Friday, 28 December 2018

, , ,

Curhat Ibu : Tentang Ragam Alat Kontrasepsi

Assalamualaikum, 

Ngomongin masalah kontrasepsi / KB yuk. 
Sebelumnya saya mau nanya nih bu ibu, kalau milih kontrasepsi didiskusiin sama pasangan gak? Atau 100% ibu yang memutuskan?


Kalau saya dulu, pakai kontrasepsi itu didiskusiin dulu sama suami dan ngobrol sama bidan juga, mana yang cocok untuk saya. Karena takutnya kan kalau pakai KB atau kontrasepsi itu cocok - cocok an. Saya alhamdulillah sekarang cocok menggunakan yang IUD, mungkin bu ibu beda ya. Sharing yuk alat kontrasepsi apa yang paling cocok? 

Ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang bisa bu ibu pilih nih, diantaranya: 

PIL 
Mana nih suaranya yang menggunakan PIL KB? Dulu saya pernah pakai ini, awal - awal nikah banget saya pakai pil KB ini. Karena cuman mau nunda beberapa bulan saja, hehe. Setelah 3 bulan deh kalau ga salah, akhirnya saya lepas KB dan alhamdulillah ga mesti nunggu lama buat hamil. 

Pil KB ini tuh dikonsumsinya harian, mengandung hormon untuk mengubah cara kerja tubuh dan mencegah kehamilan. Kebanyakannya sih pil KB ini tuh adalah pil kombinasi yang mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron untuk mencegah pelepasan sel telur selama siklus bulanan atau lebih dikenal dengan ovulasi. Namun bu ibu, ada juga loh pil KB yag hanya mengandung satu jenis hormon saja, hormonnya pun dosis rendah dan aman digunakan oleh busui (ibu menyusui) karena engga bakalan mempengaruhi produksi dan juga kualitas ASI. 

Kelebihan :  PIL KB ini tuh adalah Siklus haid menjadi lebih teratur dan tidak mengganggu aktivitas hubungan seksual. 

Kekurangan : Kalau misalnya bu ibu lupa minum Pil KB ini, risiko hamil lebih besar loh, terus ya kenaikan berat badan juga lumayan, saya sih merasakan lebih sering sakit kepala dan suka mual, area payudara juga agak sering nyeri. 


IUD
Selepas melahirkan, saya menggunakan IUD (intrauterine device), adalah alat kontrasepsi plastik yang bentuknya kayak hurup T, saya nyebutnya cooper T. IUD ini tuh diletakkan dalam rahim , gunanya buat ngehadang sperma supaya engga membuahi sel telur. 


IUD ini ada dua jenis, IUD jenis berisi tembaga dan hormon. IUD tembaga bisa digunakan sampai 10 tahun dan saya menggunakan jenis ini. Untuk IUD hormon hanya sampai 5 tahun saja. Dulu pas masang IUD ini saya abis lahiran 40 hari, jadi ga terlalu berasa ngilu atau sakit

Kelebihan : Setelah dipasang, aman. Ga mesti repot - repot lagi palingan cek aja takutnya geser, hehe. Ga mengganggu kesuburan juga, kalau nanti pas lepas IUD bisa langsung hamil, insya allah. 

kekurangan : Kalau angkat2 berat suka ngeflek, haid jadi agak banyak dan lama, sering ngeflek, suka kram kalau kecapean. 

SUNTIK
KB suntik ini tuh salah satu cara untuk mencegah kehamilan juga, caranya dengan memberikan suntikan hormon progestin atau kombinasi hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Secara pribadi, saya belum pernah melakukan kb ini bu ibu, tapi ada temen yang cerita kalau mau suntik kb ini tuh biasanya di paha, pundak, lengan atas bahkan ada yang dibawah perut, gitu katanya. Jenis KB suntik ini pun ada dua jenis, ada yang 1 bulan dan ada yang 3 bulan. Duh kebayang yah yang 1 bulan itu, setiap bulan harus suntik. 


Kelebihan : Tidak mengganggu ketika masa menyusui, bisa digunakan pada hari ke - 3 sampai hari ke - 5 setelah melahirkan, jadi ga perlu nunda. 

Kekurangan : Kata beberapa teman, ada yang sering ngeluh sakit kepala, berat badan naik, agak nyeri pada payudara dan perubahan mood. 

