September 2016 - Cerita Ibu - Parenting Blogger Indonesia

Wednesday, 21 September 2016

Memilih Celana Ibu Hamil yang Berkualitas
Membeli pakaian hamil sangatlah penting bagi ibu yang tengah melewati masa kehamilan. Begitu pula dengan celana hamil yang dibutuhkan. Anda perlu membeli celana yang tepat dengan selektif sehingga masa kehamilan dapat dilalui dengan nyaman dan lancar. 


Sebab, celana yang digunakan sangat menentukan kenyamanan aktivitas, gerak dan lain sebagainya. Celana juga menentukan kenyamanan si kecil dalam kandungan sehingga memilih celana ibu hamil yang berkualitas wajib dilakukan dengan cermat. Berikut ini beberapa hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih celana hamil yang tepat, yaitu:

Kualitas bahan celana. 

Berbagai toko pakaian hamil menjual aneka jenis celana dengan desain yang berbeda-beda. Sebelum mengutamakan desain celana yang Anda inginkan, perhatikanlah kualitas bahan celana dengan baik sejak awal. Pastikanlah celana yang Anda pilih memiliki kualitas bahan yang baik, nyaman dan memenuhi standar. Bahan yang paling tepat untuk dipakai sebagai celana hamil ialah bahan yang elastis dan menyerap keringat. Dengan memilih bahan celana yang tepat, berkualitas, elastis dan bisa menyerap keringat, maka aktivitas ibu akan terasa lebih nyaman selama masa kehamilan.



Model atau potongan celana. 

Celana hamil saat ini tersedia dalam berbagai macam pilihan model dan desain yang sangat beragam. Anda perlu menyesuaikan model dan potongan celana hamil tersebut berdasarkan kebutuhan. Potongan celana sebaiknya disesuaikan juga dengan bentuk tubuh dari bagian perut, paha dan seterusnya sehingga model celana yang Anda pilih tetap bisa menunjang penampilan yang terlihat elegan pada saat melewati masa kehamilan.


Ukuran celana. 

Ukuran tubuh, terutama perut wanita yang hamil tentu berubah drastis. Apalagi jika usia kehamilan sudah memasuki trimester tengah dan akhir. Artinya, Anda harus memilih ukuran celana yang tepat dan sesuai dengan perubahan ukuran perut dengan baik demi kenyamanan Anda dan janin. Pilihlah celana ibu hamil dengan ukuran yang cocok dan tidak ketat supaya pergerakan aktivitas dapat dilakukan dengan baik. Karena perubahan ukuran badan terus terjadi, maka belilah celana secara berkala dan menyesuaikan perubahan ukuran perut dan badan selama hamil.


Merk celana. 

Ada beberapa merk celana yang dapat Anda pilih untuk menunjang kenyamanan selama melalui masa kehamilan. Merk celana yang tersedia dapat Anda beli berdasarkan merk celana yang baik reputasinya. Namun jangan lupa, originalitas merk celana yang Anda pilih juga harus diperhatikan supaya celana yang Anda beli benar-benar asli dan berkualitas. Jadi, budget yang Anda keluarkan untuk membeli celana hamil bermerk tersebut tidak akan sia-sia.


Harga celana. 

Setiap celana hamil dijual dengan harga yang berbeda-beda. Anda bisa mencari dan membandingkan harga setiap celana dari beberapa toko pakaian terdekat. Dengan membandingkan harga dan memilih celana yang tepat, maka celana hamil yang Anda beli pasti terasa lebih hemat. Selain itu, celana hamil yang Anda beli juga akan sesuai dengan anggaran belanja yang telah disiapkan untuk penuhi setiap kebutuhan selama masa kehamilan.


Itulah beberapa hal penting yang seharusnya diperhitungkan pada saat memilih celana ibu hamil yang tepat dan berkualitas. Kenyamanan bahan celana, model potongan celana, ukuran celana, merk celana hingga harga celana tersebut perlu dipertimbangkan. Apabila semua sudah diperhatikan dengan baik dan cermat, tentu saja celana hamil yang Anda dapatkan pasti efektif menciptakan kenyamanan selama masa kehamilan. Kenyamanan yang tercipta berkat pemakaian celana hamil yang tepat bukan hanya dirasakan oleh Anda, tetapi juga dirasakan oleh janin yang ada dalam kandungan.

