Wednesday, 7 December 2016

,

Panduan Memilih Baju Bayi dan Anak yang Nyaman dan Aman Dikenakan Buah Hati

Kebanyakan orang tua sangat senang mendandani bayi atau anak-anak mereka dengan pakaian yang bagus dan indah. Dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua saat penampilan bayinya mendapatkan pujian dari banyak orang disekitarnya. Bayi mungil yang lucu memang akan tampil makin menggemaskan bila di pakaikan baju bayi yang unik dan cantik.


Memilihkan outfits yang cocok untuk si kecil agar makin tampil cantik dan menggemaskan memang tidak ada salahnya dilakukan. Apalagi jika niatnya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tentu saja banyak hal yang perlu diperhatikan saat orang tua memilihkan pakaian untuk anak-anaknya, apalagi yang masih berusia balita.

Anak-anak apalagi bayi dan balita umumnya memiliki kulit yang halus, dan juga masih sangat sensitif terhadap bahan kain yang keras dan juga zat kimia yang terdapat dalam kain. Karena itu saat Anda hendak memilihkan outfits untuk bayi dan balita Anda, maka hal ini harus sangat diperhatikan. Jangan sampai hanya karena kita sangat menyukai modelnya, kita tidak memperhatikan kualitas bahan baju tersebut dan akhirnya mengganggu kenyamanan si kecil.

Berikut ini adalah panduan bagi Anda para orang tua yang akan memilihkan bajubayi untuk si kecil kesayangan Anda, yaitu antara lain:


  • Perhatikan kualitas bahan kain pada pakaian bayi.
Bahan pakaian untuk bayi yang paling tepat adalah yang menggunakan bahan alami. Bahan sintetis umumnya dibuat dengan campuran zat kimia tertentu sehingga dapat membuat iritasi pada kulit bayi. Bahan kain alami terbaik untuk bayi adalah dari jenis katun dan wol. Umumnya harga pakaian bayi dengan bahan kain alami seperti ini dibandrol lebih mahal daripada bahan kain sintetis. Namun hal ini tentunya tak akan jadi masalah selama Anda bisa memberikan yang terbaik untuk bayi Anda.

  • Pilihlah pakaian yang sesuai untuk bayi.
Umumnya bayi dan balita sangat sensitif dengan suhu panas dan dingin yang ada disekitarnya. Jadi saat Anda memilihkan pakaian untuk bayi, pilihlah baju yang sesuai dengan kondisi musim dan suhu udara saat itu. Pilihlah pakaian yang berbahan tebal saat musim dingin, dan pakaian yang berbahan lebih tipis saat musim panas.

Kualitas bahan pakaian juga harus diperhatikan. Pilih bahan baju yang mudah menyerap keringat dan juga lembut dan nyaman dikulit saat dipakai. 

Kemudian, pilihlah pakaian yang agak longgar dan tidak terlalu ketat untuk bayi Anda sehingga pakaian tersebut tidak akan mengganggu gerak lincah si kecil. Selain itu baju yang sedikit longgar dapat memudahkan keluarnya keringat si kecil sehingga kulit bayi dapat terhindar dari iritasi.

  • Pilihlah ukuran pakaian bayi yang tepat
Ukuran pakaian untuk bayi sebaiknya dipilih yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya. Pakaian yang ketat tentunya akan membuat bayi Anda merasa tidak nyaman saat bergerak. Selain itu umumnya pertumbuhan bayi akan menjadi sangat cepat di 12 bulan pertama kehidupannya. Sehingga memilih pakaian yang ukurannya sedikit lebih besar akan membantu Anda untuk tidak terlalu sering membeli pakaian baru untuk si kecil. Namun perlu diingat agar tidak memilih pakaian yang ukurannya terlalu besar dan terlalu longgar agar fungsi pakaian untuk menghangatkan tubuh tetap bisa didapat. 

  • Perhatikan proses pencucian pakaian bayi.
Usahakan untuk menghindari mencuci baju bayi dengan deterjen bubuk dan pewangi pakaian. Umumnya deterjen bubuk dan pewangi mengandung bahan kimia lebih banyak dan lebih tajam sehingga berpotensi membuat kulit bayi iritasi. Gunakanlah deterjen cair yang jauh lebih aman.






Share:
Read More

Monday, 5 December 2016

Orang Tua, Lakukan Ini Pada Anak

Menjadi seorang ibu adalah kebanggaan, ya memang benar adanya. Namun untuk menjadi seorang ibu butuh kesabaran, komitmen serta pengorbanan yang tinggi. Karena dalam menjalani peran sebagai orang tua bakalan banyak menghadapi tantangan. 

Orang Tua, Lakukan Ini Pada Anak

Pengorbanan itu seakan hilang nilainya, hilang rasa lelah dalam pengorbanan itu ketika melihat anak sehat dan menjadi manusia yang hebat. Iya kan? Jangankan nunggu anak menjadi manusia hebat dan berguna bagi nusa bangsa, liat Marwah udah bisa baca dan nulis aja hati ini langsung rontok dan terharu. Beneran, saya emang seorang ibu yang receh banget, liat anak baru bisa sesuatu aja lebaynya gak ketulungan, bahagia nya seperti mendapatkan undian mobil mewah. 

Saya jadi ingat deh, dulu waktu pertama Marwah bisa jalan, duuh bahagianya sampai langsung nelepon suami yang lagi kerja, hanya buat bilang Marwah sudah berjalan. Padahal Marwah jalannya belum lancar amat, masih selangkah dua langkah namun bahagianya itu lebay banget. Terus ketika dulu Marwah baru bisa ngomong ibu Tian, duh bahagianya pake banget. 




Dan itulah menjadi orang tua, banyak rasanya. Ada bahagia, bangga serta rasa lainnya yang dirasakan ketika melihat sang buah hati sehat dan bahagia. 


Ibu, buka mata dan rasakanlah 


Ketika anak masih kecil, mereka tidak mampu mengatakan apa yang mereka inginkan, mereka tak mampu mengatakan apa yang mereka rasakan. Sebagai orang tua, saya lah yang harus selalu teliti memahami sang anak, sayalah sebagai ibu yang harus selalu membuka mata dan mata hati untuk merasakan semua keadaan yang ada pada anak. 


Saya jadi ingat, ketika Marwah kecil pernah dia melakukan sesuatu yang bukan kebiasaannya, menjadi lebih pendiam atau kadang menghindar dan ternyata perilaku seperti itu adalah cara anak ingin menyampaikan sesuatu pada saya. Nah dari situ saya belajar lagi menggali perilaku anak. Kadang anak merasa takut untuk mengungkapkan apa yang ia inginkan, jadi sebagai ibu saya harus membuka mata dan ikut merasakan apa yang anak saya rasakan. 



Membebaskan dalam bersosialiasi

Marwah terus berkembang dan terus bertumbuh sesuai dengan usianya, bukan hanya badan nya saja yang berkembang namun emosinya juga ikut berkembang, Marwah tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dibanding tahun - tahun lalu. Dia sudah meninggalkan usia balitanya dan sekarang sudah menjadi anak - anak sekolah dasar. Membebaskan anak bersosialisasi itu baik dan juga penting apalagi jika dengan anak seusianya. 

