Tuesday, 16 April 2019

, ,

Begini Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

Bismillah, 
Setiap orang tua bakalan seneng kan kalau melihat anak gak malu - malu ketika bertemu dengan orang baru. Apalagi kalau anak berani tampil di depan umum. Wah seneng pastinya yah. 
Keberanian anak untuk bertemu orang baru dan tampil di depan umum memiliki kaitan kepercayaan diri anak. Setiap anak itu memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang pemalu, ada yang periang, ada yang tertutup, ada yang suka bertemu dengan orang baru. Apapun karakter mereka, setiap anak istimewa. Setuju kan bu ibu?

Memangnya seberapa penting sih anak harus memiliki kepercayaan diri? 
Carl Pickhardt, seorang psikolog mengatakan bahwa anak yang kurang percaya diri tidak mau mencoba hal-hal baru atau hal-hal yang berbau tantangan karena mereka takut gagal dan mengecewakan orang lain. Kepercayaan diri penting dimiliki oleh anak karena berkaitan dengan perkembangan psikologis anak. Jadi, penting bagi kita untuk mulai menumbuhkan rasa kepercayaan diri si kecil. Bagaimana sih cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anak? 

Tips berikut dapat kita lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. 

● Jangan terlalu mengawasi anak
Terkadang ya bu ibu kita harus belajar untuk mundur sejenak dan membiarkan anak mengambil resiko, membuat pilihan, mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, dan berkomitmen menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Kita engga perlu mondar mandir mengawasi apa yang dilakukan anak, berikan anak kepercayaan bahwa ia bisa melakukannya.


● Berkenalan dengan orang baru 
Berkenalan dengan orang baru merupakan cara yang termudah untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Ajak anak untuk memberikan salam atau mengenalkan dirinya kepada orang baru. Dengan begitu anak engga bakalan malu-malu lagi untuk berbicara dengan orang baru. Manfaat lainnya adalah anak mendapat teman atau sahabat baru. Kehadiran sahabat dapat membantu kepercayaan diri si kecil loh Bu. Karena anak akan bersemangat untuk terus mencoba hal-hal baru bersama sahabatnya. 


● Berikan pujian pada anak
Berikan pujian atau penghargaan kepada anak ketika ia berhasil menjalani sebuah tantangan agar ia termotivasi untuk melakukan tantangan-tantangan berikutnya. Namun, jika anak tidak berhasil, besarkan hatinya dan berikan pengertian bahwa gagal itu hal biasa, dan berikan motivasi untuk melakukan berusaha lebih giat lagi. 

● Beri kegiatan yang menyenangkan pada anak 
Semua anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki bakat menyanyi, memainkan alat musik, olahraga, menulis, melukis, atau mempelajari bahasa asing. Cari tahu apa bakat alami si kecil dan libatkan anak ke dalam kegiatan yang sesuai dengan minatnya. 


Setelah kita berhasil menemukan kegiatan yang membuatnya senang jangan lupa untuk terus mengasahnya ya. Pickhardt mengatakan latihan adalah proses menanam usaha dengan harapan dan kepercayaan diri, kemajuan dan perbaikan akan mengikuti secara alami. Tapi, ya buibu kita harus berhati-hati jangan sampai latihan tersebut membuat anak tertekan. 

Jika si kecil memiliki minat mempelajari bahasa asing, kita dapat mengikutsertakan sang buah hati ke EF Life Club. EF Life Club merupakan kegiatan extrakulikuler yang penting dan merupakan bagian dari pengajaran komprehensif oleh EF. Dengan tema kegiatan yang beragam, anak dapat melakukan berbagai macam aktivitas yang seru sambil meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris nya.


● Jangan pernah membandingkan 
Setiap anak dikaruniai bakat yang berbeda-beda. Oleh karena itu jangan pernah Anda membanding-bandingkan dengan anak lain. Berikan motivasi kepada anak tanpa harus membandingkan dengan orang lain, karena hal ini akan mengganggu psikologis anak. 