Friday, 9 September 2016

Imunisasi Wajib Bagi Bayi
Imunisasi wajib bayi. Apa saja memang imunisasi yang diwajibkan oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk bayi ?


Kemarin pas baru lahir, Akbar sudah langsung disuntik vaksin hepatitis B, sebenarnya gak langsung sih, kira - kira 12 jam lah setelah Akbar lahir. Bukan hanya hepatitis B yang diharuskan oleh IDAI loh ada beberapa jenis imunisasi lain yang diwajibkan, diantaranya adalah :


  • BCG / Bacille Calmette - Guerin . Memiliki manfaat untuk mencegah penyakit TB atau tuberkulosis, apa itu? adalah infeksi yang penyebab utamanya adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. TB ini menyerang paru - paru, meski ada juga kasusnya yang menyerang organ lain. BCG ini diberikan sejak bayi lahir atau bisa juga ketika anak sudah lebih dari usia 3 bulan. 
  • Hepatitis B . Memiliki manfaat untuk memberikan perlindungan terhadap tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan rusak pada hati. Berikan imunisasi hepatitis B ini pada bayi baru lahir dan dlanjutkan kembali ketika bayi berusia 1 bulan, 3 -  6 bulan. 
  • Polio. Imunisasi polio ini memberikan perlindungan terhadap tubuh dari virus polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan. Polio diberikan saat cek bayi setelah lahir, selanjutnya diberikan pada bayi usia 2 , 4, dan 6 bulan. 
  • DTP / Diptheria, Tetanus, Pertussis. Saya sih menyingkatnya DPT hehe, imunisasi ini mampu mencegah difteri atau infeksi saluran pernafasan yang diakibatkan bakteri, tetanus yakni infeksi bakteri pada bagian tubuh yang mengalami luka dan pertusis itu adalah batuk rejan, batuk yang berlangsung lama. Diberikan pertama kali itu pas bayi berusia 6 minggu dan kemudian diberikan kembali ketika usia 4 dan 6 bulan. 
  • Campak. Memberikan perlindungan yang diakibatkan virus. Diberikan ketika anak berusia 9 bulan. 

Yuk imunisasi supaya anak sehat dan kuat :). 














Thursday, 8 September 2016

Mengenalkan Uang Pada Anak
Sepakat dong kalau peran orang tua itu sangat berpengaruh pada perkembangan anak?, sepakat yah. Ya, bagaimanapun juga memang orang tua itu memiliki peranan yang penting untuk pendidikan serta perkembangan sang anak, termasuk  mengajarkan anak seputar uang. Menurut saya sih, sebaiknya mengajarkan anak tentang alat tukar ini sejak dini, bukan mengajarkan anak buat jajan loh namun mengajarkan anak supaya anak tahu dan paham bagaimana cara menggunakan uang. Bukan hanya itu, anak juga harus paham dari mana sih uang itu berasal sehingga bisa hadir dalam dompet ayah dan ibunya, hehe. Itu saja? enggak lah anak juga harus diajarkan bagaimana mengelola uang dan mengaturnya dengan baik. 


Mengajarkan anak tentang uang ini penting untuk bekalnya dimasa depan supaya mampu mengatur keuangan dengan efektif dan tepat.

Dan inilah cara yang bisa digunakan agar anak memahami tentang uang dan anak juga bisa paham untuk membelanjakan produk tanpa batas asalkan bermanfaat dan memang diperlukan. 