IMPLAN
KB implan ini tuh, tabung plastik yang kecil dan fleksibel. Seukuran korek api, isinya adalah hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung implan ini dimasukkin ke dalam bawah kulit lengan atas, saya pernah liat ini. Jadi dari luar itu keliatan loh, kayak pake susuk gitu. Saya kok agak ngeri gitu liatnya. Implan yang sudah masuk kebawah kulit ini tuh akan melepaskan hormon progestin dengan kadar yang rendah, untuk mencegah terjadinya kehamilan.
Kelebihan : Mencegah kehamilan selama 3 tahun. 
Kekurangan : Haid kurang teratur, atau bahkan ga haid, sakit, infeksi bekas luka ditempat implan. 


Itulah, beberapa jenis KB yang saya tau, ada juga sih yang menggunakan kondom dan sistem kalender, untuk sistem kalender saya pun belum begitu paham, haha. 

Nah kalau bu ibu menggunakan alat kontrasepsi mana? Sharing yuk. 




          Wassalam,


               Tian Lustiana 
 



 
Share:
Read More

Saturday, 22 December 2018

, , , ,

Inilah 6 Cara Mengembangkan Kemampuan Menulis Anak

Assalamualaikum, 
Anak - anak itu memiliki kemampuan menulis itu ketika usianya 3 tahunan, neng Marwah juga gitu. Ketika usia 3 tahun mulai terlihat kemampuan menulisnya meski hanya coretan. Hal ini ditandai dengan ketertarikan anak ketika melihat pensil atau pulpen yang kemudian digunakan untuk mencoret-coret. Anak memiliki ketertarikan ini karena sering melihat orang tua maupun orang di sekitarnya sedang menulis.


Kemampuan anak ini akan semakin berkembang pada rentang usia 3 hingga 5 tahun. Aktivitas menulis ini sangat berpengaruh pada motorik halus si kecil. Untuk itu kita sebagai orang tua perlu mendampingi si kecil agar dapat memegang alat tulis dengan benar. Pada usia 5 tahun, diharapkan anak sudah mampu memegang alat tulis dengan baik, yaitu menggunakan tiga jari dengan memanfaatkan jari tengah sebagai tumpuan.

1. Mengembangkan Kemampuan Menulis Pada Anak
Apabila si kecil sudah mampu memegang pensil dengan benar, ini akan membantu anak menghasilkan tulisan yang rapi. Ketika anak sudah bisa memegang alat tulis, itu artinya sudah  bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni mengajarkan cara menulis pada anak. Lebih lengkapnya, berikut akan diuraikan cara mengembangkan kemampuan menulis pada anak. 
Mengenalkan konsep huruf.


Layaknya orang dewasa yang membutuhkan referensi ketika mempelajari hal baru, maka anak pun demikian. Sebelum memulai aktivitas belajar menulis, bisa mengajak anak untuk mengenal konsep huruf. Ini bertujuan agar anak mengerti dan mampu membedakan mana huruf a, b, c, d, dan seterusnya. Selain itu, mulailah dengan mengenalkan huruf kecil saat menulis.


2. Menulis huruf dengan pola dari atas ke bawah 
Mulai kenalkan anak dengan teknik menulis huruf dari atas ke bawah. Pola ini akan membuat tulisan menjadi terlihat rapi. Ini dapat dilihat dari hasil tulisan anak ketika menuliskan huruf E, F, dan T.


3. Mengasah motorik halus 
Seperti yang sudah disinggung di atas, aktivitas menulis ini adalah sangat berpengaruh pada perkembangan motorik halus si kecil. Hal ini dapat terlihat saat anak mulai terbiasa mengambil alat tulis menggunakan dua jari. Selain itu, agar motorik anak lebih terlatih, ajak anak untuk mengambil balok kecil, lego maupun benda-benda yang ukurannya kecil.


4. Sediakan kertas bergaris 
Untuk memudahkan anak ketika menulis, orang tua bisa menyiapkan kertas bergaris. Kertas ini akan membuat tulisan anak bisa lebih rapi karena mengikuti garis di atas kertas. Jadi nanti tulisan anak akan terlihat berderet sejajar. 

5. Menulis tentang benda-benda di sekitar 
Mengingat anak masih pada tahap pengenalan aktivitas baru, maka ketika sudah belajar menulis sebaiknya menggunakan kata-kata yang sering anak gunakan atau dengar dari orang sekitar. Seperti halnya menulis ejaan nama sendiri, nama orang tua, nama binatang, nama makanan dan lain sebagainya.

Ini akan lebih mudah dilakukan apabila orang tua juga menyiapkan kertas bergambar. Jadi nanti anak dapat menuliskan keterangan di bawah gambar.


6. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan 
Orang dewasa maupun anak kecil pun akan lebih nyaman belajar apabila suasananya menyenangkan. Oleh karena itu usahakan untuk menciptakan suasana belajar yang membuat anak merasa nyaman. 

