Thursday, 30 August 2018

,

Rencana Liburan Bersama Anak

Assalamualaikum,

"Bu nanti liburan ke Yogyakarta yuk, aku pengen main ke candi - candi nya, dan jalan - jalan di Malioboro" Pinta neng Marwah.

Wah kayaknya emang asyik nih kalau pas liburan sekolah nanti kita jalan - jalan ke Yogyakarta. Akhirnya saya dan suamipun mengiyakan permintaan neng Marwah untuk merencanakan liburan ke Yogyakarta, mudah - mudahan saja ada rezekinya yaaa jadi kita sekeluarga bisa liburan ke Yogyakarta, aamiin.


Ini harus disiapkan dari sekarang kalau begitu, jangan sampai pas hari H mau liburan malah kehabisan tiket dan ga kebagian hotel pula. Maka dari itu, ibu langsung deh hunting hotel dan juga tiket. Hunting hotel dulu deh, nyari hotelnya yang deket sama lokasi yang mau dikunjungi saja, kan neng Marwah tuh maunya jalan - jalan juga di sekitaran Malioboro jadi ibu harus nyari hotel di jalan Malioboro nih.

Ibu pun cek satu persatu, cek kesana kemari dan ternyata yang paling murah dan pilihan hotelnya lebih lengkap itu hanya di Traveloka. Hotel - hotel yang ada di jalan Malioboro itu banyak banget, sampe pusing ibu milihnya hehe. Buat bu ibu yang juga ingin liburan ke Yogyakarta dan nyari hotel disekitaran jalan Malioboro bisa langsung klik disini.

       Masukkan destinasi liburan, tanggal menginap, Klik cari hotel

Setelah memilih dan menemukan hotel yang pas banget di traveloka, ibu pun langsung deh booking hotel pilihan. Setelah ibu login Traveloka, langsung deh book Hotel Traveloka, klik klik dan selesai deh. Simple banget memang transaksi di Traveloka ini, engga ribet sama sekali, pembayarannya pun mudah dan juga cepat. Apalagi pilihan hotelnya lengkap di seluruh Indonesia, bahkan di dunia. Alhamdulillah kan, hotel buat liburan nanti sudah dapat, tinggal beli tiket. Beli tiketnya tar aja kalau ada promo lagi di traveloka, yang penting hotel di jalan Malioboro yang neng Marwah harapkan sudah dapat.


Kenapa saya milih hotel di jalan Malioboro? Karena kan kalau deket hotel bisa jalan - jalan juga, tujuan wisata deket jalan Malioboro juga banyak loh. Dan inilah tujuan wisata yang sudah kami rencanakan untuk liburan nanti.

KERATON YOGYAKARTA

Keraton Yogyakarta ini sudah terkenal kan, jadi sepertinya semua yang liburan ke Yogyakarta,pantang banget kan melewatkan swa foto di Keraton Yogya. Karena keraton Yogyakarta juga merupakan pusat budaya dan pemerintahan Provinsi DI Yogyakarta, saya ingin banget bawa neng Marwah kesini untuk liburan sambil belajar.


PASAR BERINGHARJO 

Ini mungkin akan menjadi tempat favorite ibu selama liburan, hihi. Karena kan pasar Beringharjo ini adalah salah satu pasar tradisional yang ramai dikunjungi selama liburan di Yogyakarta. Di pasar Beringharjo ini bisa belanja kerajinan tangan, jajanan, aksesoris dan lainnya yang bisa saja dijadikan oleh - oleh.


TUGU YOGYAKARTA 

Tugu Yogyakarta juga cukup ngehits di sekitaran Malioboro, tugu yang tingginya sekitar 25 M ini dan dibangun tahun 1977 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono 1 sebagai simbol persatuan rakyat Jogja ketika melawan penjajah Belanja. Banyak juga yang nyebut Golong Gilig katanya karena bentuknya yang melingkar dan mengerucut pada pucuknya. Ini neng Marwah wajib tau, kan jadi nambah pengetahuan juga.


