May 2017 - Cerita Ibu - Parenting Blogger Indonesia

Wednesday, 31 May 2017

Mimisan Pada Anak
Pernah khawatir pas anak mimisan? Saya pernah. Dulu pas neng Marwah masih usia 2 tahunan pertama kali mimisan, dan saya panik. Pertama neng Marwah mimisan, saya paniknya luar biasa, mendapati neng yang berlumuran darah, iya karena darah dari hidung sama neng diolesin semuka – muka, dan kebayang kan gimana kaget dan paniknya saya? 


Tenyata wajar kalau anak mengalami mimisan meski terjadi berulang, karena kondisi tubuh anak belum sempurna betul. Itu yang diutarakan dokter Nurrachim, Dsa nya neng Marwah ketika saya dengan paniknya membawa neng Marwah yang mimisan. 

Dokter Nurrachim juga menjelaskan apa saja sih yang menyebabkan mimisan pada anak dan gimana cara mengatasinya. Sang Dokter hanya tersenyum dan menyuruh saya tenang ketika saya datang ke ruang prakteknya membawa anak 2 tahun yang mimisan. Sungguh saya paniknya setengah mati deh, haha masih ingat aja sampai sekarang, padahal kejadiannya sudah 6 apa 7 tahun yang lalu yah. 


Penyebab mimisan pada anak


Jadi begini, banyak sih sebenarnya penyebab mimisan pada anak. Salah satunya adalah kondisi udara yang mungkin kurang atau tidak sesuai dengan anak. Nah kondisi udara yang enggak sesuai dengan anak bisa membuat anak mengalami mimisan.

Faktor lain, mungkin anak senang ngupil, iya keseringan mengupil pada anak juga bisa menyebabkan mimisan loh. Karena rongga anak masih rapuh jadi kalau ngupilnya kekerasan ya jadinya mimisan, bahkan bisa jadi radang atau iritasi pada hidung anak. 

Well, mimisan emang paling sering terjadi itu pada anak. Faktor lainnya adalah karena adanya proses alergi. Alergi yang terjadi karena reaksi radang yang biasa terjadi pada anak, seperti pada neng Marwah alerginya disebabkan oleh debu, bulu kucing atau subtansi lain yang memang merangsang alergi neng Marwah. Radang ini bisa membuat hidung rapuh dan mimisan deh. 


Infeksi pada hidung, ini juga bisa membuat anak mengalami mimisan. Infeksi ini bisa terjadi kalau ada kotoran yang hinggap pada rongga hidung. Atau adanya penyakit lain yang memang bisa membuat anak mimisan, ini sih kata Dsa nya Neng Marwah harus ada pemeriksaan yang lebih lanjut, anak pun harus diobservasi dulu. 

Cara mengatasi mimisan pada anak 

Kata Dsa nya neng Marwah kalau anak mimisan gak perlu buru – buru ke dokter lah, tangani saja sendiri. Yang penting ibu gak panik, gitu katanya. Ketika anak mimisan, ibu harus tenang. Tarik nafas dan buang nafas dengan tenang, don’t panic. 


· Atur posisi anak, suruh anak duduk tegak dengan kepala yang agak condong ke depan.

· Jangan menghadapkan kepala anak ke atas, karena dengan menghadapkan kepala anak ke atas malah nanti darahnya masuk ke mulut, bahaya loh apalagi kalau sampai ke saluran pernafasan. 

· Pencet hidung kanan dan kiri anak dengan telunjuk dan jempol selama kurang lebih 10 menitan, pelan – pelan ya jangan kekencengan. 

· Buang darah yang sudah terlanjur masuk ke mulut jangan sampai anak menelan darah karena bakalan mual dan muntah –muntah anaknya.

· Sumbat pake daun sirih boleh, gulung daun sirih ke dalam hidung anak, pelan – pelan juga. 



Bawa anak ke dokter jika mimisannya enggak wajar. Mimisan yang enggak wajar itu yang bagaimana? Adalah kalau mimisannya sering banget, durasinya lebih dari 10 menit dan tidak berhenti, adanya aroma yang kurang sedap dari hidung anak, darah mimisan masuk ke tenggorokan, mimisan karena benturan. 

Semoga anak - anak sehat selalu yaaa.... 


With love,




Note: 

Artikel write by Tianlustiana
Picture taken from searching google 





Monday, 29 May 2017

 AC Low Watt vs AC Inverter
Saat ini AC bisa dibilang sebagai salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan. Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang membeli AC tanpa memikirkan masalah biaya. Bagi orang-orang dari kalangan atas mungkin biaya untuk membeli AC sangatlah ringan, tapi tidak untuk kalangan menengah ke bawah. Mereka harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk membeli AC yang mana. 

AC Low Watt atau AC Inverter 

Kemunculan AC yang low watt dan AC inverter bisa dibilang membuat pilihan semakin bervariasi namun juga membingungkan. Jika hanya melihat namanya tentu orang akan berpikir bahwa AC low watt itu hemat energi. Lalu AC inverter sepertinya akan menjadi varian AC paling mahal dan berkualitas paling bagus.

 AC Low Watt vs AC Inverter

Opini ini memang tidak sepenuhnya salah, namun Anda juga harus menyadari bahwa dalam setiap hal selalu ada faktor pendukung yang tidak dapat diabaikan. Percuma saja jika Anda membeli AC yang low watt namun tidak menggunakan dengan tepat. Bisa jadi Anda tidak menghemat namun malah memboroskan pemakaian listrik. Kemudian untuk AC inverter, jelas Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk membelinya. 