Jadi ketika mengajari anak menulis, bukan hanya pensil dan kertas saja yang harus disiapkan. Namun ruangan atau tempat yang menyenangkan bagi anak juga dapat membuat si kecil lebih semangat belajar. Jika memungkinkan, tidak ada salahnya sesekali mengajak anak belajar menulis di taman.

Itulah 6 cara mengembangkan kemampuan menulis pada anak yang bisa diterapkan. Perlu Anda ingat bahwa saat ini si kecil masih memasuki tahap awal belajar. Untuk itu tidak perlu memaksa si kecil dengan menargetkan harus bisa ini itu. Temani anak belajar dan bertumbuh tanpa harus memenuhi target orang tua dulu yah.


Oia, apakah ibu - ibu  sudah menyiapkan pensil untuk anak? Apabila belum, bisa langsung  membelinya di Bukalapak. Ya, Bukapalak menyediakan berbagai pilihan alat tulis menulis, mulai dari pensil, penghapus, kotak alat tulis, pensil warna , tas sekolah anak dan lainnya. Variasi warna dan motif yang lucu-lucu tentu akan membuat anak semakin termotivasi untuk belajar. Dan yang lebih penting, ibu - ibu ga usah pergi ke mall atau toko buku hehe, jadi waktu ga banyak kebuang, ya kan?


Wassalam,










Tian Lustiana 

Share:
Read More

Tuesday, 4 December 2018

Bukan Cuman Anak - Anak Yang Butuh Diapers, Orang Dewasa Juga

Assalamualaikum, 

Berbeda dengan dewasa muda, para orang tua memiliki kondisi fisik yang jauh lebih lemah dan juga mengalami beberapa penurunan dalam kemampuannya. Misalnya saja, para orang tua sekarang rata-rata tidak kuat untuk menahan buang air terlalu lama, tidak seperti anak muda. Oleh karena itu, sering kali mereka harus bolak-balik ke toilet meski pun sedang berpergian dengan keluarga. 

Pada saat tertentu, hal ini bisa saja membuat mereka tidak nyaman dan kerepotan, maka dari itu menggunakan pampers untuk orang dewasa akan lebih disarankan untuk mereka yang tidak kuat menahan buang air dan juga ketika sedang berpergian jauh. Jenis dan brand dari pampers sekarang ini ada begitu banyak sehingga bikin kebingungan. Namun dalam memilihnya, jangan lupa untuk beberapa hal penting di bawah ini agar bisa mendapatkan yang terbaik, seperti:

  1. Jenis
Hal paling penting pertama yang harus diperhatikan adalah jenis dari pampers tersebut. Biasanya, kebanyakan brand pampers mengeluarkan dua jenis, yakni yang berbentuk celana dan juga yang masih menggunakan perekat. Untuk memilihnya, temen - temen harus mengetahui aktivitas orang tua, jika masih aktif dan dapat menggunakannya sendiri, maka akan lebih disarankan menggunakan model celana. Namun jika orang tua mengalami sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, menggunakan yang model perekat akan jauh lebih disarankan agar pemakaiannya pun lebih mudah.

  1. Ukuran
Berbagai brand ternama seperti Confidence menyediakan berbagai ukuran pampers yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan si pemakai. Confidence menyediakan pampers ukuran Medium atau M sampai dengan Extra Large atau XL. Pastinya temen - temen dapat memilih sendiri ukuran yang paling pas untuk orang tua sehingga penggunaannya pun akan semakin nyaman dan pas di tubuh mereka. Penggunaan pampers yang pas pun akan membuat mereka merasa betah menggunakannya.

  1. Kelebihan
Jangan lupa untuk memantau kelebihan apa saja yang dimiliki oleh pampers yang nantinya akan dibeli. Pastikan untuk membandingkan beberapa merk dari pampers orang dewasa terlebih dahulu sebelum membelinya. Misalnya, seperti pampers Confidence yang dibuat dengan bahan yang halus dan alami sehingga tidak akan membuat kulit pemakainya mengalami iritasi, serta terdapatnya sirkulasi udara yang baik yang membuat pemakainya merasa nyaman.

Itulah beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat akan membeli pampers untuk orang tua yang bisa dipergunakan untuk berpergian jauh atau pun digunakan untuk orang tua yang sedang sakit. Saat memilih pampers yang baik, jangan lupa melihat ulasan dari banyak penggunanya dan juga melihat merk dari pampers tersebut, apakah berkualitas atau tidak. Seperti misalnya saja pampers Confidence yang kualitasnya sudah begitu dikenal baik oleh masyarakat Indonesia dan sudah dipercaya sejak lama.




