Post Top Ad

Wednesday, 28 November 2012

Wednesday, November 28, 2012

Kinerja Otak Anak Berawal dari Gizi

saat marwah menjadi juara mewarnai dikelas

selalu ceria

imajinasi yang tinggi

Kinerja otak sangat ditentukan oleh aneka zat gizi yang dikonsumsi anak.

Setelah lewat masa ASI eksklusif selama 6 bulan, bayi mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuannya agar tubuh bayi selalu memperoleh berbagai zat gizi dalam jumlah yang sesuai.

Secara umum, semua zat gizi  diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak anak. Namun, ada beberapa zat gizi yang secara  khusus  mempengaruhi kerja otaknya 

Cukupi kebutuhan. Seiring dengan pertambahan usianya, anak Anda akan semakin terampil. Misalnya, setelah anak Anda melewati satu tahun pertamanya, dia sudah mulai bisa berjalan. Kemampuan ini merupakan hasil dari keterampilannya dalam mengoordinasikan gerakan kepala, tubuh, tangan, dan kedua kakinya untuk melangkah, setapak demi setapak. Semua itu tentu tak lepas dari hasil perkembangan berbagai bagian otaknya.

Nah, agar proses tumbuh-kembang anak, termasuk tumbuh-kembang otaknya, berjalan optimal, maka seluruh jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuhnya harus selalu dipenuhi. Itu sebabnya, pemberian MP ASI pun sebaiknya sehat, bergizi seimbang dan bervariasi. 

Dengan demikian, tubuh bayi mendapat asupan  karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin dan tak ketinggalan mineral dengan baik. Selain itu, jenis makanannya juga harus  sesuai dengan tahap keterampilan makan yang sudah dicapai bayi

Tuesday, 27 November 2012

Tuesday, November 27, 2012

Agar Ibu Bekerja Tetap Dekat dengan Anak di Rumah





Biaya hidup yang semakin tinggi akhir-akhir ini, mendorong banyak pasangan orang tua yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Peran Ibu di rumah, kini digantikannoleh pengasuh atau nenek,,hihih kalau aku sih di titipin mamahkuyang adalah neneknya marwah. Akibatnya, Marwah cenderung lebih dekat dengan mamahku daripada dengan aku sebagai ibu kandungnya.

Cuek, menangis saat digendong, tak mau diajak bermain, selalu mencari nenek saat sedih atau menangis adalah beberapa contoh sikap balita yang tidak dekat dengan ibu kandungnya. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi bila Ibu memiliki kualitas kedekatan yang baik dengan buah hatinya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan ibu yang bekerja agar tetap dekat dengan si anak, antara lain:

1. Sempatkan memandikan anak di pagi hari sebelum berangkat kerja. Selain menjalin kedekatan, anakpun akan terbiasa bangun pagi sedari balita.

2. Bila jarak kantor tidak terlalu jauh dan masih ada waktu luang, ada baiknya jika Anda membiasakan sarapan bersama di meja makan. Dengan begitu, Anda masih sempat menyuapi dan bercengkrama dengan balita di rumah.Hiks namun cara ini aku tidak bisa karena letak rumah mamah sama aku lumayan jauh sih.

3. Di sela-sela waktu luang di kantor, cobalah sesekali menelponnya di rumah. Walaupun ia masih menggunakan bahasa bayi, setidaknya dapat bercakap-cakap dan membuatnya mengenali suara Anda. Disamping itu, Anda pun bisa memantau keadaannya di rumah.Yess aku sering melakukan ini utk sekedar menanyakan sedang apa Marwah?.

4. Sepulang kerja, cobalah untuk sekadar menggendong atau mengajaknya bermain. Jangan pernah gengsi bertingkah manja atau berakting sebagai teman bermainnya. Biasanya anak-anak lebih suka pada orang tua yang mau memahami dunia mereka.Situasi seperti ini jarang bisa aku ekplorasikan dengan Marwah,karena sepulang kantor aku langsung kuliah,,tapi jika kuliah sedng kosong aku selalu bermain bersama Marwah dan peran yang Marwah suka adalah dia sebagai princess cinderella...