Pertimbangkan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja AC Anda

Apapun itu entah AC low watt, inverter atau standar sebenarnnya semuanya bisa menghemat energi listrik asal Anda bisa tahu penggunaan yang tepat. Misalkan untuk AC yang low watt akan lebih baik jika memasangnya di ruangan yang tidak menghadap langsung ke arah matahari agar kinerja AC tidak terlalu keras. Kemudian untuk AC inverter akan lebih baik jika Anda memasangnya di kamar tidur mengingat ruangan ini jarang sekali dibuka tutup sehingga kinerjanya lebih maksimal.

Perbedaan AC Low Watt dan AC Inverter

Untuk lebih membuat Anda paham berikut ini adalah perbedaan antara AC yang Low Watt dan AC Inverter:

- Konsumsi listrik AC dengan wat yang low lebih stabil namun tidak akan semakin mengecil. Sedangkan AC inverter akan mengkonsumsi listrik dari angka yang lebih besar kemudian semakin mengecil.

- Dalam hal harga beli, AC dengan watt yang low memang lebih murah dibandingkan dengan AC Inverter. Namun ingatlah pada perbedaan konsumsi listriknya.

- Kebutuhan daya pada AC low watt lebih fluktuatif karena disesuaikan dengan starter awal AC. Sedangkan untuk AC inverter dibutuhkan daya yang lebih besar.



Jadi AC jenis mana yang menjadi pilihan Anda?





With Love,

Ibu

Friday, 19 May 2017

Alasan Melanjutkan Jenjang Pendidikan di Kampus Kalbis Intitute
Kampus terbaik akan menghasilkan para lulusan terbaik. Hal ini benar, semakin baik sebuah intitusi pendidikan, maka kualitas pendidikan yang dicanangkannya pun akan semakin baik. Penanaman nilai-nilai moral, sopan-santun, kemandirian sosial, entrepreneur, juga hal-hal lain biasanya masuk atau tersirat dalam kurikulum pendidikan. Sehingga luaran dari institusi pendidikan tersebut adalah para lulusan yang cerdas, berbudi pekerti tinggi, dan sopan. 


Apakah semua universitas menanamkan hal tersebut? Bisa jadi tidak, karna setiap universitas memiliki standart kurikulum yang berbeda. Umumnya nilai-nilai tersebut tertanam pada institusi negeri, karna institusi swasta biasanya hanya memberi materi tanpa perlu menghiraukan nilai-nilai penting tersebut. Hal ini dikarenkaan, umumnya mahasiswa yang mendaftar di kampus swasta telah memiliki pekerjaan, sehingga pendidikan hanya sebagai formalitas. Terlebih bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di kampus yang terdapat pascasarjana, khususnya kampus pascasarjana di jakarta yang cukup menjadi incaran untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik.

Lantas bagaimana memilih kampus swasta yang berfokus pada pengembangan mahasiswanya? Apabila anda tinggal di Jakarta, maka kampus Kalbis Institute dapat Anda jadikan draft dalam memilih intitusi pendidikan terbaik di Jakarta. Adapun alasan memilih kampus Kalbis Intitute sebagai berikut : 

· Kualitas Manajemen yang Mumpuni 

Kalbis Intitute merupakan salah satu kampus pascasarjana di Jakarta yang berkerjasama dengan BINUS dalam hal peningkatakan perencanaan strategis dan pengelolaan perguruan tinggi. Dalam hal ini manajemen pada rana kampus. BINUS sendiri telah berpengalaman dalam dunia pendidikan khususnya perkuliahan lebih dari 30 tahun. Sehingga tidak diragukan lagi kualitas pendidikan Kalbis Intitute sangat mampu bersaing di dunia global. 

· Ketersediaan Beasiswa 

Kalbis Intitute merupakan kampus Pascasarjana di Jakarta yang memiliki banyak program beasiswa untuk mahasiswanya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan semangat mahasiwa dalam menempuh pendidikan di Kalbis Institute, juga memberikan bantuan bagi mahasiswa yang memiliki masalah pada finansialnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika memiliki masalah finansial namun tetap ingin melanjutkan studi S2. 

· Lulusan Bermutu

Kualitas pendidikan Kalbis Institute sangat berkualitas dengan mengadopsi kurikulum Nasional dan Internasional akan menghasilkan lulusan yang bermutu dan kompetitif di dalam dunia kerja. Kalbe Institute juga menyediakan program magang di perusahaan sebagai bentuk pemberian materi praktis langsung oleh perusahaan. Sehingga dapat dipastikan lulusan dari salah satu kampus pascasarjana di Jakarta ini sangat matang dan siap di dunia kerja

· Kemudahan Mendapat Pekerjaan

Umumnya alumni dari sebuah institusi pendidikan bingung mencari kerja, Hal ini dikarenkana kampus dimana Ia menempuh pendidikan tidak memiliki relasi atau fasilitas yang menjembatani antara mahasiswa dengan perusahaan. Berbeda dengan Kalbis Intitute yang memiliki layanan Kalbis Institute Career Center yang memudahkan alumni atau lulusan dari Kalbis dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan dengan berbagai metode yang ditawarkan didalamnya. 