TAMAN SARI 

Taman sari ini merupakan bukti peninggalan dari Raja Mataram di Yogyakarta, letaknya itu di luar komplek Alun - Alun Malioboro. Taman Sari ini juga dikenal dengan pola bangunan artisitik Jawa, banyak juga yang nyebutnya dengan Istana Air.


Dan ibu masih mencari referensi tempat wisata yang bakalan kami kunjungi nanti.

Buat bu ibu yang memang sedang merencanakan liburan juga, nih saya rekomendasiin Traveloka untuk nyari hotelnya silakan langsung klik link ini buat ceki - ceki hotelnya, karena memang bener - bener memudahkan sekali, ga bikin ribet dan cara pembayarannya pun mudah banget. Yuk tentuin tanggal liburannya dan langsung deh booking hotel di Traveloka yah.

Wassalam,

Ibu
Share:
Read More

Tuesday, 21 August 2018

, ,

Menanamkan Konsep Kalah Sejak Dini Pada Anak

Assalamualaikum, 

Bagi setiap orang tua, anak adalah pemenang. Betul ga bu ibu?

Kadang orang tua lupa ngajarin gimana caranya nerima kekalahan. Padahal ya bu ibu, menerima kekalahan ini tuh adalah salah satu proses pembelajaran yang harus diterapkan dan diajarkan pada anak sejak dini, insya allah jika anak mampu menerima kekalahan bakalan membentuk anak menjadi pribadi yang baik.


Alhamdulillah sejak kecil neng Marwah sudah ibu kenalkan sama kalah dan menang. Jadi ketika neng ikutan lomba dan kalah, neng bisa menerima nya dengan lapang, ga ada nangis dan kesal meski mungkin dalam hatinya adalah rasa sedih. Ga bisa dipungkiri kan bu ibu kalau kalah itu kadang suka nyesek dan sedih, ye kan?

Menang itu memang membanggakan, siapa sih yang gak seneng kalau dalam suatu perlombaan anaknya menang, namun kalau memang anaknya kalah mau gimana dong. ketika anak kalah, harusnya ingat bahwa kekalahan ini tuh proses yang harus dilakukan orang tua untuk mendampingi anak, apalagi kalau anaknya sedang kurang percaya diri. Kalau peran orang tua kurang dalam hal ini, anak pasti menjadi pesimis dan ga mau lagi ikutan lomba, anak putus asa.

Menanamkan konsep kalah sejak dini pada anak itu penting, mengenalkan anak bahwa kalah bukanlah suatu hal yang buruk. Kalah itu adalah proses belajar, sepele sih memang tapi jika orang tua menyampaikannya dengan perlahan dan dengan hati, insya allah anak bakalah paham.

Dan inilah beberapa tips supaya anak mampu menerima kekalahan :

Pahami kekalahan
Kalah bukan berarti tidak menjadi juara.
Tanamkan ini pada anak, sesering mungkin. Jelaskan tentang hasil akhir sebuah lomba dan kompetisi itu bukan melulu harus menjadi juara namun juga untuk semangat. Jelaskan juga kalau permainan itu harus ada menang dan kalah. Semua yang ikut kompetisi ya juara

Ungkapkan perasaan
Manusiawi kalau kalah, terus sedih. Ya silakan saja kalau memang butuh untuk mengekspresikan kekalahan. Biasanya anak nangis, silakan saja. Ajarkan juga pada anak untuk meluapkan ekspresinya, tapi ya jangan  berlebihan. Sewajarnya saja.

Mengakui kekurangan
Jika memang anak kalah, jangan bilang “ harusnya kamu menang, si A itu bla bla bla. Justru kita sebagai orang tua juga harus mengajarkan anak rendah hati dan mengakui kekurangannya, ini demi proses belajar anak selanjutnya.

Proses
Berikan motivasi pada anak ketika anak mulai menunjukkan kerja kerasnya untuk meraih juara, jangan fokus sama kalah dan menangnya, namun fokuskan pada proses dan kerjakeras  anak. Jadi anak pun akan terbiasa menghargai sebuah proses bukan hasil akhirnya.



Dan semua ini akan kembali pada pola asuh orang tua masing – masing juga sih.