Sebagai orang tua, kadang saya suka khawatir jika Marwah bergaul dan bermain bersama teman - temannya, takut inilah, takut itulah padahal itu bagus banget untuk perkembangan Marwah. Dengan bersosialisasi anak bisa merasakan gembira, merasakan kebersamaan dan lebih bisa mengontrol rasa emosinya. Marwah jadi bisa tau bagaimana rasanya kecewa dan lainnya. 


Jujur, saya kadang suka mikir negatif. Saya kadang takut kalau Marwah diberikan kebebasan bersosialisasi itu takut terbawa ini dan itu. 



Bantu anak menjadi anak yang mandiri 

Sejak kecil, Marwah terbiasa mandiri. Saya dan suami bekerja, jadi Marwah dititipkan pada orang tua saya. Alhamdulillah MArwah sudah mandiri sejak kecil dan sudah paham tentang tanggung jawabnya. 

Saya memang tidak memanjakan Marwah dari kecil, alasan saya hanya ingin dia menjadi anak yang mandiri meski dia adalah anak tunggal. Untuk kemandiriannya sih alhamdulillah saya sudah tidak lagi was - was. 


Ah banyak sih hal yang harus dilakukan orang tua kepada anaknya, selain memberikan makanan secara lahir dan batin. Semoga Marwah menjadi anak solehah dan berahlak mulia, diberikan kecerdasan yang baik oleh Allah Swt, aamiin yaa Rabb. 




FYI: 

Text by : Tian Lustiana 
Photo By : Pixabay.com 




Share:
Read More

Tuesday, 22 November 2016

,

Inilah Pilihan Olahraga yang Tepat untuk Ibu Hamil


Ibu hamil bukan hanya butuh asupan nutrisi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembang calon bayi. Namun juga, ibu hamil juga perlu melakukan olahraga yang tepat agar tetap bugar selama masa kehamilan. Jadi, para ibu hamil kini tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai aktivitas fisik yang boleh dilakukan.
Biasanya ibu hamil yang sehat diperkenankan untuk memilih satu dari beberapa olahraga ringan berikut ini :

Berjalan Kaki
Tidak ada yang rasanya lebih nyaman daripada berjalan kaki untuk ibu hamil. Para ibu hamil hanya perlu menggunakan sepatu dan baju yang nyaman agar lebih leluasa saat berjalan kaki. Berjalan kaki di pagi hari akan membuat ibu hamil merasa lebih rileks dan tubuh pun jadi lebih bugar. Jangan lupa pula untuk menyiapkan air minum agar tidak dehidrasi saat berjalan kaki.

Berenang
Olahraga renang tergolong sangat baik untuk ibu hamil karena risiko cideranya lebih rendah. Jenis olahraga air ini boleh dilakukan mulai dari masa awal kehamilan hingga trimester ketiga. Namun semakin besar kandungan, ibu hamil harus lebih hati-hati. Karena ukuran perut yang semakin besar membuat keseimbangan tubuh jadi berkurang dan risiko terpeleset semakin besar.

Berolahraga dengan Sepeda Statis
Menggunakan sepeda statis untuk melakukan gerakan-gerakan ringan selama hamil ternyata tidak berbahaya. Olahraga yang satu ini justru akan memperlancar suplai oksigen yang sangat dibutuhkan otak bayi. Otot-otot paha ibu hamil pun akan lebih kuat dan terlatih bila melakukan olahraga sepeda statis dengan intensitas ringan.


Yoga
Bukan rahasia lagi kalau olahraga yoga sangat baik untuk ibu hamil. Karena olahraga yang satu ini membuat ibu hamil merasa lebih rileks, menstabilkan sistem pernapasan, dan meningkatkan mood. Jika suasana hati sudah berada dalam keadaan baik, maka ibu hamil pun siap untuk menjalani proses persalinan secara tenang tanpa perasaan stres.

Kalau sedang lelah dan malas bepergian atau berolahraga, andalkan saja MatahariMall untuk memenuhi kebutuhan kita. Beli perlengkapan bayi berkualitas atau kebutuhan rumah tangga lainnya sangat mudah dan menyenangkan sejak ada MatahariMall. Karena toko online terpercaya ini sudah menyiapkan aneka produk dengan harga terjangkau. Belanja hemat dan praktis, pasti MatahariMall solusinya.


Yuk bu hamil kita olahraga ☺


Share:
Read More

Thursday, 17 November 2016

,

Travelling Sambil Mengajarkan Anak Tentang Persahabatan Dan Perbedaannya


Bosan traveling di dalam negeri? Anda ingin keluar negeri namun tidak mau mengeluarkan budget besar dan juga  mengajarkan anak tentang wisata dan belajar tentang [ersahabatan ? Anda bisa berkunjung ke negara tetangga Indonesia yang paling dekat, yaitu Malaysia. Berkunjung ke Malaysia, tentu tidak perlu mengeluarkan budget yang terlalu besar, disamping harga tiket pesawat yang murah, mata uang Malaysia juga tak jauh beda nilai kursnya dengan rupiah.


Saat ini ada banyak maskapai yang bisa Anda gunakan untuk menuju ke Malaysia, salah satu pilihan terbaik untuk Anda adalah Malaysia Air. Untuk memesan tiket pesawat sesuai yang diinginkan, Anda bisa memesan tiket online dengan mengunjungi website online travel agent terpercaya. Pemesanan secara online ini tentu lebih banyak memberi keuntungan, salah satunya dengan beli tiket Malaysia Air promo yang tersedia. 
Share:
Read More

Tuesday, 15 November 2016

Ketika Anak Belajar Online Shopping

Assalamualaikum,

Belanja online kini sudah menjadi trend, jangankan kita orang dewasa anak kecil aja sekarang sudah ngerti belanja online. Marwah, sekarang sedang senang cek toko online, untuk beli slime lah, beli bandana lah, beli kerudung lah. Ah anak - anak sekarang melek teknologi banget yah. 



Memang sih, belanja secara online itu sangat memudahkan, gak usah kita beranjak kemana - mana, order, bayar dan menunggu barang datang deh. Apalagi sekarang banyak marketplace baru dan terpercaya. Paling seneng kalau dapat MAP diskon,dari mapemall.com senang banget lah. Bukan hanya saya yang seneng, tapi Marwah juga ikut seneng kalau Map diskon nya bisa dibelanjakan mainan. 
Share:
Read More

Manfaat Musik Untuk Anak

Sejak hamil dulu, saya terbiasa mendengarkan musik. Bukan hanya saya yang mendengarkan musik namun bayi dalam kandungan saya pun suka saya dengarkan musik loh. 