Wassalam,


Tian lustiana 
Share:
Read More

Saturday, 3 November 2018

, , , ,

4 Tempat Liburan Yang Bikin Happy Anak Selama Liburan Sekolah

Assalamualaikum,

Bukan hanya orang dewasa, anak kecil juga butuh liburan, loh. Dengan aktivitas santai bersama keluarga ini, ikatan antara anggota keluarga akan semakin erat. Ayah dan ibu pun bisa mencurahkan waktu yang berkualitas khusus untuk anak. 

Nah, salah satu daerah yang menawarkan banyak destinasi wisata yang ramah anak adalah Jakarta. Apa saja destinasi tersebut? Berikut ulasannya.

1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Jika Anda bingung hendak ke mana membawa si kecil berjalan-jalan tanpa merasa bosan, Taman Mini Indonesia Indah harus masuk dalam daftar prioritas. Dengan luas 150 hektare, bisa dibayangkan berapa banyak wahana yang terdapat di tempat ini. Ada lebih dari 10 taman, museum, dan aneka wahana bermain yang bisa dicoba.


Berlokasi di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Taman Mini Indonesia Indah sangat mudah dijangkau. Tiket masuknya pun sangat murah meskipun Anda harus membayar lagi untuk setiap wahana yang dicoba. Membawa anak-anak berlibur seharian di tempat ini tentu akan sangat menyenangkan.

2. Museum Layang-layang

Siapa bilang, museum hanya untuk orang dewasa. Anak-anak juga bisa diajari untuk mulai mencintai museum karena ada banyak hal yang bisa dipelajari dari berbagai koleksi yang ada di dalamnya. 

Salah satu museum yang ramah anak adalah Museum Layang-Layang yang terletak di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Di museum tersebut, anak-anak bisa mengenal permainan tradisional yang sudah semakin jarang dimainkan.


Ada banyak koleksi layang-layang yang cantik dan penuh seni yang bisa dilihat. Awalnya, ini adalah koleksi si pendiri museum yang semakin hari semakin banyak dan akhirnya dipindahkan ke sebuah museum.

Bukan hanya melihat, anak juga bisa belajar melukis dan membuat layang-layang. Bahkan, di sekitar area gedung ini, ada lokasi bagi para pengunjung untuk bermain layang-layang.

3. Dunia Fantasi (DuFan)

Nama tempat ini sudah sangat populer sebagai tujuan wisata ketika berlibur. Itulah sebabnya, DuFan selalu dipadati pengunjung ketika akhir pekan tiba. Anda bisa mengajak si kecil untuk menikmati keseruan itu. Ada banyak sekali wahana yang tersedia di tempat ini sehingga anak sedikit pun tak akan merasa bosan diajak bermain.


Selain taman bermain, ada pula wahana khusus seperti Atlantis Water Adventure, Ocean Dream Samudera, dan SeaWorld. Wahana-wahana ini tentu sangat menarik bagi si kecil yang pada dasarnya masih sangat ingin tahu pada hal-hal yang terdapat di sekelilingnya.

4. Kidzania Jakarta

Cobalah untuk mengajak anak berkunjung ke Kidzania pada hari libur mereka. Tempat ini sangat menarik karena merupakan miniatur kota yang sebenarnya. Meskipun demikian, semua fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari jalan raya, rumah sakit, salon, bioskop, dan sebagainya.


Nah, di tempat-tempat inilah anak akan bermain peran. Ia bisa mencoba pekerjaan seorang petugas pemadam kebakaran atau pekerjaan seorang dokter. Selain seru dan menyenangkan, anak akan belajar banyak hal, terutama soal tanggung jawab.

Objek wisata ramah anak ini beroperasi setiap hari mulai 09.00 WIB. Anda dan si kecil bisa datang langsung ke Pacific Place untuk mencoba menjadi orang dewasa dalam sehari.

Demikian 4 tempat yang cocok Anda kunjungi bersama keluarga. Jika berasal dari luar kota, Anda bisa menginap terlebih dahulu di Jakarta untuk menyiapkan tenaga bermain sepanjang hari esoknya. Pilihan hotel di Jakarta bisa Anda dapatkan di website Airy Rooms. Di sini terdapat banyak alternatif penginapan yang sesuai untuk keluarga.

Kamar yang ditawarkan oleh jaringan hotel terbesar di Indonesia ini memiliki jaminan kualitas. Hal itu terlihat dari berbagai fasilitas yang tersedia, seperti TV layar datar, WiFi, AC, dan sebagainya. Nah, segera rencanakan liburan Anda bersama buah hati tercinta dan jangan lupa jika Anda merasa lelah atau berasal dari luar Jakarta, pesanlah akomodasinya di Airy Rooms.

