September 2014 - Cerita Ibu - Parenting Blogger Indonesia

Thursday, 25 September 2014

Tips jitu ajarkan anak membaca
Dunia pendidikan masa kini menuntut banyak terhadap siswa nya, tuntutannya semakin tinggi saja. Anak yang akan memasuki sekolah dasar sudah harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Saya flash back ke beberapa puluh tahun lalu, saat saya memasuki bangku SD saya baru belajar menghitung, membaca dan menulis. Bukan itu saja, kurikulum yang katanya menakutkan itupun menjadi hantu para orang tua, namun kita tetap harus menghadapinya. Anak - anak kita harus tetap bisa mengikuti pelajaran yang telah disesuaikan kurikulumnya, suka atau tidak. 
Bermain puzzle sambil menyebutkan nama kendaraan 

Dulu, TK adalah real tempat bermain anak - anak pra SD. Anak TK sekarang sudah gencar mengikuti les atau kursus, itu terbukti dengan teman - teman Marwah di sekolah, setelah jam sekolah beberapa anak mengikuti les diluar sekolah. Menurut saya padatnya waktu belajar anak seusia Marwah ( TK A ) akan mempengaruhi terhadap psikologis anak. Anak akan merasa bosan dan jenuh serta capek, karena usia mereka belum begitu harus menambah jam pelajarannya. 

Wednesday, 24 September 2014

Pola asuh anak cerdas dan berperilaku baik
Setelah kita bisa melihat karakter anak dari golongan darah yang telah saya tulis sebelumnya disini. Berarti dengan mengetahui karakter lewat golongan darah, kita sebagai orang tua bisa mulai merubah pola asuh dan menentukan karakter anak ini mau dibawa kemana dan mau dibentuk seperti apa. Karena kecerdasan serta perilaku anak yang baik itu bukanlah sesuatu yang bisa dibentuk secara instan. 

Sebagai orang tua normal, tentunya ingin sekali memiliki anak yang cerdas serta memiliki karakter yang baik bukan? Jika sama, maka mari teruskan baca postingan ini, jika anda tidak ingin memiliki anak seperti ini maka silakan close dan pikirkan lagi apa yang sebenarnya anda inginkan dari proses pembelajaran anak.

Kalau makan biasanya langsung duduk manis sampai makanan habis 
Oke, mulai yah. Menurut ketua divisi tumbuh kembang anak dan remaja di RSU dr. Soetomo SUrabaya mengatakan bahwa " perilaku anak cerdas, terlihat dari kemampuan anak menyelesaikan masalah dengan cepat, benar serta tuntas" . 

Monday, 22 September 2014

Kenali karakter anak dari golongan darah
Dunia anak memang sangat menyenangkan, dunia yang penuh dengan canda tawa serta kegembiraan. Benarkan? Sebagai orang tua, saya merasakan hal yang sama lho, perkembangan anak membuat saya bahagia, apalagi jika anak sehat. Sifat anak juga membuat orang tua merasakan sensasi luar biasa ketika mendapati anaknya bersifat manis, bersikap santun. 

Tentu saja sebagai orang tua menginginkan karakter anak yang baik, sifat anak yang baik. Dan ternyata karakter anak itu bisa dikenali sejak ia lahir, duh jadi penasaran. Yap dengan mengetahui golongan darah anak, maka dengan begitu orang tua bisa menentukan pola asuh untuk membentuk karakter anak. 

Mengenali karakter anak memang bisa dilihat dari golongan darah dan itu memang benar adanya. Ada sebuah riset yang telah membuktikan hal ini yang telah dilakukan oleh Furukawa Teji yang telah mempelajari karakter individu berdasarkan golongan darahnya

Golongan darah O 

Monday, 15 September 2014

Pola asuh ; Ketika emosi menguasai logika
Menjadi orang tua itu susah tapi gampang, mau dibilang gampang tapi susah. Huh jadi bingung sendiri. Naluri orang tua terutama ibu itu terlalu peka bahkan sangat peka terhadap sang anak. Saya sendiri merasakannya, rasa sayang terhadap anak jauh lebih banyak dibanding rasa sayang saya terhadap suami dan diri sendiri. Dan saya pikir semua ibu memiliki rasa sayang berlebih terhadap anaknya, tanpa kecuali dan tanpa syarat. Memanjakan anak juga bukan hal yang baik untuk menyampaikan rasa sayang kita terhadap anak. Setiap ibu memiliki cara berbeda untuk menyampaikan perasaan sayangnya terhadap anak. 

