anak dengan usia tersebut, mempunyai karakteristik yang mulai nampak seperti :
1. Adanya usaha anak untuk mengendalikan lingkungan dan mulai menyesuaikan diri secara sosial,
2. Anak mulai melihatkan ketertarikan atau keingintahuan tentang lingkungan sekitarnya,
3. Anak cenderung untuk mengikuti cara berbicara atau tingkah laku orang di sekitarya,
4. Anak mulai menampakkan kreativitasnya.
Inilah tugas pendidik dalam perkembangan seorang anak usia dini. Kalau dilihat dari karakteristik diatas, kiranya orang tua patut berhati hati untuk mencari sekolah yang sesuai dan menunjang karakteristik perkembangan anak usia dini tersebut. Kegiatan mencari informasi dari berbagai sumber (berbicara dengan ibu-ibu lain, tanya saudara, tetangga, dan yang paling validadalah dengan datang sendiri ke sekolah incaran untuk mencari informasi cara pembelajaran, kurikulum, fasilitas belajar mengajar dan bermain, sampai bentuk bangunan, serta biaya (sepeertinya kalau biaya mengikuti dengan kualitas yang ada).
Informasi yang penting diketahui adalah :
1. Kurikulum sekolah, materi dan cara penyampaian materi. Jangan ragu untuk meminta penjelasan mengenai kurikulum, materi, dan teknik yang tidak anda mengerti. Sekolah yang baik dengan senang hati akan menyertakan maksud dan tujuan masing-masing modul.
2.Frekuensi kelas atau jam belajar, yang disediakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan murid-murid, sesuai kelompok usianya. Untuk usia 4-6 tahun atau TK, frekuensi yang sesuai adalah tiga hingga 5 kali seminggu, disesuaikan dengan muatan lokal kurikulum.
3.Perhatikan lokasi, fisik bangunan dan fasilitas yang ada. Selain itu perhatikan factor keamanan, dekat tidak dengan jalan raya, pagar, satpam, dekat rumah sakit, pasar, dll. Kondisi fisik sekolah penting diperhatikan karena menyangkut keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
Diantara fasilitas yang perlu diperhatikan adalah :
Rinciannya :
1. Faktor kebersihan. Terutama ruang kelas, kantin, kamar mandi dan tempat sampah.
2. Lahan yang cukup besar dan bebas dari bahaya (tidak banyak kaca, tidak ada benda-benda tajam –misalnya kayu berpaku bekas bangunan-, tidak ada binatang liar / buas, mainan yang aman dan tidak ada benda tajam atau cat yang berbahaya – ayunan dari plastik yang kuat, mobil-mobilan yang tidak mudah rusak, sepeda yang bekerja dengan baik ) untuk melatih kemampuan motoriknya.
3. Kamar mandi khusus anak-anak Peralatan kamar mandi dalam ukuran kecil dan tinggi yang sesuai dengan tinggi rata-rata anak,
4. Adanya aliran udara yang baik dan sinar matahari yang cukup terutama di ruang kelas dan ruang bermain. Karena di kedua tempat inilah anak paling banyak menghabiskan waktunya selama di sekolah.
5. Ruang kelas memiliki tata ruang yang lega dan menyenangkan. Standar ukuran ruang adalah jumlah anak dikali satu meter persegi. Dengan asumsi setiap anak membutuhkan satu meter persegi untuk leluasa bergerak.
6. Kantin bersih dan sehat, bebas dari jajanan yang mengandung MSG atau makanan tidak sehat lainnya.
7. Biaya. Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih. Padahal kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Walaupun, biaya yang tinggi seharusnya diwujudkan dalam kondisi fisik sekolah yang ideal, fasilitas yang memuaskan, dan guru-guru yang amanah.
Marwah pada acara TK PRIANGAN

  
Eksis sebelum sekolah





Maka dari itu akhirnya saya menjatuhkan pilihan sekolah Marwah pada TK PRIANGAN,,kenapa? Karena disana ada SD nya langsung jadi saya bisa menyekolahkan Marwah SD disana juga :D ,dan selain itu juga ada saudara yang anaknya sekolah disana,jadi disaat ga bisa jemput bisa titip jemput sama saudara..Hihihihih . Walaupun masuk TK PRIANGAN tergolong mahal siiy untuk ukuran TK namun insha Alloh rejeki akan selalu ada untuk kita jika berniat baik dan selalu bersyukur..aamiin....