Pasti neng Marwah bahagia ini diajakin jalan - jalan pas liburan nanti.



Wassalam,


Tian lustiana



Share:
Read More

Thursday, 1 November 2018

, , ,

Manfaat Menulis Untuk Anak

Assalamualaikum, 

Neng Marwah punya blog, hehe. Ya, jadi awalnya dulu tahun 2014 saya memang sudah membuatkan blog untuknya. Dulu saya yang ketik dan dia yang nulis di selembar kertas. Sekarang neng Marwah sudah full nulis sendiri di blog, ya tanda baca masih saya yang bantu rapiin. 



Sebenarnya saya ga langsung ngenalin neng Marwah ke dunia blogging, ini terjadi begitu saja. Mungkin neng sendiri yang suka denger "ibu ada acara blogger" dan ia mulai bertanya - tanya apa itu blogger sampai pas tahun 2014 saat itu neng masih TK B yang tiba - tiba minta dibuatkan blog. Katanya ia pun ingin menjadi seorang blogger, padahal saya yakin neng waktu itu sama sekali belum paham apa itu blogger. Namanya juga anak - anak kan suka gitu, apa saja yang sering ia denger suka tiba - tiba ingin. Padahal ga ngerti maksudnya apa. 

Saya sih dulu mikirnya neng kan suka nulis tuh, dia tuh suka banget cerita apa saja. Terus dia tulis dikertas, katanya dia bikin komik. Diselipin gambar - gambar unik khas dia. Jadi saya rasa kayaknya neng harus saya fasilitasi deh buat nuangin ide - ide dan hasrat menulisnya, maka saya buatin deh nengmarwah.blogspot.com belum saya kasi domain, hehe nanti aja kalau dia udah mau bener - bener serius nulis. 






Nyatanya, nulis untuk anak itu banyak banget manfaatnya yah. Selain menjadi media untuk menyalurkan emosi dan ekspresi diri anak juga anak tuh bisa mulai belajar untuk beropini. Bisa juga melatih kesabaran anak, mengasah komitmen anak juga dan banyak manfaat lainnya. Sama lah seperti menggambar atau melukis, nulis juga bermanfaat melatih kreativitas anak dan bisa menyalurkan serta mengembangkan imajinasi anak. 

Selain itu semua ada lagi loh manfaat menulis untuk anak, diantaranya : 

Menulis bisa meningkatkan intelegensi anak 
Jadi ya ketika anak mulai menulis itu kan tujuannya untuk memperkaya tulisannya nah seiring bertambahnya usia nantinya anak tuh bakalan kepancing buat melakukan riset dan belajar kosa kata baru. Ini terjadi pada neng Marwah, seiring nambah usianya dia udah mulai memperlihatkan bahwa sekarang sudah mulai mau menulis, kemarin saja dia mulai riset ringan. Dia banyak nanya tentang gimana rasanya punya adik, katanya dia mau menulis " Tak punya adik tapi bahagia" gitu katanya, entah sih apa yang ada dalam benak nya, namun saya liat kok neng Marwah sudah banyak nanya, ternyata ia lagi melakukan riset pemirsa, hehe. 


Jadi untuk menyelesaikan satu tulisan tuh anak dituntut untuk berpikir sistematis dan terstruktur kan yah jadi disini nih anak akan terus mengasah intelegensinya. Anak juga menjadi meningkat kemampuan verbalnya dan insya allah ini akan menopang performa akademisnya juga, di sekolah kan ga jauh - jauh dari menulis, ya kan? 


Menulis bisa melatih anak mengeluarkan pendapat secara bijak
Neng Marwah sekarang tuh sudah bener - bener nulis sendiri, langsung ke blog meski proses editting tanda baca masih dibantu ibu. Tapi neng Marwah tuh sekarang udah bisa membentuk kalimat yang pas, yang ngalir secara alami. Neng juga paham bahwa ketika menulis dan dibaca orang lain, tulisan ga bisa ditarik lagi, beda ya sama kalau bicara langsung. Dalam tulisan, anak jadi mulai belajar mengeluarkan pendapatnya dengan bijak.

Dengan menulis anak jadi belajar merangkai kata menjadi kalimat yang baik 
Dulu pas neng baru belajar nulis, awalnya tuh dari satu dua kata. Jadi neng tuh ungkapin perasaannya hanya beberapa kata " Aku lagi bahagia" atau " Tadi aku jatuh, sakit sekali" . Seiring bertambah usianya neng Marwah, kata - kata itu berkembang menjadi sebuah kalimat yang lumayan lah bisa dibaca dengan baik, hehe. Bahkan sekarang neng sudah bisa bikin banyak kalimat loh.