Mengasuh anak dan menjaga emosi 

Mengasuh anak bukanlah hal mudah, bukan juga hal berat. Its easy but hard. Dalam pola asuh anak, saya kerap kali terlibat dengan emosi yang hebat. Kerap kali emosi saya terpacu dan sangat menyakiti hati dan pikiran saya. Seperti kasus yang saya alami kemarin, saya mendengar ada ibu lain yang bilang pada anaknya untuk tidak bermain bersama anak saya, wah saya langsung galau dong, ini kenapa kok anak saya seperti yang berbahaya gitu. Beberapa hari saya pantau Marwah selama bermain dengan "anak itu" dan baik - baik saja, Marwah bukan tipe anak pengganggu dan bukan juga tipe anak nakal, hanya saja memang dia anaknya aktif, lari sana lari sini, wajar dong. Dan saya biarkan saja karena kelakuan Marwah masih wajar, kali kedua saya mendengar lagi siibu ini berbicara hal yang

Thursday, 11 September 2014

Bekal Of The Day : Kue isi Meses ala Ibu
Wah sudah lama ya ibu engga posting bekal nya neng Awah, hihi. Maafkan ya, itu bukan karena neng ga bekel lho, namun karena bekelnya yang sangat praktis alias nasi dan cepolok telor atau beli nasi kuning aja. :D 
Kue isi Messes plus taburan keju 

Tuesday, 9 September 2014

Jangan biarkan anak menjadi korban perceraian
Semua orang menginginkan pernikahan hanya satu kali, tanpa ada kata perceraian. Indahnya pernikahan ternyata tidak dimiliki oleh setiap insan yang menikah. Bahtera rumah tangga yang seharusnya indah, mendadak hancur dan seakan mimpi buruk. Apalagi jika sudah memiliki anak, mereka akan menjadi korban seutuhnya. Korban keegoisan orang tua, itu kata mereka. Namun ini pilihan, orang tua mana yang inginkan perceraian yang akan merenggut anaknya menjadi korban? Semuanya inginkan yang terbaik untuk anaknya, namun jika takdir berkata lain, bagaimana? 


Namun jika keputusan bercerai menjadi sebuah keputusan yang harus ditempuh karena dianggap keputusan yang terbaik, maka yuk minimalisasikan luka yang nantinya akan ada pada hati anak. 

sumber: GOOGLE 

Memberikan penjelasan 

Berikan penjelasan pada anak, jangan ada yang ditutupi, beberkan masalah dengan ringkas dan dengan bahasa yang bisa dipahami anak. Sehingga anak tidak lagi menebak - nebak. Jelaskan dan tegaskan pada anak bahwa perceraian tidak akan pernah membuat anak kehilangan cinta dan perhatian orang tua. Usahakan bicara dari hati ke hati, dan jangan sekali - kali memberikan janji - janji syurga. Umbarlah janji yang masuk akal dan memang bisa anda penuhi sehingga anak tidak kecewa dikemudian hari.  


Tutupi perasaan sebisa mungkin

Masalah yang terjadi adalah murni antara anda dan pasangan, bukan anak. Anak tidak terlibat sama sekali. Jadi tutupi perasaan kecewa, sedih dan marah anda didepan anak. Lakukan demi anak. Jangan sampai anak mengalami stress dan merasa bingung dalam permasalahan orang tuanya. 



Berikan pengertian secara perlahan pada anak, bahwa ini adalah keputusan yang terbaik dan suatu saat ketika anak dewasa nanti akan memahami tentang keadaan ini. Tidak usah melibatkan anak pada masalah orang tua. Jika istri membenci suaminya dan sebaliknya maka jangan pernah libatkan anak untuk membenci diantara kalian. 


Jika memang sudah tidak ada jalan lain untuk memperbaiki hubungan rumah tangga, dan jika memang perceraian adalah yang terbaik, tetaplah cintai anak, berikan semua yang anda berikan seperti biasanya... 



Love your kids with heart