Dan ternyata mendengarkan musik itu bermanfaat sekali, terutama untuk kecerdasan anak. Meski memang jika ingin anaknya cerdas ya suruh belajar, hehe. Tapi bener loh dengan anak mendengarkan musik bisa membuat kecerdasannya meningkat. Tapi memang ga semua jenis musik bisa membuat kecerdasan anak meningkat, ada beberapa jenis musik yang bisa membuat anak lebih cerdas, diantaranya adalah jenis musik klasik. Jenis musik klasik mampu memaksimalkan fungsi otak dan juga meningkatkan kecerdasan otak. 
Share:
Read More

Asuransi Jiwa Untuk Anak

Assalamualaikum, 

Sejak menikah, pasti sudah terpikir kan bahwa kita bakalan memiliki anak. Akan ada aak yang harus dilindungi. Bukankah anak adalah segalanya bagi orang tua, iyakan? 

Atas alasan itu juga, sebagai orang tua sudah seharusnya kita memberikan anak yang terbaik, termasuk memberikan asuransi jiwa untuk anak. Ya karena anak adalah prioritas semua orang tua. 

Asuransi jiwa untuk anak adalah asuransi yang atas nama anak, dalam polis tertulis nama anak dan yang bayar sih tetep kita sebagai orang tuanya.  Kalau ngomongin asuransi buat anak, identiknya dengan asuransi pendidikan ya. Karena memang sih pendidikan adalah hal penting dan juga merupakan hal yang utama untuk anak. Tapi kan kebutuhan anak bukan hanya pendidikan. Betul? 
Share:
Read More

Wednesday, 9 November 2016

,

Maafkan Ibu, Nak

Marwah, anakku tersayang
maafkan ibu nak,
maafkan ibu yang tidak bisa menemanimu setiap waktu, maafkan ibu yang setiap pagi hanya mampu membuatkan sarapan dan bekal sekolah tanpa sempat bisa mengantarkan mu sekolah, bahkan ibu tidak bisa menjemputmu.

Marwah, anakku tercinta
kamu mungkin ingin seperti temanmu yang lain, yang dijemput ibunya ketika mereka pulang sekolah. Maafkan nak, ibumu ini tidak mampu melakukannya setiap hari.
Share:
Read More

Monday, 7 November 2016

,

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang Sempurna

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang SempurnaSemenjak hamil, saya bertekad untuk menjadi seorang ibu yang sempurna untuk anak saya. Apalagi ketika saya melahirkan dan melihat sang bayi, begitu kuat sekali keinginan saya untuk menjadi seorang ibu yang sempurna. 

Saya Berhenti Ingin Menjadi Seorang Ibu Yang Sempurna

Manusiawi kali yah, kalau saya menginginkan menjadi seorang ibu yang berusaha sempurna. Dan masalahnya adalah tak kan pernah ada manusia yang sempurna di muka bumi ini karena semua kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, iya kan? Apalah saya yang melahirkan diusia muda, 21 tahun. Tentu saja banyak kesalahan dalam mendidik dan membesarkan Marwah. 
Share:
Read More

Tuesday, 1 November 2016

, ,

Wahai Orang Tua, Jangan Sepele kan Jika Anak Di ejek Atau Mengejek

"Bu, Si M ini suka bilang kalau aku jelek, terus aku langsung deh ga ditemani." 

"Bu, besok jangan pake tempat minum baru yah, aku diejekin sama dia katanya aku sombong suka pakai tempat minum baru." 

Dan keluhan lainnya yang sering Marwah utarakan semenjak ia masuk kelas 1SD, dan selalu saja yang mengejek atau mengolok - ngoloknya adalah anak yang sama, hiks. Saya bukanlah tipe orang tua yang selalu menuruti apa yang dikatakan anak dan saya bukan juga orang tua yang cuek bebek ketika anak curhat, saya menelaah dan mendengarkan dengan baik apa yang MArwah ceritakan, saya cerna baik - baik. 
Share:
Read More

Wednesday, 26 October 2016

,

Tentang Senyum Akbar

"Ih de Akbarnya tersenyum bu," Seru neng Marwah yang lagi seneng kalau lihat Akbar tersenyum. 

Emang lucu yah kalau bayi sedang tidur terus ia senyum, kayaknya surgaaa banget. Jangankan buat orang tuanya, buat bua nya juga kalau liat Akbar senyum tuh sesuatu, bua, yawa dan teh neng Marwah juga seneng kalau liat Akbar senyum. Dulu juga pas neng Marwah masih kecil, ibu sama ayah seneng banget kalau melihat neng tersenyum lepas saat tidur, seperti ada rasa tentram yang sangat luar biasa buat ayah dan ibu. 
Share:
Read More

Monday, 24 October 2016

Perkembangan Emosi Anak

Emosi Marwah semakin berkembang, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan usianya. Nah, masalah perkembangan emosinya ini saya sebagai ibu harus bisa ikut membantu mengarahkan serta menumbuhkan perkembangan emosi Marwah supaya menjadi emosi yang positif. 

Emosi anak memang labil, sebenernya bukan hanya emosi pada anak sih yang labil. Namun emosi pada orang dewasa pun jika tidak dikendalikan, sama aja labilnya seperti emosi pada anak. Bahkan tidak bisa diprediksi, kadang meluap - luap dan kadang bisa saja bersikap tenang dan wajar. Seiring bertumbuh dan berkembangnya usia, anak pun mengalami tingkat perubahan emosi, jika pada usia 2 - 4 tahun anak dikenal dengan tantrumnya atau mengutarakan emosinya dengan kegiatan yang destruktif maka pada usia 5 tahun anak akan belajar mengendalikan emosi dengan baik, itu semua juga takkan begitu saja terjadi jika orang tua tidak ikut belajar mengendalikan emosi anak. 




Terjadi juga pada Marwah, seiring berkembang usianya, juga berkembang emosinya. Terlihat jelas ketika Marwah mengekspresikan emosinya, dulu Marwah terlihat sekali jika sedang emosi, meski Marwah bukanlah tipe anak yang suka tantrum, namun sewaktu ia kecil jika ia Marah akan sangat terlihat, dari sikap dan perilakunya. Semakin bertambah usianya, maka emosinya semakin membaik dan tidak pernah meluap - luap seperti waktu ia masih berusia 5 tahun kebawah. Mungkin ini semua karena saya dan suami yang selalu berusaha untuk mengendalikan dan juga mengikuti perkembangan emosi Marwah dari tahun ke tahun, jadi jelas sekali perubahannya terlihat. 

Masalah perkembangan emosi anak ini sebenernya gak terlalu sulit sih untuk melihat reaksi emosi anak, karena kan kita setiap hari melakukan interaksi dengan anak. Sebagai ibu, saya hanya tinggal menyikapinya saja dengan tepat supaya emosi anak lebih baik dan sesuai dengan tingkatan usianya. 



Memang bisa orang tua menumbuhkan perkembangan emosi anak menjadi positif??? BISA DONG. Peranan penting menumbuhkan emosi anak ini adalah orang tua, anak membutuhkan dukungan dari kedua orang tuanya untuk terus mengembangkan dirinya, ya termasuk perkembangan emosinya. Setiap anak pasti memiliki perkembangan yang berbeda, perkembangan emosinya Marwah bertahap, dan perlahan Marwah mulai belajar tentang rasa percaya diri serta belajar optimis pada dirinya sendiri. Marwah juga sudah diajarkan untuk menjadi mandiri dan belajar berinisiatif dengan pikirannya serta Marwah sudah mampu mengendalikan daya imajinasinya , nah pada perkembangan ini, Marwah sangat membutuhkan dukungan saya dan ayahnya, agar terus berkembang dan bertumbuh ke arah yang positif. 