Tulisan ini adalah artikel tanggapan dari artikel mak Aswina Utari pada  #KEBloggingCollab  kelompok Ghea Panggabean yang ditulis oleh Aswinda Utari.



Wassalam,

Tian lustiana 


Share:
Read More

Monday, 13 August 2018

, ,

CURHAT IBU: Mengasuh Anak di Era Digital

Assalamualaikum,

Bu ibu sekarang neng Marwah udah 10 tahun usianya, bentar lagi udah mau masuk usia pra remaja nih. Duh rasanya hati ini dag - dig - dug ga menentu banget sih, ada semacam rasa takut gitu. Ya, saya tuh takut kalau saya engga bisa menjadi orang tua yang baik untuk anaknya, karena kan membesarkan anak zaman now itu beda ya bu dengan zaman old. Anak zaman now itu diiringi dengan teknologi yang pesat, dunia digital yang bikin mudah segala sesuatu namun juga bikin orang tua stress, ya gak? 



Dulu waktu neng Marwah balita sih saya ga se "reuwas" ini menghadapi kenyataan kalau saya seorang ibu, seiring usia neng Marwah bertambah saya jadi tambah was - was loh. Duh saya aja gitu yang kayak gini atau memang semua ibu merasakan hal yang sama? 

"Didiklah anak sesuai zamannya" 

Begitu yang dikatakan Nabi Muhammad Saw junjungan kita semua, kalau mendidik anak itu ya sesuaikan dengan zamannya, sekarang zaman teknologi pesat ya ajari anak seputar itu jangan sampai anak gaptek ye kan bu ibu? Tapi juga jangan sampai anak sampai kecanduan gadget, itu semua ada dalam kendali kita sebagai ibu nya. 

Back to masalah saya nih, mengasuh anak di era digital. Ini tantangan banget buat saya apalagi usia neng Marwah mau mendekati pra remaja nih jadi saya pun harus bener - bener bisa menjaga hubungan baik saya sebagai ibu dengan anak, saya tuh gak mau neng Marwah takut sama saya, jadi saya tuh pengennya kita berteman baik, ibu dan anak namun juga sebagai sahabat anak. Idaman banget deh kalau bisa sahabatan sama anak ya bu ibu. 

Saya pernah nih ikutan sharing dan seminar parenting bareng bunda Elly Risman, beliau memaparkan ada tujuh cara mengasuh anak di era digital ini yang wajib dipraktekkan supaya hubungan ibu dan anak itu tetap terjaga, jadi ga ada jarak gitu. Ini oke loh karena dengan begitu anak leluasa curhat sama ibu nya. 


Tanggung jawab
Dalam pola asuh anak, kebanyakan berpikiran peran ibu itu paling utama, salah dong karena peranan ayah pun tidak kalah pentingnya. Ayah dan ibu harus memiliki pandangan sama, harus sama - sama memiliki tanggung jawab atas jiwa, tubuh, pikiran, keimanan serta kesejahteraan anak sepenuhnya. Jujur, kadang saya malah melepaskan anak ketangan pihak ketiga, nenek dan kakeknya. Padahal itu anak kita, tanggung jawab kita sebagai orang tua nya ya kan? Jujur saya jadi ngerasa gimana gitu, secara saya suka nitipin anak sama mamah dan bapak. Pengasuhan anak itu pure tanggung jawab orang tuanya, ibu dan ayahnya bukan pengasuh dan bukan kakek neneknya, jleb banget dong saya. 

Mau dekat dengan anak wahai ayah dan ibu? Yuk bekerja sama mengasuh dan mendidik anak, karena anak adalah tanggung jawab kita, orang tuanya. 

Kedekatan
Kedekatan anak dan ayah, anak dan ibu itu perlu. Dekat bukan sekedar duduk bersamaan, serumah, jalan bareng, bukan melulu itu saja sih. Namun harus dekat secara jiwa. Bukan hanya sebatas pelukan pada anak namun juga kedekatan emosional. 



