Thursday, 25 June 2020

Jangan Panik Ketika Anak Sakit di Masa Pandemi

Thursday, June 25, 2020 1 Comments
Masa Pandemi ini membuat saya parno, beneran. Saya parno mendatangi Rumah Sakir, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya. Pas neng Marwah sakit beberapa waktu lalu saya pun parno mau ke dokter atau Rumah Sakit. Apalagi kan ada himbauan untuk tidak ke Rumah Sakit kecuali keadaannya darurat banget.


Jadi, beberapa waktu lalu neng Marwah demam. Saya panik, ya seperti sewajarnya seorang ibu yang suka panik kalau anaknya sakit, apalagi demam dimasa Pandemi ini tuh beneran khawatir, apalagi ketika demamnya terus naik huhuhu. RAsanya ingin membawa anak ke Rumah Sakit, tapi takut. Padahal kan demam tuh termasuk penyakit yang memang sering dialami anak - anak. Selain demam, batuk dan pilek juga sering dialami anak - anak. Tapi tetep saja saya suka panik. 


Oke, Tian. 
Tarik nafas dan jangan panik. 

Jangan Panik Ketika Anak Demam di Masa Pandemi  

Anak demam bukan dimasa pandemi saja sudah panik, apa kabar anak demam dimasa pandemi? Kebayang rasa khawatir dan panik menjadi satu kan? 

Yang harus selalu diingat orang tua bahwa tidak semua demam itu menunjukkan masalah serius dalam tubuh anak. Saya pernah dijelaskan sama dokter, yang dimaksud demam itu adalah ketika suhu tubuh anak berada diatas normal. Nah normalnya itu berapa? Suhu normal itu adalah 35 - 36,5 derajat celcius. Yang menyebabkan demam itu macam - macam, ada yang karena mulai tumbuh gigi , anak mau batuk / pilek atau disebabkan karena adanya infeksi. Tapi jika anak masih ceria dan nafsu makannya masih oke sih jangan khawatir. 


Seperti beberapa waktu lalu, meski demam namun neng Marwah masih mau makan dan minum, dan masih ceria. Ini yang sedikit mengurangi rasa khawatir dan panik saya. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan ketika anak demam, adalah : 

  • Berikan ASI (jika anak masih ASI), atau air putih yang banyak. 
  • Untuk pakaian, kenakan pakaian yang longgar dan tipis. Jangan pakaikan anak pakaian yang tebal atau tertutup, ini buat meminimalisasikan terjadinya penguapan dari tubuh anak karna suhu tubuhnya sedang naik. 
  • Tubuh anak akan bereaksi mengigil ketika tubuhnya panas tinggi, ini artinya ketika gejala ini muncul langsung berikan anak minum yang banyak. 
  • Jika dalam kurun waktu 1 - 2 jam suhu tubuh anak ga turun - turun, maka coba memberikan obat penurun demam, saya biasa memberikan anak parasetamol. Dosisnya 10mg/kg berat badan anak. Berikan obat panas ini setiap 8 jam jika demam nya belum juga turun. 


Obat penurun demam itu hanya efektif selama 4 jam, setelah 4 jam biasanya suhu tubuh anak akan kembali tinggi, nah jika ini terjadi selama 2 hai berturut - turut  dan anak mulai ga ada nafsu makan, ini harus khawatir apalagi jika anak mengalami kejang. Baru dalam keadaan seperti ini anak harus dibawa ke Rumah Sakit. 

Kalau anak batuk pilek gimana? 

Dimasa Pandemi ini, kalau ada batuk pilek langsung deh panik karena kan gejala covid - 19 juga ada batuk pilek nya. Duh kalau anak - anak batuk pilek suka langsung parno juga. 

Apa yang harus dilakukan ketika anak batuk pilek? 

  • Berikan anak minum air putih hangat lebih banyak.
  • Hindarkan anak dari peyebab alergi.
  • Berikan minyak atau krim hangat pada dada dan punggung anak. 
  • Berikan obat batuk pilek pada anak. 

Jika anak napasnya tersengal - sengal, napas anak lebih dari 40 - 60 kali per menit terus cuping hidungnya kembang kempis cepat itu harus segera dibawa ke dokter.

Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang mengabarkan bahwa anaknya sakit, tanda - tandanya persis gejala Covid - 19, lalu temenku ini langsung deh tes anak nya , hasil covid test jakarta anaknya keluar dan hasilnya negatif, alhamdulillah. 



HaloDoc , pereda panik ibu dimasa Pandemi 


Untung saja ada aplikasi Halodoc yang selalu menemani saya, terlebih dimasa Pandemi ini. Aplikasi yang saya rasa harus ada di smartphone deh, soalnya di haloDoc ini pun bisa konsultasi langsung dengan dokter, bahkan dengan dokter spesialis anak. Beneran meredakan rasa panik kan?



Jadi cocok banget dimasa Pandemi ini, jika anak sakit langsung saja chat ke dokter di HaloDoc. Ada lebih dari 16000 dokter yang sudah bergabung dan semuanya sudah memiliki surat izin praktek. 

Temen- temen sudah install aplikasi HaloDoc kan? 


With love,

Tian lustiana