Itulah beberapa kelebihan dari Kalbis Institute. Meskipun Kalbis Institute merupakan institutasi swasta, namun ditinjau dari sistem kurikulum, proses perkuliahan, dan berbagai aspek lainya. Jelas Kalbis Intitute tidak kalah dengan Institusi Negeri lainya.



With Love,


Tian Lustiana
 3 Tempat Wisata Murah Dengan Budget Backpacker

Indonesia merupakan salah satu surga di kaki langit yang dimana terdapat berbagai tempat wisata indah di darat hingga kedalam laut. Di Indonesia akan ditemui gunung, air terjun, hingga spot diving yang sangat cantik. 

Tahukah Anda, ada berbagai destinasi wisata indah di Indonesia dengan budget backpacker. Biasanya destinasi wisata ini terdapat di dalam Paket Tour domestik jasa travel. Adapun beberapa destinasi cantik tersebut diantaranya :

Paket Tour Di Yogyakarga

Yogyakarta merupakan kota yang sangat sering dijadikan destinasi wisata dikarenakan banyaknya spot wisata dengan budget minimal. Selain harga makanan yang dapat dibilang relatif murah, biaya hotel, dan transportnya pun masih sangat terjangkau. 


Di Yoyakarta Anda dapat menikmati indahnya bangunan candi Prambanan, Borobudur, Pantai Parang Tritis dan berbagai spot wisata lainya di dalam Paket Tour domestik Yogyakarta. Tentunya paket wisata ini sudah termasuk biaya makan, penginapan, dan transport. Dijamin dengan dana 500 ribu saja, Anda sudah dapat mengunjungi banyak tempat. 

Paket Tour Di Ujung Kulon 



Indahnya pesona dalam laut tidak hanya dapat Anda rasakan di Raja Ampat. Indonesia punya banyak spot diving atau snorkling yang sangat indah, salah satunya Ujung Kulon. Birunya air laut, putihnya pasir pantai, indahnya terumbu karang, dan anggunya gelombang laut dapat Anda rasakan hanya dengan budget kurang lebih 400 ribu, memanfaatkan Paket Tour domestik oleh jasa travel. Jangan lupa mengajak teman Anda, semakin banyak orang, maka semakin murah biayanya. Buktikan sendiri. 

Paket Tour Di Gunung Semeru




Gunung semeru merupakan salah satu gunung yanng paling terkenal di Indonesia. Salah satu spot yang menjanjikan keindahan pada para traveller adalah ranu kumbolo, sebuah danau yang terletak di gunung semeru. Indahnya laut biru, udara yang sejuk, akan menghapus lelah Anda setelah mengeluarkan tenaga untuk mendaki gunung semeru. Rasa lelahmu akan diganjar dengan cantiknya nirwana di kaki langit. Bersihnya langit dengan taburan bintang, danau bening menenangkan, dan tentunya bersih dari polusi. 

Berita gembiranya, wisata ini terletak di Halang yang mudah dijangkau dan tentunya murah. Hal ini pula yang mendorong para jasa travel menawarkan Paket Tour domestik di Malang, salah satunya menuju gunung semeru. 

Paket Tour di Malang



Malang merupakan tempat dengan destinasi wisata yang melimpah. Ada berbagai spot wisata menarik dari air terjun, danau, hingga pantai - pantai yang indah. Dengan banyaknya spot wisata ini, para jasa travel juga telah menyediakan Paket Tour domestik di Malang yang tentunya akan memudahkan para traveler berkeliling di Malang dengan budget minimal.


Kebetulan kan sebentar lagi anak - anak libur sekolah, kira - kira enaknya liburan dimana ya? 




With Love,


Tian Lustiana
Tips menjadi Mahasiswa Produktif di Universitas Terbaik di Jakarta

Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran di universitas terbaik di Jakarta adalah produktivitas dan kreativitas mahasiswa. Sebagai kawah ilmu pengetahuan, kampus menjadi tempat di mana mahasiswa mesti mengasah diri dengan menulis, membaca, serta mempraktikkan dan memahami teori. 

Mahasiswa yang kuat secara intelektual adalah seorang individu yang aktif sekaligus produktif, dan mampu memberikan sumbangsih, baik bagi masyarakat sekitar maupun bagi dunia kampusnya sendiri. Tentu saja seorang mahasiswa adalah individu yang berada dalam usia produktif, oleh karenanya mereka harus mampu menantang diri mereka sendiri untuk jadi produktif. Ada banyak cara untuk jadi produktif, dan pilihannya tidak hanya sebatas menjadi seorang aktivis kampus. 

Lalu apa saja yang bisa dilakukan seorang mahasiswa universitas terbaik di Jakarta, supaya dia bisa menjadi mahasiswa yang aktif sekaligus produktif, sesuai dengan kemampuannya? Beberapa tips yang bakal dijabarkan di bawah ini bisa menjadi inspirasi:

1. Mengasah bakat di Unit Kegiatan Mahasiswa

Setiap mahasiswa memiliki ketertarikan masing-masing terhadap hal yang berbeda. Ada yang tertarik di bidang seni, dan ada juga yang tertarik di bidang olahraga. Di sebuah kampus ada bermacam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bisa dimasuki. Nah, masing-masing UKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah bakatnya di luar bangku kuliah. Bila Anda tertarik bermain alat musik, ada UKM musik yang bakal membantu mengasah bakatmu. Untuk bidang seni lainnya, ada UKM teater yang bakal membantu mengasah bakat akting. Pilihlah satu yang sesuai dengan minat. 

