Friday, 21 June 2019

,

Morinaga Allergy Week, Wujudkan Anak Yang Alergi Untuk Tetap Berprestasi

Bismillah, 
Pentingnya menangani anak dengan alergi sejak dini. 
Berdasarkan pengalaman saya sendiri nih, pas neng Marwah kecil suka ada bintik atau ruam merah - merah gitu pada wajah, tangan  dan kaki. Karena sebagai orang tua baru, jujur dulu saya tuh ga tau apa - apa dan menganggap itu hanya ruam biasa, mungkin karena gigitan nyamuk atau hanya karena keringat saja. Seiring bertambah usianya neng Marwah, kok makin kesini neng itu keliatan punya alergi. 


Kalau makan seafood, daging ayam atau telur kebanyakan suka langsung gatel dan timbul ruam kemerahan gitu di badannya. Sampai akhirnya dulu neng Marwah saya periksain ke dokter, ternyata ia alergi terhadap susu sapi. Duh saya langsung mencelos sedih dong, jadi selama bertahun - tahun saya paksakan memberikan susu sapi pada neng Marwah karena saya bener - bener ga tau kalau ternyata neng Marwah tuh alergi sama susu sapi. Bukan hanya ruam kemerahan, namun sering bersin dan bapil yang lama sembuhnya. Nafasnya juga agak terengah - engah ketika tidur, dan ternyata itu adalah pertanda bahwa anak alergi terhadap susu sapi. Meskipun punya alergi, alhamdulillah neng Marwah masih bisa berprestasi, i'm proud of you Marwah. 


Semenjak saya tau bahwa neng Marwah alergi terhadap susu sapi, saya langsung mengganti susu nya ke Morinaga berdasarkan rekomendasi dari dokter anak. Sudah pada tau dong ya bu ibu bahwa Morinaga itu adalah salah satu brand unggulan dari PT Kalbe Nutritionals. PT Kalbe Nutritionals ini juga rutin banget mendukung program World Allergy Week tiap tahun loh dengan banyak sekali programnya, tentu ini dilakukan untuk mendukung anak yang alergi namun tetap bisa berprestasi. 


Morinaga Allergy Week 2019
Seneng banget yah ada dukungan nyata dari PT Kalbe Nutritionals ini. Jadi akan semakin banyak orang tua yang paham sama alergi anak sejak dini, jadi bisa mengoptimalkannya dengan sebaik mungkin. Tahun 2019 ini, Allergy week kembali mengadakan edukasi seputar alergi seputar memahami, mencegah dan juga solusi seputar alergi, ini dilakukan supaya orang tua bisa sepenuhnya memahami anak yang menderita alergi supaya bisa tetap tumbuh secara optimal dan tetap berprestasi. Karena kan anak yang tumbuh kembangnya baik, sehat dan berprestasi itu adalah idaman semua ibu, ya kan? 

Makanya dalam rangka dukungan penuh pada anak yang alergi, Morinaga kembali hadirkan Allergy Week dengan program #BekalPrestasi. 

Program #BekalPrestasi itu apa yah? 
Program #BekalPrestasi itu adalah edukasi seputar alergi melalui hospital seminar, yang juga didukung oleh para ahli seperti dokter spesialis anak, ahli alergi dari berbagai kota besar di Indonesia . Ada kesempatan juga buat langsung bertanya pada ahlinya, seperti konsultasi langsung sama dokter spesialis anak dari KLIKDOKTER dan bisa juga bertanya seputar asuransi pendidikan anak.  Dan yang paling penting itu adalah inovasi produk yang berupa varian baru Chil Kid Soya rasa madu, selain rasanya yang enak tentu saja inovasi guna memenuhi kebutuhan dan kelengkapan nutrisi anak. 


Wujud dukungan Morinaga dalam program #BekalPrestasi ini diharapkan mampu membantu generasi platinum untuk menggapai mimpi dan cita - citanya dengan kualitas terbaik. Begitu kurang lebih yang dijelaskan oleh Senior BrandManager Kalbe Nutririonals ibu Dewi Anggraeni. 

Program Khusus Dari Morinaga Dalam Morinaga Allergy Week 2019
Bukan hanya sekedar mengadakan seminar tentang edukasi alergi, Morinaga juga punya program khusus loh dalam rangka allergy week tahun 2019 ini. Jadi pada seminar ini diberitahukan oleh ibu Dewi selaku Senior brand manager Kalbe Nutritionals bahwa mereka memiliki program #BekalPrestasi (sudah saya singgung tadi diatas). 