Regards,


Tyan Lustiana
Share:
Read More

Anak memerlukan liburan !!

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh The Adventure Company mengungkapkan bahwa mengajak anak pergi berlibur ternyata dapat meningkatkan kecerdasan mereka secara keseluruhan, dan juga mengembangkan keterampilan sosial mereka.

Survei online yang digelar sejak Januari sampai April 2013 ini melibatkan lebih dari 4.000 orang tua di Inggris, dan 9 dari 10 orang tua ternyata mengatakan bahwa liburan bermanfaat bagi pendidikan anak mereka.
Marwah bermain scooter di salah satu arena bermain di Mall


Claire Wilson, mantan guru yang juga direktur pelaksana The Adventure Company mengatakan, "Sekolah memang penting, tapi proses belajar tidak harus hanya dilakukan di sekolah. Mengajak anak pergi berlibur melihat alam secara langsung dapat membantu mengenalkan anak pada budaya yang berbeda.”

Dari penelitian ini, sebanyak 76 persen orang tua menyatakan berlibur membantu meningkatkan kepercayaan diri anak, dan 66 persen melihat perubahan dalam diri anak dalam hal mentoleransi perbedaan. Jadi, jangan ragu mengajak anak berlibur, Ma...



Maka dari itu setiap hari minggu saya selalu menyempatkan mengisi liburan Marwah dengan seefektif mungkin, memang tak harus tempat mahal atau pergi keluar kota,namun dengan bermain kecil di pusat permainan di Mall bisa menjadi alternatif. Atau pergi ketaman kota juga bisa dijadikan pilihan mengisi hari libur anak...


 
Share:
Read More

Monday, 19 August 2013

10 Kesalahan Orang Tua Yang Tidak Disadari



  1. 1.      Saya tidak salah, orang lain yang salah

  • Setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, benda lain & situasi tertentu,  dan dirinya selalu benar. Yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang

Akibatnya ketika dewasa
  1. Sulit mengakui kesalahan diri sendiri ( sulit untuk intropeksi diri )
  2. Selalu menyalahkan pihak lain atau situasi tertentu
  3. Susah diberi masukan
.

  1. 2.      “Mengajari Anak untuk Membalas

  • Ketika anak memukul atau dipukul, sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anaknya disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya.
  • Secara tidak langsung mengajari anak balas dendam.

Akibatnya ketika dewasa
  • Sering membalas, melawan balik atau membalikkan apa yang orang lain sampaikan kepadanya


  1. 3.      Televisi sebagai agen Pendidikan Anak

Banyak orang tua yang tidak mau pusing dan tidak mau repot untuk mendidik karakter anak sejak dini dan suk-kontrakan tanggung jawab mendidik ini kepada televisi, pembantu di rumah atau guru disekolah. Anak dibiarkan berjam-jam menonton TV supaya orang tua bisa melakukan aktivitas lain.

Akibatnya ketika dewasa:
  • Banyak pola pikir salah yang menetapkan dalam pikirannya
  • Kekerasan
  • Materialisme
  • Balas dendam
  • Sifat kurang kreatif dan produktif
  • Romantisme yang salah


  1. 4.      Mudah Terpancing Emosi

  • Ketika keinginan anak tidak terpenuhi, si anak sering kali rewel atau merengek, menangis, berguling dsb, dengan tujuan memancing emosi orang tua yang pada akhirnya ortu marah atau malah mengalah.
  • Jika terpancing, anak akan merasa menang, dan merasa bisa mengendalikan orang tuanya.