2. Mengasah kemampuan menulis

Minat dalam bidang penulisan menjadi minat umum yang hampir selalu dimiliki oleh setiap mahasiswa. Seorang mahasiswa bisa melatih kemampuan menulis dengan mengajak beberapa teman untuk membuat kompilasi tulisan, entah itu cerpen, tulisan ilmiah, esai, atau apapun, yang kemudian dibukukan secara sederhana dengan format fotokopi. Selain mengasah kemampuan menulis, cara seperti ini akan merangsang otak untuk selalu berpikir kreatif dengan tulisan. 

3. Menginisasi kegiatan amal

Menjadi produktif di universitas terbaik di Jakarta bukan berarti selalu mengedepankan kepentingan diri sendiri. Seorang mahasiswa bisa mengajak teman-temannya untuk membentuk komunitas amal yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu.



Semoga membantu yaaa supaya menjadi mahasiswa produktif di semua universitas. 




With Love,



Tian Lustiana 

Jika Anak Bermusuhan Dengan Temannya
Suatu saat, pulang sekolah. 

"Bu, aku musuhan sama temen." 

Kemudian besoknya. 

"Bu, aku udah ga musuhan lagi, udah saling minta maaf." 


Ibu hanya bisa tersenyum sambil narik nafas panjang deh, huh. Ketika Marwah ngomong musuhan, dijutekin dan curhatan - curhatan lainnya kadang ibu merasa gimana gitu, sedih, marah dan kecewa. Namun ibu berpikir kembali, ah dulu pun saya seperti itu, ketika seusia Marwah sayapun mungkin seperti itu, bermusuhan sama temen, baikan lagi dan musuhan lagi. Realita anak - anak kali yah. 

Marwah, kenal musuhan semenjak masuk sekolah dasar, well mungkin karena pada fase usia itu sosialisasi Marwah kian bertambah dengan berbagai karakter, jadi kadang tidak seiya sekata dengan karakter temannya yang lain, maklumi saja? Apa gimana? 

Dalam permusuhan antara anak dengan anak lagi, sebagai orang tua lebih baik hanya memberikan masukan saja pada anak, beri pengertian pada anak jadi enggak boleh turun langsung ikut campur menyelesaikan masalahnya. 

Saya, sebagai ibunya Marwah nyaris tidak pernah ikut menyelesaikan masalah Marwah dengan teman - temannya jika Marwah bilang ia sedang bermusuhan, paling ya cari aman curhat sama ibu gurunya, biar gurunya ikut memantau juga. Kenapa sih saya ga langsung negur anak - anak yang bermusuhan? Niat saya sih ingin membuat Marwah bisa ngambil keputusan sendiri dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, selama emang musuhannya dalam konteks yang biasa saja. 

Ketika Marwah curhat bahwa ia sedang bermusuhan, biasanya saya tanya kenapa dulu, saya tanyakan alasannya bermusuhan apa, apa sih penyebab bisa sampai musuhan gitu, karena kan takkan ada asap kalau gak ada api. Nah, baru deh setelah saya tahu alasannya kasi deh masukan - masukan yang masuk diakal Marwah, saya bilang " neng, ga boleh loh musuhan. Neng harus minta maaf, karena kalau musuhan lebih dari tiga hari, dosa." 

Menurut seorang psikolog Dr. Rose Mini MPsi, bilang bahwa pada fase awal perkembangan anak ada yang disebut dengan egosentris, itu adalah fase dimana semuanya berkiblat pada anak, jika ada anak yang melakukan sesuatu maka anak yang satunya akan melakukan hal yang sama. Perlahan, dengan seiring waktu berjalan anak akan menyadari sendiri kok bahwa dalam kehidupan ini ada orang lain, dan anak akan mulai belajar tenggang rasa.


Permusuhan pasti banyak deh faktornya. 

Belum bisa menerima perbedaan pendapat

Mungkin salah satunya adalah Marwah belum bisa menerima adanya beda pendapat dengan temannya, jangankan anak - anak, orang dewasa juga kalau yang belum bisa menerima pendapat berbeda suka debat dan akhirnya juga musuhan, ya kan? Selain itu, kurangnya empati juga bisa menjadi penyebab anak bermusuhan. 

Pola asuh 

Pola asuh kita sebagai orang tua juga bisa menjadi sponsor utama loh. Kadang anak yang sejak kecil selalu dimanjakan, dituruti maunya akan menjadi anak yang begitu juga ketika berinteraksi dengan temannya, kalau temannya tidak mau mengikuti instruksi nya maka akan terjadi permusuhan. 

Saya, sebagai orang tualah yang seharus mampu melatih hubungan interpersonalnya Marwah. Sejak Marwah kecil sih sudah saya biasakan seperti melatih Marwah untuk antri. Antri bisa mengajarkan anak bahwa ada masa dimana kita harus memberikan kesempatan untuk orang lain dulu, baru kita dan alhamdulillah Marwah sudah bisa paham kalau itu. Kemampuan kognitif Marwah kan masih terbatas ya jadi ya saya lah yang wajib membantunya untuk bisa mengasah kemampuannya lagi agar lebih baik.  Saya pun tak segan menyuruh Marwah untuk selalu meminta maaf, sengaja atau tidak. 