Melatih kesabaran anak dengan menulis
Kalau pas lagi marah, kesal atau sedih pastinya emosinya pun bakalan ga stabil kan? Nah saya biasanya kalau neng lagi marah atau kesal suka saya suruh nulis aja, jadi neng bisa menuangkan kesedihan atau kekesalannya lewat tulisan dan perlahan emosinya bakalan stabil, ini juga bikin anak lebih sabar karena anak kan harus belajar menjabarkan stau persatu isi hatinya.


Dan tentunya masih banyak manfaat lainnya dari menulis. Mudah - mudahan neng Marwah konsisten menulis yah. Meski masih pendek - pendek, gapapa lah ya namanya juga baru belajar hehe. 



Wassalam,


Ibu 








Share:
Read More

Thursday, 18 October 2018

, , , ,

Tahap Perkembangan Sosial Anak Pada Usia 10 Tahun

Assalamualaikum, 

Gak kerasa banget, neng Marwah sekarang sudah 10 tahun. Duh rasanya baru kemarin deh ibu hamil, melahirkan dan menyusui neng, eh sekarang udah mau jadi anak remaja. Kok waktu begitu cepat berlalu yah. Sebagai anak tunggal, ibu tuh kagum dan bangga banget sama neng Marwah, karena neng Marwah itu ga pernah manja, ga pernah tantrum dan selalu mau mengalah pada teman  dan saudaranya, bahkan orang - orang gak nyangka kalau neng Marwah itu anak tunggal, disangkanya neng punya adik. Padahal neng belum punya adik ya nak, insya allah nanti juga bakalan punya adik yah. Mudah - mudahan dimudahkan sama Allah ya. 


Sekarang neng sudah memasuki usia pra remaja (10 - 12 tahun), neng mengalami transisi menuju kedewasaan yang tentu saja nanti bakalan mempengaruhi pada kemampuan sosial neng Marwah, kemampuan fisiknya juga kemampuan kognitif nya. Dan itu terlihat sekali neng Marwah yang mulai lebih mandiri dan mampu menyelesaikan masalah plus juga sudah bisa lah dikit - dikit menata perilaku sosialnya. Alhamdulillah, ibu seneng banget deh. 


Ada beberapa perubahan yang terjadi pada neng Marwah diusia yang 10 tahun ini. Terutama pada pertemanannya dengan teman - temannya. 

Neng sudah bisa mengenali teman yang baik 
Sekarang neng udah bisa milih teman, neng udah bisa merasakan mana teman yang bikin dia nyaman dan enggak. Anak - anak pada usia ini tuh sudah bisa mengembangkan kemampuan sosialnya dalam menerima teman yang baik dan tidak, menurut versi anak. Saya sih ga masalah kalau neng suka milih teman, saya bebaskan pada nya untuk milih teman mana yang bikin dia nyaman asalkan neng harus tetap dan selalu berbuat baik pada semua orang. 




Neng sudah bisa mengenali kadar pertemanan
Sejak neng menginjak usia 10 tahun, keterampilan sosialnya bertambah jadi neng sudah bisa tau lingkar dan juga kadar pertemanan. Neng sudah mulai paham tentang sahabat, paham tentang mana teman biasa dan mana teman yang sekedar kenalan saja. Keterampilan ini memang harus dipersiapkan, untuk apa? Untuk agar anak bisa menempatkan diri dalam pergaulan sosialnya. Kalau anak gak dibekali keterampilan sosial ini dalam bertoleransi takutnya anak menjadi anak yang pencemburu, baperan dan susah buat nerima lingkungan. Jadi tugas ibu sebagai orang tua sebaiknya mendorong anak untuk memiliki pergaulan yang luas dan jangan lupa bekali toleransi, empati dan jangan egois. 


Jadi untuk pertemanan neng sekarang suka cerita mana saja temennya yang baik dan yang suka usil, yang suka "ciyeh - ciyeh". Kadang suka lucu banget dengerin curhatnya neng hihi ibu nahan ketawa karena tar kalau ibu ketawa neng nya anggep ibu ketawain, jadi ibu ketawa dalam hati saja deh. 

Ibu bersyukur banget, neng itu seneng cerita sama ibu, seneng curhat sama ibu. Semoga sampai besar neng selalu terbuka sama ibu yah sayang. Aamiin. 



