Monday, 23 December 2019

Dampak Negatif dari Helicopter Parenting

Monday, December 23, 2019 29 Comments
Bismillah,

Sebagai seorang ibu, saya tuh sejak neng Marwah lahir selalu ingin memastikan kondisi neng Marwah selalu sehat dan baik, tanpa kurang satu apapun. Saya pun merasakan pasti semua ibu memiliki keinginan dan perasaan yang persis saya rasakan. Naluri orang tua itu kuat sekali buat menjaga anak serta mengawasi anak, betul?



Istilahnya tuh segala hal dilakukan deh yang penting anak sehat dan selalu dalam kondisi baik. Tapi ya, jika semua itu dilakukan berlebihan, maka efeknya pun kurang baik ternyata. Dulu saya sangka semua yang berlebihan ini dalam mengungkapkan sayang sama anak bagus ternyata saya salah. Perilaku berlebihan ini tuh kurang bagus untuk anak dan jangan deh diterapkan dalam pola asuh, perilaku ini kerap disebut dengan istilah Helicopter Parenting.


Helicopter Parenting. Apaan sih itu? 

Helicopter parenting itu adalah sebuah usaha yang dinilai berlebihan yang dilakukan oleh orang tua kepada atau untuk anaknya, usaha yang cenderung ingin terlibat dan masuk ke dalam semua kehidupan anak.

Akibat yang terjadi karena Helicopter Parenting ini adalah, sebagai orang tua jadinya saya cenderung melakukan overcontrolling, overprotecting dan juga overperfecting.


Saya rasakan sendiri ini, ketika saya melarang neng Marwah bermain sama temen- temennya yang saya nilai buruk dan malah akan menyakiti neng Marwah, padahal kan belum tentu begitu. Belum tentu teman neng Marwah yang saya anggap buruk ternyata kurang baik atau gimana, ya kan? Hal lain yang sering saya lakukan adalah, saya tuh sering banget milih eskul, mainan dan apapun untuk neng Marwah, jadi saya ga memberikan kesempatan neng Marwah buat milih. Jadi saya seakan ngontrol banget. lah, emang orang tua tugasnya ngontrol gitu kan? Ya, saya merasa begitu apalagi usia neng Marwah kan masih anak - anak.


Ternyata mungkin saya salah, ada beberapa hal yang tidak benar saya lakukan, sesekali saya harus memberikan kebebasan pada neng Marwah, sesekali. Jika saya tetap komitmen pada Helicopter Parenting, maka jika berlanjut sampai anak dewasa, dampaknya kurang baik.

Kesalahan untuk diperbaiki ya kan? Jadi saya mulai sadar dan sedikit demi sedikit mulai merubahnya, bismillah. Karena saya sudah sadar bahwa mendominasi kehidupan anak itu kurang baik. Karena apa yang saya pikir dan rasa paling baik buat anak, belum tentu seperti itu.

Helicopter parenting ini tuh efeknya kurang baik dan bakalan mempengaruhi pada kehidupan anak di masa mendatang loh. Mau tau dampak - dampak negatifnya itu?

Dampak negatif dari Helicopter Parenting


Anak akan menjadi kurang percaya diri 
Ya, anak akan menjadi kurang percaya diri soalnya anak engga pernah belajar buat memutuskan pilihannya sendiri, jadi apa - apa dipilihkan orang tua dan harus sesuai dengan pilihan orang tua. Hasilnya? Anak menjadi kurang percaya diri dalam mengambil setiap keputusan dan cenderung dalam segala hal juga akan menjadi kurang percaya diri jadinya.

Anak menjadi kurang terampil
Mungkin ini terjadi karena anak tidak terbiasa melakukan semua sendiri, jadi semua tergantung sama orang tua. Makanya anak menjadi kurang terampil dan terkesan manja. 

Dan masih banyak dampak negatif lainnya, dua hal ini saja sudah membuat saya tertampar nih. Memang sih wajar ya mengarahkan anak ke sesuatu hal yang lebih baik, namun saya harus ingat bahwa anak punya hak menentukan pilihannya, JAdi saya sudah mulai memberikan kebebasan neng Marwah milih eskul. awalnya saya ingin dia eskul bahasa inggris, anaknya ga mau lebih tertarik matematika, ya sudah. Saya sarankan menari namun anaknya lebih suka silat, silakan. Bismillah saja semoga semua yang terbaik.

buibu ada yang pernah merasakan dan mengalami pernah melakukan helicopter parenting? Sharing yuk.



With love,