  • Tentang Anggaran Belanja. Sudah paham dong bu kalau anggaran belanja ini dirancang dmei untuk mengontrol pengeluaran, agar tidak membeli produk yang memang belum dibutuhkan. Nah saya mengajarkan tentang anggaran belanja ini pada Marwah dengan sangat sederhana, biasanya setiap awal bulan saya suka belanja bulanan nah sebelum kita belanja, saya menyuruh Marwah untuk menuliskan apa saja yang akan dibeli nantinya. Saya mengajarkan pada Marwah untuk lebih mementingkan apa yang kita butuhkan daripada apa yang diinginkan, ini agar Marwah terbiasa dengan skala prioritas menggunakan uangnya nanti ketika ia dewasa. 
  • Tabungan. Saya dan suami sepakat untuk mengajarkan tentang menabung dan berinvestasi pada Marwah sejak ia kelas 1SD. Kami pun menjelaskan bahwa tabungan ini bisa digunakan ketika suatu waktu kita sedang dalam keadaan urgent dan memang membutuhkan uang itu. 
  • Gratisan? NO. Ya apa sih yang gratis  jaman sekarang? lah ke toilet aja harus bayar, hehe. Saya dan ayah Marwah menjelaskan pada Marwah bahwa jika menginginkan sesuatu harus beli alias ada harga yang harus bayar. Kami mengajarkan tentang bagaimana barang itu harus dibayarkan, jadi jika Marwah inginkan sesuatu barang ya harus dibayarkan dengan jumlah uang yang sesuai. 
  • Mengenalkan pada ATM. Dari kecil Marwah sering saja ajakin ambil uang di ATM malah pernah Marwah menyuruh saya dan ayahnya berhenti kerja dan bilang " Udah ayah sama ibu gak usah kerja, kalau mau uang ya ambil aja disini". Nah kan Marwah menjadi salah paham mengartikan ATM, makanya ketika usianya sudah cukup untuk saya berikan penjelasan tentang cara kerja ATM maka kami menjelaskannya dengan bahasa yang mudah ia mengerti. 

Marwah dulu menafsirkan bahwa dengan uang dia mampu membeli produk tanpa batas, ya mainanlah, makananlah atau baju, dengan diberikan penjelasan yang masuk dalam logikanya akhirnya dia mengerti dan paham tentang cara mengatur uang. 




Monday, 5 September 2016

Mitos Dan Fakta Bayi Baru Lahir
Selamat datang ke dunia, Muhammad Ghailan Akbar. Yeee sweet baby boy telah lahir dengan selamat hari jumat 02 September 2016 pukul delapan pagi. 

Semoga baby Akbar menjadi anak soleh ya sayang, menjadi kebanggaan ayah dan ibu juga kebanggaan semua keluarga, aamiin. Oiya baby Akbar harus sayang sama anaknya bua ya, neng Marwah eh kamu manggilnya teteh Neng aja yah. 

Adik saya dan isterinya terbilang masih muda memiliki anak, 27 tahun? hmm gak muda yah, saya malahan dulu usia 22 tahun sudah melahirkan dan nimang bayi. Namun bagaimana pun adik saya ini kok keliatan kecil terus dimata saya ya, jadi saya tetap memanggil mereka pasangan muda belia, noted yah. 

Memang sudah siap memiliki anak? Itu yang sering temen dan saudara saya tanyakan ketika saya sedang hamil muda dulu, usia saya saat itu 22 tahun dan sebentar lagi akan melahirkan. Siap tidak siap ya saya harus siap, begitu pikir saya dulu. Namun memang dibutuhkan kesiapan yang cukup untuk memiliki seorang anak. Ngomong - ngomong soal kesiapan memiliki anak, seorang teman saya menuliskan dengan sangat detail mengenai fase - fase tumbuh kembang anak, makasih ya teh Zia artikelnya keren dan bermanfaat sekali untuk para orang tua yang masih muda. 

Seperti halnya pasangan muda lain, adik saya pun mengalami rasa khawatir seputar bayi nya. Yang mana kadang mitos pun masih mereka dengarkan dan malah mereka khawatirkan. 

Baiklah, Bua nya Akbar bakalan cerita seputar mitos dan fakta bayi yang baru lahir. 


Katanya kalau bayi yang bahagia itu jarang menangis loh, itu mitosnya. Faktanya adalah semua bayi menangis, hampir semua bayi menangis apalagi bayi baru lahir. Tangisan pada bayi itu meningkat sejak 2 - 3 minggu dia lahir dan memuncak ketika usianya mencapai 6 - 8 minggu. Dan tangisan itu akan berkurang ketika mencapai usia 12 minggu. Dulu, usia saya saat melahirkan MArwah itu relatif muda, dan saya pernah sampai stress karena tangisan bayi, wajar kah? wajar sih asal ga sampe baby blues parah. Nah terus apa dong yang harus dilakukan? Saya minta mamah dan kerabat saya untuk menenangkan bayi, sementara saya pun menenangkan diri sendiri. 