Program #BekalPrestasi ini tuh adalah dukungan Morinaga untuk mendukung prestasi anak melalui : 
  1. Dana Persiapan Pendidikan persembahan Astra life senilai 500juta untuk 5 orang pemenang. 
  2. Dana Asuransi jiwa senilai 1M untuk 2000 pemenang.
  3. Voucher belanja senilai masing - masing 200ribu untuk tiga orang pemenang mingguan selama periode program berlangsung. 
Gimana? 

Mupeng kan sama #BekalPrestasi nya? 

Ikutan aja dengan cara, cek di www.cekalergi.com/BekalPrestasi , program ini berlaku nasional dan semoga banyak yang mendukung yah, aamiin. 

Solusi untuk alergi dari Morinaga 
Morinaga memberikan allergy solution nih yakni nutrisi untuk anak yang mengalami alergi terhadap susu sapi, tentunya dengan sinergi nutrisi yang tepat. Adalah dengan tambahan Moricare+Prodiges yang merupakan inovasi terbaik dan unggul yang mana berupa perpaduan atau sinergi positif nutrisi yang meliputi:
  • Kecerdasan multitalenta anak
  • Pertahanan tubuh ganda anak 
  • Serta faktor tumbuh kembang optimal anak 

Ketiganya itu bersinergi untuk mendukung anak menjadi Generasi Platinum dengan kecerdasan multitalenta. 


Susu pertumbuhan Morinaga P-HP atau biasa dikenal dengan susu dengan protein Hidrolisat Parsial ini berbahan dasar protein susu sapi dengan mata rantai protein yang lebih pendek dan tentu saja lebih mudah dicerna, jadi ini mampu membantu mengurangi resiko alergi pada anak. 

Bukan hanya rasanya yang enak, madu juga kan berkhasiat memberikan banyak manfaat ya karena nutrisi dan antioksidannya. Madu juga membantu proses pertumbuhan sel - sel dan jaringan tubuh anak untuk melawan sumber pencetus alergi atau histamin yang menyebabkan reaksi alergi, jadinya anak ga mudah sakit. 

Yuk cari tau lebih banyak tentang alergi bersama Morinaga allergy week
Jujur, saya sangat senang dengan adanya Morinaga Allergy Week ini. Dari tahun ke tahun saya ikutin terus nih untuk terus upgrade ilmu tentang kesehatan dan alergi anak. Meskipun anak saya alergi namun pintu kesuksesan dan prestasi masih sangat terbuka lebar kan. Jadi sebagai orang tua saya tuh harus selalu cepat tanggap dan banyak memahami tentang alergi plus memahami dan mengetahui solusinya. Karena ya alergi itu kalau engga ditangani dengan cepat dan tepat malah yang ada jadi menghambat tumbuh kembang anak.



Belajar memahami alergi serta solusinya ini buat saya suatu pencapaian terbaik saya sebagai orang tua. Kenapa? karena dengan begitu saya bisa langsung melakukan tindakan yang cepat dan tepat jika suatu waktu neng Marwah atau Akbar alerginya kambuh.

Alergi itu memang apa sih? 

Saya ingatkan lagi ya bu ibu. 
Alergi itu adalah suatu reaksi salah satu sistem kekebalan tubuh manusia terhadap suatu zat yang dianggap berbahaya, padahal sebenernya zat itu ga berbahaya. Misalnya seperti serbuk sari, bulu binatang dan lainnya. Nah zat yang dianggap berbahaya oleh tubuh ini dikenal dengan sebutan Allergen
Dua faktor yang menyebabkan alergi pada anak, yakni : 

Faktor Genetik 
Alergi ini disebabkan turunan dari orang tua (genetik). Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi maka peluang mengalami alerginya pun lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak.


Saya langsung mikir, ah iya neng Marwah alerginya tuh memang turunan alias genetik dari saya dan ayahnya yang sama - sama memiliki alergi. Saya tuh alergi sama seafood dan cuaca dingin, sedangkan ayahnya ada alergi sama udang juga. Jadi ga heran kalau anak - anak memiliki alergi juga yah. 

Faktor lingkungan 
Faktor lingkungan ini juga bisa mencetuskan  alergi pada anak loh. Kan gini, ya bu ibu sistem kekebalan tuuh jika dalam keadaan normal itu bakalan melindungi tubuh dari serangan bakteri, serangan virus jahat  dan zat asing yang berbahaya. Ketika jika tubuh sedang dalam keadaan alergi maka tubuh tuh bakalan mengenali zat yang ga berbahaya pun jadi berbahaya, ini disebabkan karena gejala alergi muncul. 