● Beri tantangan baru 
Ketika Bu ibu melihat anak bosan dengan rutinitas sehari-hari, berikan tantangan baru. Nah, libur sekolah sebentar lagi tiba nih. Kita masih bingung memikirkan kegiatan ketika liburan? Mengapa tidak merasakan serunya summer camp? Di Amerika Serikat, Summer camp rutin diadakan setiap liburan musim panas. Summer camp memberikan banyak manfaat kepada anak loh . Salah satunya adalah mengembangkan kemandirian, keterampilan dan membangun kepercayaan diri anak. Salah satu summer camp yang ada di Indonesia adalah program Holiday Academy yang dirancang oleh EF English Center for Kids and Teens. Di Holiday Academy, minat dan bakat anak diasah lebih mendalam sekaligus mempertajam kemampuan bahasa Inggrisnya. 

Si kecil senang bercerita dan tampil di depan umum? Holiday Academy memiliki tiga program yaitu Storytellers (untuk anak usia 3-7 tahun), Phonics (untuk anak usia 4-7 tahun), dan On Stage (untuk anak usia 9-17 tahun) merupakan program yang dapat mengasah kemampuan anak dalam mendengar, berbicara sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya melalui bermain peran. 


Untuk si kecil yang memiliki minat di bidang menulis dan bidang ilmiah, Holiday Academy memiliki dua program yaitu Reading Science (untuk anak usia 9-13 tahun) dan Writer’s Guild (untuk anak usia 11-13 tahun). Kedua program ini dirancang untuk mengasah kemampuan memahami teks ilmiah dan membuat berbagai macam tulisan. Tak ketinggalan kegiatan eksperimen ilmiah yang mengasah kemampuan percakapan anak. 

Jika  bosan melakukan kegiatan yang liburan yang itu-itu saja, Holiday Academy bisa menjadi pilihan terbaik untuk si kecil. Selain programnya yang menarik, program Holiday Academy juga memiliki durasi program yang bervariasi, mulai dari 1 hingga 4 minggu. Untuk pendaftaran dan informasi Holiday Academy, kunjungi EF.ID/summercampindonesia dan dapatkan harga spesial. Jika ingin si buah hati mendapatkan pengalaman seru belajar bahasa Inggris yang lebih lama,  dapat mengunjungi EF.ID/aprildiscount untuk pendaftaran kelas reguler EF dan dapatkan diskon terbatas hingga Rp 2,45 juta beserta merchandise eksklusif! #AkuBisa jago Inggris dengan seru di EF. 


With Love, 











Share:
Read More

Thursday, 11 April 2019

,

Website Series Dari Smartfren, Milenial Males Jadi Miliuner

Bismillah, 

"Buuu, pinjem hape lah. Aku mau nonton youtube!" 
Marwah, 10 tahun. 

Well, zaman now anak - anak itu sukanya nonton youtube. Mulai dari nonton kartun, tutorial sampai chanel para vlogger kenamaan jadi favorite. Ya gapapa sih kalau memang efeknya positif, tentu saja kalau anak - anak yang nonton youtube harus diawasi sama orang tua, jangan dibiarkan sendiri. Ya kan?


Nonton youtube nya juga jangan lama - lama, ga baik. Buat anak ga baik dan buat kuota ibu juga kurang baik, ye kan bu? Iya sih, kuota juga ga aman kalau kelamaan nonton youtube, hiks. Tapi itu sih dulu sekarang ibu udah gak masalahin kuota karena sekarang ibu udah pakai Smartfren GSM Super 4G kuota, hemat banget. Percaya gak kalau pakai Smartfren yang Super 4G Kuota ini cuman modal 2rebu aja sepuasnya? Bener - bener bisa #KuotakanMaumu deh cuman dengan 2rebu saja. Kuotanya bener - bener melimpah.

Gak percaya? Makanya cobain aja sendiri deh. 

Back to tontonan youtube nih. Kadang anak - anak millenial zaman sekarang tuh susah banget dijauhin dari yang namanya gadget, ya kan? Gapapa sih sebenernya anak main gagdet namun tetap haruslah dibatasi yah, jangan sampai main gadgetnya ga tau waktu. Kalau sekedar nonton youtube mah boleh lah. Ibunya aja seneng kok nonton youtube, apalagi nih sekarang ibu lagi mantengin web series Millenial Males Jadi Miliunier (MMJM).