5. Jangan pernah pelit memberi pujian pada anak yang sudah berkelakuan baik. Terlalu banyak larangan, malah membuat mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak disukai oleh orang tuanya.

6. Mengantarnya tidur sambil membacakan dongeng merupakan proses pendekatan yang paling disukai anak. Selain itu, mendongengkan anak juga berperan dalam proses perkembangan kognitif anak, terutama daya imajinasinya.

7. Jika sampai di rumah sudah terlalu larut, sempatkan mampir ke kamarnya untuk sekadar memeluk dan menciumnya.

8. Di akhir minggu, sekadar mengantar sekolah dan menungguinya selama beberapa saat akan membuat anak merasa bangga dan lebih dekat dengan orang tuanya.

9. Bersama-sama melakukan permainan yang disukai anak seperti bersepeda, berenang, bermain pistol air, atau sekadar bersenda gurau akan meningkatkan keintiman orang tua dan anak.

Ternyata bekerja dengan seabrek aktifitas bukan alasan untuk tidak bisa menjadi kebanggaan anak bukan?Yuk besarkan anak dengan cinta dan kasih sayang,dan jangan pernah mengajarkan anak dengan sesuatu yang diluar nalarnya...

with love,,,
ibunya marwah
Tuesday, November 27, 2012

Perkembangan anak di usia 4-5 tahun


Ketika si buah hati memasuki rentang usia 48-60 bulan, umumnya perkembangan dan stimulasi yang ada akan dangat pesat sekali. Jika asupan gizi dan nutrisi si kecil cukup, pada rentang usia ini bayi akan menunjukkan kegiatan yang menggemaskan sekaligus membanggakan hati, seperti:
  • Berdiri 1 kaki dalam 6 detik
  • Melompat-lompat dengan 1 kaki
  • Menari
  • Menggambar tanda silang
  • Menggambar lingkaran
  • Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
  • Mengancingkan baju atau pakaian boneka
  • Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
  • Senang menyebut kata-kata baru
  • Senang bertanya tentang sesuatu
  • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
  •  Bicaranya mudah dimengerti
  • Bisa membandingkan / membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
  • Menyebut angka, menghitung jari
  • Menyebut nama-nama hari
  • Berpakaian sendiri tanpa dibantu
  • Menggosok gigi tanpa dibantu
  • Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.


Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar 
Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong anak main bola, lari, lompat dengan 1 kaki, lompat jauh, jalan di alas papan sempit/permainan keseimbangan tubuh, berayunayun dan memanjat. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).
Lomba karung
Ambit karung/train sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan temantemannya cars memakai karung dan melompat-loin Pat, siapa yang paling cepat/dulu sampai garis tujuan.
Main engklek
Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.
Melompati tali 
Pada waktu anak bermain dengan teman sebayanya, tunjuk 2 anak untuk memegang tali raffia (panjang 1 meter), atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompati tali dan bermain “katak melompat”.
Perkembangan Motorik atau Gerak Halus 
Lanjutkan stimulasi: ajak anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih dan mengelompokkan, memotong dan menempel gambar. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).
Konsep tentang “separuh atau satu”
Bila anak sudah bisa menyusun puzzle, ajak anak membuat lingkaran dan segi empat dari kertas/karton, gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada anak bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.
Menggambar
Ketika anak sedang menggambar, mints anak melengkapi gambar tersebut, misal: menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah, dan sebagainya.
Mencocokkan dan menghitung 
Bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di alas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di. rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawn dan fain-fain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.
Menggunting
Bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari cara menggunting kedas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dari sebagainya.
Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan
Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring/gelas tersebut dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.
Percobaan ilmiah 
Sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan “percobaan” ini.
Berkebun
Ajak anak menanam biji kacang tanah/kacang hijau di kaleng /gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang dan anak-anak tumbuh/bertambah besar.
Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
    • Buat anak mau bertanya dan berceritera tentang apa yang dilihat & didengarnya.
    • Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
    • Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. Ingat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.
Belajar mengingat-ingat
Masukkan sejumlah benda/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3-4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu.
Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.
Mengenal huruf dan simbol 
Tulis nama benda-benda yang ada di ruangan pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misainya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bungs, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.
Mengenal angka 
Bantu anak mengenali angka dan mulai berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.
Membaca majalah 
Kumpulkan majalah anak (bekas) atau bila mungkin berlangganan majalah anak. Bacakan dan ajak anak melihat majalah tersebut. Bila berlanggganan lakukan secara teratur setiap penerbitan majalah itu.
Mengenal musim
Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitarnya.
Buku kegiatan keluarga 
Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya.
Mengunjungi perpustakaan
Sesering mungkin bawa anak mengunjungi taman bacaan/perpustakaan anak-anak. Pinjam buku yang menarik perhatian anak dan bacakan untuk anak.
Melengkapi kalimat 
Buat kalimat pemyataan ‘mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersarna dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; “Kemarin kami pergi ke” atau sehabis mengajak anak makan mie bakso; “Makanan kesukaan adik adalah”
Bercerita “ketika saya masih kecil” 
Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang “masa kecil anak”. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa keciinya.
Membantu pekerjaan di dapur
Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai “asisten” anda. Minta anak membantu memotong sayuran. menyiapkan dan mernbersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.
Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
    • Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu anda di dapur dan makan bersama keluarga
    • Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya.
    • Ajak anak berbicara tentang spa yang dirasakan anak.
    • Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin.
Membentuk kemandirian 
Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu.
Membuat “album” keluarga 
Bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya.
Membuat “boneka” 
Tunjukkan cara membuat “boneka” dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai “rangka/badan” boneka. Atau buat “boneka” dari kaos kaki bekas. Gambar-mata, hidung dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan anda seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri.
Menggambar orang. 
Tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika anda menggambar mata, hidung, bibir dan baju.
Mengikuti aturan permainan/petunjuk. 
Ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan/petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada anak, misalnya “berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah jinjit”. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”
Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan anda yang mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”
Bermain kreatif dengan teman-temannya. 
Undang ke rumah 2-3 anak yang sebaya. Ajari anak-anak permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas/kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang.
Bermain “berjualan dan berbelanja di toko”. 
Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain “belanja di toko”. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat “uang kertas” dari potongan kertas dan “uang logam” dari kancing/tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, anda dan anak yang lain pura-pura membeli benda-benda itu dengan “uang kertas” dan “uang logam”. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko. []

Monday, 26 November 2012

Monday, November 26, 2012

cara mengajari anak

Duuh udah lama nih ga update blog,,hehehe sibuk urusin bisnis sana-sini pluuus tugas kuliah sama kerjaan kantor yang banyak sekali,,aiiih wonder woman banget deh ibunya neng marwah yah,,yaa begitulah pemirsa,,sibuk karena banyak yang harus aku kejar,termasuk mengejar mimpi utk memenuhi semua kebutuhan neng Marwah kelak,,supaya ga kekurangan,,aamiin mudah2an semua nya terbalas suatu saat nanti deh yaaa,,Aamiin Ya Alloh,,,

Dengan seabrek rutinitas aku yang amat2 full namun kewajiban sebagai seorang ibu harus tetap aku jalanin doong walaupun yaa anakku lebih sering di titip sama mamahku,,hihihi maklum lah jaman sekarang ga percaya deh sama baby sitter atau pembantu,disamping ga percaya juga siih sayang budgetnya,,hihihihi harus hemat niih menjelang pendidikan yang eduun biayanya.


Mayoritas kurikulum sekolah di Indonesia lebih banyak melakukan pendekatan untuk mengajari bagaimana cara menghafal pelajaran dan tidak menekankan bagaimana proses berpikir.

Padahal cara berpikir jauh lebih penting dan berguna bagi anak didik di masa datang. Itu mengapa, indikator yang sering dijadikan ukuran untuk menilai anak didik berkualitas atau tidak lebih berdasarkan kuantitas nilai yang dicapai.

Tak ayal, kita terbiasa mengukur perkembangan anak didik berdasarkan nilai lebih gampang dan jelas indikatornya dengan hadirnya rapor, rangking, ijazah dan lain-lainnya. Padahal cara seperti itu sarat dengan subjektivitas pendidik.

Namun bukan berarti faktor nilai menjadi suatu hal yang tidak penting, persoalannya hanya pada ukuran kualitas anak didik juga harus diukur berdasarkan bagaimana mereka memiliki pola berpikir.