Menumbuhkan perkembangan emosi pada anak agar menjadi positif memang tak mudah dilakukan, namun wajib dicoba agar orang tua ikut serta mendukung perkembangan emosinya ke arah yang positif, inilah cara yang saya dan suami lakukan untuk menumbuhkan perkembangan emosi Marwah yang positif. 


  • Kami, ayah dan ibu nya Marwah memberikan kesempatan pada Marwah untuk menentukan sendiri apa yang ia ingin lakukan bersama kami. Ini saya lakukan agar Marwah merasa dihargai dan merasakan bahwa dia benar - benar sangat kami inginkan keberadaannya. Marwah juga akan merasa bebas dan lebih pede karena dia sudah terbiasa mengutarakan keinginannya sejak kecil. 
  • Saya dan ayah Marwah sudah terbiasa mendengarkan Marwah sejak ia kecil, meskipun kami sedang ngobrol serius namun jika Marwah datang dan mengajak ngobrol, maka kami selalu mendahulukan Marwah, tanpa alasan apapun. Marwah terbiasa ngobrol bersama kami, dia nyaman karena kami selalu mendengarkannya dan ketika Marwah marah kami menarik nafas terlebih dahulu sebelum memarahi, ada lah beberapa hal yang akhirnya membuat kami memarahi Marwah. Namun jika kami harus memarahinya, tidak kami lakukan didepan banyak orang, hanya antara kami saja, saya dan Marwah atau ayahnya dan Marwah. 
  • Batasan harus ada, meski saya memberikan kebebasan pada Marwah namun ada batasan yang harus ia pahami. Ada waktunya kapan saya harus selalu mengikuti keinginannya dan kapan waktunya saya tidak mengikuti keinginannya, saya memang tidak terlalu memanjakan Marwah. 

Semoga bertambahnya usia Marwah semakin matang dan terkendali emosinya ya sayang, we love you Marwah. 





Ayah dan Ibu


Share:
Read More

Monday, 10 October 2016

,

Tips memilih tas sekolah anak

Anak - anak sekarang ya, bukan hanya beban pelajaran yang susah namun juga beban berat bukunya juga harus diperhatikan. Tas anak sekolah sekarang tuh berat - berat, anak kelas 1 SD saja pelajarannya sudah banyak, belum bekal minum dan bekal makanan untuk istirahat. 

Dalam postingan kali ini, saya akan memberikan tips tentang memilih tas sekolah untuk anak. Apakah tas sekolah itu dipilih anak atau orang tua yang memilihkannya?



Jujur, setiap memilih tas sekolah untuk Marwah saya suka merasa gimana gitu, karena maklum lah kan pilihan anak - anak tuh suka liat desain saja tanpa memikirkan kualitas, beda dong dengan pilihan saya yang mempertimbangkan kualitas dibandingkan desain tas. Buat saya tas sekolah Marwah bukan cuman gaya - gayaan namun juga harus nyaman dikenakan dan juga aman untuk pertumbuhan serta kesehatan Marwah, berlebihan ya saya? hihi begitulah ibu - ibu. 

Kenapa saya begitu berlebihan memilih tas sekolah untuk Marwah? Jangan lupa loh, bahwa cedera pada anak yang tas nya keberatan dan gak nyaman plus gak aman bisa keseleo, tegang dan juga memar pada bahu atau punggung.


Tips nya adalah : 

Pilih model yang paling tepat 

Pilih tas yang ideal untuk anak dengan  memastikan bahwa tas tersebut punya selempang yang nyaman dan empuk, tapi kalau saya sih lebih suka Marwah menggunakan ransel atau backpack, karena kalau yang selempang kan talinya cuman satu takutnya nanti bahu Marwah malah engga nyaman. 

Memilih backpack yang belakangnya dilapisi bantalan yang empuk, gunanya untuk membuat anak nyaman dan juga supaya barang tajam dalam tas enggak menusuk punggungnya. 

Memilih yang banyak ruang didalamnya, jadi anak kalau nyimpan barang enggak menumpuk. 

Pilih ukuran tas yang tepat 

Pilih ukuran yang tepat untuk anak, sesuai dengan usia anak. Ukuran tas anak yang baik adalah 75 persen dari punggung anak, jadi maksimal besarnya tas sekolah anak kira - kira sepinggang sampai bahu.

Isi tas sekolah juga tak boleh lebih dari 15 persen berat anak. Idealnya sekitar 10 persen dari berat badan anak, jadi misalnya kalau anak berat badannya 35kg maka berat idealnya isi dan tas sekolah anak adalah sepuluh persen dari 35 kg. kadang kasian ya liat anak yang sampai bungkuk menggendong tas sekolah yang beratnya diluar standar.

Saya sekarang lebih senang membelikan tas dorong buat Marwah, karena bukunya kan banyak. Buku paket dan juga buku catatan.

Kalau ibu - ibu lain gimana? Pilih tas sekolah seperti apa? 


Share:
Read More

Wednesday, 21 September 2016

,

Memilih Celana Ibu Hamil yang Berkualitas

Membeli pakaian hamil sangatlah penting bagi ibu yang tengah melewati masa kehamilan. Begitu pula dengan celana hamil yang dibutuhkan. Anda perlu membeli celana yang tepat dengan selektif sehingga masa kehamilan dapat dilalui dengan nyaman dan lancar. 


Sebab, celana yang digunakan sangat menentukan kenyamanan aktivitas, gerak dan lain sebagainya. Celana juga menentukan kenyamanan si kecil dalam kandungan sehingga memilih celana ibu hamil yang berkualitas wajib dilakukan dengan cermat. Berikut ini beberapa hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih celana hamil yang tepat, yaitu:

Kualitas bahan celana. 

Berbagai toko pakaian hamil menjual aneka jenis celana dengan desain yang berbeda-beda. Sebelum mengutamakan desain celana yang Anda inginkan, perhatikanlah kualitas bahan celana dengan baik sejak awal. Pastikanlah celana yang Anda pilih memiliki kualitas bahan yang baik, nyaman dan memenuhi standar. Bahan yang paling tepat untuk dipakai sebagai celana hamil ialah bahan yang elastis dan menyerap keringat. Dengan memilih bahan celana yang tepat, berkualitas, elastis dan bisa menyerap keringat, maka aktivitas ibu akan terasa lebih nyaman selama masa kehamilan.



Model atau potongan celana. 

Celana hamil saat ini tersedia dalam berbagai macam pilihan model dan desain yang sangat beragam. Anda perlu menyesuaikan model dan potongan celana hamil tersebut berdasarkan kebutuhan. Potongan celana sebaiknya disesuaikan juga dengan bentuk tubuh dari bagian perut, paha dan seterusnya sehingga model celana yang Anda pilih tetap bisa menunjang penampilan yang terlihat elegan pada saat melewati masa kehamilan.