Wassalam,





Share:
Read More

Thursday, 20 September 2018

,

Tips Agar Anak Mau Menghabiskan Bekal Cinta Dari Ibu

Assalamualaikum, 

Sejak neng Marwah TK, ibu emang selalu menyempatkan untuk bikin bekal. Karena kan ibu kerja, jadi ibu ga tau kan neng jajan apa atau makan apa, jadinya ibu bertekad untuk selalu memberikan bekal snack dan makan siang, biar neng ga jajan sembarangan.  Kan kalau jajan sembarang ga baik buat kesehatan. 



Terus ibu pikir kalau neng Marwah terbiasa membawa bekal sejak TK kan nantinya neng bakalan terbiasa, jadinya engga akan jajan sembarangan deh. Tapi emang bener loh, kebiasaan membawa bekal ini terus konsisten dilakukan sejak TK sampai sekarang neng kelas 4 SD, Alhamdulillah neng termasuk anak yang jarang jajan. Jajannya pasti barengan ibu, ga pernah jajan sendiri. Kalau mau jajan juga harus diperlihatkan dulu sama ibu atau sama nenek, boleh apa engga dikonsumsi sama neng.


Lah, emang ga capek ya bu kan kerja juga terus masih sempet ya bikini bekal buat neng Marwah?


Ya nih kadang beberapa temen ibu suka nanya gitu, emang sempet bikin bekal? Kan kamu kerja juga, gitu katanya. Demi anak mah apapun dilakukan bu ibu. Meskipun saya kerja namun tetap saya paksakan untuk memasak bekal untuk neng Marwah sendiri. Mulai dari snack sampai makan siangnya. 

Seneng banget deh, apalagi kalau bekal sekolahnya habis, bahagia kan bu ibu? 



Eh tapi gimana nih kalau pas bekalnya gak abis? Sedih ya, udah semangat masak bekal eh ga dihabisin. Saya pernah juga merasakan itu. Sedih kan kalau udah capek - capek masak eh tapi ga diabisin sama anak, hiks. 

Kenapa ya kok bekalnya neng Marwah ga abis, itu yang saya pikirin. Saya mikirin apa sih alasannya, kenapa ya kok bekalnya ga diabisin. Semangat masih membara untuk membuatkan bekal sekolah, saya ga mau berhenti bikin bekal. Makanya saya cari tau alasan kenapa bekalnya ga abis. Saya yakin, neng Marwah pasti punya alasan tersendiri kenapa dia ga abisin bekalnya. Jadi langkah awal yang saya lakukan adalah BERTANYA pada neng Marwah. 



Ternyata jawabannya adalah : 

" Bu, aku keasyikan ngobrol sama temen - temen, pas mau dilanjutin makan eh udah keburu bel masuk, ya udah ga diabisin" 

alasan lainnya : 

" Bu, ini kebanyakan atuh bu, lain kali mah dikit aja ya bu" 

alasan lainnya lagi : 

" Bu, aku ga abisin karena aku kurang suka sama lauknya" 

Oke, saya pun sudah mengantongi alasan - alasannya. Alhamdulillah sih ya neng Marwah itu orangnya terbuka banget sama saya, jadi kalau saya tanya ya dia jawab dengan sejujurnya. Mungkin butuh more effort kalau nanya terus anaknya ga mau bilang, ya tandanya ibu harus mencari jawaban sendiri, hehe. 



Sejak saya tau alasan neng Marwah kenapa ga abisin bekalnya, saya pun menyesuaikan porsinya dan alhamdulillah sampai sekarang ga pernah tuh ada sisa di kotak makan siangnya, alhamdulillah selalu habis dan selalu bilang " Ibu masakannya enak" ah hati ibu langsung meleleh. 

Dan inilah beberapa tips supaya anak menghabiskan bekalnya dengan ikhlas, hehe. Jadi saya siapkan beberapa strategi nih hingga akhirnya neng Marwah mau menghabiskan bekalnya, ga pernah sisa lagi deh. 



Mari rencanakan bekal, 
Saya tuh selalu nanya sama neng Marwah, mau bekal apa sekolahnya. Neng Marwah pun jadi lebih semangat tuh karena dilibatkan langsung. Jadi anak juga bisa milih mana makanan yang ia suka dan tidak suka. Yang penting saya selalu "menyelinapkan" sayuran dan buah untuk bekalnya. Ke pasar bersama neng Marwah ketika libur juga jitu loh, neng jadi merasa dia yang sudah "bekerja" atas bekalnya jadi dia merasa punya tanggung jawab untuk selalu menghabiskan bekalnya. 

Bekal yang mudah dimakan, 
Neng Marwah tuh paling malas kalau bekal sekolah yang ribet, misalnya saya bawain ikan yang ada tulangnya, dia suka protes. Katanya "ribet bu jangan kasi bekal makanan ribet, kan waktu istirahat ga lama buat makannya" Jadi untuk bekalnya saya buatkan yang mudah dimakan saja. Jadi anak pun ga ribet lagi ya kan? 