Saya pernah jelasin detailnya, silakan temen - temen bisa baca kembali tulisannya yah.



Tentang gejala - gejala alergi 
Ada beberapa gejala alergi yang dikenal, namun pada umumnya tuh ada tiga, diantaranya : 
  1. Gangguan pada kulit, misalnya timbulnya ruam - ruam kemerahan, gatal dan eksim.
  2. Gangguan pada pernafasan. Ditandai dengan adanya bersin - bersin, batuk dan nafas yang berbunyi ngik ngik gitu. 
  3. Gangguan pencernaan. Ditandai dengan adanya mual - mual, muntah, diare dan kadang sampi ditandai dengan BAB berdarah. 
Dari ketiga gejala umum itu semuanya ada pada neng Marwah. Dan beberapa juga terjadi pada Akbar. Jadi saya harus lebih ektra lagi nih memperhatikan asupan mkanan pada anak - anak jangan sampai alerginya kambuh. 

Alergi, bukan hal sepele !!!!
Sebelum saya tau bahwa alergi itu bukan hal sepele, saya dulu menyelepekannya. saya anggap bersin - bersin neng Marwah itu biasa karena kedinginan. Nyatanya alergi jangan disepelekan ya bu ibu. Apalagi jika anaknya masih bayi. Sudah pada paham dong bahwa masa emas anak itu sejak 1000 hari pertama kehidupannya. Jadi jangan sampai tumbuh kembang anka terganggu hanya karena orang tua tidak tau dan tidak paham menangani alerginya. 

Apa yang pertama dilakukan jika anak mengalami alergi? 

CARI TAHU PENYEBABNYA!

Ya, ketika dulu saya tau bahwa neng Marwah alergi, yang pertama saya tanyakan pada dokter adalah apa penyebab alerginya. Untuk mengetahui alergi, bu ibu bisa langsung cek aja ke dokter spesialis alergi anak yah. Atau misalnya dengan memperhatikan asupan makanan dan perhatikan juga reaksinya pada anak. Namun saran saya sih biar lebih akurat ya cek ke dokter aja. 

Tenang, alergi itu ga parah kok. Alergi bisa diminimalisasikan dan dapat dicegah kok. Jadi jangan khawatir. 

Alhamdulillah meskipun alergi, neng Marwah masih tetap berprestasi, sehat dan tumbuh sesuai dengan usianya. 

Untuk informasi lebih lengkap tentang Morinaga, bisa langsung ke sosmed nya yah :

Facebook Morinaga Platinum, instagram Morinagaplatinum, twitter @morinagaID, youtube Morinaga Platinum 







With Love, 




















Share:
Read More

Thursday, 20 June 2019

, , ,

Inilah Cara Supaya Anak Terbuka Dengan Orang Tua

Bismillah, 

Alhamdulillah, neng Marwah itu termasuk anak yang terbuka banget sama saya dan ayahnya. Apa - apa pasti ia ceritakan dengan penuh semangat. Mulai dari perasaannya sampai permasalahan yang muncul sama teman sekolahnya, masalah pelajaran dan apa yang ia makan pun selalu diceritakan. Mungkin udah semacam rutinitas kali yah setiap saya atau ayahnya pulang kantor selalu saja diajak ngobrol sama neng Marwah dan kami harus siap mendengarkan curhatnya. 



Namun ternyata ga semua anak bisa terbuka gitu ya sama orang tuanya, ada juga anak yang lebih seneng memendam semua perasaannya sendiri, males curhat sama kedua orang tuanya. Padahal menurut beberapa psikologi anak, masalah keterbukaan anak ini tuh adalah hal yang penting loh, bukan hanya itu namun kita sebagai orang tua harus mau juga selalu mendengarkan anak. Dengan begitu anak bicara, orang tua mendengar itu jadinya kita sebagai orang tua punya informasi kunci untuk mengetahui perkembangan anak setiap hari. Menurut saya sih jadinya lebih mudah buat masuk secara emosional, jadi ngarahin anak pun menjadi lebih mudah. Yang saya rasakan sih gitu. 

Untuk yang merasa anaknya ga terbuka dan ga suka cerita - cerita, jangan khawatir bu ibu karena bisa kok dilakukan beberapa cara supaya anaknya bisa dan mau terbuka dan terlibat percakapan aktif bersama orangtuanya. Mudah - mudahan tips sederhana ala saya ini bisa bermanfaat ya, aamiin. 