Millenial Males Jadi Miliuner (MMJM) ini menurut saya boleh lah ditonton anak - anak, sebagai inspirasi juga. Inspirasi untuk mewujudkan impian, mewujudkan mimpi itu butuh perjuangan. 




Milenial Males Jadi Miliuner ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak muda bernama Jim yang diperankan Bang Ijal (youtuber) yang memiliki impian menjadi seorang vlogger ternama. Jim dan sahabatnya Denis yang diperankan oleh Mamat Alkatiri melakukan usaha - usaha keras demi sebuah video konten, usahanya maksimal supaya konten videonya itu bisa ditonton orang, banyak viewers dan juga subscribernya plus banyak yang share. Viewers melimpah dan subscriber banyak adalah impian semua vlogger, betul? 

Namun, ternyata sang ibu tidak merestui keinginan Jim untuk menjadi seorang vlogger, dalam pandangan ibunya, Jim harus menjadi seorang karyawan karena Jim adalah seorang Sarjana Ekonomi, masa iya menjadi vlogger. Ya harusnya Jim menjadi seorang karyawan Bank, menjadi karyawan Bank jauh lebih keren dibandingkan menjadi seorang vlogger, dimata ibunya.


Terus gimana nih? 
Apakah Jim terus mewujudkan impiannya menjadi seorang vlogger ternama atau mengikuti keinginan ibunya menjadi karyawan Bank? 

Tonton aja sendiri biar seru ya!

Ikutan Kuis MMJM yuk!

Nah, kalau sudah nonton web seriesnya, mendingan ikutan kuisnya juga. Ya, ikutan kuis #NobarMMJM karena hadiahnya banyak sekali loh. Smartfren sudah mempersiapkan hadiah khusus yang spesial banget buat para pemenang, adalah :
  • iPhone Xs Max plus kuota 60rb
  • Xiaomi Mi8 plus kuota 60rb
  • Mifi S1 seharga 1,2jt dan ada juga Voucher MAP loh. 
Gimana? Ngiler gak liat hadiahnya?

Kalau mau hadiahnya buruan ikutan deh. Luangin waktunya buat nonton web series Milenial Males Jadi Miliuner (MMJM) ini yah.

Cara ikutannya pun gampang kok :
  1. Lihat pertanyaan yang akan ada di akun sosial medianya @Smartfrenworld
  2. Jawab, dan jawabannya upload ke sosial media pribadi/
  3. Jangan lupa mention @Smartfrenworld dan sertakan hashtag #Super4Gkuota #kuotakanMaumu #NobarMMJM 
Udah gitu aja sih, gampang kan? Buruan sekarang tonton web seriesnya yah, dan ikutin kuisnya. oiya biar hemat jangan lupa untuk pakai SmartFren Super 4G kuota yang bisa digunakan di hape GSM merk apapun loh, mantul kan?







Share:
Read More

Friday, 22 March 2019

, ,

Pentingkah Tes Kognitif Untuk Anak?

Bismillah, 

Orang tua mana yah yang gak pengen memiliki anak cerdas. Rasanya, semua orang tua pasti inginkan anak yang cerdas, betul? Saya pun demikian, menginginkan neng Marwah menjadi anak yang cerdas. 

Kecerdasan itu dipengaruhi oleh kemampuan kognitif. Sudah pada tau kan kemampuan kognitif itu apa? 
Kognitif itu adalah proses mental yang akan menghasilkan pengetahuan dan juga pemahaman. 
Simple nya gitu lah yah. 



Kalau lengkapnya gini : 
Kemampuan kognitif adalah kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional atau akal, yang terdiri dari beberapa tahapan: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa, dan evaluasi.

Kemampuan kognitif ini pada setiap anak itu ada, namun supaya anak menjadi cerdas, ga bisa dibiarkan saja harus ada stimulasinya. Apa sih stimulasi kognitif itu? Stimulasi kognitif itu adalah upaya dari orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Biasanya usaha / upaya ini tuh dilakukan dalam kegiatan belajar atau permainan. 