Intelegensi dan kecerdasan antara anak yang satu dengan yang lain hampir sama. Namun yang memiliki peranan penting dalam menentukan hasil akhir manusia dalam menghadapi suatu masalah jelas sekali ialah pola berfikir. Terkait dengan perbedaan yang timbul ketika dihadapi lingkungan, semangat hidup dan kemauan untuk maju.

Salah satu sebabnya adalah perbedaan cara berpikir mereka. Dan ini sangat berkait erat dengan bagaimana para guru menanamkan bagaimana cara berpikir yang benar pada anak didik.

Tak terkecuali pula pendidik juga jangan menganggap bakat sebagai satu-satunya alat untuk melihat masa depan potensi anak didik. Sebab, ada kalanya dalam suatu kasus bakat justru menjadi penghambat kemajuan.

Kehidupan itu tidak akan bisa dihadapi hanya dengan bakat. Prakek nyata adalah solusinya. Bagaimana mungkin orang yang baru belajar berenang dua atau tiga kali, tetapi belum bisa mengatakan bahwa ia tidak berbakat? Mengapa tidak melakukannya berulang-ulang (trial & error).

Di sinilah pentingnya peran orangtua di dalam menanamkan proses berpikir dalam mendidik. Bahwa proses berpikir itu jauh lebih penting dari sekedar mengkaitkannya dengan bakat. Jarang, untuk tidak mengataan tidak ada, pendidik yang menolak hubungan antara bakat dengan pengembangan anak didik.

Pada kebanyakan kasus para pendidik maupun orang tua terjebak pada aksioma, “Oh kamu berbakat melukis” kepada anak didik yang mahir menggambar. Seharusnya kepada anak didik kita bisa mengganti pertanyaannya yang lebih motivatif dengan, “Kamu akan bisa melukis seperti teman-temanmu, sebab menggambar tidak ada kaitannya dengan bakat. Yang penting praktek dan terus belajar, semua akan bisa diatasi” kepada anak yang belum bisa melukis.
Penting sekali diingat, tanamkan bahwa semua orang punya bahan dasar intelegensi dan kecerdasan sama. Yang membuatnya berbeda ialah tergantung bagaimana mengolah bahan dasar tersebut.

Acapkali terjadi tiap anak didik yang sama intelegensinya namun pada akhirnya berbeda pada tingkat kesuksesannya di akhir nanti. Elemen alasan paling mendasarnya, orang yang lebih sukses itu berpikir dua atau tiga kali lipat dibanding orang yang tidak terlalu sukses tadi.

Penanaman pemahaman yang demikian tentunya akan lebih bermakna dan sangat berguna bagi anak didik dari sekedar menghafal pelajaran. Dampak positif lainnya adalah, anak didik yang “merasa” punya intelegensi rendah akan terpicu semangatnya mau untuk maju. Karena dengan ‘penyama-rataan kemampuan intelegensia’ tersebut, niscaya membuat mereka semakin percaya diri dan berpotensi untuk menciptakan kecerdasan yang dapat menandingi dengan teman-temannya.

Berikutnya kita perlu lebih banyak memberikan penugasan dan pelajaran yang tidak lagi menekankan pada hafalan namun tugas-tugas persoalan yang menekankan pada pengembangan proses berpikir.

Misalnya, bagaimana tanggapan anak didik terhadap permasalahan sosial yang dihadapinya. Misalnya, bagaimana sikap mereka terhadap kaum pengemis? Ini bisa dilakukan dengan model simulasi atau permainan yang menyenangkan kepada anak. Proses berikir di dalam menilai seorang pengemis akan memperlihatkan bagaimana mereka berpikir. Bukankah pengemis bagian dari masalah sosial yang suatu saat akan dihadapi anak didik?

