Saturday, 14 March 2020

Kunci Komunikasi Dengan Anak Perempuan 11 tahun

Saturday, March 14, 2020 24 Comments
Bismillah, 

Neng Marwah sudah memasuki usia 11 tahun. Masa dimana dia sedang dalam fase segala ingin tau, perubahan dari masa kanak - kanak ke masa remaja. Saya jadinya mulai mikir nih, apa saja yang harus saya pelajari untuk mempersiapkan bekal neng Marwah. Jujur, banyak sekali ketakutan dalam diri saya ketika usia anak terus bertambah, artinya tanggung jawab saya semakin besar.  


Apalagi zaman sekarang, banyak sekali kejadian yang aneh, duh miris sekali. Perilaku anak - anak sekarang tuh menurut saya memprihatinkan, terlebih masalah sopan santun kepada orang yang lebih tua. Dan perilaku yang kurang baik lainnya, saya malah semakin menjadi - jadi ketakutannya nih. 

Diajak ngobrol sambil makan, ketika pulang sekolah moodnya kurang baik. Saya sempatkan ijin pulang cepet dari kantor. 

Melihat dan menelaah itu saya jadi mikir, bahwa menurut saya pribadi nih anak - anak sejak kecil harus dibekali dan berikan pelajaran tentang prinsip dasar hidup yakni agama. Agama adalah pegangan yang paling benar dan jelas, untuk anak, orang tua dan kita semua. Dan pegangan ini harus jelas, jadi anak dan orang tua referensinya sama, kalau beda ya bingung jadinya. 

Informasi dari luar tuh ga bisa kita bendung loh, ga bisa juga saya batasi anak saya buat ga nerima informasi dari luar. Yang bisa kita lakukan sebagai orang tua apa coba? cuman bisa filter informasi saja namun kadang kalau anaknya ga mau curhat or terbuka ya susah juga sih. Tapi alhamdulillah sejauh ini neng Marwah masih mau curhat dan terbuka sama saya tentang informasi yang dia rasa kurang baik, dia selalu cerita. Saya harap sih seterusnya neng Marwah mau cerita sama ibu yah nak, jadikan ibu teman curhat mu, sekarang dan selamanya. Aamiin. 

Quality time jalan - jalan ke KL

Saya mulai belajar untuk berdiri sejajar dengan neng Marwah ketika ia curhat, ketika kami berkomunikasi. Saya harus belajar mempresentasikan diri sebagai anak usia 11 tahun juga supaya neng Marwah nyaman bercerita dengan saya, ini perlu niat dan tekad yang kuat soalnya kadang emosi dan egois saya sebagai seorang ibu suka tiba - tiba hadir, dan saya harus berusaha menaha itu semua. Demi kenyamanan anak. Intinya saya ga mau menjadi ibu yang kaku, tapi kadang memang sulit. Tapi saya harus bisa, demi anak. 

Apalagi nih, karakter neng Marwah tuh sensitif, tapi sebenernya dia tuh playful tapi ya itu kadang dia pun mood swing, yang mana sering bikin saya naik darah, haha. Dan ini sangat menguji kesabaran saya, ya Allah berikan saya kesabaran berlebih, aamiin. 

Jadi, berkomunikasi dengan anak seusia neng Marwah itu yang paling penting adalah saya sebagai seorang ibu harus bisa menempatkan diri sebagai sahabatnya, jadi neng Marwah merasa nyaman buat nanya, buat cerita dan berbagi pendapatnya. Jadi saya ingin dalam usia neng Marwah ini dia sudah bisa melakukan komunikasi dua arah. Dan bisa menyampaikan perasaannya, mana yang ia suka dan mana yang tidak ia suka. 

Quality time berdua. 

Semoga saya selalu diberikan kesabaran lebih untuk menemani dan menghadapi anak, aamiin. 

Yang punya pengalaman serupa yuk sharing. 




With love,