Baca : Stimulasi Kognitif 

Bagaimana melakukan stimulasi kognitif pada anak? 

Stimulasi kognitif ini dapat dilakukan dengan banyak cara. Diantaranya adalah : 

Orang tua bisa memberikan stimulasinya itu dengan meningkatkan interaksi antara anak dan orang tua melalui permainan, misalnya main balok bersama, bermain kartu bahasa dan bahkan mendongeng bisa menjadi kegiatan yang menstimulasi kognitif anak. Bermain peran juga baik untuk stimulasi kognitif. 

Ada buku dirumah. Ya karena ternyata ya jumlah buku yang ada di rumah tuh merupakan aspek penting loh untuk mendorong minat membaca anak. Jadi secara gak langsung menstimulasi anak untuk suka membaca. Nah untuk menstimulasi kognitifnya bukan hanya menyuruh anak membaca namun juga bisa sharing / diskusi tentang isi dari buku. Semacam review gitu. Jadi anak akan terus belajar, menambah kosakatanya dan membuat daya imajinasi anak semakin berkembang. 

Bermain musik. Bermain musik juga bisa meningkatkan fungsi kognitif dan prestasi belajar pada anak. Gak ada salahnya mencoba untuk memasukkan anak mengikuti les musik. 


Selain menstimulasi kognitif anak, ada hal lain yang jangan dilupakan. Adalah memperhatikan asupan gizi pada anak. Ya, asupan gizi sangat penting dalam meningkatkan fungsi kognitif anak. Kalau stimulasi sudah oke, asupan nutrisinya juga baik maka anak akan memiliki peluang besar untuk menjadi anak hebat dan cerdas. 

Adakah Tes Kognitif Untuk Anak? 

Ini sering yang nanya tuh ke saya. Apa ada tes kognitif buat anak? 
Termasuk saya sendiri, pernah saya juga searching tentang tes kognitif ini loh. Kadang ada ya yang merasa "Anak saya pintar dan cerdas tapi kalau belajar di sekolah kok kayaknya ada kesulitan gitu!" Nah kan kalau seandainya ikutan tes kognitif nanti bakalan kedeteksi atau ada solusi yang akan membantu orang tua atau guru untuk lebih memahami kemampuan belajar anak. 

Ada juga nih seorang teman yang bilang, kalau anaknya tuh pernah ikutan tes kecerdasan namun hasilnya dia rasa kurang efektif. Dan banyak lagi masalah yang diobrolkan, intinya mereka tuh termasuk saya ingin ada sistem atau alat test yang akurat dan memberikan solusi nyata gitu untuk menstimulasi kognitif anak, jadi engga meraba - raba gitu yah. 

Dan solusinya itu adalah AJG CogTest dari PT Melintas Cakrawala Indonesia. 

Ya, PT Melintas Cakwarala Indonesia memberikan solusi dan pelayanan untuk mengetahui kecerdasan anak melalui inovasi paling anyarnya, AJT CogTest

Apa itu AJT CogTest? "Tes kognitif yang sudah dinormalkan untuk anak Indonesia atau sudah terstandarisasikan sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya di Indonesia. Hasilnya pun akan membantu para orang tua / guru untuk lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajarannya di sekolah".

Pentingkah Tes Kognitif Untuk Anak

Saya rasa AJT CogTest ini bakalan sangat membantu para orang tua dan guru untuk lebih membuat anak cerdas dan pintar, ya kan? 

Ada anak yang memiliki kesulitan belajar, dalam artian susah menerima pelajaran di sekolah. Orang tua tuh jangan langsung bilang anak itu malas atau bodoh namun anak yang mengalami kesulitan belajar bukan berarti bodoh loh  namun bisa jadi anak itu terpengaruh oleh kemampuan kognitifnya. 

Dalam kegiatan belajar, kemampuan kognitif itu tugasnya menerima, terus mengolah, menganalisa dan kemudian menyimpan informasi. Nah jika kemampuan kognitif anak itu diukur maka nantinya akan teridentifikasi, kemampuan kognitif yang mana nih yang bikin anak lambat dalam proses belajarnya. 

