Wednesday, 16 September 2015

, , ,

Perubahan Emosi Anak

Sudah hampir tiga bulan nih Marwah menjadi murid kelas satu SD. Banyak sekali perubahan yang terjadi pada Marwah. Dari perubahan fisik, yang dulu nampak chubby sekarang agak tirus, mungkin kecapean juga kali yah. Tapi bagus sih jadi ga gendut, hehe. Perubahan lainnya adalah Marwah sekarang jadi lebih senang bersenandung doa- doa sholat dan menghapal surat - surat pendek, alhamdulillah senang rasanya. Namun ada perubahan yang membuat saya sedih sekali, memang sih tidak selamanya anak itu harus menjadi anak manis dan penurut, akhir - akhir ini Marwah sering membantah, jujur saya kaget menghadapinya. Kok, rasanya saya berasa sedih tiada berujung gitu deh mendapati Marwah yang sekarang jadi seperti ini. 

Namun, sebagai orang tua tentu saya tidak diam saja dan terus bersedih dong. Untuk usia Marwah memang termasuk usia yang rentang dengan kejutan - kejutan. Pokoknya dari usia 7 - 12 tahun inilah saat dimana anak menjadi "tidak lagi manis". Namun untuk kisaran pasti usianya sih setiap anak pasti beda, bahkan ada juga mungkin anak yang selalu manis, entah. 
Perubahan Emosi Anak

Dimasa usia ini, anak mengalami fase peralihan fisik dan emosi. Biasanya pada usia 7 - 12 tahun ini anak ingin menunjukkan identitas pribadi sedangkan orientasi dirinya justru perlahan melebur dan tergeserkan. Mungkin sebenarnya Marwah membantah itu sebagai unjuk diri kali yah, namun kadang saya nya aja yang kurang paham.
Share:
Read More

Wednesday, 9 September 2015

, ,

Mengenali dan mengambarkan emosi pada anak

Penting banget kita sebagai orang tua untuk memahami makna dari emosi. Tujuannya agar bisa mencerminkan dan juga memahami emosi anak dan tentunya mengerti apa sih yang sedang mereka rasakan. Dengan mengerti dan memahami perasaan mereka, maka akan dengan sangat mudah sekali untuk mereka berbicara dan akan lebih terbuka tentang apa yang sedang mereka hadapi. 

Mengenali dan mengambarkan emosi pada anak


Marwah juga sering sekali menunjukkan sikap marah, dan kadang saya menghadapinya dengan kesal. Namun ternyata saya salah, ketika Marwah marah itu artinya ia sedang merasakan ketidakadilan. Seharusnya saya lebih care bukannya malah balik memarahinya. Ketika Marwah marah lalu saya balik memarahinya, bukannya tenang namun ia terlihat tambah kesal dan marahnya tak juga reda, oke noted banget buat saya lain waktu kalau Marwah marah. 
Share:
Read More

Saturday, 5 September 2015

,

Cara Meningkatkan IQ Anak

Semua orang tua sudah tentu menginginkan anaknya cerdas. Saya juga sama, saya inginkan anak saya, Marwah menjadi anak cerdas, solehah dan sehat selalu, aamiiin. Test IQ pun seringkali diadakan untuk mengetahui seberapa besar IQ anak. Namun jika mendapati anak dengan IQ yang diluar harapan harus gimana? Sedih atau memarahi anak? Hmmm, jangan deh, jangan lakukan itu, percayalah bahwa IQ anak bisa ditingkatkan dengan menerapkan beberapa cara yang harus dilakukan di rumah dalam keseharian lho. 

Ada beberapa hal yang dianggap sepele dalam keseharian, namun ternyata inilah hal yang penting bagi pertumbuhan IQ anak. 

Cara Meningkatkan IQ Anak

  • Sarapan yang sehat. Marwah termasuk anak yang sangat susah kalau disuruh sarapan. berbagai alasan ia keluarkan agar tidak sarapan, alhasil tetap dia harus sarapan meskipun dengan air mata yang bercucuran. Drama banget deh tiap pagi kalau nyuruh Marwah sarapan, malah kadang harus sampai ibunya ini konser *baca ngomel*. Untuk sarapan bisa coba memberikan buah, sereal gandum atau makanan lain yang proteinnya tinggi supaya anak mendapatkan sumber utama untuk bahan bakar otaknya nanti, agar di Sekolah bisa konsentrasi dengan baik. 
Share:
Read More