Tujuan pengasuhan
Punya tujuan pengasuhan? 
Saya langsung bengong. Karena memang saya bingung, apa saya punya tujuan pengasuhan? Lah saya malah nanya sama diri sendiri. Harusnya tuh tujuan pengasuhan dirumuskan sejak anak dilahirkan, harus ada kesepakatan nih antara ayah dan ibu, prioritas apa saja yang akan diberikan pada anak kelak dan gimana cara pendekatannya. 

Cara bicara
Ternyata cara bicara pun harus ada aturannya, terutama pada anak. Ga boleh membohongi anak, harus belajar membaca bahasa tubuh anak dan juga wajib mau mendengarkan perasaan anak.

Jangan sampai perkataan orang tua itu :

Menyalahkan, Memerintah, Mencap dan Membandingkan

Cara bicara seperti itu akan membuat anak engga berharga, jadinya anak ga terbiasa memilih dan tidak bisa mengambil keputusan.


Ajarkan agama
Ini sih kewajiban yang saya rasa semua orang tua paham akan ini ya. Memberikan pengajaran agama pada anak harus dilakukan sejak dini, masalah pengajaran agama ini bukan semata – mata ngajarin ngaji Al – quran , puasa dan kegiatan agama lain. Namun harus mengajarkan secara emosional juga supaya anak merasakan kenikmatan dalam beribadah. Jadi ngajarin agama pada anak engga boleh memaksa, harus perlahan sampai anak benar – benar merasakan bahwa ibadah adalah kebutuhan.



Persiapkan ketika anak masuk pubertas
Jujur, saya suka agak rishi buat ngobrolin masalah seks, apalagi ini saya harus ngobrolinnya sama neng Marwah, duh langsung deh risih banget. Ternyata ini harus dibicarakan sejak dini, ya sesuaikan dengan bahasa dan pemahaman anak. Duh saya jadi deg – deg an nih sebentar lagi neng Marwah akan memasuki usia remaja nih, jadi harus menambah ilmu itu sejak sekarang biar neng nanti ga kaget.

Persiapkan anak menghadapi era digital
Ga bisa menjauhkan anak dari gadget dan teknologi. Tapi ga juga ngasi gadget ke anak bayi atau balita. Neng Marwah memiliki jadwal untuk bermain gadget, jadi hari jumat sore sampai hari sabtu neng Marwah boleh main gadget, dan saya belum memberikan neng akses internet. Kalau neng mau pakai akses internet ya pakai gadgetnya ibu saja.


Yang terpenting menurut ibu Elly Risman :

Ajarkan anak untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya. Karena jika otaknya rusak maka akan merusak hal penting lainnya, jadi bicarakan sama anak dari hati ke hati dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Komunikasi penting sebagai pengganti gadget, komunikasi dua arah adalah komunikasi terbaik antara anak dan orang tua, jangan lupa untuk selalu peluk dan Tanya perasaan anak.

Mudah - mudahan kita semua bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak - anak kita, aamiin yaa Rabb. 



 Wassalam,


Share:
Read More

Friday, 10 August 2018

, ,

Tentang Rasa Percaya Diri Anak

Assalamualaikum, 

Siapa sih yang ga bangga kalau anaknya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Berani tampil dan engga takut an, pasti seneng kan bu ibu. Tapi gimana nih kalau anaknya minder, ga pede an dan suka takut? Harus gimana yah? Padahalkan inginnya anak itu pede an tapi ga over juga sih, pengennya anak itu selalu tampil percaya diri untuk melakukan apa pun juga. Yang bisa kita lakukan sebagai orang tua ya berusaha meningkatkan rasa percaya diri anak, ya kan? 


Bukan hal mudah bu ibu meningkatkan rasa percaya diri anak itu. Malah tar takutnya terkesan maksa. Ini terjadi banget sama saya ketika neng Marwah sedang down kepercayaan dirinya, dia merasa ga pede aja untuk melakukan sesuatu, padahal dulu nih ketika neng kecil dia termasuk anak yang percaya diri namun begitu beranjak kelas 2SD neng mulai engga pede an, duh saya sampe bingung nih. Harus gimana. Saya maksa tar kesannya gimana, takutnya neng malah makin down lagi. 

