October 2016 - Cerita Ibu - Parenting Blogger Indonesia

Wednesday, 26 October 2016

Wednesday, October 26, 2016

Tentang Senyum Akbar

by
Tentang Senyum Akbar
"Ih de Akbarnya tersenyum bu," Seru neng Marwah yang lagi seneng kalau lihat Akbar tersenyum. 

Emang lucu yah kalau bayi sedang tidur terus ia senyum, kayaknya surgaaa banget. Jangankan buat orang tuanya, buat bua nya juga kalau liat Akbar senyum tuh sesuatu, bua, yawa dan teh neng Marwah juga seneng kalau liat Akbar senyum. Dulu juga pas neng Marwah masih kecil, ibu sama ayah seneng banget kalau melihat neng tersenyum lepas saat tidur, seperti ada rasa tentram yang sangat luar biasa buat ayah dan ibu. 

Monday, 24 October 2016

Perkembangan Emosi  Anak
Emosi Marwah semakin berkembang, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan usianya. Nah, masalah perkembangan emosinya ini saya sebagai ibu harus bisa ikut membantu mengarahkan serta menumbuhkan perkembangan emosi Marwah supaya menjadi emosi yang positif. 

Emosi anak memang labil, sebenernya bukan hanya emosi pada anak sih yang labil. Namun emosi pada orang dewasa pun jika tidak dikendalikan, sama aja labilnya seperti emosi pada anak. Bahkan tidak bisa diprediksi, kadang meluap - luap dan kadang bisa saja bersikap tenang dan wajar. Seiring bertumbuh dan berkembangnya usia, anak pun mengalami tingkat perubahan emosi, jika pada usia 2 - 4 tahun anak dikenal dengan tantrumnya atau mengutarakan emosinya dengan kegiatan yang destruktif maka pada usia 5 tahun anak akan belajar mengendalikan emosi dengan baik, itu semua juga takkan begitu saja terjadi jika orang tua tidak ikut belajar mengendalikan emosi anak. 




Terjadi juga pada Marwah, seiring berkembang usianya, juga berkembang emosinya. Terlihat jelas ketika Marwah mengekspresikan emosinya, dulu Marwah terlihat sekali jika sedang emosi, meski Marwah bukanlah tipe anak yang suka tantrum, namun sewaktu ia kecil jika ia Marah akan sangat terlihat, dari sikap dan perilakunya. Semakin bertambah usianya, maka emosinya semakin membaik dan tidak pernah meluap - luap seperti waktu ia masih berusia 5 tahun kebawah. Mungkin ini semua karena saya dan suami yang selalu berusaha untuk mengendalikan dan juga mengikuti perkembangan emosi Marwah dari tahun ke tahun, jadi jelas sekali perubahannya terlihat. 

Masalah perkembangan emosi anak ini sebenernya gak terlalu sulit sih untuk melihat reaksi emosi anak, karena kan kita setiap hari melakukan interaksi dengan anak. Sebagai ibu, saya hanya tinggal menyikapinya saja dengan tepat supaya emosi anak lebih baik dan sesuai dengan tingkatan usianya. 



Memang bisa orang tua menumbuhkan perkembangan emosi anak menjadi positif??? BISA DONG. Peranan penting menumbuhkan emosi anak ini adalah orang tua, anak membutuhkan dukungan dari kedua orang tuanya untuk terus mengembangkan dirinya, ya termasuk perkembangan emosinya. Setiap anak pasti memiliki perkembangan yang berbeda, perkembangan emosinya Marwah bertahap, dan perlahan Marwah mulai belajar tentang rasa percaya diri serta belajar optimis pada dirinya sendiri. Marwah juga sudah diajarkan untuk menjadi mandiri dan belajar berinisiatif dengan pikirannya serta Marwah sudah mampu mengendalikan daya imajinasinya , nah pada perkembangan ini, Marwah sangat membutuhkan dukungan saya dan ayahnya, agar terus berkembang dan bertumbuh ke arah yang positif. 

Menumbuhkan perkembangan emosi pada anak agar menjadi positif memang tak mudah dilakukan, namun wajib dicoba agar orang tua ikut serta mendukung perkembangan emosinya ke arah yang positif, inilah cara yang saya dan suami lakukan untuk menumbuhkan perkembangan emosi Marwah yang positif. 