Ukuran celana. 

Ukuran tubuh, terutama perut wanita yang hamil tentu berubah drastis. Apalagi jika usia kehamilan sudah memasuki trimester tengah dan akhir. Artinya, Anda harus memilih ukuran celana yang tepat dan sesuai dengan perubahan ukuran perut dengan baik demi kenyamanan Anda dan janin. Pilihlah celana ibu hamil dengan ukuran yang cocok dan tidak ketat supaya pergerakan aktivitas dapat dilakukan dengan baik. Karena perubahan ukuran badan terus terjadi, maka belilah celana secara berkala dan menyesuaikan perubahan ukuran perut dan badan selama hamil.


Merk celana. 

Ada beberapa merk celana yang dapat Anda pilih untuk menunjang kenyamanan selama melalui masa kehamilan. Merk celana yang tersedia dapat Anda beli berdasarkan merk celana yang baik reputasinya. Namun jangan lupa, originalitas merk celana yang Anda pilih juga harus diperhatikan supaya celana yang Anda beli benar-benar asli dan berkualitas. Jadi, budget yang Anda keluarkan untuk membeli celana hamil bermerk tersebut tidak akan sia-sia.


Harga celana. 

Setiap celana hamil dijual dengan harga yang berbeda-beda. Anda bisa mencari dan membandingkan harga setiap celana dari beberapa toko pakaian terdekat. Dengan membandingkan harga dan memilih celana yang tepat, maka celana hamil yang Anda beli pasti terasa lebih hemat. Selain itu, celana hamil yang Anda beli juga akan sesuai dengan anggaran belanja yang telah disiapkan untuk penuhi setiap kebutuhan selama masa kehamilan.


Itulah beberapa hal penting yang seharusnya diperhitungkan pada saat memilih celana ibu hamil yang tepat dan berkualitas. Kenyamanan bahan celana, model potongan celana, ukuran celana, merk celana hingga harga celana tersebut perlu dipertimbangkan. Apabila semua sudah diperhatikan dengan baik dan cermat, tentu saja celana hamil yang Anda dapatkan pasti efektif menciptakan kenyamanan selama masa kehamilan. Kenyamanan yang tercipta berkat pemakaian celana hamil yang tepat bukan hanya dirasakan oleh Anda, tetapi juga dirasakan oleh janin yang ada dalam kandungan.
Share:
Read More

Friday, 9 September 2016

,

Imunisasi Wajib Bagi Bayi

Imunisasi wajib bayi. Apa saja memang imunisasi yang diwajibkan oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk bayi ?


Kemarin pas baru lahir, Akbar sudah langsung disuntik vaksin hepatitis B, sebenarnya gak langsung sih, kira - kira 12 jam lah setelah Akbar lahir. Bukan hanya hepatitis B yang diharuskan oleh IDAI loh ada beberapa jenis imunisasi lain yang diwajibkan, diantaranya adalah :


  • BCG / Bacille Calmette - Guerin . Memiliki manfaat untuk mencegah penyakit TB atau tuberkulosis, apa itu? adalah infeksi yang penyebab utamanya adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. TB ini menyerang paru - paru, meski ada juga kasusnya yang menyerang organ lain. BCG ini diberikan sejak bayi lahir atau bisa juga ketika anak sudah lebih dari usia 3 bulan. 
  • Hepatitis B . Memiliki manfaat untuk memberikan perlindungan terhadap tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan rusak pada hati. Berikan imunisasi hepatitis B ini pada bayi baru lahir dan dlanjutkan kembali ketika bayi berusia 1 bulan, 3 -  6 bulan. 
  • Polio. Imunisasi polio ini memberikan perlindungan terhadap tubuh dari virus polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan. Polio diberikan saat cek bayi setelah lahir, selanjutnya diberikan pada bayi usia 2 , 4, dan 6 bulan. 
  • DTP / Diptheria, Tetanus, Pertussis. Saya sih menyingkatnya DPT hehe, imunisasi ini mampu mencegah difteri atau infeksi saluran pernafasan yang diakibatkan bakteri, tetanus yakni infeksi bakteri pada bagian tubuh yang mengalami luka dan pertusis itu adalah batuk rejan, batuk yang berlangsung lama. Diberikan pertama kali itu pas bayi berusia 6 minggu dan kemudian diberikan kembali ketika usia 4 dan 6 bulan. 
  • Campak. Memberikan perlindungan yang diakibatkan virus. Diberikan ketika anak berusia 9 bulan. 

Yuk imunisasi supaya anak sehat dan kuat :). 














Share:
Read More

Thursday, 8 September 2016

,

Mengenalkan Uang Pada Anak

Sepakat dong kalau peran orang tua itu sangat berpengaruh pada perkembangan anak?, sepakat yah. Ya, bagaimanapun juga memang orang tua itu memiliki peranan yang penting untuk pendidikan serta perkembangan sang anak, termasuk  mengajarkan anak seputar uang. Menurut saya sih, sebaiknya mengajarkan anak tentang alat tukar ini sejak dini, bukan mengajarkan anak buat jajan loh namun mengajarkan anak supaya anak tahu dan paham bagaimana cara menggunakan uang. Bukan hanya itu, anak juga harus paham dari mana sih uang itu berasal sehingga bisa hadir dalam dompet ayah dan ibunya, hehe. Itu saja? enggak lah anak juga harus diajarkan bagaimana mengelola uang dan mengaturnya dengan baik. 


Mengajarkan anak tentang uang ini penting untuk bekalnya dimasa depan supaya mampu mengatur keuangan dengan efektif dan tepat.

Dan inilah cara yang bisa digunakan agar anak memahami tentang uang dan anak juga bisa paham untuk membelanjakan produk tanpa batas asalkan bermanfaat dan memang diperlukan. 

  • Tentang Anggaran Belanja. Sudah paham dong bu kalau anggaran belanja ini dirancang dmei untuk mengontrol pengeluaran, agar tidak membeli produk yang memang belum dibutuhkan. Nah saya mengajarkan tentang anggaran belanja ini pada Marwah dengan sangat sederhana, biasanya setiap awal bulan saya suka belanja bulanan nah sebelum kita belanja, saya menyuruh Marwah untuk menuliskan apa saja yang akan dibeli nantinya. Saya mengajarkan pada Marwah untuk lebih mementingkan apa yang kita butuhkan daripada apa yang diinginkan, ini agar Marwah terbiasa dengan skala prioritas menggunakan uangnya nanti ketika ia dewasa. 
  • Tabungan. Saya dan suami sepakat untuk mengajarkan tentang menabung dan berinvestasi pada Marwah sejak ia kelas 1SD. Kami pun menjelaskan bahwa tabungan ini bisa digunakan ketika suatu waktu kita sedang dalam keadaan urgent dan memang membutuhkan uang itu. 
  • Gratisan? NO. Ya apa sih yang gratis  jaman sekarang? lah ke toilet aja harus bayar, hehe. Saya dan ayah Marwah menjelaskan pada Marwah bahwa jika menginginkan sesuatu harus beli alias ada harga yang harus bayar. Kami mengajarkan tentang bagaimana barang itu harus dibayarkan, jadi jika Marwah inginkan sesuatu barang ya harus dibayarkan dengan jumlah uang yang sesuai. 
  • Mengenalkan pada ATM. Dari kecil Marwah sering saja ajakin ambil uang di ATM malah pernah Marwah menyuruh saya dan ayahnya berhenti kerja dan bilang " Udah ayah sama ibu gak usah kerja, kalau mau uang ya ambil aja disini". Nah kan Marwah menjadi salah paham mengartikan ATM, makanya ketika usianya sudah cukup untuk saya berikan penjelasan tentang cara kerja ATM maka kami menjelaskannya dengan bahasa yang mudah ia mengerti. 