Rasa percaya diri itu kan masih erat tuh kaitannya sama rasa malu, ya kan? Saya sih awalnya mikir oh neng Marwah udah besar jadi mungkin rasa malu nya sudah mantep, tapi kan kalau rasa malu nya berlebihan ya jatuhnya anak menjadi kurang rasa percaya diri. Bu ibu sebenernya rasa malu itu wajar dan normal bahkan manusiawi kan ya? Tapi ya seperti yang saya bilang tadi, kalau malu nya berlebihan jatuhnya jadi engga pede kan, barulah ini harus kita perhatikan. 


Dampak rasa tidak percaya diri pada anak 

Masalah ini mungkin saja dianggap sepele, " ah biarin aja anak - anak ini, tar juga numbuh lagi rasa percaya dirinya". Gitu? 

Tidak buat saya. Buat saya, rasa percaya diri pada anak jika dibiarkan lambat laun akan membuat anak sulit untuk bersosialisasi. Neng Marwah termasuk anak yang percaya diri , sejak kecil ia gampang banget sosialisasi sama orang lain, ga takut kalau ketemu orang baru. Namun pas masuk kelas 2SD dia kok tiba - tiba berubah, neng Marwah jadi agak baperan dan agak engga percaya diri. Rasa tidak percaya dirinya tuh minim banget, sampai - sampai dia mau temenan sama siapa aja dia nanya saya " Bu, aku kok malu ya kalau main sama dia, aku ga pede bu". Awalnya saya anggap biasa aja, tapi eh kok lama - lama neng gini aja, disuruh main sama temen barunya suka malu padahal biasanya neng itu paling seneng kenalan sama temen baru, saya jadinya takut ini berlanjut. Saya takut neng Marwah jadi ga pede an berlanjut terus, duh langsung deh saya mikir keras, searching google dan saya beli buku - buku psikologi anak untuk nyari tau seputar masalah kepercayaan diri pada anak, sampai saya nanya langsung sama pakar psikologi anak. Ternyata dampaknya buruk loh bu ibu kalau anak memiliki kepercayaan diri yang rendah atau minim. 



Sekarang neng Marwah udah kelas 4SD, lumayan sekarang tingkat rasa percaya dirinya sudah mulai membaik gak kayak pas kelas 2SD dulu, perlahan saya coba berbagai metode untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Dan ini yang saya sharing sudah saya coba terapkan pada neng Marwah yah dan alhamdulilah berhasil. 

MOTIVASI dan DUKUNGAN 

Sering yah denger motivasi dan dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri, ini berlaku juga loh untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Motivasi dan dukungan yang diberikan orang tua, terutama ibu kepada anak itu bakalan bikin anak yakin dan percaya pada dirinya sendiri, perlahan ini akan memunculkan kembali rasa percaya diri anak. 

Memberikan anak pujian juga sebagian dari motivasi dan dukungan orang tua pada anak. Puji anak ketika anak melakukan sesuatu, sekecil apapun. 

LIHAT KELEBIHAN ANAK 

Ketika neng Marwah bilang " Bu aku ga bisa " saya langsung bilang " Neng bisa kok, buktinya kemarin neng bisa kan?" . Simple sih tapi ini pengaruhnya besar loh terhadap anak. Anak mulai menyadari bahwa dari dirinya itu ada lebihnya, kelebihan yang selama ini anak tidak ketahui. Jadi kelebihan  - kelebihan anak sekecil apapun harus kita tonjolkan supaya anak tahu bahwa ia punya kelebihan, ini membuat anak memiliki keberanian dan mampu menghilangkan rasa malu berlebihnya. 

BERIKAN KEPERCAYAAN 

Memberikan kepercayaan pada anak termasuk salah satu tips jitu membangun kepercayaan pada anak, jadi anak bakalan terdorong untuk berani melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ia pikirkan dan ia pertimbangkan sendiri, ini artinya anak sudah percaya diri kan? 

Jangan sesekali memarahi anak ketika anak lagi tidak berani melakukan sesuatu, berikan kepercayaan pada anak bahwa anak bakalan bisa melakukannya. Kalau dimarahi anak yang ada mahal males dan down lagi deh rasa percaya dirinya. 


