Post Top Ad

Wednesday, 12 July 2017

Wednesday, July 12, 2017

Cara Memilih Deterjen Untuk Pakaian Bayi

Memiliki bayi apalagi yang baru lahir membuat para ibu muda harus ekstra berhati-hati dalam memilih semua perlengkapan bayinya. Bayi kan kulitnya sangat sensitif sehingga bisa saja teriritasi oleh perlengkapan bayi itu sendiri seperti makanan, baju dan pakaian yang digunakan. Iritasi akibat pakaian sendiri bisa jadi dikarenakan bahan kain yang digunakan ataupun pemakaian deterjen yang salah. Sebaiknya kalau punya bayi maka deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaiannya adalah deterjen khusus yang enggak menyebabkan iritasi.

Dan inilah cara untuk  memilih deterjen bayi  yang bisa temen - temen praktekkan dalam mencari deterjen yang paling tepat.

Deterjen adalah bahan pembersih yang memiliki bahan dasar busa sehingga ph yang diberikan adalah basa. Basa yang pekat bisa menyebabkan kulit panas yang biasa dirasakan di tangan ketika tangan digunakan untuk mengucek pakaian tersebut. Basa yang terlalu tinggi juga bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit menjadi merah. Hal tersebut sangat berbahaya bila digunakan untuk mencuci pakaian bayi karena bisa saja  bayi mengalami ruam atau iritasi kulit yang menjadikannya rewel dan gatal-gatal hingga kulit kemerahan dan panas.

Supaya bisa mendapatkan deterjen yang pas untuk kebutuhan bayi nih saya kasi tips yang bisa diterapkan dalam memilih deterjen, yaitu: 

● Pilihlah deterjen yang mengandung softener yang berfungsi untuk melembutkan serat kain.

● Pilihlah deterjen yang sudah dikenal tidak memberikan rasa panas di tangan.

● Pilihlah deterjen yang tidak mengandung bahan yang bisa mengiritasi sehingga aman bagi kulit bayi,

● Pilih deterjen dengan bahan yang tidak mengandung bahan penyebab alergi kulit dan iritasi kulit.

Sekarang tuh banyak banget merk deterjen yang menawarkan hasil bersih maksimal namun dengan rasa panas ditangan. Namun tidak halnya dengan Attack deterjen. Attack memberikan rasa bersih serta kain yang lembut tanpa membuat kulit tangan  panas sedemikian juga dengan kulit bayi. Deterjen Attack juga tidak mengandung bahan penyebab iritasi dan alergi kulit sehingga bayi bisa memakai pakaiannya dengan nyaman dan senang. Softener pada deterjen juga memberikan rasa kain yang sangat lembut untuk bayi sekalipun. Temen - temen bisa memilih deterjen Attack dengan parfum atau non parfum untuk kebutuhan bayi Anda.

Itulah tips dan cara memilih deterjen bayi bagi  para ibu yang memiliki bayi usia baru lahir. Bayi yang mengalami iritasi kulit akan sering rewel yang berpengaruh pada pola menyusu dan tidurnya sehingga sebisa mungkin dihindari dengan menggunakan deterjen yang sesuai untuk kebutuhan bayi. 


Dimana beli Attack deterjen? 

Temen - temen bisa beli  Attack deterjen di toko-toko terdekat dalam berbagai bentuk baik padat dan cair sesuai kebutuhan Anda. Attack juga memiliki kemasan ekonomis dan kemasan bulanan untuk kebutuhan berbagai rumah tangga.



Happy washing yaaa :)


Tian Lustiana 
















Tuesday, 11 July 2017

Tuesday, July 11, 2017

Inilah Tips Merawat Bayi dengan Baik dan Benar

Menjadi orang tua itu menyenangkan sekali, apalagi bagi orangtua yang baru saja memiliki bayi pastinya tengah merasakan euphoria karena memiliki momongan yang lucu. Tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan perawatan yang tepat karena bayi merupakan makhluk sensitif yang membutuhkan ekstra perhatikan oleh orangtua. 


Sehingga bagi orangtua yang mempunyai anak pertama biasanya membutuhkan bantuan orang yang lebih berpengalaman untuk merawat bayi tersebut. Dimana ada beberapa tips yang bisa dilakukan dan diperhatikan untuk dapat merawat dan menjaga bayi dengan tepat seperti beberapa tips di bawah ini:

1.    Perhatikan tanda tangisan

Tips pertama untuk dapat merawat dan menjaga bayi ini adalah dengan mengerti tanda tangisannya. Biasanya untuk orangtua yang newbie tentu saja tidak mengerti beberapa perbedaan tangisan bayi tersebut. 
Tetapi apabila sudah beberapa waktu biasanya orangtua akan mengerti arti dari tangisan bayi. Ada beberapa tangisan yang ada dari bayi tersebut yaitu tangisan ketika ia lapar, tangisan ketika ia pipis, tangisan ketika buang air kecil, tangisan ketika bangun dan kehausan, dan berbagai tangisan lainnya yang menjadi tanda bahwa bayi sedang merasa tidak nyaman dan membutuhkan sesuatu. Bagi orangtua sendiri apabila belum bisa membedakan arti tangisan tersebut bisa untuk melakukan pengecekan satu-satu. Seperti ketika bayi menangis orangtua bisa untuk mengecek apakah ia buang air kecil atau besar. Atau tangisan ketika jam makan berarti ia sedang lapar dan harus disusui agar tangisannya berhenti.