  • Kami, ayah dan ibu nya Marwah memberikan kesempatan pada Marwah untuk menentukan sendiri apa yang ia ingin lakukan bersama kami. Ini saya lakukan agar Marwah merasa dihargai dan merasakan bahwa dia benar - benar sangat kami inginkan keberadaannya. Marwah juga akan merasa bebas dan lebih pede karena dia sudah terbiasa mengutarakan keinginannya sejak kecil. 
  • Saya dan ayah Marwah sudah terbiasa mendengarkan Marwah sejak ia kecil, meskipun kami sedang ngobrol serius namun jika Marwah datang dan mengajak ngobrol, maka kami selalu mendahulukan Marwah, tanpa alasan apapun. Marwah terbiasa ngobrol bersama kami, dia nyaman karena kami selalu mendengarkannya dan ketika Marwah marah kami menarik nafas terlebih dahulu sebelum memarahi, ada lah beberapa hal yang akhirnya membuat kami memarahi Marwah. Namun jika kami harus memarahinya, tidak kami lakukan didepan banyak orang, hanya antara kami saja, saya dan Marwah atau ayahnya dan Marwah. 
  • Batasan harus ada, meski saya memberikan kebebasan pada Marwah namun ada batasan yang harus ia pahami. Ada waktunya kapan saya harus selalu mengikuti keinginannya dan kapan waktunya saya tidak mengikuti keinginannya, saya memang tidak terlalu memanjakan Marwah. 

Semoga bertambahnya usia Marwah semakin matang dan terkendali emosinya ya sayang, we love you Marwah. 





Ayah dan Ibu


Monday, 10 October 2016

Tips memilih tas sekolah anak
Anak - anak sekarang ya, bukan hanya beban pelajaran yang susah namun juga beban berat bukunya juga harus diperhatikan. Tas anak sekolah sekarang tuh berat - berat, anak kelas 1 SD saja pelajarannya sudah banyak, belum bekal minum dan bekal makanan untuk istirahat. 

Dalam postingan kali ini, saya akan memberikan tips tentang memilih tas sekolah untuk anak. Apakah tas sekolah itu dipilih anak atau orang tua yang memilihkannya?



Jujur, setiap memilih tas sekolah untuk Marwah saya suka merasa gimana gitu, karena maklum lah kan pilihan anak - anak tuh suka liat desain saja tanpa memikirkan kualitas, beda dong dengan pilihan saya yang mempertimbangkan kualitas dibandingkan desain tas. Buat saya tas sekolah Marwah bukan cuman gaya - gayaan namun juga harus nyaman dikenakan dan juga aman untuk pertumbuhan serta kesehatan Marwah, berlebihan ya saya? hihi begitulah ibu - ibu. 

Kenapa saya begitu berlebihan memilih tas sekolah untuk Marwah? Jangan lupa loh, bahwa cedera pada anak yang tas nya keberatan dan gak nyaman plus gak aman bisa keseleo, tegang dan juga memar pada bahu atau punggung.


Tips nya adalah : 

Pilih model yang paling tepat 

Pilih tas yang ideal untuk anak dengan  memastikan bahwa tas tersebut punya selempang yang nyaman dan empuk, tapi kalau saya sih lebih suka Marwah menggunakan ransel atau backpack, karena kalau yang selempang kan talinya cuman satu takutnya nanti bahu Marwah malah engga nyaman. 

Memilih backpack yang belakangnya dilapisi bantalan yang empuk, gunanya untuk membuat anak nyaman dan juga supaya barang tajam dalam tas enggak menusuk punggungnya. 

Memilih yang banyak ruang didalamnya, jadi anak kalau nyimpan barang enggak menumpuk. 

Pilih ukuran tas yang tepat 

Pilih ukuran yang tepat untuk anak, sesuai dengan usia anak. Ukuran tas anak yang baik adalah 75 persen dari punggung anak, jadi maksimal besarnya tas sekolah anak kira - kira sepinggang sampai bahu.

Isi tas sekolah juga tak boleh lebih dari 15 persen berat anak. Idealnya sekitar 10 persen dari berat badan anak, jadi misalnya kalau anak berat badannya 35kg maka berat idealnya isi dan tas sekolah anak adalah sepuluh persen dari 35 kg. kadang kasian ya liat anak yang sampai bungkuk menggendong tas sekolah yang beratnya diluar standar.

Saya sekarang lebih senang membelikan tas dorong buat Marwah, karena bukunya kan banyak. Buku paket dan juga buku catatan.

Kalau ibu - ibu lain gimana? Pilih tas sekolah seperti apa?