Akibatnya ketika dewasa:
  • Mudah manipulasi orang lain dengan pura2 sakit, minta dikasihani
  • Suka menuntut keinginannya dipenuhi à bila tidak : malas – marah -  balas dendam



  1. 5.      “Berbohong Kecil – Tidak tepati janji

  • Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya.
  • Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi?

Akibatnya ketika dewasa:
  • Mudah janji pada orang lain, tetapi tidak menepati ( integritas )
  • Suka berbohong


  1. 6.      “Banyak Mengancam”

  • “Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
  • ”Ini salah.....itu tidak benar...., nanti dihukum Bu Guru loh”
  •  “….nanti Mama/Papa marah!”


Akibatnya ketika dewasa:
  • Tidak percaya diri – takut salah
  • Kurang kreatif



  1. 7.      Memberi julukan yang buruk

  • Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/mimder, kebencian juga perlawanan.

Akibatnya ketika dewasa:
  • Minder






  1. 8.      Mengejek / Menggoda ( yang tidak disukai anak )

Orang tua yang biasa menggoda anaknya, seringkali secara tidak sadar telah membuat anak menjadi kesal. Hal ini akan membangun ketidaksukaan anak pada kita dan yang sering terjadi anak tidak menghargai kita lagi.


Akibatnya ketika dewasa:
  • Kurang hargai orang tua
  • Minder



9. Menghukum Anak Saat Kita Marah

Jangan pernah memberikan sanksi atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak, karena seringkali yang keluar dari mulut kita, akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak menjadikan anak lebih baik.

Akibatnya ketika dewasa:
  • Kepahitan / terluka
  • Tidak mudah mengampuni orang lain
  • Emosional ( pemarah , mudah tersinggung )
  • Sulit bekerja sama dalam team



10. Menekankan pada Hal2 yang Salah

Banyak orang tua yang sering bicara / berkomentar ketika anak2nya tidak akur, suka bertengkar, malas, nakal, ulangan jelek, dsb. Namun pada saat mereka bermain dengan akur, nilai bagus, rajin belajar, kita seringkali menganggapnya tidak perlu memberi komentar.

Akibatnya ketika dewasa:
  • Selalu melihat kekurangan orang, tidak bisa melihat kelebihan orang
  • Suka kritik
  • Tidak pernah puas 
Share:
Read More

Monday, 12 August 2013

LEBARAN 1434H

yippieee tahun ke-5 lebarannya Neng Marwah niih,,,masiiih tetep lebaran di Bandung ajaa deh. Hihihihi soalnya ibu dan keluarga stay di Bandung siiy yaaa jadi mau kemana lagiii???... FYI yaa sayang,, semenjak kelahiran mu kita ga pernah lebaran ditempat lain ( sebelum lahir kamu juga deng,kecuali ke Pameungpeuk )... Hahaha... Insha Alloh next year kita lebarannya mudah2an bisa dirumah nenek kadungora atau mungkin saja lebaran di Canada ditempat Uncle Bob.. wkwkwk ngarreeeeeeep ...
Kita sekeluarga mo ucapin "MET LEBARAN" untuk semua pembaca blog ibu yaaa,,, maaf2 salah2 kata atau tulisan yaaah....

Lebaran kali ini tanggal 8 AGustus 2013,, pas banget deh barengan sama lebaran Muhammadiyah yang biasanya balap-balapan lebarannya .. Hihihi... Alhamdulillah ya sesuatu bangeeet...


Lebaran Neng Marwah yang ke -  5 ini diawali dengan sholat ied di GASARI teruuuus kerumah mamah ati teruuus pulang,sungkeman ayah ibu dan Neng dan finally sungkeman di rumah Bunda deeeeh,,kumpul semua disana deeeeh...

Here are some photos : 











Share:
Read More