AJT CogTest ini tuh adalah tes kognitif pertama yang dikembangkan sesuai dengan norma negara kita, Indonesia yang dilakukan dengan proses perkembangan yang sistematis dan sudah melibatkan lebih dari 250 orang psikolog Indonesia dan sudah melibatkan hampir 5000 anak Indonesia sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia, keren yah. 

Landasan teori psikologi yang digunakan tuh adalah teori paling mutakhir dan juga komprehensif. AJT CogTest ini mampu mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak dari usia 5 tahun sampai anak usia 18 tahun, sehingga kekuatan dan kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar itu dapat teridentifikasi dengan lengkap dan detail. AJT CogTest ini dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan termutakhir, yaitu teori Cattell – Horn – Carroll (CHC Theory).

Pentingkah Tes Kognitif Untuk Anak

Tentu saja ini sangat membantu yah. Apalagi banyak orang tua atau guru yang mengeluhkan tentang hasil belajar anak - anak yang tidak sesuai dengan harapan. Kadang suka ada juga orang tua yang merasa anaknya tidak sepintar anak lain. Ketahuilah bu ibu bahwa setiap anak itu lahir dengan kognitif dan potensi yang berbeda dan unik, jadi setiap anak itu pasti beda. Makanya sebagai orang tua dan guru penting banget ya untuk bisa mengidentifikasi atau mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak, supaya anak bisa berkembang dan bertumbuh menjadi orang yang percaya diri, optimis, berhasil dan memiliki manfaat untuk sekitarnya. 

Nah, dengan AJT CogTest inilah kita sebagai orang tua bisa mengidentifikasi dan menelaah serta mengembangkan potensi emas anak. Karena ya mengenali kecerdasan anak itu adalah kewajiban orang tua

PT Melintas Cakwarala Indonesia  (MCI) ini memberikan solusi tes kognitif paling sesuai deh untuk diterapkan pada anak Indonesia. Ada pengukuran kekuatan dan juga kelemahan kognitif yang akurat, andal, valid dan komprehensif. Plus memberikan informasi yang detail dan jelas tentang gimana sih agar anak memiliki pengetahuan yang baik dengan pengetahuan yang dimilikinya. 

Nah nantinya setelah mengikuti AJT CogTest ada hasil laporannya, dari hasil laporannya ini tuh memungkinkan orang tua atau guru untuk mengarahkan anak dengan bekal informasi yang lengkap. Serta bisa lebih memahami pembelajaran anak, juga dapat membantu melakukan penyesuaian terhadap pengajaran anak, di sekolah ataupun di rumah. 

Pentingkah Tes Kognitif Untuk Anak

Hasil AJT CogTest akan yang sudah selesai nantinya akan dikirimkan berupa softcopy melalui surat elektronik (email) dalam waktu 7 sampai dengan 14 hari kerja setelah tes dilakukan. Jadi bisa dibaca terus dan dipahami dengan seksama yah. 

Ada dua jenis paket tes kognitif AJT : 



1. AJT CogTest Full Scale. Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak.



2. AJT CogTest Comprehensive. Diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes.



Biaya AJT CogTest

AJT CogTest Full Scale
AJT CogTest Comprehensive
Rp760.000
Rp1.200.000


Untuk yang penasaran dengan AJT CogTest ini bisa langsung klik : http://www.melintascakrawala.id atau bisa langsung chat via whats app ke  087883258354.



With Love,









Share:
Read More

Friday, 15 March 2019

,

Waspada Skizofrenia Bisa Terjadi Pada Anak

Bismillah, 

Bu ibu, pak bapak ada yang pernah mendengar istilah " Skizofrenia " ? 
Kebanyakan, orang tuh menilai orang - orang yang memiliki Skizofrenia itu gila loh. Mungkin karena orang - orang dengan Skizofrenia itu sering banget berhalusinasi kali yah, jadi karena berhalusinasi itu jadi kadang berbuat semaunya, dan juga susah membedakan antara mana yang nyata dan mana yang khayalan saja. Skizofrenia ini memang lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Tapi ternyata, anak - anak juga bisa saja mengalami Skizofrenia loh, dan kadang juga gejala nya tuh gak disadari orang tua, serem yah! 