Sebagai ibu, saya ternyata salah 

Ya, saya akui bahwa salah salah jika saya menyudutkan Marwah ketika Marwah bermusuhan dengan temannya. Saya salah ketika saya bilang " Ah neng nya kali yang nakal." Saya telah melakukan kesalahan. Seharusnya saya tidak berkata seperti itu, seharusnya saya tidak menyudutkan Marwah. Saya sebagai orang tua harusnya menggali saja penyebab dari permusuhan itu, mengajak anak untuk berkomunikasi sampai menemukan pemecahan masalahnya. Yang penting sih menurut saya anak bisa belajar berkomunikasi dengan pertengkaran, jadi anak bisa menyelesaikan masalah sendiri. 

Dan ini adalah kondisi dimana saya sebagai ibu harus berkepala dingin 

Kondisi ini saya artikan sebagai masa konflik. Saya harusnya bersikap tenang, meski kadang saya suka sedih. Jika permusuhan ini disebabkan konflik yang biasa saja ya saya enggak boleh turun tangan ikut menyelesaikan masalah. Dan yang saya lakukan bicara dengan pihak sekolah untuk ikut memnatau saja jangan sampai masalahnya berlarut.

Buat saya, permusuhan anak - anak itu enggak selamanya negatif sih, ada pelajaran yang bisa dipetik juga. Marwah jadi bisa menjalin komunikasi yang baik itu gimana agar konflik tidak berkepanjangan.

Kontrol emosi anak adalah salah satu cara yang bijak menyikapi masalah ini, memberikan contoh bagaimana cara meredam emosi, diam sejenak dan tarik nafas atau diam saja. Lakukan bertahap dan perlahan, lama kelamaan juga akan terbiasa mengontrol emosi dengan baik. 


Nah kalau ibu - ibu lain jika anak curhat musuhan sama temennya gimana? Sharing yuk.


With Love,


Ibu




Wednesday, 17 May 2017

Cerita Akbar : Happy 8 Month
Yeay, kesayangan bua udah 8 bulan lebih, bulan depan udah mau 9 bulan. Sehat terus ya kesayangan bua. 

Akbar sekarang udah punya 6 gigi loh, ada empat gigi diatas gede - gede pula dan dua gigi dibawah, lucu. Akbar suka marah kalau bua atau teh neng Marwah pengen liat gigi Akbar yang atas. Akbar udah mulai ngunyah biskuit loh, lucu kalau liat Akbar ngunyah, penuh dengan penghayatan. 



Akbar sekarang gak bisa diem, lincah. Udah mulai mau merangkak, tapi kadang males, kadang rajin. Jadi gak konsisten, tapi Akbar emang bener - bener aktif ga mau diem. Akbar juga udah mulai pengen berdiri kalau ada sandaran, jadi meraba - raba terus berdiri deh padahal merangkak aja dia masih males, tapi kalau berdiri sepertinya semangat sekali. Kalau bua lagi duduk Akbar suka nyamperin dan langsung pengen berdiri deh, apalagi kalau ngeliat bua atau teh neng lagi makan langsung deh nyamperin. 


kakinya Akbar sudah kuat dari sejak 6 bulan loh, dia sudah kuat berdiri dan nendang. Iya Akbar suka nendang dan nginjeknya keras banget. Teh neng aja suka teriak kalau ditendang Akbar. Akbar juga udah rajin jambakin teh neng, hihi. Akbar juga udah bisa bilang aa, ayah, gajah, teh dan ocehan - ocehan unyu ala Akbar. Lucu deh kalau Akbar udah ngoceh sambil manyun - manyun. 

Dalam usia delapan bulan lebih ini Akbar berat badannya 9,2 kg. Pantesan kalau gendong Akbar buanya keberatan deh. Makanan Akbar juga udah ga terlalu encer sekarang, udah agak kental dan biar Akbar bisa ngunyah. 

Akbar sudah bisa ngerti loh kalau ada ibunya, dia langsung senyum - senyum. Tapi kalau ibunya belum pulang pas mau maghrib Akbar suka agak cemas gitu, mungkin Akbar kangen sama ibunya. Akbar juga udah ngerti sama nada bicara kita, Akbar seneng kalau bua nyanyi loh, dia bakalan diem kalau ada yang nyanyi. 

Bulan depan AKbar mau suntik campak, pas usianya masuk sembilan bulan. 



Sampai jumpa di cerita Akbar selanjutnya yaaa, 



With love,




Tuesday, 16 May 2017

Tentang Marah Pada Anak
Tarik nafas. 

Pergi jauh ketika emosi memuncak. 


Itu yang biasa saya lakukan kalau saya sudah ingin marah sama neng Marwah. Marah karena kesalahan - kesalahan yang neng sengaja atau engga, kalau saya lagi badmood ya jadinya emosi dan bawaannya pengen marah aja sama anak. 


Wajar gak sih kalau marah sama anak??

Ngomongin masalah wajar dan gak wajar, ya back to hati deh. Tanyain aja sendiri wajar ga marahin anak. Kalau menurut saya sih ya boleh saja marah sama anak kalau tujuannya baik, cara marahnya juga enggak berlebihan. Marah yang tepat gitu loh yang saya maksud. Marah yang bukan semata - mata karena ledakan emosi saja, namun marah yang ada unsur nasihat atau maksud yang ingin disampaikan. 