Hias bekalnya, 
Saya ga pinter menghias bekal anak, tapi saya selalu berusaha membuatnya. haha, apapun hasilnya yang penting bekal neng Marwah terlihat menarik, hehe. Biar neng semangat makannya. 



Sesuaikan porsinya, 
Kalau untuk nasinya saya gak pernah kasi banyak, dikit aja. Untuk sayurnya pun gitu ga banyak - banyak, tapi tergantung request deng, kadang neng suka minta banyak juga. Jadi untuk porsinya mending disesuaikan saja sama keinginan anak. Takutnya kalau dikasi dikit eh malah masih lapar, kalau dikasi banyak eh malah ga abis, jadi mending tanyain aja langsung ke anak. 

Bekal makanan kesukaannya, 
Saya selalu ijinkan neng untuk memilih makanan kesukaannya, mulai dari snack sampai makanan berat. Untuk makanan pun saya ga khawatir sama pilihannya karena neng Marwah ga susah dikasi ikan dan sayuran. Tapi kalau untuk snack saya agak "riweh". Ya karena saya ga suka kalau neng Marwah jajan sembarangan, jadi untuk snack aja harus bekal dari rumah, hehe. Untuk saja snack favorite nya neng Marwah sudah "lulus" uji dari ibu haha. 



Ngomong - ngomong nih, snack favorite neng Marwah itu ternyata enak banget loh, ibu juga suka. Ada rasa kacang dan juga cokelat. Penasaran ya apaan sih snack favoritenya neng Marwah dan ibunya? 


"JULIE’S PEANUT BUTTER SANDWICH DAN JULIE'S CHOCOMORE"

Sebelum saya memberikan makanan untuk snack pada neng Marwah biasanya saya suka cek ricek kehalalannya dulu kemudian nutrition fact nya. Dan alhamdulillah untuk Julie's ini aman kok. 





Julie's, biskuit favorite neng Marwah ini ternyata sudah dibuat sejak tahun 1981 (ibu malah belum lahir loh) di Malaysia. Pengolahannya pun dibuat dari bahan - bahan terbaik, rendah kalori pula loh (ini ibunya suka biar ga bikin gendut), tanpa bahan pengawet dan juga tanpa pewarna buatan. Wah wah, alhamdulillah ya ada biskuit yang memiliki kandungan nutrisi yang oke, kalorinya rendah, sehat pula dan yang penting aman dikonsumsi. 

Julie's Peanut Butter Sandwich 

Biskuit yang berisi selai kacang alami yang mengandung lemak tak jenuh. Ini bisa mengurangi tingkat kolesterol jahat loh. Kacang tanahnya mengandung vitamin E, niacin, folat dan juga ada kandungan proteinnya. Jadi bisa ngemil sehat kan gaes? 
Julie's peanut butter sandwich ini tuh favoritenya ibu dan ayah loh. 

Juli'es Chocomore

Ini adalah varian favoritenya neng Marwah. Sekali makan bisa sebungkus habis loh. Rasa cokelatnya terasa banget, rasa biskuitnya juga enak cokelat banget. 

Ada lomba #BekalCintaJulies

Ngomong - ngomong nih, julie's peanut butter sandwich atau julie's chocomore ini bisa dikreasikan loh menjadi menu bekal untuk anak tersayang. Lagi ada lombanya juga tuh gaes, jadi buat yang sering berkreasi membuat bekal anak wajib banget ikutan karena lombanya hanya sampai 30 September 2018 saja, jadi buruan ikutan sekarang. 

Lomba #BekalcintaJulies ini hadiahnya bikin mupeng loh, ada satu pemenang utama dan lima pemenang hiburan. 

Mau ikutan kan? Nih cara  - caranya : 

  1. Temen - temen beli biskuit Julie's peanut butter sandwich 90gram atau julie's chocomore sandwich. 
  2. Terus temen - temen foto bekal makanannya dengan kreasi biskuit julie's terus ceritakan cerita menarik dibalik #BekalCintaJulies ala temen - temen. 
  3. Kemudian langsung deh upload ke facebook atau instagram, jangan lupa untuk mention instagram atau facebook julies dan gunakan hashtag #BekalCintaJulies. Untuk lebih jelasnya sih temen - temen bisa langsung saja baca - baca ya di http://bit.ly/BekalCintaJulies  . 

Selamat berkreasi !!! 



Wassalam,


Tian lustiana 









Share:
Read More