November 2014 - Cerita Ibu - Parenting Blogger Indonesia

Friday, 28 November 2014

Tips jitu hadapi anak bawel
Akhir - akhir ini Marwah lagi banyak bicara alias cerewet banget. Tapi memang dari dulu sih dia tipe anak yang bawel, apa yang dilihat dan dirasakan selalu saja ditanyakan. Tanpa ia kenal tempat, dimanapun kalau ada yang bersifat janggal menurut pemikirannya maka dengan segera ditanyakan. Mending kalau bertanyanya dikasi jeda, ini mah nyerocos mulu kayak petasan, hihi. 

Tapi hal ini menunjukkan bahwa kondisi Marwah sehat, alhamdulillah. Tetapi sih jika banyak bertanya dan bicara bisa - bisa saya yang kesulitan. Jujur, saya senang punya anak yang banyak bertanya alias bawel, menandakan bahwa dia anak aktif dan kritis. Nah untuk mengatasi kepusingan karena si anak bawel ini, saya akan berikan beberapa tips yang sudah saya lakukan dalam menangani Marwah yang aktif berbicara dan bertanya itu :D. 

  • Bersabar, ini adalah hal yang memang seharusnya dimiliki semua orang tua, terutama ibu. Sabar adalah kuncinya. Tips pertama menghadapi anak yang bawel ini adalah dengan bersabar dan tetap tenang. Teruslah jelaskan banyak hal pada anak anda sampai mereka paham. 

Wednesday, 26 November 2014

Wednesday, November 26, 2014

Jajan boleh,asalkan

by
Jajan boleh,asalkan
"Anakkku sekarang sering jajan"
"semenjak sekolah, anakku jajan terus"
Celotehan para ibu yang sering saya dengar ketika sedang mengantarkan Marwah sekolah. Memang "jajan" adalah hal yang menurut para ibu sangat menakutkan, karena takut anaknya jajan sembarangan. Dengan alasan itu, anak selalu dibekali makan untuk dimakan di sekolah. Namun ya namanya juga anak - anak, pasti tetap pengen jajan dong. 


Friday, 14 November 2014

PERJUANGAN MENANTI KEHADIRAN SANG BUAH HATI

Sebagai wanita, pengalaman pertama yang paling berkesan adalah ketika saya pertama kali menjadi seorang ibu. Meskipun banyak buku, banyak artikel dan banyak Tanya sana – sini, tidak menjadikan saya mahir menjadi seorang ibu diwaktu pertama. Semenjak saya tahu bahwa saya sedang hamil, senang dan juga takut itu sepertinya bercampur dalam hati saya. Entahlah kala itu perasaan saya sangat campur aduk, saya senang sekali dan saya takut sekali. Saya senang karena saya akan diberikan anugerah yang paling indah, dan tidak semua wanita mengalami hal ini meskipun kodrat wanita itu mengandung, melahirkan dan membesarkan anak. Rasa takut saya melanda karena saya takut tidak bisa memberikan yang terbaik untuk calon anak saya ini, sebenarnya saya tidak boleh seperti ini, semua sudah diatur oleh Allah Swt, saya hanya wajib berusaha dan bersyukur.

Tuesday, 4 November 2014

Tuesday, November 04, 2014

Menghukum Anak

by
Menghukum Anak
Menghukum anak, adalah sesuatu yang pasti pernah dilakukan oleh setiap orang tua. Saya yakin hampir tidak ada orang tua yang tidak pernah menghukum anaknya. Tentunya hukuman yang diberikan pada anak masih dalam batas kewajaran dong ya. 

Tujuan dari diberikannya hukuman pada anak adalah agar sang anak bisa berbuat lebih baik, lebih santun dan tentunya menjadi anak solehah kan? Jangan sekali - kali menghukum anak yang sampai mengakibatkan anak menjadi down dan terpuruk atau malah jadi membuat anak menjadi stress. Dont do it. 

Menghukum anak tentu saja ada alasan dan sebabnya. Karena setiap sebab pasti ada akibat. Lantas apa sih sebenarnya alasan yang membolehkan kita menghukum anak? dalam batas kewajaran tentunya ya. 


  • Agar anak konsisten dengan perjanjian, hukuman yang mendasar pada sebuah konsekuensi dari perjanjian yang kita buat bersama anak adalah merupakan hukuman yang baik. Makna hukuman yang diberikan pada anak harus dipahami dulu oleh kita sebagai orang tuanya, bukanlah untuk memuaskan rasa marah dan emosi kita terhadap anak setelah anak melakukan suatu kesalahan. Jadi hukuman memang harus dilakukan dengan konsisten, jangan hanya karena emosi sesaat saja, yakinkan pada anak bahwa dengan hukuman ini anak akan menjadi konsisten seperti apa yang orang tua contohkan. Lagi - lagi contoh nyata adalah pelajaran yang baik untuk anak, so lakukan yang baik - baik yaa.