Marwah dulu menafsirkan bahwa dengan uang dia mampu membeli produk tanpa batas, ya mainanlah, makananlah atau baju, dengan diberikan penjelasan yang masuk dalam logikanya akhirnya dia mengerti dan paham tentang cara mengatur uang. 




Share:
Read More

Monday, 5 September 2016

, ,

Mitos Dan Fakta Bayi Baru Lahir

Selamat datang ke dunia, Muhammad Ghailan Akbar. Yeee sweet baby boy telah lahir dengan selamat hari jumat 02 September 2016 pukul delapan pagi. 

Semoga baby Akbar menjadi anak soleh ya sayang, menjadi kebanggaan ayah dan ibu juga kebanggaan semua keluarga, aamiin. Oiya baby Akbar harus sayang sama anaknya bua ya, neng Marwah eh kamu manggilnya teteh Neng aja yah. 

Adik saya dan isterinya terbilang masih muda memiliki anak, 27 tahun? hmm gak muda yah, saya malahan dulu usia 22 tahun sudah melahirkan dan nimang bayi. Namun bagaimana pun adik saya ini kok keliatan kecil terus dimata saya ya, jadi saya tetap memanggil mereka pasangan muda belia, noted yah. 

Memang sudah siap memiliki anak? Itu yang sering temen dan saudara saya tanyakan ketika saya sedang hamil muda dulu, usia saya saat itu 22 tahun dan sebentar lagi akan melahirkan. Siap tidak siap ya saya harus siap, begitu pikir saya dulu. Namun memang dibutuhkan kesiapan yang cukup untuk memiliki seorang anak. Ngomong - ngomong soal kesiapan memiliki anak, seorang teman saya menuliskan dengan sangat detail mengenai fase - fase tumbuh kembang anak, makasih ya teh Zia artikelnya keren dan bermanfaat sekali untuk para orang tua yang masih muda. 

Seperti halnya pasangan muda lain, adik saya pun mengalami rasa khawatir seputar bayi nya. Yang mana kadang mitos pun masih mereka dengarkan dan malah mereka khawatirkan. 

Baiklah, Bua nya Akbar bakalan cerita seputar mitos dan fakta bayi yang baru lahir. 


Katanya kalau bayi yang bahagia itu jarang menangis loh, itu mitosnya. Faktanya adalah semua bayi menangis, hampir semua bayi menangis apalagi bayi baru lahir. Tangisan pada bayi itu meningkat sejak 2 - 3 minggu dia lahir dan memuncak ketika usianya mencapai 6 - 8 minggu. Dan tangisan itu akan berkurang ketika mencapai usia 12 minggu. Dulu, usia saya saat melahirkan MArwah itu relatif muda, dan saya pernah sampai stress karena tangisan bayi, wajar kah? wajar sih asal ga sampe baby blues parah. Nah terus apa dong yang harus dilakukan? Saya minta mamah dan kerabat saya untuk menenangkan bayi, sementara saya pun menenangkan diri sendiri. 


Oke, lanjut ke mitos selanjutnya ya. Menurut mitos katanya bayi yang baru lahir itu enggak rewel dan enggak kembung plus ga sering buang angin. Tapi faktanya adalah semua bayi bisa saja rewel karena perut bayi banyak gas, sistem pencernaan mereka kosong dan kalau mereka buang angin, wajar banget lah. Dulu, Marwah rewel jika perutnya kembung, kebayang kan bagaimana saya stress nya anak bayi yang rewel, saya serba salah karena bayi kan ga bisa ngomong sakit apa. Cara jitu nya adalah dengan menggendong bayi ke ruangan yang senyu, ayun perlahan. Atau jika masih menangis karena kembung, gerakan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda, gerakan ini mampu mengeluarkan gas dari perutnya. 

Mitos selanjutnya adalah tentang gumoh. Bayi gumoh, orang tua khawatir. Padahal wajar banget kalau bayi gumoh selepas minum ASI atau Sufor. Saya dulu selalu menyendawakan Marwah selepas dia minum susu, menggendongnya dengan posisi tengkurap dan menepuk belakang dada nya perlahan. 




Dan banyak lagi mitos lainnya yang kadang membuat pasangan muda itu pusing banyak keliling, bukan hanya pusing tujuh keliling yah. 

Share:
Read More

Thursday, 1 September 2016

Perlu Tidak Menu Katering Harian untuk Anak?

Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang karena dari makanan yang dikonsumsi tersebut, dapat menjadi sumber energi bagi tubuh dan memiliki efek yang baik untuk tubuh. Banyaknya permintaan akan makanan yang bergizi dan seimbang membuat usaha katering dapat dengan mudah ditemukan. Berbagai jenis katering dapat Anda temui termasuk katering untuk makanan anak. Namun, apakah anak perlu mendapatkan menu katering harian . 

Perlu Tidak Menu Katering Harian untuk Anak?

Perlu tidaknya menu katering untuk anak tergantung pada keperluan. Misalnya jika untuk pribadi, seperti untuk anak Anda, tergantung dari kemampuan Anda untuk membuat makanan yang tepat untuk anak. Jika Anda memiliki kesibukan yang tinggi dan tidak sempat untuk membuat makanan selain membuat cereal, Anda dapat mempertimbangkan untuk memesan makanan katering untuk anak Anda sehingga anak Anda tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Namun, sebaiknya jika Anda memang mampu untuk memasak, Anda memasak untuk anak Anda walaupun hanya masakan sederhana seperti omelet.

Kedua jika Anda memiliki sebuah taman kanak-kanak atau preschool, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan menggunakan jasa katering harian. Aktivitas Anda untuk menjaga dan mengajarkan kepada anak-anak akan lebih ringan jika ketika jam makan siang, menu makan siang untuk anak-anak sudah tersedia dan siap dikonsumsi. Dengan cara ini selain dapat meringankan beban Anda dan guru preschool juga dapat meringankan beban orang tua terutama yang beraktivitas sangat padat yang tidak sempat membuatkan makanan untuk makan siang.

Namun, pemilihan menu katering harian untuk anak-anak harus sangat diperhatikan karena menyangkut tumbuh kembang anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih menu yaitu:

  • Kehigienisan atau kebersihan dari bahan makanan, cara memasak serta cara penyajian karena dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh anak yang rentan akan penyakit.
  • Keseimbangan makanan yang disajikan. Menu yang sebaiknya diberikan kepada anak adalah 4 sehat 5 sempurna untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
  • Tampilan, karena hampir setiap anak akan memakan sesuatu yang terlihat lebih menarik sehingga dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Harga yang diberikan untuk setiap menu yang harus sesuai dengan budget dari preschool Anda.