Jika, Skizofrenia bisa saja terjadi pada anak, lantas apa ya penyebabnya? 
Skizofrenia itu adalah gangguan mental yang kronis yang bisa mempengaruhi jiwa pasien / penderita seumur hidupnya. 
Orang yang menderita skizofrenia tuh sering mengalami pengalaman psikotik, misalnya sering mendengar suara namun tak ada wujudnya, halusinasi, delusi dan sampai susah membedakan mana yang nyata dan hanya sekedar imajinasinya saja. 

Tidak menutup kemungkinan, skizofrenia ini bisa menyerang anak - anak. Pada anak yang usianya 7 sampai 13 tahun an. Meski belum pasti nih penyebab utamanya namun ada beberapa pakar yang menduga dua hal yang bisa menyebabkan skizofrenia pada anak, diantaranya adalah : 

FAKTOR GENETIK
As we know ya kalau gen yang diturunkan keluarga tuh bisa menjadi salah satu penyebab sebuah penyakit, termasuk skizofrenia ini. Risiko skizofrenia pada anak bisa saja meningkat sampai berkali kali lipat lebih besar jika salah satu dari orang tuanya menderita skizofrenia juga. 

FAKTOR LINGKUNGAN 
Risiko lainnya bisa meningkat kalau sang ibu kena infeksi ketika hamil atau pernah mengalami komplikasi ketika melahirkan. Apalagi kalau disertai dengan faktor genetik tadi atau bawaan dari orang tuanya yang mengidap skizofrenia. Namun memang sih penyebab pastinya belum diketahui dengan pasti. Namun ada baiknya kan kalau kita waspada. 

Gejala apa saja yang terjadi jika anak mengalami Skizofrenia? 


Gejala skizofrenia pada anak tuh beda sama yang terjadi pada orang dewasa. Ini terjadi karena otak anak masih berkembang dan terus berkembang selama masa pertumbuhannya. Namun sebagai orang tua nih, kita harus waspada jika terjadi perubahan pada perilaku anak yang tiba - tiba. Misalnya nih, anak yang biasanya aktif dan mudah bergaul sama siapa saja namun tiba - tiba murung dan menarik diri dari lingkungannya dan senang menyendiri. Itu kita sebagai orang tua harus waspada dan melakukan pendekatan personal pada anak. Perilaku anak di sekolah juga harus dicek, kerjasama dengan gurunya untuk terus memantau perilaku anak selama di sekolah karena kan orang tua engga bisa memantau langsung yah. Harus waspada juga jika anak mengalami ketakutan yang tiba - tiba dan bicaranya suka ngelantur. 

Gejala lainnya pada anak, adalah : 

Anak berhalusinasi, seperti mendengar hal - hal aneh yang tidak ada wujudnya. 
Anak mengalami susah tidur berkepanjangan. 
Sikap dan cara bicaranya aneh, tidak seperti biasanya. 
Anak tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya khayalan semata. 
Emosi anak tidak stabil. 
Ada rasa takut yang berlebihan dan beranggapan orang lain akan berbuat jahat. 
Tidak peduli sama dirinya sendiri. 

Pada usia anak - anak itu, wajar banget jika anak memiliki imajinasi dan memang anak - anak memiliki perasaan bahwa mereka memiliki teman khayalan. Ya, saya juga pernah anak - anak dan sempat mengalami hal itu yang kadang sering ngobrol sama boneka kan? hehe atau seneng ngomong sama cermin, hihi. Wajar kok kalau begitu. Bukan berarti juga anak mengalami skizofrenia. Karena sikap halusinasi itu sih wajar dan gak diikuti rasa takut berlebihan. 

Jadi, kapan nih anak harus dibawa ke dokter ketika terdeteksi mengalami  skizofrenia?