Oke, lanjut ke mitos selanjutnya ya. Menurut mitos katanya bayi yang baru lahir itu enggak rewel dan enggak kembung plus ga sering buang angin. Tapi faktanya adalah semua bayi bisa saja rewel karena perut bayi banyak gas, sistem pencernaan mereka kosong dan kalau mereka buang angin, wajar banget lah. Dulu, Marwah rewel jika perutnya kembung, kebayang kan bagaimana saya stress nya anak bayi yang rewel, saya serba salah karena bayi kan ga bisa ngomong sakit apa. Cara jitu nya adalah dengan menggendong bayi ke ruangan yang senyu, ayun perlahan. Atau jika masih menangis karena kembung, gerakan kedua kakinya seperti sedang mengayuh sepeda, gerakan ini mampu mengeluarkan gas dari perutnya. 

Mitos selanjutnya adalah tentang gumoh. Bayi gumoh, orang tua khawatir. Padahal wajar banget kalau bayi gumoh selepas minum ASI atau Sufor. Saya dulu selalu menyendawakan Marwah selepas dia minum susu, menggendongnya dengan posisi tengkurap dan menepuk belakang dada nya perlahan. 




Dan banyak lagi mitos lainnya yang kadang membuat pasangan muda itu pusing banyak keliling, bukan hanya pusing tujuh keliling yah. 

Thursday, 1 September 2016

Perlu Tidak Menu Katering Harian untuk Anak?
Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang karena dari makanan yang dikonsumsi tersebut, dapat menjadi sumber energi bagi tubuh dan memiliki efek yang baik untuk tubuh. Banyaknya permintaan akan makanan yang bergizi dan seimbang membuat usaha katering dapat dengan mudah ditemukan. Berbagai jenis katering dapat Anda temui termasuk katering untuk makanan anak. Namun, apakah anak perlu mendapatkan menu katering harian . 

Perlu Tidak Menu Katering Harian untuk Anak?

Perlu tidaknya menu katering untuk anak tergantung pada keperluan. Misalnya jika untuk pribadi, seperti untuk anak Anda, tergantung dari kemampuan Anda untuk membuat makanan yang tepat untuk anak. Jika Anda memiliki kesibukan yang tinggi dan tidak sempat untuk membuat makanan selain membuat cereal, Anda dapat mempertimbangkan untuk memesan makanan katering untuk anak Anda sehingga anak Anda tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Namun, sebaiknya jika Anda memang mampu untuk memasak, Anda memasak untuk anak Anda walaupun hanya masakan sederhana seperti omelet.

Kedua jika Anda memiliki sebuah taman kanak-kanak atau preschool, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan menggunakan jasa katering harian. Aktivitas Anda untuk menjaga dan mengajarkan kepada anak-anak akan lebih ringan jika ketika jam makan siang, menu makan siang untuk anak-anak sudah tersedia dan siap dikonsumsi. Dengan cara ini selain dapat meringankan beban Anda dan guru preschool juga dapat meringankan beban orang tua terutama yang beraktivitas sangat padat yang tidak sempat membuatkan makanan untuk makan siang.

Namun, pemilihan menu katering harian untuk anak-anak harus sangat diperhatikan karena menyangkut tumbuh kembang anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih menu yaitu:

  • Kehigienisan atau kebersihan dari bahan makanan, cara memasak serta cara penyajian karena dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh anak yang rentan akan penyakit.
  • Keseimbangan makanan yang disajikan. Menu yang sebaiknya diberikan kepada anak adalah 4 sehat 5 sempurna untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
  • Tampilan, karena hampir setiap anak akan memakan sesuatu yang terlihat lebih menarik sehingga dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Harga yang diberikan untuk setiap menu yang harus sesuai dengan budget dari preschool Anda.

Nah gimana, perlu tidak menu katering harian untuk anak?