Nah gimana, perlu tidak menu katering harian untuk anak? 


Share:
Read More

Monday, 29 August 2016

, ,

Mendorong Rasa Ingin Tahu Anak

Tentang rasa ingin tahu anak, yang kadang membuat saya sebagai ibu itu jengkel menjawab pertanyaan anak. Jika jawaban tidak didapatkan maka anak akan terus bertanya, terus dan terus sampai ia benar - benar mendapatkan jawaban yang masuk pada logikanya. 


Rasa ingin tahu anak itu bagus loh apalagi kalau dijaga dan dikembangkan dengan baik oleh kita selaku para orang tua. Anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dan senang bertanya itu artinya dia sedang bereksperimen.

Seperti yang saya ungkapkan tadi, bahwa rasa ingin tahu anak yang besar itu kadang membuat jengkel, haha. Kadang pertanyaan mereka membuat kita para orang tua bingung, terutama saya haha serius saya suka bingung jika Marwah mengajukan pertanyaan yang belum bisa saya jawab. Bahkan ada loh orang tua yang menolak untuk menjawab pertanyaan anak dan membuat anak jadi berhenti bertanya, sikap seperti ini sebenarnya sudah membunuh rasa ingin tahu anak dan kesempatan anak berkembang pun berkurang. Apalagi jika orang tua marah ketika anak bertanya, yang ada anak menjadi takut dan rasa takut ini lah yang bisa membuat rasa ingin tahu anak hilang. 

Ada beberapa cara sederhana yang mampu menjaga dan membuat rasa ingin tahu anak berkembang dan anak akan mendapatkan pengalaman baru. 

  • Menghargai dan menjawab pertanyaan anak, penting. Saya pernah sedang capek, pulang kerja dan kemudian Marwah bertanya, mimik wajah saya mungkin melukiskan kekesalan sehingga saya kok jadi sulit menjawab pertanyaan Marwah, padahal sebaiknya saya gak boleh menunjukkan wajah kesal pada anak ketika ia bertanya, takutnya anak menjadi jera untuk bertanya. Dan ketika saya tidak mampu menjawab pertanyaannya maka saya menundanya bukan tidak menjawabnya, jawabannya akan diberikan setelah saya benar - benar bisa menjelaskannya dengan baik. 
  • Ajak anak untuk bereksplorasi. Kadang saya mengajak Marwah untuk bersama dalam mencari jawaban, misalnya saya ajakin membaca buku bareng demi mendapatkan jawaban yang pas atau berselancar dengan internet dan pernah mendatangi museum juga. 
  • Memberikan anak kebebasan untuk bereksperimen juga salah satu cara menggali rasa ingin tahunya, dengan bermain anak bisa leluasa bereksperimen loh, namun jelaskan dulu aturannya dengan sedetail mungkin. 
  • Memberikan apresiasi pada semua hasil kegiatan anak, saya kadang memang suka lebay nih kalau kasi apresiasi. Wajah lebay saya keluar ketika melihat hasil kegiatan Marwah haha, duh namanya juga emak - emak kalau lihat anak melakukan sesuatu langsung deh terharu dan baper. 

Buat saya dan suami, menjadi contoh buat anak adalah yang pasti, menjadi orang tua itu adalah yang berani mencoba dan juga menggali sesuatu yang baru, kasarnya harus berilmu pengetahuan lah yah. Jadi orang tua itu asyik jika sama - sama belajar dengan anak, sama - sama cerita tentang apapun juga. 


Sampai jumpa dipostingan selanjutnya,


Salam,




Share:
Read More

Monday, 22 August 2016

,

Manfaat Kipas Angin

Beberapa hari lalu, Marwah menanyakan tentang manfaat dari kipas angin untuk kehidupan sehari – hari. Duh emang ya, Marwah ini ada – ada saja pertanyaannya, coba kalau nanya harga kipas angin murah sama ibu, pasti ibu langsung jawab deh, hehe.Atau nanya dimana beli kipas angin murah pasti ibu kasi tau, tuh di MatahariMall.com hehe. 

Dan inilah hasil saya baca sana - sini, searching sana - sini dan kemudian saya jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti Marwah. 

Gara – gara udara yang lumayan panas nih, jadi kami menyalakan kipas angina dan Marwah pun bertanya tentang manfaat lainnya selain kipas angin memberikan efek segar itu. Saya pun menjelaskan bahwa kipas angin ini dibagi menjadi dua, kipas angin manual atau tradisional dan kipas angin yang menggunakan tenaga listrik. Saya juga menjelaskan tentang sejarah penemuan kipas angin yang ditemukan pada 4000 tahun yang lalu, dan ditemukan di sebuah makam raja mesir, nama rajanya Tutankhamen ditahun 1922. Dulu itu kipas angin digunakan hanya untuk upacara keagamaan Mesir kuno, bisa dibilang juga sebagai benda yang sakral. Bisa dibilang juga bahwa kipas itu melambangkan kekuatan seorang raja. 
Photo diambil dari MatahariMall.com 

Marwah mengangguk - angguk, semoga dia mengerti hehe. Kemudian saya jelaskan tentang bagian utama dalam kipas angin, seperti motor penggerak, yang merupakan bagian kipas angin dimana kerjanya menggerakkan baling - baling kipas. Baling - baling kipas fungsinya untuk menghasilkan angin ketika ia berputar pada satu poros, saya pun menjelaskan bahwa bagian baling - baling ini bahaya untuk anak - anak makanya harus dilindungi agar safety. Dan penjelasan lainnya tentang bagian kipas angin yang bisa dimengerti Marwah. 

Manfaat kipas angin untuk kehidupan sehari - hari adalah : 

  • Bisa meningkatkan sirkulasi udara. Saya menjelaskan bahwa kipas angin kalau diletakkan di dinding atau lantai bisa memberikan rasa nyaman alias adem, juga mampu meningkatkan sirklasi udara pada ruangan yakni mengganti udara yang kotor dengan udara yang lebih bersih dan segar dari luar ruangan. 
  • Kipas angin lebih hemat. Dibandingkan dengan menggunakan AC.Buktinya saja saya kalau nyari kipas angin ya nyari yang punya harga kipas angin murah. Haha. 
  • Kipas angin membuat ruangan terbebas dari bau dan pengap.Ini terjadi karena sirkulasi udara tadi, jadinya ruangan lebih nyaman dan segar. 

Saya pun menjelaskan bahwa penggunaan kipas angin juga tidak baik kalau dipakai terus - terusan, apalagi kalau lagi tidur lebih baik jangan menggunakan kipas angin. 



Share:
Read More
,

Bermain Peran Bersama Anak

Bermain dengan anak memang sangat menyenangkan, kebahagiaan banget deh kalau sedang bermain bersama anak tercinta. Jenis permainan apapun jika dilakukan bersama anak pasti menyenangkan. Biasanya saya dan Marwah suka bermain peran, permainan sederhana tanpa alat bantu mainan. Bermain peran atau role playing ini Marwah bisa menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri dan begitupun saya, ketika bermain saya pun bukan sebagai ibunya. 