Sering ajakin anak ngobrol / diskusi aktif disetiap sela - sela kegiatannya
Jadi,saya dan suami itu paling seneng ngajakin neng Marwah ngobrol dari kecil. Kalau sedang beraktivitas apapun, kami selalu membiasakan ngajakin neng Marwah ngobrol dan terlibat dalam diskusi aktif. Hmmm pernah saya diprotes loh, katanya anak 3 tahun an diajak diskusi aktif gitu apa ga kaku dan ga bikin anak stress. Ya saya kan ga ngajakin anak ngobrol masalah pilpres atau masalah ekonomi kali, saya dan suami itu ngajakin diskusi tentang warna mobil, warna kamar, makanan kesukaannya, beli mainan kesukaannya dan hal remeh temeh lainnya.  Jadi obrolannya tuh disesuaikan dengan usia anaknya juga.

Pokoknya lakukan suasana ngobrolnya tuh senyaman mungkin, jadi anak akan dengan nyaman bercerita dan menjadikan momen ngobrol ini menjadi momen favoritenya. 

Belajar memahami kebiasaan komunikasi anak 
Setiap orang tuh memiliki komunikasi yang berbeda - beda. Sebagai orang tua, saya harus banyak belajar tentang komunikasi dengan anak. Jangan sampai kebiasaan komunikasi anak itu ingin saya ubah menurut keinginan saya, yang ada anak malah jadi males buat cerita. Jadi belajar deh memahami kebiasaan komunikasi anak ya, yang penting kan point kita tuh supaya anak mau bicara dan ngobrol sama orang tua. jadi masalah komunikasi ya ikuti saja. 

Misalnya, neng Marwah paling males kalau diajakin ngobrol pagi - pagi, makanya kalau pagi saya ga pernah ajak dia ngobrol aktif, takutnya malah merusak mood nya jika tetep saya paksakan untuk mengajaknya ngobrol aktif dipagi hari. Kadang anak juga kan butuh diam, ga melulu nyerocos ngobrol sama kita, jadi hargai itu. 

Baca : CARA MENANGANI PERUBAHAN MOOD PADA ANAK
Antusias ketika anak bercerita 
Jujur, saya sebenernya kalau ngikuti ego tuh males dengerin anak cerita, apalagi neng Marwah itu senengnya cerita pas saya pulang kantor. Namun saya ga mau dong ngecewain anak, jadi mau ga mau saya harus antusias dan merasa tertarik untuk mendengarkan ceritanya sampai selesai. 

ketertarikan orang tua disini tuh sebagai tanda bahwa kita tuh bener - bener tertarik sama cerita anak, ini bisa membantu anak merasa didengarkan dan malah bikin anak akan terus bercerita pada kita. 
Jangan lupa untuk selalu memberikan respon 
Ketika anak sedang antusias bercerita, respon kita jangan cuek namun coba deh untuk menanggapi cerita anak dengan emosi yang nyata. Saya biasanya suka agak lebay sih dengan respon fisik, anggukan kepala, mengernyitkan dahi atau bahkan saking antusias nya saya kadang bengong sambil melotot dan berakting bahwa saya benar - benar sedang merasakan dan masuk ke dalam cerita anak. Dengan begitu anak akan merasa perasaannya itu bisa dipahami dan insya allah mereka akan menjadi lebih terbuka dan percaya pada orang tuanya.

Baca : BEGINI CARA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN ANAK

Untuk merealisasikan itu semua, awali dari kita sendiri. Saya kadang kalau neng Marwah ga ngajak ngobrol saya yang suka memulainya. Misalnya saya curhat masalah saya di kantor sama anak " Tadi ibu kesel, kerjaan banyak tapi badan lemes!" Jadi anak bisa ikut menanggapi masalah kita juga dan mereka bakalan berpikir bahwa sebagai mahluk sosial kita butuh teman untuk ngobrol berbagi pikiran. 


Mudah - mudahan sampe besar neng Marwah akan selalu terbuka sama ibu ya nak. Semoga juga tips ini berhasil ya dan anak - anak bu ibu yang belum terbuka menjadi terbuka dan lebih mau bercerita / curhat sama orang tuanya. Aamiin. 

Baca : MENINGKATKAN BONDING DENGAN ANAK

Jika ada yang ingin menambahkan atau memiliki pengalaman tentang ini silakan sharing bareng ya, bisa sharing dikolom komentar. Terimakasih. 



With Love,


 

Share:
Read More