Wednesday, 26 November 2014

Jajan boleh,asalkan

"Anakkku sekarang sering jajan"
"semenjak sekolah, anakku jajan terus"
Celotehan para ibu yang sering saya dengar ketika sedang mengantarkan Marwah sekolah. Memang "jajan" adalah hal yang menurut para ibu sangat menakutkan, karena takut anaknya jajan sembarangan. Dengan alasan itu, anak selalu dibekali makan untuk dimakan di sekolah. Namun ya namanya juga anak - anak, pasti tetap pengen jajan dong. 




Uang kembalian jajannya saya suruh ditabungkan 
Marwah juga begitu, padahal dia sudah dibekali makanan untuk dimakan di sekolah, tapi tetap saja ingin jajan. Menurut saya sih, jajan boleh saja. Asalkan ada beberapa tips yang perlu dijelaskan pada anak, agar anak juga paham dan mengerti. 

  1. Aturan Jajan. Jajan sih boleh saja,asalkan ada peraturan jelas mengenai jajanan apa saja yang boleh anak beli. Misalnya saya terapkan pada Marwah, ia hanya boleh jajan chiki seminggu sekali. Untuk jajan bisa membeli kue atau jajanan yang memang tidak memiliki kandungan zat yang berbahaya. Semisal anak ingin makan es krim, saya sih boleh saja asalkan jelas brand es krimnya dan jelas kandungan makanannya. 
  2. Hemat. Meskipun diperbolehkan untuk jajan, tidak serta merta saya selalu mengiyakan ketika Marwah minta jajan. Aturan hemat saya terapkan sejak dini, gunanya agar Marwah tahu bahwa jika ia menuruti keinginannya untuk jajan, maka ia tidak akan bisa menabung. Jadi ajarkan anak untuk menyisakan uang jajan untuk kemudian ditabungkan. 
Dengan tips sederhana dan simple itu, saya yakin anak lambat laun bisa memahami dan mengkoordinir sendiri keinginannya untuk jajan. Dan jangan lupa selalu awasi apa saja yang anak beli, serta pastikan kebersihan jajanannya. 

Sharing is loving, 

Tian Lustiana

2 comments:

  1. jajan sesekali boleh ya mak... asal jajanan yang sehat

    ReplyDelete
  2. iya asalkan jajanan sehat dan aman sih boleh aja :D

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, berikan komentar yuk. Eh tapi saya mohon jangan masukkan link hidup yah, atau saya delete :)