Beberapa hari lalu, saya sempat baca tentang cara tepat memarahi anak. Saya lupa judul buku yang saya baca deh, nanti kalau sudah ingat saya kasi tau yah. 

Berlaku Tegas 

Berperilaku tegas pada anak, tegasnya ya jangan kelewatan sih ya masih dalam batas wajar. Ketegasan ini penting agar konsistensi dibalik marahnya orang tua itu tersampaikan dan diharapkan sih anak tidak mengulang kesalahan yang sama, dan tidak membuat orang tua marah lagi. Dengan berlaku tegas ini, anak menjadi berpikir dua kali jika melakukan kesalahan yang sama. 

Kendalikan Emosi

Ketika marah, emosi meluap. Bener gak? Saya suka gitu, kalau lagi capek, kesel terus anak bikin kesalahan, ya udah deh kelar urusannya, emosi yang memuncak. Saya biasanya kalau udah emosi memuncak suka pergi ke kamar mandi atau kemana saja asal menjauh dari anak, saya kalau ga begitu takutnya emosi membabi - buta, hiks. Nah setelah tenang baru deh saya bisa marah ke Marwah, tanpa emosi meluap - luap sih. Marah itu tidak selalu isinya emosi, namun ada esensi edukatif yang terkandung didalamnya, itu kali ya namanya marah bijaksana, wkwkkw. 

Beritahukan anak kesalahannya

Jangan ambigu, tiba - tiba marah aja. Ga jelas salah anak apa. Tapi kadang kalau lagi kesel ke siapa suka pengen marah sama anak, hiks. Padahal itu gak boleh kan? Anak bukanlah sasaran empuk untuk dimarahi loh, sama sekali bukan. maafkan ibu ya nak. 

Beri penjelasan pada anak, apa kesalahannya dan jelaskan dengan baik. Jelaskan pula konsekuensinya jika anak mengulangi kesalahan yang sama, saya yakin anak bakalan paham. 

                 
Menghukum, memarahi anak kadang memang perlu dilakukan dengan tujuan agar anak jera atas kesalahannya. Ya asal jangan kelewat batas aja. Semarah apapun saya sama neng Marwah, saya berdoa agar saya tidak melakukan kekerasan yang menyakiti neng Marwah, baik fisik atau mental. Takutnya anak jadi trauma nanti, duh jangan sampai. 

Saya selalu berdoa, agar lisan saya dikendalikan ketika marah. Saya suka takut kalau marah malah menyakiti psikologis anak. Jadi kalau marah saya biasanya memilih diam, enggak ngomong sama sekali. Setelah tenang baru deh ngajak ngobrol neng Marwah dan saya pun ga malu minta maaf sama neng Marwah, dan berulang kali bilang kalau ibu sayang banget sama neng Marwah. 

Pengennya sih saya ga pernah marah sama anak, tapi apadaya saya ini hanyalah manusia yang masih ada hawa nafsu amarah, hiks. Semoga saya diberikan kesabaran dalam mengasuh dan membesarkan neng Marwah, aamiin. 



With Love,


Ibu



Monday, 15 May 2017

Milna Bubur Bayi Organic
Hallo, huft akhirnya bisa nulis cerita Akbar juga. Padahal dulu janjinya pengen ceritain tumbuh kembang Akbar juga di blog ini, tapi apa daya rasa malas mengalahkan segalanya. 


Mudah - mudahan kedepannya saya bisa konsisten ya menulis Cerita Akbar sekonsisten nulis Cerita Marwah. 


Ngomong - ngomong Akbar udah 8 bulan loh, ya Akbar udah makan. Dari usia enam bulan lalu. Awal Mpasi, tentu semua orang tua ingin memberikan atau menyajikan makanan terbaik untuk buah hatinya, begitupun dengan ibu Akbar (adik saya). Saya jadi ingat dulu waktu memberikan mpasi pertama Marwah, makanya saya pun sharing lagi ke ibu Akbar. 


Memberikan mpasi pertama pada bayi itu harus bertahap, perhatikan juga teksturnya ya harus encer, lebih encer. Pemberian mpasi atau makan pada anak itu memiliki pengaruh besar loh pada tumbuh kembangnya, pada sensor motorik dan pada pertumbuhan giginya juga. Pada mpasi pertama Akbar kemarin, pas usia 6bulan diberikan mpasi dengan tekstur yang encer, tapi sekarang Akbar udah 8bulan dan sudah diberikan mpasi yang teksturnya lebih padat, dan bertahap begitu sampai anak bisa makan makanan padat. 


Saya termasuk yang pro mpasi rumahan atau homemade. Namun kalau keadaan mepet dan tidak memungkinkan untuk masak mpasi gimana? Ya masa anakkita biarkan puasa ya. Mau gak mau ya saya memberikan makanan yang sudah jadi, namun harus hati - hati memilih produk mpasi. Pilih produk yang memakai bahan - bahan organik. 


Kenapa harus bahan Organik?

Berbahan organik atau semua yang berasal dari alam, diproses dengan alami, dan tidak menggunakan bahan kimia sintetis, tidak menggunakan pestisida, pupuk kimia dan bahan berbahaya lain. Juga diproses dengan bahan alami dan higienis tanpa ada tambahan bahan pengawet.