Model seperti itu juga punya kelemahan. Kelemahan yang terasa adalah tidak semua pendidik punya wawasan luas tentang masalah tersebut. Tak jarang pendidik merasa lebih pintar dari anak didik, sehingga anak didik harus menjawab ini dan itu. Ketidaksamaan jawaban akan membuat peserta didik takut berbeda pedapat dengan pendidiknya. Ketakutan pada pendidik yang dibiarkan berlarut-larut ini tidak kondusif bagi pengembangan anak didik di masa datang, terutama sekali akan menghambat proses berpikir mereka.[]


Thursday, 1 November 2012

Thursday, November 01, 2012

Tips untuk membangun harga diri anak


Harga diri atau self esteem adalah pandangan keseluruhan dari individu tentang dirinya sendiri. Membangun citra diri biasanya diawali pada masa kanak-kanak dan sangat tergantung dari apa yang dia dengar tentang dirinya dari orang lain. 

Jadi, jika seorang anak selama masa hidupnya mendengar pujian, motivasi, dan kritikan yang membangun, maka kemungkinan besar anak itu akan berkembang menjadi pribadi yang baik dan memiliki rasa harga diri yang tinggi. Di sisi lain, jika anak selalu dikritik, diperlakukan kasar dan tidak pernah diberikan penghargaan atas prestasi kecil yang dia dapat, maka anak cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki kepercayaan diri.

Membangun kepribadian seorang anak normalnya dimulai dari lingkungan rumah. Kepribadian individu mulai terbentuk pada masa kanak-kanak, sehingga orang tua mempunyai tanggung jawab besar dalam pembentukan self esteem sang anak.

Berikut adalah beberapa tips untuk membangun rasa harga diri yang tinggi pada anak, seperti dikutipLifemojo :
* Jadilah pendengar yang baik: Di tengah kehidupan modern saat ini, seringkali orang tua sulit meluangkan waktu untuk anak-anak mereka. Sesibuk apa pun, wajib bagi Anda untuk membagi waktu bersama anak-anak setiap hari.
Tinggalkan semua pekerjaan Anda, duduk dan bicaralah dengan anak Anda seperti halnya Anda berbicara dengan orang dewasa..

* Pujilah Anak Anda: Anak Anda mungkin datang kepada Anda untuk menunjukkan suatu keahlian atau hasil ujian yang diperolehnya di sekolah. Berikan pujian kepada anak Anda untuk karyanya, namun jangan berlebihan.

* Jangan bandingkan: Orang tua sering membandingkan satu anak dengan anak lain atau tetangga dengan maksud bahwa anak Anda dapat berubah dan menjadi seperti yang Anda harapkan. Namun, ini bukanlah cara yang benar karena dapat mengarah ke pembentukan perasaan rendah diri pada anak yang bersangkutan.

* Jangan mengkritik terlalu keras: Kritik yang keras selalu membawa hasil yang merugikan. Jika Anda ingin mengkritik, lakukan dengan kata-kata yang halus dan jangan sampai menyinggung perasaannya.

* Jadilah contoh: Anak-anak umumnya tidak terlalu bisa banyak mengingat nasihat dari orang tua mereka. Akan tetapi mereka cenderung mengamati perilaku dan sikap Anda. Jadi, berikanlah panutan yang baik pada anak-anak Anda.

Thursday, November 01, 2012

Renungan untuk para isteri

LIHATLAH, … DIALAH SUAMIMU … (RENUNGAN UNTUK PARA ISTRI) …



WAHAI para ISTERI, ..

Pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?
Lihatlah dia dalam tidurnya …


Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.


Lihatlah kaki kuat itu …
Allah yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita.
Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.


Lihatlah gurat garis wajahnya …
Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.
LIHATLAH PARA ISTERI YANG SHOLIHAH, DIALAH SUAMIMU ..


Lihatlah tangannya …
Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Lihatlah mata mereka …
Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para ISTERI.

Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebuah cinta yang tulus untuk keluarga . Pandangan teduh yang juga begitu lelah.


Wahai para ISTERI, ..
betapa banyak SUAMI yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.


Lihatlah ketulusan hati mereka …
Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak dan kehormatan diri serta keluarga. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan, karena terjaganya pendamping yang shalihah di disisinya ..

*************

Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah ..

Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu…


Dan … sudahkah hari ini kau memanjatkan doa untuk kemudahan jalannya , mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya dengan penuh cinta … , berjalan beriringan bersama menuju satu tujuan , Cinta Allah Azza Wa Jalla