Gini, kebanyakana orang tua kadang salah kaprah, salah paham dan beranggapan skizofrenia tuh merupakan gejala gangguan bipolar, depresi dan autis. Memang ada beberapa gejala yang mirip namun jangan dipukul rata juga. Gampangnya sih gini aja, selalu awasi anak, awasi setiap perubahan perilakunya. Penting banget ini, karena gejala skizofrenia pada anak tiu berkembang secara bertahap dan lama kelamaan akan terlihat jelas. Gejala - gejala itu adalah : 

Delusi 
Halusinasi 
Bicara ngawur dan tidak ada ekspresi sama sekali 
Perubahan perilaku yang tiba - tiba 
SIkapnya menjadi apatis
Keterbatasan berkomunikasi 
dan lainnya... ( bisa dikonsultasikan dengna dokter) 

Jika ada gejala itu mendingan bawa ke dokter / psikolog anak saja untuk memastikan diagnosisnya. Semoga anak - anak kita selalu sehat yah. Aamiin. 


Share:
Read More

Wednesday, 6 March 2019

, , ,

Colour to Life WorkShop Bersama faber - Castell

Bismillah, 
Perkembangan teknologi zaman sekarang tuh makin pesat. Seneng sih, namun ada was - was nya juga. Apalagi nih sebagai seorang ibu yang memiliki anak. Anak sekarang tuh ga gaptek, pada melek teknologi, jadi harus bener - bener diawasi yah. Apalagi nih, gadget. Gadget tuh bisa jadi musuh bisa juga jadi kawan buat anak. Nah, salah satu contoh nyata bahwa gadget bisa menjadi kawan baik untuk anak adalah dengan adanya aplikasi Colour to Life dari Faber - Castell. Jujur, dengan adanya aplikasi ini tuh saya sebagai orang tua seneng banget. Karena anak bisa bermain gadget dengan aman. 


Colour to Life ini bukan semata - mata aplikasi saja, namun ada perangkat lainnya juga. Seperangkat buku untuk mewarnai disertai dengan Connector Pen Faber - Castell, kebetulan neng Marwah tuh pengguna setia Faber - Castell jadi ga terlalu susah untuk memperkenalkan Colour to Life padanya.

Karena merasa tertarik sama produk Colour to Life ini, makanya pas ada tawaran buat ikutan workshop Colour to Life saya langsung daftar, apalagi katanya di workshop ini bakalan diajarin berbagai teknik mewarnai. Seneng dong karena sebagai seorang ibu tentunya semua skill harus dimiliki, termasuk skill mewarnai. Setuju ga? 

Begitulah, menjadi ibu harus serba bisa. Termasuk harus pintar menggambar dan mewarnai, jangan hanya bisanya mewarnai gunung saja haha namun harus menguasai berbagai teknik nya juga biar hasil gambarnya lebih baik dan tentu saja lebih bagus. Biasanya kalau hasil gambar nya lebih bagus tar anak bakalan seneng dan penasaran juga pengen belajar. 


About Faber-Castell
Sebelum masuk ke workshopnya nih, temen - temen sudah kenal kan sama Faber - Castell? Saya yakin pasti sudah pada kenal deh, ga mungkin ga kenal. Secara Faber - Castell ini tuh udah ada sejak dahulu kala. Perusahaan milik keluarga asal Jerman ini tuh umurnya udah sekitar 2,5 abad loh. Produknya pun banyak, bukan hanya diperuntukkan khusus anak - anak namun juga untuk dewasa, bahkan untuk manula pun ada. Keren kan? So, Faber-Castell ini bisa disebut untuk semua usia, setuju? 

Bahkan pinak kreatif dari Faber-Castell merancang sebuah program yang saya bilang sih keren, sebuah program yang ditujuakan untuk semua kalangan, untuk semua usia. Adalah #Art4All. Bisa untuk semua tuh bener - bener bisa, dari mewarnai, menggambar, menulis, bikin sketsa, untuk melukis dan aktivitas art lainnya. #Art4All ini tuh tujuannya adalah mengajak semua kalangan untuk bisa lebih berekspresi lagi lewat art / seni dan tentu saja didukung dengan tools keren dari faber-Castell. 