Emang ada ya bubur bayi kayak gitu?

Ada dong, ini bubur bayi mpasi yang dipakai Marwah dulu, dan sekarang Akbar juga makan bubur ini. Milna bubur Bayi Organic, bahan - bahannya mengandung hampir 95 persen bahan organik dan aman. 

Milna bubur bayi organic ini adalah andalan saya dan juga ibunya Akbar loh. Memilih makanan instant untuk anak tentu harus hati - hati kan, jangan asal pilih. Saya sih feel safe aja Milna bubur bayi organic ini karena kan bahan - bahannya alami dan prosesnya juga higienis. 


Ibunya Akbar nanya, kenapa sih harus kasi Milna Bubur Bayi Organic??

Karena, Milna Bubur Bayi Organic ini diperkaya protein tinggi, seratnya tinggi, omega 3 dan omega 6, tinggi akan zat besi, ada 12 vitamin serta 8 mineral, dan juga akan membantu memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi harian Akbar supaya tumbuh optimal. 


Akbar, sekarang suka ngemil juga loh. Saya kasi aja Milna Toddler Biskuit, eh Neng Marwah juga suka "ngoloan" makan cemilan Akbar. Sekarang Akbar dan neng Marwah rajin nyemil Milna Toddler Biskuit, enak katanya. 

Oiya jangan lupa untuk baca petunjuk penggunaan ya dibalik kemasan Milna Bubur Bayi Organic nya. 






With love,


Jalan - Jalan Ke Taman Balaikota Bandung
Taman Balaikota Bandung. Long weekend kemarin, neng, ayah dan ibu jalan - jalan ke taman Balaikota Bandung. Ga kuat deh menghadapi kemacetan ke arah Transmart yang baru buka itu, akhirnya kami putar arah dan berlabuh di Taman Balaikota.


Sebenernya, taman ini sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Hanya kami saja yang belum sempat menyambanginya. Lokasi taman Balaikota ini dekat dengan Bandung Indah Plaza, yang pasti sudah pada tau dong yah.

Marwah lagi di Taman Balaikota

Beberapa minggu lalu, Marwah saya ajakin ke Taman Balaikota. Awalnya sih kita ga ada niat buat jalan ke Taman Balaikota, tapi karena kebetulan lewat dan Marwah pengen kesana maka masuklah kami ke parkirannya.


Berfoto di Taman Labirin

Disana ramai sekali, begitu masuk ke area Taman Balaikota ada yang sedang latihan baris berbaris dari paskibra, tapi entah sekolah mana. Setelah sempat menonton sesaat kemudian kami masuk ke Taman Labirin.


Di dalam Taman Labirin

Marwah seneng sekali menyusuri area Taman Labirin ini, kami mencari jalan keluar, meski memang sebenernya gampang banget cari jalan keluar namun saya dan suami pura - pura kaget dan panik aja awalnya agar Marwah enjoy the games, eh Marwah malah bilang " ayah ibu tenang aja, ini mah Labirin boongan jadi jalannya banyak" sambil nunjuk ke arah keluar, oke deh kami failed lagi buat pura - pura panik dan kaget depan Marwah. Seiring usianya sekarang Marwah emang ga gampang lagi di"bohongi", Marwah lebih kritis dari sebelumnya, iyalah sekarang Marwah udah mau 9tahun.

Love, yes i love you princess Marwah 

Kemudian, disana pun ada gembok cinta, ala - ala korea gitu deh. Marwah juga bilang nanti dia mau ke korea ajakin saya, supaya saya bisa memasang gembok di korea. Dia bertanya ibu mau pasang nama ayah atau nama bob atau nama Jang hyuk? Dan ibu pun bingung, huahahah.

Kran Air siap minum ( yang rusak ) 

Oiya disana juga ada kran air yang bisa diminum langsung, namun sepertinya sudah rusak deh. Hiks sedih ya dikasi fasilitas bagus malah tidak dipelihara dengan baik. Padahal kan kalau sama - sama dipelihara, dijaga dengan baik pasti masih bagus yah. Biar kekinian kayak diluar negeri gitu.

Eksis meski kran air minum siap minum ini tidak bisa digunakan



Marwah dan ayahnya yang selalu mesra kalau jalan, ibunya dilupain deh, hiks.

Disana juga ada kolam dan tempat renang "sederhana" semacam selokan namun airnya mengalir. Ayah Marwah tidak mengijinkan Marwah untuk bermain disana, karena Marwah ada alergi debu jadi takutnya nanti alergi nambah parah kalau kena air kotor. Marwah hanya melihat dari jauh saja, melihat anak - anak lain yang bahagia bermain air disana.

Didepan kolam yang ada ikan besar, kata Marwah sih kolam ikan besar terbang.

Kalau pengen liburan tapi budgetnya minim, mending ke Taman Balaikota aja deh. Asik loh jalan - jalan disana. Apalagi kalau bawa anak, kids friendly banget deh.

Aksi suap - suapan 

Setelah capek berkeliling Taman Balaikota, Marwah lapar dan pengen makan Kaefsi, ya sudah akhirnya saya jabanin deh makan kaefsi, lagian ga tiap hari juga sih makannya.

Komen Marwah : " Aku senang ke Taman Balaikota, bisa mencari jalan di taman labirin".  