2.    Perhatikan cara menggendong bayi

Untuk tips selanjutnya agar dapat menjaga bayi dengan benar adalah dari cara menggendongnya. Cara ini adalah hal dasar yang biasanya harus diajarkan oleh orangtua yang berpengalaman sehingga tidak salah. Untuk menggendong bayi ini membutuhkan beberapa tahap melihat dari umurnya. Misalnya ketika masih lahir hanya boleh untuk menggendong dengan menyangga kuat pada leher dengan bantal. Dan beberapa tips lainnya sesuai dengan umur bayi.

3.    Perhatikan ketika memandikannya

Dan perhatian selanjutnya adalah ketika memandikannya. Orangtua harus sangat hati-hati ketika sedang merawat dan menjaga bayi karena mereka sangat lemah dan mempunyai kulit yang sensitif. Untuk memandikan bayi misalnya harus menggunakan air hangat, menggunakan sabun dan shampo bayi, serta pertimbangkan juga mengenai tempat mandinya sehingga akan nyaman untuk bayi.


4.    Perhatikan memilih makanan bayi

Dan untuk tips merawatbayi yang tepat selanjutnya adalah dengan memilih makanan bayi tersebut. Untuk bayi hingga usia 6 bulan disarankan untuk menerima ASI Eksklusif dari ibunya tetapi bagi yang tidak mau menerima ASI tentunya harus digantikan dengan susu formula yang khusus untuk bayi usia kurang dari 6 bulan. Untuk makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan yaitu makanan yang sehat seperti buah, sayur, dan menghindari micin dan bahan berbahaya.



Nah temen - temen punya tips merawat bayi lainnya? Sharing yuk. 






Friday, 7 July 2017

Friday, July 07, 2017

Semenjak Jadi Ibu Saya Jadi Sering Marah

Pernah marah sama anak? 

Pernah. 

Eh pernah apa sering? 
Hmmm ⌛..... Mikirnya agak lama.
Dan saya yakin banget kalau semua ibu yang ada di muka bumi ini pernah marah sama anaknya, atau mungkin saya salah mengira? kalau beneran ada ibu yang enggak pernah marah, tunjukkan pada saya siapakah ibu itu, jujur saya ingin sekali bertanya dan belajar sabar padanya. 

Dan yang saya heran, kenapa semenjak menjadi seorang ibu kok emosi saya mudah terpancing yah. Saya kok jadi pengen marah aja, padahal helloooow Marwah itu anak saya sendiri loh, padahal dulu pas masih lajang saya ga cepet marah dan emosi masih bisa dikendalikan deh, suer. Tapi kok saya jadi pengen marah terus yah. Hmm saya kadang suka mikir keras dan mempertanyakan hal ini pada diri sendiri.


Apa karena saya dulu menikah terlalu muda dan melahirkan juga masih muda? *bisa gitu ini jadi alasan, atau hanya mencari alasan* 

Atau saya ini stress? semacam depresi gitu? *amit - amit deh* 

Atau anak saya yang bikin saya kayak gini? * perasaan Marwah anak manis deh, sebenernya dia anak solehah, tapi kenapa saya suka marah*

Baca : Maafkan ibu nak

Atau saya kurang banyak ibadah?

Atau kadar iman saya sedang menurun? *suami saya namanya iman loh, eh hubungannya apa?* 


Jadi saya kenapa?

Kenapa saya jadi lebih cepat marah ke anak sendiri, daripada marah ke orang lain? kenapa? padahal saya sangat menyayangi dan juga cinta banget sama anak sendiri. Kenapa oh kenapa? 

Kadang saya merasa gagal menjadi seorang ibu

Baca : Tentang marah pada anak

Ya, saya merasa gagal menjadi seorang ibu untuk Marwah. Kesabaran saya sepertinya lenyap ketika Marwah melakukan sesuatu. Saya kurang sabar menghadapi Marwah yang ga mau belajar, padahal saya pengennya Marwah rajin belajar dan menjadi anak cerdas dan hebat. Ketika Marwah males makan, saya pun marah karena saya ingin Marwah selalu sehat dan gak kekurangan gizi. Ya saya marah ketika saya merasa sudah gagal menjadi ibu, mungkin sebenernya saya marah sama Marwah apa sama diri saya sendiri?

Baca : Saya ingin berhenti menjadi ibu yang sempurna

Saya marah apa karena ekspektasi saya terlalu tinggi? 

Kalau memiliki ekspektasi ketinggian terus kalau gak sesuai, akhirnya kesel, kecewa dan marah. Iya kan? Mungkin saya marah sama Marwah jika apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, apa karena apa yang dilakukan anak gak sesuai dengan harapan terus sakit hati, kesal dan merasa gagal menjadi seorang ibu. 

Tian, ingat. Anak itu manusia. Ga sempurna, bisa salah dan benar. Please Tian jangan ingin anak menjadi sempurna sesuai harapan dan impian orang tua, anak bukan kertas kosong. 

Ya, kadang saya tidak menyadari semua itu. Saya terlalu egois. Saya menganggap Marwah milik saya yang bisa saya marahi dan melakukan apapun sesuai keinginan saya, saya lupa bahwa Marwah adalah titipan, bukan milik saya. Saya hanya wajib menyayangi dan memberikan kehidupan yang layak, Marwah adalah harta yang sesungguhnya yang harus saya jaga. Marwah adalah titipan dari Allah Swt. 


Semoga saya bisa menjadi ibu yang baik dan bisa lebih menahan amarah. Aamiin.



With Love

Tian lustiana