Dunia seni, art dan apalah itu namanya memiliki manfaat yang besar, terutama nih bagi anak - anak. Fungsi motorik anak bisa dilatih dengan seni, bisa membuat anak semakin percaya diri juga loh dengan art ini. Untuk orang dewasa atau yang manula bisa mencegah demensia juga dan bikin otak lebih relax, stress healing gitu deh. Jadi kalau orang tua atau anak sedang stress atau penat boleh lah mewarnai atau menggambar ringan gitu, insya allah stress akan berkurang dan menjadi rileks. 

Playing and Learning With Colour to Life

Namanya anak - anak, rasa ingin tau nya tuh besar sekali. Selain rasa ingin tau nya yang besar, ide - ide brilian dari anak - anak pun meluap - luap loh. Makanya sebagai orang tua, kitalah yang harus memberikan semangat pada anak -  anak untuk menghabiskan waktu luangnya, menghabiskan waktu luangnya dengan hal kreatif tentunya. Yang saya lakukan tuh salah satunya adalah dengan memberikan seperangkat Colour to Life pada Marwah. Jadi dengan Colour to Life ini neng bisa menggabungkan skill mewarnai dan permainan dengan gadget. Jadi playing and learning gitu. Karena saya sudah dibekali teknik mewarnai oleh tim Faber-Castell pada workshop beberapa waktu lalu, jadi ketika neng Marwah mau mewarnai saya pun memberikan teknik mewarnai yang saya pelajari, dan neng Marwah seneng loh. 

Colour to Life (CTL) ini tuh sebuah aplikasi yang harus diunduh dulu sebelum menggunakannya. Setelah mengunduh, tools lainnya tuh ada seperangkat buku gambar (buku untuk mewarnai) dan Connector Pen


Setelah selesai mewarnai 15 halaman buku nya, tapi ingat bilah pinggirannya jangan diwarnai ya itu buat scan. Ketika mewarnai jangan diteken ya gengs, nanti isi connector pen nya cepet abis. Jadi mewarnai dengan Connector Pen itu beda sama crayon atau pensil warna pada umumnya, ada beberapa teknik yang bisa diterapkan nih. 


Teknik Mewarnai 



Adapun beberapa teknik mewarnai menggunakan Connector Pen Faber - Castell, adalah : 

➽ Teknik Pointilsm. Teknik ini tuh caranya mewarnai objek dengan titik - titik kecil. Sampai rata dan rapi. 
➽ Teknik Counturing. Ini tuh teknik yang dilakukan dengan cara mengikuti alur outline objek. Jadi garis - garis alurnya itu dibuat terus menerut sampai menutupi semua bidang. 
➽ Teknin Squiggling. Teknik ini menggunakan garis ga beraturan / asal seperti benang kusut gitu untuk mewarnai objek. 
➽ Teknik Patterning. Bikin pola atau motif secara berulang sampai menutupi semua objek yang akan diwarnai. 
➽ Teknik Dashline. Teknik menggambar garis secara beraturan menutupi semua objek. 
➽ Teknik Mozaik. Teknik membuat pola bidang kecil pada objek gambar. Pola mozaik itu kayak kaca, masing - masing bidang kecil diisi dengan satu warna dan akhirnya membentuk objek gambar. 


Itulah beberapa teknik mewarnai dengan menggunakan Connector Pen untuk mewarnai buku Colour to Life nya biar terlihat kece. 





Tapi pada dasarnya sih bebas, mau pakai teknik mewarna atau tidak, silakan saja. Mewarnai dengan teknik ataupun tidak masih bisa kok memainkannya di aplikasi. Jadi nanti pas main di aplikasi bakalan lebih seru, bangga karena yang dimainkan adalah hasil mewarnai sendiri. Anak - anak seneng banget.

Untuk lengkapnya, bisa cek video ini yaa bu ibu.



Beli Colour to LIfe ini bisa di Gramedia, Shoppe dan Tokopedia juga ada kok. Range harganya beda - beda, sekitar 120ribuan. 

With Love,


Tianlustiana

Share:
Read More