Ada yang pernah ke Taman Balaikota Bandung? Share yuk.





With Love,


Ibu

Tuesday, 9 May 2017

Pentingnya Keterampilan Sosial Untuk Anak
"Anak bukanlah kertas kosong" 

Ini yang kadang menjadi panduan saya dalam mendidik neng Marwah. Saya paham bahwa anak saya, neng Marwah bukanlah kertas kosong yang bisa seenak saya coret dan saya warnai. Anak saya adalah manusia, anak saya memiliki hati dan juga keinginan sendiri, saya sebagai orang tua hanya cukup mengarahkan dan membimbingnya saja. Ini menurut saya loh ya, saya kan enggak tau penilaian orang tua lain seperti apa.

Sebagai orang tua, tentu harus bekerja keras mendidik anak. Mencetak agar anak tumbuh menjadi anak cerdas dan sehat. Betul? 


Sebagai orang tua, saya pun bekerja keras mengasah keterampilan neng Marwah, termasuk keterampilan sosial nya. Ya, bukan hanya keterampilan kognitif, keterampilan atau keterampilan motorik saja, namun keterampilan sosialnya pun harus ikut diasah. Katanya jika keterampilan sosial anak baik, maka gerbang menuju kesuksesan akan semakin mudah diraih, benar kah? Keterampilan sosial ini sangat erat sekali kaitannya dengan kemampuan berinteraksi anak.


Sabtu, 06 Mei 2017 berlokasi di Hotel Harris Bandung, saya dan beberapa teman blogger melahap materi parenting yang diadakan oleh SGM Eksplor, dengan tajuk “Peran Orangtua dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Generasi Maju" .


Kenapa yang dikembangkan itu keterampilan sosial???

Orang tua memiliki peranan penting dalam perkembangan dan juga dalam pembentukan karakter serta kepribadian anak, iya kan? Termasuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Nah, agar anak bisa bersosialisasi dengan baik, apa saja sih yang harus diperhatikan?

TUBUH SEHAT

Untuk mengembangkan keterampilan sosial anak. Tubuh sehat tentu diperlukan dong, untuk menunjang anak. Jadi agar tubuhnya selalu sehat perhatikan juga asupan nutrisinya, asupan nutrisi yang tepat supaya kemampuan sosial dan kemampuan lainnya bisa terwujud dengan sempurna.

CERDAS 

Anak yang cerdas adalah anak yang mampu berimajinasi. Anak yang memiliki imajinasi akan mampu melukiskan apa saja dengan imajinasinya, berarti itu anak cerdas. Mengasah imajinasi anak sejak dini, bagus loh.

EMOSI BAIK 

Anak yang emosinya baik adalah anak yang mandiri.


Ketiga faktor yang tadi saya jelaskan itu adalah hal dasar yang harus dimiliki anak agar kemampuan sosialisasinya berkembang dengan baik. Agar anak mampu bersosialisasi.


Lalu, hal apa saja sih yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan sosial anak???



Ada beberapa tahapan, diantaranya tahapan awal :


  • Kedekatan anak dengan orang tua
  • Rasa percaya anak dengan orang tua
  • Kemandirian anak 

Dan tahapan selanjutnya adalah : 

  • Anak mengenal emosi, ada senang, marah, sedih dan takut serta emosi lainnya
  • Anak mampu menjaga dirinya sendiri, orang tua harus memberikan kepercayaan penuh pada anak agar anak juga percaya diri untuk menjaga dirinya sendiri.
  • Kemampuan berkomunikasi, anak bisa berkomunikasi dengan teman - teman nya. 
  • Fokus dan konsentrasi. Biarkan anak untuk fokus pada satu pekerjaan atau permainan, supaya mengasah konsentrasi dan imajinasinya juga. 
  • Empati. Rasa empati anak sejak kecil harus ditanamkan.

Well, seminar yang saya hadiri ini sangat memberikan pencerahan untuk saya khususnya dan untuk para orang tua yang hadir disana juga. Mengasah keterampilan anak supaya anak mampu bersosialisasi dengan baik. Supaya anak mampu berteman dan bekerjasama, supaya anak mampu berkompetisi secara sehat, supaya anak bisa atau terbiasa antri, supaya anak terbiasa dengan sopan dan santun, agar anak mampu menyelesaikan sendiri masalahnya dengan kawan, agar anak mampu mengendalikan emosinya, agar anak mampu dan paham akan aturan dan agar anak peduli terhadap teman dan sesama manusia.


Ya, kemandirian memang harus dicetak sejak dini. Saya jadi ingat ketika dulu memberikan kesempatan pada neng Marwah untuk mencoba, sabar menantikan ketika neng Marwah mengerjakan sesuatu ya itulah hal yang mungkin sepele namun untuk saya sih bisa membuat neng marwah mandiri. Oiya, memberikan pujian, pelukan dan memperlihatkan ekspresi wajah cerita juga bisa membuat anak senang dan hal ini bisa memicu kemandirian anak juga loh.


Alhamdulillah banget ya, saya bisa mengikuti seminar keren ini dan terus mengupgrade ilmu parenting, karena kan tidak akan pernah ada kata terlambat untuk belajar.


happy mommy, happy kids


With Love,


Ibu 






FYI :
Photo diambil dari blognya teh Erry / http://erryandriyati.blogdetik.com/