Jadi intinya kita harus kembali memunculkan dan mengembalikan keberanian dalam diri anak, perlahan namun pasti hasilnya. Ini ga akan instant, tapi harus rutin dilakukan, kesel sih haha tapi ya mau gimana lagi ini buat masa depan anak. Kadang saya juga suka bacain cerita inspiratif gitu untuk memacu keberanian dan kepercayaan diri neng Marwah, semacam ngasi contoh ceritanya. 

Yang penting semangat dan jangan lupa minta pertolongan sama Allah Swt, aamiin. 


Wassalam,

Ibu
Share:
Read More

Thursday, 2 August 2018

, , ,

Mudik Nyaman Bersama Balita

Assalamualaikum, 

Mudik nyaman bareng anak, hmmm memang sih musim mudik sudah berlalu namun ga menutup kemungkinan kan kalau lebaran Idul Adha nanti ada juga yang mudik, ya kan? 
Mudik bareng anak itu menyenangkan loh, saya jadi ingat dulu ketika mudik lebaran sekitar 7 tahun lalu, ketika neng Marwah masih balita. Ya karena momen mudik bersama balita itu selalu teringat. 


Mudik bawa balita itu luar biasa loh ibu - ibu. Menyenangkan sih namun tidak dipungkiri ya memang repot banget ya, kebayang kan kalau balita nya nangis sepanjang perjalanan karena tidak nyaman. Kalau balita ga nyaman, saya yakin semua yang ikut perjalanan mudik akan merasakan ketidaknyamanan juga, iya ga bu ibu ? 

Makanya nih supaya mudik tetap nyaman dan asyik bersama anak balita, ada yang perlu disiapkan yaitu keperluan - keperluan yang dibutuhkan balita sepanjang perjalanan. Apa saja itu? 


CAR SEAT 

Jika menggunakan mobil pribadi, car seat ini saya rasa wajib nih. Balita anak nyaman dan juga aman duduk di car seat, ibu nya juga ga pegel kan karena harus gendong balita nya. Jangan lupa untuk memilih car seat yang sesuai ya yang safety nya bener - bener terjaga. Ibu juga kan bisa duduk manis di mobil tanpa harus megangin atau gendong balita, balita pun bisa bersandar dengan nyaman selama perjalanan. 


BOTTLE WARMER 

Dulu ketika mudik bersama neng Marwah yang masih balita, bottle warmer ini selalu saya siapkan, membawa penghangat botol ini sih ga mesti harus pakai mobil pribadi, saya kalau pergi pake motor atau bis juga suka dibawa sih karena kan susu nya neng Marwah harus selalu hangat jadi perlu banget. Ga usah bawa yang besar karena zaman now sih udah ada yang portable. 


BANTAL dan GULING 

Anak balita kan kalau mudik biasanya suka tidur jadi perlengkapan tidurnya juga harus diperhatikan ya bu ibu. Saya suka bawa bantal dan guling jadi kalau anak mau tidur  di jok mobil juga aman dan nyaman, ga terbentur sama jendela atau pintu mobil. 

SELIMUT 

Selimut juga selalu saya bawa ketika mudik, bahkan sampai sekarang neng Marwah sudah 10 tahun loh. Karena biasanya suhu dalam mobil itu dingin jadi neng Marwah biasanya suka diselimuti biar hangat gitu. Jadi tidurnya pun nyenyak. 

MAKANAN
Cemilan selalu saya bawa jadi bukan hanya makanan pokok nya saja. Setelah makan anak biasanya suka pengen ngemil, biar anak anteng selama perjalanan jangan biarkan perutnya kosong juga ya buibu. 

Nah itulah beberapa hal yang perlu disiapkan dan diperhatikan selama perjalanan mudik dengan anak balita supaya aman dan nyaman.
Post tanggapan dari #KEBloggingCollab Emak Blogger kelompok Ghea Panggabean yang ditulis Faridilla Ainun : http://fainun.com





Wassalam,


Ibu Tian 
Share:
Read More