Bermain peran ini sudah kami mainkan sejak Marwah berusia 24bulan. Memang ya kalau anak perempuan lebih senang bermain seperti ini. Marwah senang menawarkan sesuatu pada saya, ayahnya atau bahkan pada boneka. Misalnya dia sedang bermain sebagai koki yang menawarkan makanan pada saya dan ayahnya. Atau berpura - pura menjadi pelayan supermarket dan menawarkan produknya kepada saya. Saya pun berpura - pura menanyakan pada Marwah berapa harga kipas angin murah bu? hehe pokoknya sebisa mungkin bermain peran ini dilakukan dengan maksimal.



Bermain peran atau role playing ini membuat Marwah senang, karena dengan bermain peran Marwah seperti diberikan kebebasan berkreasi serta bebas untuk berimajinasi. Marwah juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang ia sukai. Dengan bermain peran itu bisa memberikan sarana untuk relaksasi bersama orang tuanya. Dan memang bermain peran ini penting dan sebaiknya dimainkan dalam kehidupan setiap anak.

Manfaat bermain peran itu memang apa saja sih?
  • Melatih bagaimana cara untuk berinteraksi pada anak, serta melatih komunikasi verbal ana dengan orang lain, yang diimplementasikan dengan percakapan dua arah antara anak dan orang tua. Ini mempengaruhi kecerdasan verbal linguistiknya. 
  • Sebagai orang tua, saya bisa memasukkan nilai atau norma tentang cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain, ini juga mempengaruhinya dalam kecerdasan intrapersonal anak.
  • Saya juga bisa mengajarkan anak tentang lingkungan hidup atau merangsang kecerdasan naturalistik anak dan juga masih ada kaitannya bagi kecerdasan interpersonalnya. 


Sebenarnya sih gak ada aturan yang khusus dan juga alat yang diharuskan untuk bermain peran, hanya saja orang tua harus memperhatikan peran yang sesuai dengan usia dan juga gender anak. Bermain peran ini merangsang kemampuan fisik dan kognitif anak yang lumayan kompleks, karena apa? karena melibatkan daya ingat anak, daya tangkap anak serta daya imajinasi anak. 

Bermain peran dengan anak berusia 20 bulanan akan beda jika dibandingkan dengan anak 24 bulan atau anak berusia 3 – 4 tahun. Dulu ketika Marwah berusia 18 – 24 bulan memang ia tidak terlalu antusias bermain peran, berbeda ketika ia berusia 5 tahun sampai sekarang. Selain itu juga harus diperhatikan kemampuan fisik dan kognitif anak, memperhatikan tema nya juga harus diperhatikan dengan baik. Dengan bermain peran anak juga akan lebih senang dan juga terbiasa untuk melakukan hal – hal yang akan berlangsung pada hidupnya kelak. 


Nah, kalau ayah dan ibu lainnya suka bermain peran apa dengan anaknya? 




Share:
Read More

Friday, 19 August 2016

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Kalau anak turun berat badannya, sebagai seorang ibu saya suka sedih dan gimana gitu. Gangguan kesehatan pada anak yang erat kaitannya dengan sistem pencernaannya bisa menjadi salah satu penyebab anak mengalami penurunan berat badan. Bukan hanya itu, jika anak mengalami gangguan pencernaan, maka kebutuhan nutrisi anakpun menjadi terhambat dan akibatnya anak terganggu tumbuh kembangnya. 

Kenali Sistem Pencernaan Pada Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Oleh karena itu sangat penting sekali untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, karena apa? ya karena kan hampir 80% pembentukan sistem daya tahan tubuh anak itu dibentuk dalam saluran cerna. Nah, jika anak mengalami gangguan pencernaan, ya otomatis penyerapan nutrisipun akan terhambat dan ada resiko lainnya yakni gangguan fungsi pencernaan. 
Share:
Read More

Thursday, 11 August 2016

, ,

Ibu Bekerja Tetap Dekat Dengan Anak

"Bu, gapapa deh aku ga dibeliin boneka barbie itu."
"kenapa de?" 
" Iya kan ibu bekerja buat cari uang kan? nah aku ga akan minta dibeliin boneka lagi jadi ibu ga usah kerja yah,"

Jleeeb banget deh ketika Marwah bilang gitu, Marwah waktu itu masih berusia 5 tahunan dan masih TK B. Kadang dia suka sedih melihat anak lain dijemput oleh ibunya, hiks dan saya pun sedih. Namun bagaimana lagi, saya masih harus tetap bekerja. Kami masih memiliki impian dan target yang mana saya dan suami harus bekerja keras, bukan karena penghasilan suami tidak cukup, bukan. Namun saya masih memiliki impian dan saya harus membantu suami untuk mewujudkan impian itu. Suatu hari ibu pasti bakalan terus menemani mu sayang.

Perlahan, saya dan suami menjelaskan kepada Marwah mengapa saya harus bekerja. Saya menjelaskan bahwa ibunya bekerja sebagai bentuk kerjasama bersama ayahnya untuk membangun impian kita semua. Dan saya terus memberikan penjelasan pada Marwah bahwa saya bekerja bukan meninggalkannya hanya urusan uang saja namun saya mulai menjelaskan bahwa ini tentang rasa tanggung jawab. 

Alhamdulillah Marwah mulai mengerti dan paham, dan sekarang Marwah sudah kelas 2SD dan sudah memahami betul alasan saya bekerja. 

Meski saya bekerja, kedekatan saya dan Marwah masih tetep terjaga dong, kedekatan kami semakin lekat seiring berjalannya waktu. Ada beberapa cara sederhana yang saya lakukan, diantaranya:

  • Saya memanfaatkan semua cara untuk terhubung dengan Marwah, ini saya optimalkan untuk memberitahukan Marwah bahwa saya selalu mengingat dan merindukannya meskipun sedang bekerja. 
  • Biasanya kami selalu ber-video call atau teleponan, Marwah juga suka ingin lihat apa yang sedang saya kerjakan dan sesekali juga saya bervideo call sambil mengerjakan pekerjaan kantor. 
  • Pertanyaan yang saya kemukakan ketika menelepon atau video call dengan Marwah adalah menanyakan perasaannya, apa dia sedang sedih, senang atau sedang kecewa. saya juga suka menanyakan bagaimana interaksinya dengan guru dan teman sekolahnya, ini membuktikan bahwa saya terus memantaunya meskipun saya bekerja. 
  • Ketika pulang kerja saya selalu membawakan "sesuatu". Bukan makanan saja, saya biasanya print out gambar kesukaannya atau mendownload lagu kesukaaanya. 
  • Meski komunikasi melalui telepon, saya selalu berusaha agar komunikasinya tetap berjalan dua arah. 
Dan alhamdulillah sekarang Marwah sudah mengerti dan paham mengapa saya bekerja. Meskipun bekerja, saya dan Marwah tetap dekat kok :). 



Share:
Read More